Pijat ILU Untuk Kesehatan Pencernaan Si Kecil

Pijat I Love You untuk Kesehatan Pencernaan Si Kecil

detail-fb detail-wa detail-twitter

Pijat bayi atau infant massage telah banyak diteliti dan terbukti memiliki banyak manfaat positif untuk Si Kecil. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pijat berfungsi untuk perkembangan motorik, orientasi, maupun perilakunya. Selain itu, pijat juga baik untuk kesehatan kulit, memperbaiki kualitas tidur, serta mempererat bonding atau ikatan Ibu dan anak. Wah, banyak sekali ya, manfaatnya.

Manfaat Pijat ILU untuk Menambah Berat Badan dan Mengatasi Konstipasi

Tahukah Ibu, pijatan terutama di bagian perut Si Kecil juga bermanfaat untuk kesehatan pencernaannya, lho. Sebuah penelitian menemukan, bahwa pijatan berpengaruh pada peningkatan aktivitas sistem saraf vagal dan pergerakan lambung yang membuat penyerapan nutrisi menjadi lebih efisien. Hasilnya, berat badan Si Kecil pun bisa lebih meningkat dibandingkan dengan bayi yang tak dipijat.

Pijatan di perut bayi juga bisa untuk mengatasi perut kembung dan konstipasi. Pada sebuah penelitian, para orang tua diminta untuk memberikan pijatan di bagian perut 20 menit setiap harinya selama sebulan. Para anak mereka menderita konstipasi kronis. Hasilnya? Dengan pijatan perut, terbukti gejala konstipasi berkurang hingga 88%.

Mengapa pijatan baik untuk konstipasi? Pijatan, dapat merangsang gerakan peristaltik perut, mengurangi waktu transit kolon, sehingga frekuensi buang air besar meningkat. Pijatan juga bisa mengurangi rasa tidak nyaman seperti nyeri dan kembung saat konstipasi. Dan yang terpenting, aktivitas ini tidak memiliki efek samping selama dilakukan secara tepat.

Cara Melakukan Pijat “I Love You” untuk Mengatasi Konstipasi

Salah satu teknik pijatan yang bisa Ibu gunakan untuk kesehatan pencernaan Si Kecil, adalah pijat “I Love You”, atau dikenal juga dengan pijat ILU. Bagaimana teknik pijat ILU yang benar untuk bayi? Ikuti langkah mudah berikut ya, Bu :

  • Dengan menggunakan 2 atau 3 jari, pijat perlahan perut kiri bayi dari atas ke bawah membentuk huruf “I”.
  • Selanjutnya, pijat membentuk huruf “L” terbalik, melintang dari perut kanan atasnya menuju perut kiri atas kemudian turun ke bawah.
  • Terakhir, pijat dengan membentuk huruf “U” terbalik, dimulai sisi kanan bawah perutnya, naik ke sekitar pusar, lalu turun ke perut kiri bawah.

 

Uniknya, Ibu juga disarankan untuk mengucapkan “I love you” pada Si Kecil saat melakukan pijatan ini, lho. Vimala McClure, penulis buku “Infant Massage: A Handbook for Loving Parents” mengungkapkan, bahwa para bayi yang awalnya rewel biasanya menjadi tenang bahkan tersenyum dan terkikik saat para Ibu mengucapkan “I love you” dengan nada riang saat memijat bayi mereka.

Jangan lupa, ada beberapa hal yang harus Ibu perhatikan saat memijat Si Kecil, ya :

  • Ciptakan suasana yang tenang. Sebisa mungkin, lakukan aktivitas ini di ruangan yang hangat dan sepi. Hindari menggunakan perhiasan atau aksesoris di tangan saat memijatnya.
  • Lakukan kontak mata. Posisikan bayi tidur dengan punggung menyentuh kasur. Tatap dan ajak dia mengobrol saat Ibu membuka baju Si Kecil, misalnya: “Kita pijat perut yuk sayang, supaya perutnya enakan...”, dan sebagainya.
  • Kontrol tekanan tangan. Gunakan sentuhan yang lembut pada saat memijatnya. Jika Si Kecil sudah berusia lebih besar, Ibu bisa memberikan tekanan yang agak lebih kencang.
  • Perhatikan responnya. Jika Si Kecil terlihat rileks atau menggoyangkan kakinya, itu berarti dia menikmati pijatan Ibu. Namun, jika dia terlihat memalingkan wajahnya dan terlihat gelisah, sebaiknya hentikan dahulu pijatannya.
  • Gunakan baby oil. Gunakan minyak yang tidak berbau dan aman ditelan. Tes terlebih dahulu dengan mengoleskan sedikit di kulit Si Kecil untuk melihat reaksi alergi.

 

Semoga tips pijat bayi ini bermanfaat untuk kesehatan pencernaan Si Kecil ya, Bu.