Kembali ke Ibu Perlu Tahu

9 Permainan Anak-Anak untuk Optimalkan Tumbuh Kembangnya

Tahukah Ibu jika bermain memiliki segudang manfaat bagi tumbuh kembang anak-anak? Penelitian yang dilakukan oleh The American Academy ...

4 min
11 Jan 2023

1 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Tahukah Ibu jika bermain memiliki segudang manfaat bagi tumbuh kembang anak-anak? 

Penelitian yang dilakukan oleh The American Academy of Pediatrics (AAP) menunjukkan bahwa permainan adalah salah satu kunci untuk mengembangkan kemampuan sosial-emosional, kognitif, bahasa, dan pengendalian diri anak jika dilakukan dengan tepat bersama orang tua dan teman sebaya. 

Yuk, langsung saja simak penjelasan lebih lanjut tentang apa saja manfaat permainan anak-anak beserta 10 ide permainan seru dan edukatif di bawah ini!

Manfaat Permainan untuk Tumbuh Kembang Anak-anak

Permainan anak-anak memiliki manfaat yang cukup signifikan terhadap tumbuh-kembang anak seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Mari kita bahas secara mendetail ya, Bu!

1. Meningkatkan Executive Function 

Executive of Function adalah kemampuan si Kecil dalam memulai inisiatif, beradaptasi, mengatur, memantau, dan mengendalikan proses informasi dan perilaku. 

Saat bermain baik bersama orang tua maupun teman sebaya aspek-aspek sosial tersebut akan secara tidak langsung terlatih dan akan sangat bermanfaat bagi kesiapan anak dalam memasuki preschool. 

2. Membangun Keterampilan Matematika Dasar

Saat bermain, anak secara tidak langsung melatih kemampuannya dalam mengenal angka dan konsep spasial. 

Konsep spasial adalah kemampuan si Kecil dalam memahami, menyimpan, mengingat, dan menciptakan gambaran mental tentang bentuk dan ruang. 

Konsep spasial sendiri penting untuk dipahami sebab akan sangat berpengaruh pada pengembangan keterampilan, pemecahan masalah, berpikir kritis dan pemahaman saat membaca. 

3. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa

Ketika bermain, anak akan berinteraksi dengan Ibu, anggota keluarga lain, dan teman sebayanya. Selama bermain, anak akan terstimulasi untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan dan dibutuhkan dalam bermain.

Selain itu, si Kecil juga akan mendapatkan banyak kosakata baru dari teman bermainnya.

4. Meningkatkan Kemampuan Sosial-Emosional

Saat bermain si Kecil harus berinteraksi, bekerja sama, dan bernegosiasi dengan teman sebaya atau caregiver. Oleh karena itu, anak yang bermain dengan porsi dan cara yang tepat akan memiliki kemampuan sosial-emosional yang lebih baik. 

5. Meningkatkan Kebugaran Fisik

Saat bermain tentu saja si Kecil akan terstimulasi untuk bergerak secara aktif. Hal itu akan membantu si Kecil terhindar dari obesitas dan membentuk massa otot tubuh yang baik. 

6. Meningkatkan Sense of Agency

Sense of agency adalah kemampuan anak untuk tidak terdikte oleh lingkungan, alih-alih terdikte anak justru dapat memanfaatkan lingkungan untuk membentuk dan mengubah keadaan hidup mereka sendiri. 

Sebab saat bermain permainan anak-anak si kecil akan terstimulasi untuk memecahkan permasalahan yang ada. 

Ide Permainan Anak-anak yang Seru dan Edukatif

Ibu, kami punya 10 ide permainan anak-anak yang seru dan tentunya edukatif, baik permainan indoor, outdoor, individu, maupun berkelompok. 

1. Paint on The Wall

Menggambar di atas kertas sudah sangat biasa, Bu. Jadi, yuk sekali-kali ajak anak berkreasi dengan menggambar di dinding!

Siapkan plastik bening sesuai dengan lebar dinding yang akan digunakan untuk menggambar bersama anak, kertas koran bekas atau kertas manila lebar, perekat yang aman untuk cat dinding, dan cat yang aman untuk kulit si Kecil.  

