Perkembangan Sosial Anak 1 Tahun dan Cara Mendukungnya
Perkembangan sosial anak 1 tahun ditandai dengan tertarikan pada orang lain, meniru ekspresi dan gestur, mengungkapkan emosi dan keinginan, serta menunjukkan empati.
Perkembangan sosial anak usia 1 tahun ditandai dengan mulai munculnya interaksi lewat gestur, ketertarikan pada orang lain, serta reaksi emosional seperti takut orang asing atau ingin selalu dekat dengan orang tua.
Mengapa Perkembangan Sosial Anak Usia 1 Tahun Belum Stabil?
Kecerdasan sosial adalah kemampuan anak membangun dan mempertahankan hubungan dengan orang sekitarnya. Memasuki usia 1 tahun, si Kecil akan mulai belajar kemampuan ini sebagai bekal menuju usia sekolah.
Perkembangan sosial anak usia 1 tahun ditandai dengan anak yang menjadi lebih peka terhadap diri sendiri dan sekitarnya. Mereka mulai belajar berinteraksi, baik itu lewat gestur, tawa, atau tangisan.
Si Kecil akan mulai memahami soal kepemilikan, sehingga konsep berbagi mungkin terasa asing. Itu sebabnya, Ibu Bapak perlu mendampinginya dalam membangun hubungan sosial.
Baca Juga: 14 Ciri-Ciri Anak Cerdas di Usia Dini dan Cara Stimulasinya
Ciri Perkembangan Sosial Anak Usia 1 Tahun yang Umum Terjadi
Salah satu perkembangan sosial anak 1 tahun yang dapat Ibu perhatikan adalah si Kecil mulai berusaha membangun interaksi dengan orang dewasa di sekitarnya. Beberapa contohnya, seperti:
1. Mulai Tertarik dengan Orang Lain tapi Masih Enggan
Salah satu ciri perkembangan sosial anak usia 1 tahun adalah mulai tertarik berinteraksi dengan orang lain, di luar orang yang ia temui sehari-hari. Ia juga mudah tertarik dengan hal-hal baru.
Meski tertarik, si Kecil umumnya tidak langsung bermain bersama, karena masih malu. Ia cenderung akan mengamati sambil memperhatikan reaksi dari lawan mainnya.
Pada situasi ini, berada di dekat si Kecil akan membantunya merasa aman dan menjadi lebih berani untuk memulai interaksi bersama anak seusianya.
2. Muncul Rasa Takut Orang Asing
Pada usia 1 tahun, si Kecil mulai peka terhadap orang yang berada di sekitarnya, sehingga cenderung memiliki rasa takut atau malu dengan orang asing.
Meskipun, beberapa anak justru menunjukkan jadi lebih ramah pada orang asing.
Berkat kepekaan itu pula, si Kecil cenderung lebih manja pada Ibu atau pengasuh lainnya ketika bertemu dengan orang asing.
3. Mulai Meniru Ekspresi, Gestur, dan Emosi
Anak 1 tahun juga mulai meniru perilaku, ekspresi, atau gestur yang ia lihat sehari-hari dari orang dewasa. Ia dapat mulai melambaikan tangan saat seseorang pergi meninggalkannya.
Ia juga bisa menunggu dan memperhatikan respons yang Ibu berikan terhadap perilakunya.
4. Dapat Menunjukkan Emosi dan Keinginannya
Kemampuan komunikasi sangat penting untuk perkembangan sosial anak usia 1 tahun. Pada usia ini, si Kecil akan mulai dapat menunjukkan emosi serta keinginannya.
Misalnya, ia dapat menangis saat jam bermainnya berakhir atau saat orang yang ia kenal pergi.
Ia juga dapat mulai menunjukkan keinginannya dengan menunjuk benda-benda yang dia inginkan.
5. Ingin Berinteraksi, tapi Masih Egosentris
Meski mulai peka terhadap orang di sekitarnya, anak usia 1 tahun masih sangat egosentris. Artinya, ia masih berusaha untuk tetap menjadi pusat perhatian.
Hal ini akan membuatnya belum begitu familiar dengan konsep berbagi ketika bermain dengan teman sebayanya.
Alhasil, wajar jika pada usia ini anak mungkin merajuk akibat berebut mainan dengan temannya.
6. Menunjukkan Empati
Perkembangan sosial anak usia 1 tahun juga dapat ditandai dengan munculnya empati. Hal ini dapat Ibu lihat ketika ia ikut menangis saat ada anak lain yang menangis.
Hal ini adalah tanda awal bahwa diri si Kecil mulai menumbuhkan empati di dalam dirinya. Ini akan menjadi bekal yang baik untuk membangun kecerdasan sosial anak.
Meski demikian, Ibu tidak perlu khawatir jika anak belum menunjukkan ciri-ciri perkembangan sosial anak 1 tahun di atas.
Sebab, tidak semua anak memiliki ketertarikan sosial yang sama, dan ini wajar. Terlebih, setiap anak juga memiliki ritmenya sendiri dalam tumbuh kembangnya.
Baca Juga: Mengembangkan Karakter Si Kecil agar Berhati Besar
Apakah Perkembangan Sosial Anak Usia 1 Tahun Saya Sudah Normal?
Secara umum, berikut adalah hal-hal yang biasanya sudah dapat dikuasai si Kecil dari aspek sosial:
1. Tanda Perkembangan Sosial Sesuai Usia
Umumnya, beberapa tahapan perkembangan sosial anak usia 1 tahun yang dapat Ibu lihat di usia ini, yaitu:
- Senang mengeksplorasi hal-hal baru
- Dapat mengungkapkan emosinya, seperti menangis saat waktu bermain usai
- Melakukan gestur, seperti melambaikan tangan saat seseorang pergi
- Menjadi lebih takut, malu, atau bahkan dekat dengan orang asing
- Menunjuk benda yang ia inginkan
- Berusaha berbicara dengan orang tua atau orang dewasa di sekitarnya
- Memiliki mainan favorit
- Memiliki ikatan yang kuat dengan Ibu atau pengasuhnya
2. Perilaku Normal yang Membuat Orang Tua Khawatir
Kadang ada perilaku si Kecil yang membuat orang tua khawatir. Padahal, ini adalah salah satu tanda perkembangan sosial anak sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya.
Beberapa perilaku yang termasuk masih normal, seperti:
- Tidak mau berbagi mainan
- Lebih suka main sendiri
- Menangis saat ditinggal Ibu atau pengasuh
- Bereaksi secara fisik terhadap teman seusianya, seperti mencengkeram terlalu keras padahal bermaksud gemas
Walau perilaku termasuk normal di usia 1 tahun, Ibu tetap perlu menjelaskan bahwa ini bukanlah perilaku yang dibenarkan. Jadi, ia akan memiliki kemampuan sosial dan emosional yang lebih baik.
Masalah Sosial yang Sering Dialami Anak Usia 1 Tahun
Perkembangan sosial yang optimal akan membantu si Kecil saat ia memasuki usia sekolah. Namun, ada beberapa masalah sosial yang mungkin dialami anak usia 1 tahun, yaitu:
1. Belum Mau Berbagi Mainan
Pada usia 1 tahun, anak cenderung melihat dirinya sebagai pusat perhatian. Jadi, pada usia ini akan sulit untuknya berbagai mainan.
Ketika berusia sekitar 18 bulan, kemampuan kognitif anak akan semakin berkembang dan semakin memahami soal berbagi, terutama jika Ibu terus mengajarkannya.
Meyakinkan si Kecil bahwa temannya hanya melihat atau meminjam jadi salah satu cara yang baik untuk mendukung perkembangan sosial anak usia 1 tahun.
2. Anak Takut dengan Orang Baru
Anak yang takut dengan orang baru sebenarnya adalah tanda ia telah mencapai tahapan tumbuh kembang penting.
Artinya, si Kecil mulai memahami perbedaan orang yang ia kenal dengan baik dan yang tidak. Ketakutan ini akan memudar seiring ia bertambah besar, di sekitar umur 18 bulan.
Melatih kemandirian anak juga dapat membantunya untuk menghilangkan kecemasan dengan orang baru.
3. Anak Terlalu Manja dengan Orang Tua
Berhubung anak usia 1 tahun jadi lebih sadar dengan yang ia kenal dan tidak, ini membuat si Kecil cenderung sangat manja dengan orang tua bahkan tidak mau lepas.
Bagi si Kecil, berada di dekat Ibu atau pengasuh yang ia kenal membuatnya merasa aman. Ini juga jadi tanda bahwa Ibu telah membangun ikatan yang kuat dengannya. Ini normal, Bu.
Seiring ia bertambah besar, hal ini akan berkurang. Ibu bisa melatihnya dengan membiarkan si Kecil tanpa Ibu dalam jangka waktu singkat dan meningkatkannya. Ini juga bisa melatih kemandiriannya.
Baca Juga: Panduan Lengkap Belajar Sambil Bermain, Manfaat, dan Aktivitas Seru untuk Anak
Cara Mendukung Perkembangan Sosial Anak Usia 1 Tahun
Anak yang memiliki kecerdasan sosial akan lebih mudah bergaul, kooperatif, dan lebih tangguh. Terapkan beberapa cara untuk mendukung perkembangan sosial anak 1 tahun:
1. Membantu Anak Belajar Berinteraksi tanpa Memaksa
Bagi anak usia 1 tahun, berinteraksi dengan orang lain, termasuk anak seusianya bisa jadi agak sulit. Ibu dapat memberikannya contoh dan melibatkannya dalam interaksi sehari-hari.
Misalnya, libatkan ia untuk “membantu” di rumah, seperti menyapu atau mengepel dengan mainan, selagi Ibu melakukan hal serupa.
CDC (2026) menyebut, ajari perilaku yang Ibu ingin ia lakukan. Ini akan membantunya membentuk konsep perilaku serupa ketika ia berinteraksi dengan teman sebayanya.
2. Menumbuhkan Empati dan Respons Emosional
Anak 1 tahun mulai mampu memahami perintah atau ucapan Ibu. Jadi, cara Ibu dalam menyampaikan kasih sayang dan empati akan menjadi bekal baginya dalam interaksi sosial.
Sampaikan padanya dengan lembut ketika ia berperilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial. Validasi perasaannya dan katakan apa yang Ibu inginkan untuknya beserta alasannya.
Anak adalah peniru yang ulung. Ia akan mencontoh cara Ibu menangani konflik dengannya, dan menerapkannya dengan teman sebayanya.
3. Membangun Rasa Aman dan Percaya Diri Anak
Anak yang merasa aman dengan lingkungannya akan lebih percaya diri dalam bereksplorasi ataupun memulai interaksi dengan sekitarnya.
Ibu bisa membantu menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan dirinya dengan tetap mendampinginya atau berada dalam jarak pandangnya saat ia mencoba hal baru.
Pastikan si Kecil tahu bahwa Ibu melihatnya berhasil melakukan hal-hal baru dan bangga akan hal itu.
Baca Juga: 15 Mainan Edukasi Anak 1 Tahun untuk Optimalkan Tumbuh Kembangnya
Aktivitas Sehari-hari untuk Melatih Perkembangan Sosial Anak Usia 1 Tahun
Untuk melatih perkembangan sosial anak, ada beberapa aktivitas stimulasi anak 1 tahun yang dapat Ibu lakukan di rumah bersama dengan anggota keluarga lainnya, seperti:
1. Bermain bersama Orang Tua dan Anggota Keluarga
Bermain bersama orang tua dan anggota keluarga yang lain akan memberikannya kepekaan terhadap interaksi sosial dalam grup atau kelompok kecil.
Ini akan membantunya memahami konsep bermain dalam kelompok ketika berada di lingkungan sosial.
Ibu bisa mencoba bermain pretend play, petak umpet, ci-luk-ba, atau mengejar satu sama lain.
2. Playdate Singkat tanpa Tuntutan Interaksi
Dorong si Kecil untuk bereksplorasi, termasuk menjalin hubungan pertemanan baru dengan teman sebayanya.
Ibu bisa membawanya ke taman bermain anak dan membiarkannya memperhatikan dari jauh. Cara ini biasanya akan membantunya perlahan-lahan mau mulai bergabung.
Ibu juga bisa mengundang anak lain yang mungkin usianya lebih muda untuk bermain bersama. Pastikan Ibu punya mainan yang cukup untuk keduanya, ya.
3. Bermain Meniru dan Ekspresi Wajah
Pada usia 1 tahun, anak sedang gemar meniru. Ibu bisa mengajarinya bermain meniru ekspresi wajah. Ibu dapat melakukannya berhadapan atau dengan melihat cermin.
Jangan lupa untuk katakan dengan jelas setiap ekspresi yang dibuat. Permainan sosial emosional ini membantu si Kecil memahami berbagai ekspresi dan respons emosional.
4. Rutinitas yang Membantu Anak Belajar Bergiliran
Masalah berbagi atau bergantian bisa jadi kekhawatiran banyak orang tua dalam perkembangan sosial anak. Ini wajar karena konsep berbagi memang masih asing bagi si Kecil.
Namun, Ibu perlu melatihnya lewat rutinitas dan permainan sehari-hari, misalnya saat ia bermain dengan mainan dan perlu berbagi dengan saudara atau temannya.
Jangan lupa untuk berbicara dengan si Kecil mengenai pentingnya berbagi. Walaupun tidak mengerti sepenuhnya, ini akan membantunya memahami perilaku yang diharapkan.
Baca Juga: Benarkah Anak Bergerak Aktif Bisa Jadi Cerdas?
Tanda Keterlambatan Perkembangan Sosial Anak Usia 1 Tahun
Anak usia 1 tahun umumnya sudah mulai kenal dirinya sendiri dan orang lain, mulai membangun interaksi, baik dari ekspresi, kontak mata, atau bahkan berbicara, hingga memahami instruksi sederhana.
Ibu perlu mewaspadai beberapa tanda keterlambatan perkembangan sosial anak 1 tahun, seperti:
- Tidak membuat kontak mata sama sekali
- Tidak merespons saat namanya dipanggil
- Terlambat bicara atau tidak babbling atau mengeluarkan satu kata pun
- Tidak menggunakan gestur tertentu, seperti menunjuk atau melambaikan tangan
- Tidak mencoba memberi tahu apa yang diinginkannya
- Tidak memahami instruksi, kata, atau gestur sederhana
- Tidak menunjukkan emosi dan perasaannya
- Tidak tertarik sama sekali untuk berinteraksi
- Tidak memperhatikan jika ada orang di sekitarnya
- Tidak merespons saat bermain permainan secara bergiliran seperti cilukba
- Tidak mencari benda yang Ibu sembunyikan di hadapannya
Meski anak punya tahapan dan ritme perkembangan yang beda-beda, jika Ibu ragu, percayalah dengan insting Ibu dan periksakan ke dokter untuk evaluasi dini.
Peran Orang Tua dalam Membentuk Kemampuan Sosial Anak
Kecerdasan sosial anak diawali dengan rasa aman yang si Kecil dapatkan, terutama dari Ibu dan Bapak. Misalnya, memeluk dan menenangkan si Kecil dapat menumbuhkan rasa aman dan percaya diri baginya.
Hal inilah yang kemudian menjadi fondasi baginya dalam mengatur emosi dan mengendalikan diri.
Dengan sendirinya, anak akan lebih mudah untuk berbaur dengan lingkungannya saat dirinya merasa aman.
Selain memberikan stimulus dari luar untuk perkembangan sosial anak usia 1 tahun, jangan lupa pula lengkapi kebutuhan gizinya dengan Bebelac 1 NutriGreat+.
Bebelac 1 NutriGreat+ adalah nutrisi terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.
Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
