melancarkan pencernaan anak, makanan untuk melancarkan bab anak

11 Makanan yang Melancarkan Pencernaan Anak

detail-fb detail-wa detail-twitter

Si Kecil pernah mengalami susah BAB atau sembelit? Duh, pasti tak tega melihatnya, ya, Bu. Tak hanya menimbulkan rasa sakit, sembelit juga bisa memberikan dampak yang besar pada
kegiatan sehari-hari si Kecil. Kondisi ini jadi salah satu tanda bahwa pencernaannya tidak sehat1. Adakah cara untuk melancarkan pencernaan pada anak?

Kesehatan saluran pencernaan harus menjadi perhatian Ibu, karena ini berperan penting untuk tumbuh kembang si Kecil. Semua makanan dan minuman yang dikonsumsi si Kecil akan masuk ke dalam sistem pencernaannya untuk diolah, dicerna, dan diserap zat gizinya. Jika pencernaannya sehat, tentu saja proses penyerapan gizi menjadi optimal, sehingga akan mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Yuk, bantu tumbuh kembang si Kecil dengan memberinya makanan dan minuman  yang dapat
melancarkan pencernaannya. Berikut ini jenis makanan agar pencernaan anak lancar.

Makanan berserat tinggi

Oleh ahli gizi, serat dikenal sebagai pencahar alami yang tidak memberi reaksi apapun bagi tubuh2.
Konsumsi serat yang cukup akan meningkatkan kadar air di dalam feses dan menghasilkan feses yang lunak. Dengan begitu, feses dapat dikeluarkan dengan lancar dan mencegah sembelit pada si
kecil2.

Makanan berserat tinggi mengandung 2 tipe serat, yaitu serat larut dan tidak larut2. Serat larut berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik di pencernaan2. Contoh serat larut misalnya FOS (frukto-oligosakarida) dan GOS (galakto-oligosakarida) yang merupakan jenis karbohidrat sederhana pada buah dan sayur. 

Sedangkan serat tidak larut berfungsi untuk mengikat sisa-sisa makanan dalam tubuh untuk dibuang melalui feses2. Contoh serat tidak larut adalah pati jagung (corn starch) dan jenis karbohidrat kompleks lainnya. Apa saja makanan berserat tinggi untuk melancarkan pencernaan anak? Jenis makanan agar pencernaan anak lancar adalah makanan tinggi serat. Makanan berserat tinggi terutama berasal dari tanaman, di antaranya2:

1. Sayuran, seperti kangkung, brokoli, bayam

2. Buah-buahan, seperti apel, jeruk, mangga

3. Kacang-kacangan, seperti almond, kacang kedelai, kacang tanah

4. Biji-bijian, seperti biji bunga matahari, chia, rami

5. Serealia, seperti beras merah, gandum, oat

Lalu, berapa kecukupan serat untuk si kecil agar terhindar dari sembelit? Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan oleh Kemenkes RI (2019)3, jumlah kebutuhan serat harian anak adalah sebagai berikut:

  • Anak usia 0-6 bulan: belum memiliki angka kecukupan serat yang dianjurkan
  • 7-11 bulan: 11 gram
  • 1-3 tahun: 19 gram
  • 4-6 tahun: 20 gram
  • 7-9 tahun: 23 gram

Konsumsi Buah-buahan yang Cukup

Selain mengandung serat, buah-buahan memiliki keistimewaan lain yang membuatnya sangat disarankan untuk dikonsumsi si Kecil. Pertama, mengonsumsi buah relatif lebih mudah daripada
menyuruhnya makan sayur ataupun makanan sumber serat lainnya. Buah untuk melancarkan BAB juga terdiri atas beberapa jenis dan tentunya ada jenis-jenis buah tinggi serat yang anak sukai. Setuju, kan, Bu?

Ibu bisa menyajikan buah dengan cara kreatif agar si Kecil semangat mengonsumsinya, seperti membuatnya jadi jus, dipotong kecil-kecil dan ditata dengan menarik, atau dijadikan puding.

Tidak hanya itu, buah-buahan juga umumnya mengandung zat gizi lain yang dibutuhkan si Kecil untuk mendukung kesehatannya, seperti vitamin A, B, C, serta mineral seperti potasium, kalium, magnesium, dan masih banyak lagi 4. Dengan kata lain, buah-buahan adalah paket lengkap makanan untuk melancarkan bab anak sekaligus kesehatan yang lainnya.