Ibu tidak perlu takut dinding kotor dan tidak bisa dibersihkan karena Ibu bisa melapisi dinding dengan plastik bening. Siapkan juga kertas koran yang banyak sebagai alas meletakkan cat warna-warninya, ya.

Setelah semuanya siap, ajak anak langsung corat-coret di atas tembok yang luas dengan menggunakan kuas besar atau tangan kosong. Selain mengajarkan anak mengenal macam-macam warna, permainan ini juga termasuk sensory play yang seru untuk mengasah keterampilan sensorik anak karena ia akan bisa merasakan tekstur cat yang lengket dan permukaan plastik yang licin. 

Menggambar di dinding juga dapat membantu meningkatkan kemampuan anak untuk bersosialisasi jika dilakukan bersama teman sebaya, lho! Karena selama menggambar bersama, anak secara tidak langsung akan belajar bagaimana caranya bekerja sama dan berbagi untuk menyelesaikan lukisannya bersama-sama

2. Let’s Play Pretend!

Bu, ajak anak untuk berimajinasi sekaligus mengenal berbagai macam karakter dan peran manusia dalam kehidupan dengan bermain peran, yuk!

Ajak anak untuk memerankan berbagai tokoh favoritnya, seperti dokter, guru, pilot, superhero favorit, atau bajak laut. Sambil menunggu anak-anak berkompromi, Ibu bisa siapkan kostum dan propertinya untuk mendukung jalan cerita mereka.

Misalnya jika anak-anak ingin berpura-pura sebagai kelompok bajak laut. Biarkan anak mencoba bernegosiasi dengan teman-temannya untuk menyepakati tokoh mana yang mereka mainkan. Misalnya si Kecil yang menjadi kapten bajak laut, temannya menjadi rival si Kapten, dan yang lain menjadi anak buah.

Jika sudah, Ibu sebagai “narator” bisa memulai jalan ceritanya. Buatlah ceritanya seseru mungkin hingga pada akhirnya sampai pada titik klimaks di mana kelompok bajak laut yang dikepalai si kecil bertemu dengan kapal musuhnya. 

Musuh si Kapten akan berpura-pura menyerang kapal si kapten untuk mengambil harta karun yang mereka miliki. Di sini, Ibu bisa bangun lagi konfliknya dengan membuat si Kapten bernegosiasi dengan si musuh sambil melindungi awak kapalnya. 

Momen ini kemudian akan menjadi kesempatan Ibu untuk menyampaikan bahwa meminta barang dengan paksa dari orang lain merupakan tindakan yang salah. Ibu juga dapat mengajarkan anak-anak bagaimana caranya menghadapi konflik tersebut dengan damai, tanpa bermusuhan, misalnya dengan membagi “harta karun” tersebut sama rata atau kompromi dengan memberikan barang lain agar harta karunnya tidak diambil.

Dengan harapan, anak-anak juga bisa belajar bahwa di kehidupan nyata tindakan mengambil paksa juga tetap tidak baik dan dapat menyakiti hati, sehingga si Kecil dapat menjadi pemimpin serta teman yang baik bagi orang lain.

3. Guess Me!

Permainan seru selanjutnya adalah Tebak Siapa Aku. Permainan ini dapat dilakukan berdua saja dengan si Kecil atau beramai-ramai bersama teman-temannya. 

Untuk melakukan permainan ini sebenarnya Ibu tidak perlu mempersiapkan properti apapun. Ibu tinggal memikirkan objek apapun yang akan diperagakan di depan anak untuk ditebak. 

Misalnya, jika obyek yang menjadi pertanyaan adalah “Gajah”, Ibu bisa memeragakan belalainya menggunakan tangan, atau jika “Burung” Ibu bisa memeragakan kepakan sayapnya.

4. Let’s Dance!

Ketika cuaca sedang mendung nan gloomy, coba permainan ini yuk untuk ceriakan mood si Kecil!

Persiapannya pun tidak sulit, karena Ibu hanya perlu menyiapkan pemutar musik seperti smartphone, tablet, atau televisi.

Saat musik diputar anak-anak dapat menari dengan bebas. Saat musik dimatikan, anak harus membeku di tempat dan menahan bentuk badannya hingga musik kembali dimainkan. 

