Keseimbangan IQ Dan EQ_1

Keseimbangan IQ dan EQ

detail-fb detail-wa detail-twitter

“IQ anakku ‘segini’ lho Bu. Hebat ya! Katanya termasuk jenius lho!” Seringkah Ibu mendengar kalimat ini dari orang tua lainnya? Siapa sih yang nggak mau punya anak hebat? Apakah anak yang hebat hanya diukur dari kemampuan akademisnya saja?

Memang sepertinya banyak orang tua yang masih beranggapan bahwa kehebatan anak diukur dari IQ nya. Padahal ternyata masih ada aspek yang sering terlewatkan. Yaitu EQ. Anak dengan IQ tinggi, juga membutuhkan EQ yang cukup agar tumbuh menjadi anak hebat lho. Yuk cari tahu lebih lanjut!

Apa itu IQ dan EQ?

Intelligence Quotient (IQ) merupakan kemampuan anak belajar menggunakan kepintaran otak kiri dan otak kanan. IQ biasanya diukur dari tes kecerdasan dan biasanya digunakan untuk mencari tahu sejauh mana kemampuan kognitif seorang anak.

Sedang Emotional Quotient (EQ) adalah kemampuan anak untuk menguasai diri dan mengendalikan emosi, sehingga ia punya kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain dan lingkungannya.

EQ sendiri tak bisa diukur karena merupakan proses yang harus dikembangkan secara bertahap sejak dini. Proses perkembangannya dipengaruhi faktor lingkungan serta keluarga. Tentunya peran Ibu dan Ayah sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bisa merangsang potensi anak agar bisa berkembang optimal.

Apa saja yang termasuk kecerdasan EQ ini?

Antara lain rasa empati, mengungkapkan dan memahami perasaan, mengendalikan amarah, sikap mandiri, adaptasi, problem solving, rasa setia kawan, ketekunan, sikap hormat dan lain sebagainya.

Menurut Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence, tingkat emosional seseorang lebih bisa menunjukkan kesuksesan seseorang. Maka dari itu, memupuk EQ anak sejak dini cukup penting agar ia bisa tumbuh jadi anak hebat.

Pentingnya keseimbangan IQ dan EQ

Kecerdasan IQ yang dimiliki seorang anak tentunya memungkin ia untuk lebih mudah dalam menguasai pengetahuan umum. Ditunjang dengan kecerdasan EQ, ia pun jadi lebih mudah menyesuaikan diri dalam bersosialisasi. Nah, jika kedua kemampuan ini berjalan seimbang, maka anak pun bisa tumbuh menjadi anak hebat.

Lalu bagaimana cara mengembangkan EQ dan IQ si buah hati? Tentunya dengan terus memberikan stimulasi dan contoh sebanyak-banyaknya sesuai tahapan perkembangan kognitif dan kemampuan emosi anak.

Saat anak mampu mengembangkan kemampuan emosi nya dengan baik ia pun bisa menyelesaikan permasalahannya dengan tepat. Jika keseimbangan ini dimiliki maka akan melahirkan generasi hebat, yang cerdas, cepat tanggap dan juga peduli terhadap lingkungan sekitarnya.