Apa saja jenis buah berserat tinggi yang cocok untuk si Kecil? Ini dia beberapa di antaranya2:

Stroberi: mengandung serat sebanyak 6,5 gram per 100 gram.

6. Pir: mengandung serat sebanyak 3,0 gram per 100 gram.

7. Jeruk: mengandung serat sebanyak 2,0 gram per 100 gram.

8. Anggur: mengandung serat sebanyak 1,7 gram per 100 gram.

9. Alpukat: mengandung serat sebanyak 1,4 gram per 100 gram.

10. Pepaya: mengandung serat sebanyak 0,7 gram per 100 gram.

11. Pisang: mengandung serat sebanyak 0,6 gram per 100 gram.

Imbangi dengan Cairan yang Cukup

K Di dalam pencernaan, ada bakteri baik yang bermanfaat memperlancar BAB dan meningkatkan penyerapan nutrisi, yang disebut probiotik6. Nah, bakteri baik ini memerlukan makanan agar bisa tumbuh dengan baik di usus si Kecil. Makanan untuk bakteri ini disebut prebiotik6.

Prebiotik merupakan serat makanan tidak larut. Berbeda dengan serat larut, prebiotik tidak dapat dicerna tubuh, sehingga menjadi “makanan” untuk bakteri baik 7.Beberapa jenis prebiotik di antaranya adalah FOS, GOS, dan inulin6.

Prebiotik memiliki banyak manfaat untuk kesehatan si kecil, di antaranya:

  • Meningkatkan kesehatan saluran pencernaan
  • Meningkatkan sistem imun
  • Mengatasi sembelit
  • Mencegah penyakit yang terkait dengan usus

Lalu, di mana Ibu bisa mendapatkan prebiotik untuk si Kecil? Beberapa makanan secara alami mengandung prebiotik, misalnya bawang putih, bawang bombay, gandum, pisang, kacang kedelai, dan madu. Tapi ada juga makanan yang kini diperkaya dengan prebiotik, seperti susu pertumbuhan Bebelac Gold 3.

Bebelac Gold 3 mengandung Advansfibre yaitu kombinasi 3 jenis serat, prebiotik FOS GOS dengan rasio 1:9 dan corn starch yang mengandung serat larut dan tidak larut. Susu ini juga dilengkapi dengan minyak ikan, omega 3, omega 6,  serta 13 vitamin dan 7 mineral. Ibu bisa berikan tiga gelas Bebelac Gold 3 dalam sehari untuk memenuhi serat harian si Kecil.

Tetap semangat memberikan nutrisi yang tepat dan lengkap untuk kesehatan pencernaan si Kecil,
ya, Bu!

Dengan demikian, Ibu telah mendukung saluran pencernaan anak tetap baik, serta mendukung daya  pikir maupun pertumbuhannya secara optimal. Ingin tahu informasi lain mengenai pencernaan
anak? Ibu bisa memperolehnya di sini.

 


Referensi:

  1. Balamma Sujatha, et al. 2015. Normal Bowel Pattern in Children and Dietary and Other Precipitating Factors in Functional Constipation. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4525568/#:~:text=In%20the%20study%20by%20Wald,every%20two%20days%20%5B23%5D. Accessed March 2021.
  2. Ir. Agus Santoso, MP. 2011. Serat Pangan (Dietary Fiber) dan Manfaatnya Bagi Kesehatan. Retrieved from: https://docplayer.info/33172898-Serat-pangan-dietary-fiber-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan.html. Accessed March 2021.
  3. Sekretariat Jenderal Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Retrieved from: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf. Accessed March 2021.
  4. Vincent Iannelli, MD. 2021. Why Kids Should Eat More Fruit. Retrieved from: https://www.verywellfamily.com/fruits-and-vegetables-2633930. Accessed March 2021.
  5. Gina Shaw. 2012. A Nutritionist Speaks: How to Promote Your Child’s Digestive Health. Retrieved from: https://www.webmd.com/children/features/digestive-health#:~:text=Some%20of%20the%20most%20kid,grams%20of%20fiber%20per%20serving. Accessed March 2021.
  6. Taylor Norris. 2018. What’s the Connection Between Probiotics and Digestive Health? Retrieved from: https://www.healthline.com/health/probiotics-and-digestive-health. Accessed 2021.
  7. 7. Deepak Mudgil. 2017. The Interaction Between Insoluble and Soluble Fiber. Dietary Fiber for The Prevention of Cardiovascular. Diambil dari: https://www.researchgate.net/publication/322732961_The_Interaction_Between_Insoluble_and_Soluble_Fiber. [Diakses ada 27 April 2021].