Jadi selama bermain, anak akan bergerak secara aktif, belajar mengikuti ritme lagu, dan melatih koordinasi tubuh. 

5. Crawl, Climb, Jump!

Crawl, Climb, Jump! merupakan permainan outdoor untuk anak-anak. Dalam permainan ini, Ibu perlu membuat beberapa halang rintang yang dapat dilalui oleh si Kecil. 

Pertama, Ibu menyusun kardus bekas untuk menjadi terowongan panjang yang perlu dilalui si Kecil dengan cara merangkak.

Selanjutnya, Ibu bisa memanfaatkan tangga lipat mini milik ayah untuk dipanjat oleh si Kecil (pastikan untuk mendampingi dan memegangi tangga saat anak memanjat, ya Bu!). 

Terakhir, Ibu bisa menggambar kotak-kotak memanjang di atas rumput menggunakan tali rafia atau kapur. Ibu bisa mencontoh bentuk kotak dari permainan tradisional anak yang bernama engklak. 

Siapkan tropi dalam bentuk apapun, bisa mainan atau cemilan favorit anak, sebagai hadiah dalam melewati halang rintang Crawl, Climb, Jump!

6. Treasure Hunt

Yuk, bantu kembangkan kemampuan visual dan memori anak dengan permainan berburu harta karun!

Dalam permainan ini, Ibu sebagai “game master” tunjukkan kertas bergambar objek tertentu yang sudah lebih dulu disembunyikan untuk mereka temukan. Petunjuknya bisa berupa gambar asli dari objek tersebut atau berupa teka-teki seperti “aku adalah benda berbentuk bundar berwarna-warni yang bisa ditendang” (bola).

Ibu bisa memperlihatkan petunjuk itu selama beberapa detik dan meminta anak untuk mengingatnya. Setelah itu, minta anak untuk mencari benda yang sesuai dengan petunjuk atau gambar pada kertas.  

7. Moving Cup

Permainan anak-anak selanjutnya adalah Moving Cup dimana Ibu perlu menyediakan tiga buah gelas dan objek yang bisa menjadi isinya. Isinya bisa berupa buah-buahan favorit si kecil seperti blueberry, jeruk, atau strawberry.  

Untuk memainkannya, Ibu akan meletakkan buah di bawah salah satu gelas. Minta anak untuk memperhatikan baik-baik, dan pindah letak gelas secara acak. Setelah memindah letak gelas, minta anak untuk menebak gelas mana yang berisi buah. Melalui permainan ini, anak akan mengasah kemampuan visual dan memorinya. 

8. Blow the Ball

Selanjutnya, Ibu dapat mengajak si Kecil untuk memainkan permainan seru Blow the Ball alias meniup bola. Hal pertama yang perlu Ibu siapkan adalah kertas karton, kertas biasa, dan sedotan. 

Ibu dapat menggunakan kertas karton dan sedotan untuk membuat maze, kemudian menggunakan kertas biasa untuk membuat bola-bola kecil. Di sini, anak harus meniup bola mulai dari garis start hingga garis finish untuk memenangkan game. 

Permainan ini dapat membantu anak dalam melatih otot bicara dan dapat meningkatkan pengucapan konsonan bilabial /b/.   

9. Let’s Build the Tower!

Untuk memulai permainan anak-anak ini, Ibu dapat membeli cup plastik dan mengajak si Kecil untuk membuat tower alias menara dengan berbagai ukuran.

Permainan ini akan melatih koordinasi tubuh dan motorik kasar anak yang nantinya akan sangat berpengaruh pada kemampuan berjalan, berlari, berlari, meloncat, koordinasi, ketangkasan, dan kerja sama. 

10. Play with Bubble

Meniup gelembung adalah salah satu permainan outdoor untuk anak-anak. Alat dan bahan yang perlu Ibu persiapkan pun sangat sederhana, yakni mangkuk, sedotan, sabun cuci piring, dan air. 

Pertama, Ibu cukup menuangkan setengah sendok teh sabun cuci piring ke dalam mangkuk. Beri air hingga setengah mangkuk, kemudian aduk hingga sabun larut. 

Setelah itu, Ibu dapat memberikan contoh kepada anak untuk membuat gelembung menggunakan sedotan yang dicelupkan ke dalam air sabun. Permainan ini akan membantu anak menguatkan otot wajah dan berpengaruh positif pada perkembangan bicara anak.  

Selain membuat balon gelembung, Ibu juga bisa mengajak anak untuk memecahkan gelembung. Sehingga, anak lebih aktif bergerak dan mengasah motorik kasarnya.  

Permainan seru mana yang ingin Ibu coba bersama si Kecil hari ini? Eits, selain beberapa ide permainan di atas, Ibu juga bisa unduh flashcard edukatif seru untuk menemani anak belajar sambil bermain, lho!

Nah sambil menemani si Kecil bermain, jangan lupa penuhi kebutuhan gizinya lewat dua gelas susu Bebelac 3 GroGreat+ tiap pagi dan malam, ya!

Susu Bebelac 3 GroGreat+ adalah partner tepat Ibu Hebat untuk tumbuhkan Anak Hebat karena memiliki keunggulan berupa Triple A dengan kandungan DHA yang lebih tinggi serta Asam Alfa Linolenat (ALA) dan Asam Linoleat (LA), untuk mendukung si Kecil berpikir lebih kreatif (happy brain).

Bebelac 3 juga memiliki kombinasi serat FOS dan GOS dengan rasio 1:9 yang satu-satunya teruji klinis mendukung saluran cerna si Kecil (happy tummy). Ketika pencernaannya baik, anak juga akan bisa lebih aktif, ceria, dan makin semangat untuk bermain dan mencoba hal-hal baru (happy heart).

Tertarik mencoba? Jangan lupa mendaftar jadi member Bebeclub untuk menikmati promo dan fitur menarik lainnya ya, Bu!


Referensi:

  1. Yogman, Michael, et al. “The Power of Play: A Pediatric Role in Enhancing Development in Young Children.” Pediatrics, vol. 142, no. 3, 1 Sept. 2018, publications.aap.org/pediatrics/article/142/3/e20182058/38649/The-Power-of-Play-A-Pediatric-Role-in-Enhancing?autologincheck=redirected?nfToken=00000000-0000-0000-0000-000000000000, 10.1542/peds.2018-2058. Accessed 29 Nov. 2022.

  2. Azizah, Fithri Aulia. “LATIHAN MENIUP BOLA PINGPONG DALAM PENINGKATAN PENGUCAPAN KONSONAN BILABIAL PADA ANAK TUNARUNGU KELAS D2/B DI SLB B/c PARAMITA GRAHA BANJARMASIN.” Jurnal Guru Dikmen Dan Diksus, vol. 2, no. 2, 1 Sept. 2020, pp. 67–81, jgdd.kemdikbud.go.id/index.php/jgdd/article/view/50, 10.47239/jgdd.v1i2.50. Accessed 29 Nov. 2022.

  3. “Journal Unair.” Unair.ac.id, 2014, journal.unair.ac.id/JPKS@sense-of-personal-agency-pada-pekerja-anak-article-8860-media-52-category-10.html. Accessed 29 Nov. 2022.

  4. Sudirman, and Fiki Alghadari. “Bagaimana Mengembangkan Kemampuan Spasial Dalam Pembelajaran Matematika Di Sekolah?: Suatu Tinjauan Literatur.” Https://Jurnal.stkipkusumanegara, Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia, 13 Nov. 2020, jurnal.stkipkusumanegara.ac.id/index.php/jim/article/download/370/336. Accessed 29 Nov. 2022.

  5. Delima, Violiza, and Atika Furi. “MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI GAME OUTBOUND TOWER BUILDING CUP PADA ANAK KELOMPOK a DI TK X SEMARANG.” Https://Ejournal.upi.edu, PGPAUD-UPI Kampus Purwakarta, 1 Nov. 2020, ejournal.upi.edu/index.php/RECEP/article/download/28739/13400. Accessed 29 Nov. 2022.

  6. Elisa, Poja, and Nur Hazizah. “Penggunaan Metode Bermain Peran Untuk Pengembangan Emosional Anak Usia Dini Dalam Proses Pembelajaran.” Https://Osf.io/Sv27w/Download, Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia, osf.io/sv27w/download. Accessed 29 Nov. 2022.



 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait