Kembali ke Tumbuh Kembang

7 Cara Menumbuhkan Empati Anak Melalui Permainan

Ibu mana yang tidak ingin anaknya cerdas sekaligus memiliki rasa empati tinggi? Empati adalah hal yang krusial dalam bermasyarakat. Deng...

4 min
21 Apr 2022

Artikel ini belum diulas

Ibu mana yang tidak ingin anaknya cerdas sekaligus memiliki rasa empati tinggi? Empati adalah hal yang krusial dalam bermasyarakat. Dengan memiliki rasa empati, anak dapat tumbuh menjadi sosok yang peduli dengan dunia sekitarnya, tidak hanya peduli sesama manusia tapi juga hewan dan lingkungannya. Sikap empati membuat anak mau melihat segala yang terjadi di dunia dengan kacamata lebih luas. 

Coba Ibu bayangkan, tanpa adanya empati, anak mungkin tidak akan mampu menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitarnya juga menunjukkan rasa kasih sayang terhadap sesama. Namun, cara mengajarkan empati pada anak tentu tidak bisa instan, Bu. Agar anak mampu ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, “insting” ini harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari sejak dini

Agar lebih mudah, yuk bantu tumbuhkan rasa empati pada anak melalui permainan yang seru! 

Kenapa Rasa Empati Penting Diajarkan pada Anak?

Empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan, kepentingan, kehendak, masalah, atau kesusahan yang dirasakan orang lain. Sederhananya, empati adalah kemampuan untuk bisa ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Kemampuan ini harus dimiliki semua orang, termasuk juga anak-anak. 

Di rentang usia prasekolah, anak-anak sebetulnya sudah siap bersosialisasi, lebih bersemangat mencoba hal-hal baru, dan punya rasa ingin tahu yang besar untuk mengeksplorasi lebih banyak tentang dunia yang mereka lihat. 

Nah, mengajarkan rasa empati sejak dini bisa membuat anak-anak belajar menempatkan diri pada posisi orang lain untuk memahami perasaan atau kondisi orang tersebut. Jadi, si Kecil bisa belajar apa yang akan ia rasakan dan lakukan jika ia berada di situasi yang sama.

Tanpa adanya rasa empati di dalam diri anak, ia akan cenderung bersikap tidak peduli dengan sekitarnya. Anak-anak jadi tidak mau dan tidak bisa merasakan penderitaan yang dialami orang lain. Akibatnya, bukan tidak mungkin anak akan lebih sering merendahkan, meremehkan, atau mengucilkan orang lain yang sedang mengalami kesulitan.

Jika si Kecil tidak bisa berempati, ia bisa tumbuh menjadi anak yang angkuh dan arogan sehingga cenderung dijauhi atau tidak disukai teman-temannya. Apabila hal tersebut terus-terusan terjadi, tentu akan berpengaruh pada kondisi jiwanya saat dewasa nanti, Bu.

Baca Juga: Yuk, Pahami Perkembangan Emosi Anak Usia 1-5 Tahun, Bu!

Contoh Permainan yang Bisa Menumbuhkan Empati Anak

Memasuki usia prasekolah, anak-anak pasti makin suka bermain. Nah, Ibu bisa memanfaatkan momen ini untuk sekaligus mengajarkan mereka mengenai rasa empati.

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Ibu menyediakan pilihan permainan yang mampu mendorong rasa empati sebagai berikut:

1. Menggambar Ekspresi Wajah Dalam Bentuk Emoticon

Di usia prasekolah, anak sudah mulai bisa menunjukkan berbagai macam emosi. Entah itu sedih, senang, marah, ataupun kesal. 

Nah, anak perlu mengenal dan memahami emosi serta perasaannya agar kelak ia bisa berkomunikasi dengan efektif, membangun hubungan yang lebih baik, dan menghindari atau menyelesaikan konflik. 

Mengenal emosi juga dapat membantu anak mengekspresikan apa yang anak rasakan atau butuhkan dengan jelas, Bu.

