cara-menghilangkan-cegukan-pada-bayi

5 Mitos Cara Menghilangkan Cegukan pada Bayi

detail-fb detail-wa detail-twitter

Cegukan merupakan hal yang umum terjadi pada bayi. Bahkan, bayi sudah cegukan sejak di dalam kandungan1. Meski begitu, tak sedikit ibu yang merasa khawatir ketika bayinya mengalami cegukan. Terlebih jika cegukan berlangsung lama dan membuat bayi menjadi rewel. Rasa khawatir ini kerap membuat banyak Ibu percaya pada mitos-mitos yang beredar dan diyakini sebagai cara menghilangkan cegukan pada bayi.

Jika Ibu mencari di internet dengan kata kunci: 'cara menghilangkan cegukan', maka cara-cara seperti dikagetkan, menahan napas, atau menaruh kain basah di dahi, akan mendominasi hasil pencarian2. Sayangnya, cara-cara tersebut kebanyakan adalah mitos belaka. Alih-alih menghilangkan cegukan, cara-cara seperti mengagetkan atau menahan napas malah bisa membahayakan bayi.

Mitos agar Cegukan pada Bayi Hilang

Apa saja mitos tentang cara menghilangkan cegukan pada bayi yang banyak beredar di masyarakat? Bagaimana penjelasannya?

1. Meletakkan Kain Basah di Dahi

Tak sedikit orang tua zaman dulu yang meyakini bahwa meletakkan kain atau tisu basah di dahi bisa membuat cegukan si Kecil berangsur berhenti. Padahal, tidak ada pengaruh apa pun yang diberikan kain basah tersebut terhadap cegukan bayi. Si Kecil malah mungkin merasa tidak nyaman dan rewel.

2. Mengagetkan Bayi

Beberapa cara dilakukan orang tua untuk mengagetkan bayi, misalnya dengan melompat sambil menggendong bayi atau meledakkan plastik yang telah ditiup. Meski mungkin saja cara-cara tersebut berhasil membuat bayi kaget, tapi metode tersebut belum terbukti secara ilmiah dapat menghentikan cegukan.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Bayi Cegukan

Justru, perlu diperhatikan keamanan dari cara mengagetkan tersebut. Misalnya, melompat sambil menggendong bayi. Ketika tubuhnya tersentak tiba-tiba, ada risiko yang bisa saja dialami si Kecil akibat hentakan tersebut. Begitu pula dengan mendengar bunyi ledakan, hal ini malah dapat membuat bayi jadi takut dan rewel. Bunyi yang terlalu keras di dekat telinga bayi juga berisiko merusak gendang telinganya. 

3. Menahan Napas Bayi

Teknik ini juga banyak dilakukan oleh orang dewasa untuk menghentikan cegukan. Caranya dengan memencet hidung si Kecil hingga napasnya terhenti sesaat. Tapi, sekali lagi, belum ada bukti ilmiahbahwa menahan napas dapat menghentikan cegukan. 

Memencet hidung bayi dan membuatnya menahan napas, meski hanya beberapa detik, sangatlah berbahaya. Bayi bisa kehabisan napas dan berakibat fatal. Jadi, hindari melakukan hal ini, ya.

Baca Juga: 15 Cara Mengatasi Kembung pada Bayi yang Wajib Diketahui

4. Memukul Punggung Bayi

Baik pada bayi maupun orang dewasa, banyak yang meyakini bahwa salah satu cara menghentikan cegukan adalah dengan menepuk punggung dengan keras. Tujuannya adalah untuk membuat bayi kaget dan menghilangkan cegukannya. 

Pada bayi, memukul punggungnya malah dapat membuat si Kecil menangis karena merasa kesakitan. Ditambah lagi, tulang bayi masih sangat lunak sehingga berpotensi mengalami cedera saat dipukul.

5. Menarik Lidah Bayi

Ada pula yang percaya bahwa cara menghentikan cegukan pada bayi adalah dengan menarik lidahnya3. Padahal, seperti yang Ibu tahu, seluruh tubuh bayi masih dalam masa perkembangan dan belum tumbuh dengan sempurna. Menarik lidah bayi untuk menghentikan cegukannya bisa sangat berbahaya.

Nah, itu tadi 5 mitos cara menghilangkan cegukan pada bayi yang sebaiknya Ibu hindari. Cegukan pada bayi biasanya akan hilang dengan sendirinya atau hilang saat si Kecil tidur. Lain halnya jika cegukan yang dialami si Kecil berlangsung lebih dari satu jam, dan ditambah dengan dengan gejala lain seperti bayi rewel saat cegukan dan sering muntah. Hal tersebut harus diwaspadai dan Ibu sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk memastikan apakah terdapat kelainan yang serius4.

Nah, setelah Ibu mengetahui bahwa cara menghilangkan cegukan pada bayi di atas ini hanyalah mitos, ini tips yang harus Ibu lakukan saat bayi mengalami cegukan5:

  • Gendong bayi dalam posisi si kecil dalam posisi tegak, kemudian usap punggung bayi dengan lembut,
  • Susui bayi secara perlahan namun sering,
  • Sendawakan bayi setelah menyusu.

Semoga tips di atas dapat membantu, ya, Bu.

 


Referensi

  1. Kimberley Whitehead. 2019. Event-Related Potentials Following Contraction of Respiratory Muscles in Pre-Term and Full-Ter, Infants. Diambil dari: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1388245719312362 [Diakses 13 Agustus 2021] 
  2. Cornelius J. Woelk. 2011. Managing Hiccups. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3114667/ [Diakses July 2021]
  3. Lana Burgess. 2021. How to stop hiccups in newborns. Diambil dari: https://www.medicalnewstoday.com/articles/321932 [Diakses July 2021]
  4. Muzal Kadim. 2013. Cegukan pada Bayi dan Anak. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/cegukan-pada-bayi-dan-anak [Diakses Juli 2021]