6 Cara Mengatur Waktu bagi Ibu Rumah Tangga yang Bekerja

Agar rutinitas sehari-hari terasa lebih “enteng”, coba atur ulang prioritas dan berani bilang ‘tidak’ untuk hal-hal yang bukan tanggung jawab Ibu dan tak mendesak.

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
01 Apr 2024
Seorang ibu bekerja sambil menemani anak perempuannya belajar.


Juggling” peran sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga sangat bisa memicu perasaan bersalah dan burnout, karena waktu 24 jam dalam sehari tidak pernah terasa cukup untuk menuntaskan begitu banyak tanggung jawab. Ibu tidak sendirian, kok!

Tapi dengan sedikit perencanaan, Ibu bisa lebih mudah dan nyaman menjalani peran sebagai working mom. Yuk, simak berbagai cara untuk mengatur waktu antara pekerjaan di kantor dan rumah tangga!

Cara Mengatur Waktu untuk Ibu yang Bekerja Kantoran

Selalu mengejar kesempurnaan cenderung membuat ibu merasa kelelahan, dan stres sepanjang waktu.  Oleh karena itu, sebelum mulai melakukan perubahan besar dalam hidup, sangat penting untuk lebih dulu coba mengubah pola pikir dari "aku harus menjadi ibu sempurna" ke "aku harus menjadi ibu yang bahagia". 

Nah, berikut ini beberapa tips manajemen waktu yang dapat Ibu coba untuk Awali Semua Kehebatan menjadi wanita karier yang stress-free dan ibu rumah tangga yang bahagia:

1. Atur Skala Prioritas

Agar rutinitas sehari-hari terasa lebih “enteng”, cobalah atur ulang prioritas Ibu berdasarkan hal-hal yang sudah terjadi atau Ibu rasakan belakangan.

Sebagai contoh, apabila pekerjaan kantor sudah mulai keteteran karena urusan rumah lebih menyita banyak waktu, mungkin ini saatnya mencari bantuan asisten rumah tangga (ART).

Begitu juga apabila urusan rumah tampaknya terbengkalai karena Ibu lebih banyak fokus di kantor. Mulailah buat batasan yang sehat. Coba diskusikan sejak awal kepada atasan dengan cara yang baik.

Apabila bos menelepon atau mengirimkan e-mail setelah jam kerja, terima jika memang urusannya mendesak. Tapi, sebisa mungkin tunda membalas hal-hal yang berhubungan dengan kantor setelah jam kerja, kalau masih bisa dilakukan esok hari.

2. Buat Batasan yang Sehat

Jangan ragu untuk bilang ‘tidak’ buat hal-hal kantor yang bukan tanggung jawab Ibu dan tak mendesak. 

Selain itu, jangan takut untuk menolak atau mendiskusikan kehadiran, misalnya ketika diundang acara kantor di waktu yang kurang tepat. Sebab, waktu yang Bunda miliki dalam sehari tidak melulu harus didedikasikan untuk urusan kantor, ada juga tanggung jawab pada keluarga dan anak-anak. 

Termasuk setiap akhir pekan. Sedari awal, buat boundary yang tegas kalau weekend adalah waktu khusus untuk Ibu bersama keluarga yang tidak bisa diganggu oleh pekerjaan, kecuali sudah dijadwalkan dari jauh-jauh hari. Apabila acara kantor tersebut memang tidak bisa ditinggalkan, Ibu dapat mendiskusikan rentang waktu kehadiran yang diperlukan kepada rekan kerja dan atasan. 

Misalkan acara berlangsung saat weekend pukul 7 hingga 9 malam. Namun acara inti sebenarnya hanya berlangsung pada pukul 7-8 saja. Nah, Ibu bisa meminta izin untuk hanya menghadiri acara inti kemudian pulang. 

Begitu pula untuk urusan anak-anak dan keluarga. Bunda bisa katakan “tidak” pada si Kecil yang mengajak bermain misalnya di jam-jam Ibu sedang bekerja di rumah (work from home). Ibu bisa bilang, “Ibu selesaikan cuci piring dulu ya sampai alarm handphone Ibu nyala. Setelah itu, kita bisa main ke taman bawa sepeda!

Dengan membuat prioritas dan batasan yang sehat, Ibu juga sekalian mengajari si Kecil menjadi pribadi yang tegas serta mampu membuat keputusan, lho!

3. Buat Jadwal Harian Keluarga

Mengatur jadwal keluarga dan menyepakati untuk menjalankannya dengan konsisten merupakan langkah tepat untuk mengeliminasi rasa stres Ibu serta anggota keluarga lainnya. 

Dengan mengetahui pukul berapa seluruh anggota memulai kegiatannya pada pagi hari dan apa saja yang dikerjakan pada tiap-tiap waktunya, ibu jadi memiliki ekspektasi kesibukan apa saja yang harus ditangani hari ini. 

Dengan begitu Ibu dapat mempersiapkan diri sejak awal dan tidak perlu khawatir akan ada hal-hal yang terlewatkan sehingga mengharuskan Ibu mengeluarkan effort ekstra. 

Agar lebih mudah, Ibu dan Ayah dapat memanfaatkan aplikasi kalender atau reminder di ponsel sehingga dapat mengatur jadwal harian dengan lebih nyaman. 

Jangan lupa untuk berdiskusi dengan suami, Bu. Hal ini penting supaya kedua belah pihak saling mengetahui kondisi masing-masing dan tidak ada yang merasa berkorban terlalu besar.

Baca Juga: Tanamkan 5 Hal Ini untuk Melatih Kepedulian Anak dari Rumah 

4. Tetapkan Goals Harian

Agar bisa mengawali semua kehebatan Ibu di rumah dan di kantor, setiap Malam sebelum tidur Ibu bisa membuat daftar to-do-list berisi goals harian untuk keesokan harinya. Ibu bisa catat daftar itu di ponsel, notebook, atau media apa pun yang mudah diakses.

Menetapkan goals harian akan membantu Ibu untuk meningkatkan motivasi dan memfokuskan perhatian pada hal-hal atau pekerjaan yang harus diprioritaskan supaya dapat segera selesai. 

Begitu satu pekerjaan selesai, beri checklist atau coret daftar yang telah dibuat menggunakan spidol berwarna agar terasa lebih mantap. 

Dengan begitu, Ibu dapat melacak hal-hal apa saja yang sudah dikerjakan, perlu untuk segera dikerjakan, dan hal yang dapat ditunda terlebih dahulu. Jadi, Ibu tidak merasa kewalahan hingga stres berlebih. 

Ibu juga tidak akan mudah naik darah ketika ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana dan lebih fokus mencari solusi terbaiknya. 

5. Multitasking dengan Bijak

Otak manusia memang tidak didesain untuk dapat fokus pada beberapa hal sekaligus. Namun meski sebenarnya tidak disarankan, realitanya multitasking tidak selamanya bisa dihindari. Terlebih selama menjalani peran Ibu sebagai sosok yang dituntut serba bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu.

Agar multitasking tidak menjadi bumerang bagi manajemen waktu Ibu, cobalah tentukan dulu mana-mana saja pekerjaan yang bisa dilakukan berbarengan. Kuncinya, gabungkan satu pekerjaan yang butuh konsentrasi penuh dengan kegiatan yang tidak menuntut kemampuan berpikir.

Contohnya, Ibu dapat menelepon kolega kantor sambil menaruh tumpukan gelas kotor ke bak cuci piring. Contoh lainnya, menemani si Kecil menggambar sambil Ibu menyelesaikan balas email kantor. Setelah email dikirim dan si Kecil selesai menggambar, Ibu bisa alihkan seluruh fokus pada anak untuk memuji hasilnya.

Dengan begitu Ibu dapat memberikan yang terbaik untuk kantor, merasa bangga dengan pencapaian baru si Kecil, dan dapat mengurus rumah dengan baik.

6. Sisihkan Waktu “Me Time

Menjadi ibu yang bahagia lahir batin tidak hanya berdampak positif untuk diri sendiri, karena efeknya juga akan “bergaung” pada seluruh anggota keluarga. 

Jadi, Ibu perlu menyisihkan waktu “sendiri” dalam jadwal harian Ibu untuk mengaktualisasi diri, menyalurkan hobi yang bermanfaat, mendapatkan pemasukan tambahan, atau untuk sekadar memanjakan tubuh dengan perawatan. Sebab suasana hati yang baik akan bantu meningkatkan produktivitas Ibu dalam beraktivitas.

Bagaimana caranya menjadi ibu yang lebih bahagia? Ambil jeda untuk melakukan aktivitas yang ibu sukai atau aktivitas yang dapat bantu menyegarkan badan. Misalkan jalan santai selama 10 menit di pagi hari atau creambath selama 30 menit di salon. 

Tidak perlu merasa bersalah me time sejenak, Bu. Biarkan pakaian kotor ditumpuk sementara. Pekerjaan kantor juga tidak semuanya harus diselesaikan hari ini. 

Selain itu, terapkan pola makan yang sehat, jangan lupa untuk melakukan olahraga ringan secara rutin, dan jangan ragu untuk meminta bantuan dari orang-orang terdekat. 

Itulah beberapa cara yang dapat ibu rumah tangga terapkan agar dapat membagi waktu antara pekerjaan dan urusan rumah. Jadi, karir tetap cemerlang, rumah terurus dengan baik, quality time dengan keluarga terjaga, tapi tetap tidak lupa untuk merawat diri sendiri. 

Yuk, gabung di Bebeclub sekarang untuk awali semua kehebatan dan dapatkan beragam hadiah eksklusif sesuai kebutuhan Ibu. Ada perlengkapan dapur, voucher e-commerce, sampai saldo e-wallet menanti!

 

Temukan Topik Lainnya

Referensi:

  1. Time Management for Moms Is Vital but Also Doable. (2020). Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/time-management-tips-for-moms-3145160

  2. Goal setting. (2023, February 23). Healthdirect.gov.au; Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/goal-setting



Artikel Terkait