Maka dari itu, Ibu bisa mengajarkan mereka bagaimana mengenali dan mengekspresikan perasaan dengan cara yang sehat. Salah satu caranya dengan mengajak anak menggambar ekspresi wajah dalam bentuk emoticon.

Kegiatan ini bisa dilakukan bersama-sama dengan adik, kakak, ataupun sepupu yang sebaya. Pertama-tama, Ibu bisa membagikan kertas putih polos kepada anak dan minta mereka untuk menggambar beragam jenis ekspresi, seperti senang, sedih, takut, sakit, dan marah.

Setelah selesai, Ibu dan si Kecil bisa saling menunjukkan emoticon yang dibuat. Kemudian, ceritakanlah sebuah kisah, bisa dari keseharian atau buku dongeng, lalu minta anak-anak memilih emoticon yang sesuai dengan kisah yang diceritakan.

Misalnya, Ibu bisa bercerita tentang seorang anak yang tidak bisa bersekolah karena harus membantu orang tuanya mencari nafkah. Tanyakan kepada si Kecil, bagaimana kira-kira ekspresi wajah anak setelah mendengar cerita tersebut. 

Bila si Kecil menunjukkan emoticon yang tepat, ia bisa menempelkan emoticon tersebut di dinding kamarnya. Cerita yang Ibu ungkapkan akan menggugah rasa empati anak, serta membuat mereka berusaha memahami perasaan orang lain melalui ekspresi wajah.

2. Permainan Tebak Sampah

Ibu bisa mengajarkan si Kecil memilah-milah sampah sejak dini untuk menanamkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, sekaligus melatih rasa empati terhadap alam dan lingkungannya.

Untuk melakukan cara menumbuhkan empati pada anak ini, Ibu perlu menyiapkan beberapa tempat sampah terlebih dahulu. Ibu bisa kok mengajak si Kecil membuatnya sendiri. 

Misalnya, menggunakan kardus tidak terpakai yang dilapisi kalender bekas, lalu buat gambar pada sisi kardus untuk menandakan jenis sampah, seperti tumpukan kertas, plastik, botol plastik, dan baterai.

Selain itu, sediakan pula tempat sampah plastik dengan saringan untuk membuang sampah dapur, seperti kulit buah-buahan atau cangkang telur. Agar lebih jelas fungsinya, buat gambar sayuran dan buah pada tempat sampah tadi. Jelaskan kepada anak fungsi dari masing-masing tempat sampah tersebut.

Selanjutnya, siapkan aneka jenis sampah di sebuah kardus besar. Jejerkanlah kelima tempat sampah itu, lalu ajak si Kecil untuk menebak sampah. Misalkan, Ibu mengambil kulit jeruk, minta si Kecil menyebutkan jenis sampah tersebut, dan minta ia untuk memasukkannya pada tempat sampah yang sesuai. Setelah si Kecil paham, ajarkan ia untuk selalu membuang sampah sesuai dengan tempatnya.

3. Menggambar dengan Mata Tertutup

Cara menumbuhkan empati pada anak terhadap orang lain juga bisa dengan mengajaknya bermain menggambar dengan mata tertutup

Pertama-tama mintalah anak menggambar dengan mata tertutup kain. Setelah ia selesai, bukalah penutup matanya, lalu lihat gambarnya secara bersama-sama.

Selanjutnya, giliran Ibu yang menggambar dengan mata tertutup. Di akhir permainan, Ibu bisa menjelaskan makna dari permainan ini, yaitu betapa sulitnya bagi anak-anak yang tidak bisa melihat berjuang melakukan pekerjaan sehari-hari.

Permainan juga bisa dimodifikasi untuk mewakili keterbatasan fisik lainnya. Misalnya, menebak ucapan orang lain dengan telinga tertutup, untuk memahami bagaimana rasanya tidak bisa mendengar.

4. Bermain Menentukan Pilihan

Untuk melakukan permainan empati ini, Ibu bisa menggunakan kartu-kartu bergambar. Kemudian, tunjukkan dua kartu dengan tema gambar yang sama, misalnya gambar buah mangga dan anggur. 

Lalu, minta si Kecil memilih di antara gambar dua buah tersebut. Lanjutkan dengan kartu berikutnya, misalnya baju atau sepatu, dan seterusnya. Setelah kartu habis, jelaskanlah maksud dari permainan itu.

Bagi si Kecil, memilih antara mangga atau anggur mungkin sulit karena itu buah-buahan kesukaannya. Namun, di belahan dunia lain ada orang yang terpaksa memilih antara makanan atau air demi bisa bertahan hidup.

5. Kenalkan pada Permainan Tradisional

Setelah pandemi usai dan anak-anak bisa bermain lagi di luar bersama teman-teman, bebaskanlah mereka bermain, Bu. Ini bisa menjadi momen waktu yang tepat bagi Ibu memperkenalkan permainan tradisional. 

Banyak sekali permainan tradisional yang bisa menumbuhkan empati pada anak. Sebuah penelitian di Tasikmalaya menemukan sikap empati anak-anak TK meningkat setelah melakukan berbagai permainan tradisional, seperti permainan Sunda kaulinan barudak, sondah, loncat tinggi, dan balap kelereng.

6. Ajarkan Anak Permainan Musik

Salah satu cara menumbuhkan empati anak melalui permainan adalah dengan mengajarkannya bermain musik. Manfaat bermain musik dapat melatih anak mengelola perasaan. Musik juga bisa membuat anak bisa berekspresi dengan mengasah emosinya.

7. Ajarkan Anak Bermain Puzzle

Metode permainan lain yang bisa dimanfaatkan untuk menumbukan rasa empati adalah dengan mengajaknya bermain puzzle. Bermain puzzle dapat membantu anak berlatih memecahkan masalah. Selain itu, permainan ini juga dapat membantu melatih kesabaran anak, Bu.

Cara Lain Mengajarkan Rasa Empati pada Anak

Empati bukanlah suatu hal yang bisa tumbuh dengan sendirinya sejak kita lahir, Bu.  Lingkungan dan bagaimana cara anak dibesarkan oleh orang tuanya berperan besar terhadap perkembangan empatinya. 

Namun, mengajarkan empati pada anak tidak bisa dengan cara dipaksakan ya, Bu. Butuh waktu untuk dapat menumbuhkan rasa empati dalam diri anak.

Oleh karena itu, Ayah dan Ibu perlu menerapkan pola asuh yang tepat dan menunjukkan rasa empati dalam kehidupan sehari-hari. Jika Ibu bertanya-tanya bagaimana cara menumbuhkan rasa empati pada anak sejak dini selain lewat permainan, berikut adalah beberapa tips yang bisa dicoba.

1. Penuhi Kebutuhan Emosi Anak

Bu, agar seorang anak bisa merasakan dan mengekspresikan rasa empatinya kepada orang lain, pastikan kalau kebutuhan emosionalnya sudah terpenuhi lebih dulu sebelum memberikannya kepada orang lain. 

Dengan kata lain, anak harus merasa aman dan nyaman dulu dengan dirinya sendiri sebelum ia bisa berempati kepada orang lain.

Sebagai contoh, kalau raut wajah anak menunjukkan kesedihan atau kekecewaan, Bunda atau Ayah bisa menghiburnya untuk menumbuhkan rasa empati. Coba katakan pada anak, “Kakak kenapa kok mukanya kelihatan sedih? Jangan sedih terus dong ah, nanti cantiknya hilang, lho!”

2. Posisikan Diri Anak Sebagai Orang Lain

Melatih empati dapat dilakukan dengan cara mengajak anak untuk memosisikan dirinya sebagai orang lain. Misalnya, ketika si Kecil memukul adik perempuannya, tanyakan bagaimana perasaannya apabila ia yang dipukul. 

Ibu bisa berkata, “Menurut kakak gimana perasaan adik pas kakak pukul tangannya? Kalau kakak yang dipukul sama adik, perasaan kakak gimana?”. Dengan demikian, ia jadi paham bahwa jika ia yang dipukul akan menimbulkan perasaan sedih, kesal, ataupun marah. 

3. Ajari Anak Sopan Santun

Memasuki usia prasekolah, Ibu bisa melatih empati si Kecil dengan cara mengajari nilai-nilai kesopanan. Berikan pengertian kepadanya mengenai pentingnya menunjukkan rasa peduli dan hormat kepada orang lain.

Contohnya, apabila si Kecil menginginkan sesuatu, ajari ia untuk mengucapkan kata “tolong”. Jika sudah mendapatkan atau menerima sesuatu, biasakan ia untuk mengatakan “terima kasih”. Selain itu, bila ia melakukan kesalahan, ajarkan untuk mengatakan kata “maaf”.

Baca Juga: Ajari Si Kecil Agar Suka Menolong Teman, Ini 4 Nilai Kebaikan yang Bisa Dipelajarinya

4. Berikan Contoh

Ingat, Bu, anak adalah peniru ulung. Oleh karena itu, penting untuk memberikan contoh yang baik, termasuk dalam melatih empati anak. 

Misalkan, Ibu mengajak si Kecil untuk menjenguk tetangga yang sedang sakit sambil membawa buah-buahan. Ibu bisa menjelaskan kepada anak mengenai alasan dibalik hal yang dilakukan tersebut.

Dengan mengamati perilaku orang tuanya, si Kecil perlahan akan belajar mengenai empati terhadap orang lain.

Baca Juga: 10 Contoh Kegiatan Seru untuk Menumbuhkan Perilaku Empati

Nah, itulah, berbagai cara menumbuhkan empati pada anak melalui permainan yang bisa menjadi inspirasi Ibu. Dengan permainan yang seru, si Kecil dapat belajar berempati tanpa rasa beban. 

Saat mendampingi si Kecil belajar sambil bermain, jangan lupa berikan tiga gelas Bebelac 4 setiap hari untuk mengoptimalkan perkembangan otaknya.

Susu Bebelac 4 GroGreat+ dilengkapi dengan Triple A, DHA yang lebih tinggi, serta kombinasi serat pangan FOS:GOS dalam rasio 1:9, satu-satunya yang teruji klinis untuk dukung kesehatan saluran cerna si Kecil (happy tummy).

Dengan asupan nutrisi optimal dari makanan dan susu Bebelac, anak bisa lebih aktif dan tumbuh memiliki karakter yang ceria (happy heart) sehingga terus semangat bermain bersama teman-temannya (happy brain).

Tertarik mencoba? Jangan lupa mendaftar jadi member Bebeclub sebagai partner Ibu Hebat, untuk menikmati promo dan fitur menarik lainnya ya, Bu!

 


Referensi

 

  1. The South African College of Applied Psychology. (2018). What is empathy and can it be taught? Retrieved from: https://www.sacap.edu.za/blog/applied-psychology/what-is-empathy/ [Diakses 22 November 2020].

  2. Helen Riess. (2017). The Science of Empathy. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5513638/ [Diakses 19 November 2020].

  3. Sahabat Keluarga. (2018). Melatih Rasa Empati Anak Melalui Permainan Sederhana. Retrieved from: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost%2Fxview&id=4636 [Diakses 22 November 2020].

  4. Scouts. Empathy Games. Retrieved from: https://www.scout.org/sites/default/files/tutorial_files/empathy%20games.pdf  [Diakses 22 November 2020].

  5. Lutfi Nur, et al. Permainan Tradisional Kaulinan Barudak untuk Mengembangkan Sikap Empati dan Pola Gerak Dasar Anak Usia Dini. Retrieved from: https://ejournal.upi.edu/index.php/agapedia/article/view/9357 [Diakses 22 November 2020].

  6. Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a1021936/how-to-teach-your-child-empathy. Diakses pada 14 Desember 2022.

  7. Children’s Hospital Colorado. https://www.childrenscolorado.org/conditions-and-advice/parenting/parenting-articles/empathy/. Diakses pada 14 Desember 2022.

  8. Harvard Graduate School of Education. https://mcc.gse.harvard.edu/resources-for-families/5-tips-cultivating-empathy. Diakses pada 14 Desember 2022.

  9. Parents. https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/social/social-development-milestones-ages-1-to-4/. Diakses pada 14 Desember 2022.



 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait