makanan sehat untuk anak, pola hidup sehat dan makanan bergizi

Makanan Sehat untuk Anak yang Meningkatkan Daya Ingat

detail-fb detail-wa detail-twitter

Melihat si Kecil tumbuh sehat dan pintar tentunya jadi salah satu sumber kebahagiaan untuk Ibu, ya? Yuk, berikan asupan nutrisi terbaik untuk si Kecil. Ada berbagai macam makanan sehat untuk anak yang dapat membantu perkembangan otaknya,seperti omega 3, asam folat, vitamin B12, kolin, yodium, zat besi dan zinc1

Asupan nutrisi yang tak boleh ketinggalan juga, adalah serat. Fungsi serat yang menyehatkan pencernaan ternyata juga berhubungan dengan kecerdasan si kecil, lho.

Terdapat hubungan komunikasi dua arah antara otak dengan saluran pencernaan, yang dinamakan gut-brain connection2. Hal ini membuat perut bagaikan ‘otak kedua’ dan secara tidak langsung mendukung perkembangan otak anak agar optimal.

Perkembangan otak anak dipengaruhi oleh banyak faktor. Selain faktor genetik, juga dipengaruhi oleh asupan nutrisi sejak si Kecil di dalam kandungan. Perkembangan otak juga sangat pesat di dua tahun pertama kehidupan anak 1. Maka dari itu, Bu,  sangatlah penting untuk memastikan si Kecil mendapat asupan nutrisi yang cukup di masa itu.

Ragam Makanan Sehat untuk Anak

Apa saja makanan sehat untuk anak yang bergizi untuk mendukung perkembangan otaknya? Yuk, cari tahu bersama.

Ikan

Studi mengatakan, kehadiran asam lemak esensial, seperti omega 3, sangat penting dalam jaringan otak, termasuk juga dalam reaksi kekebalan tubuh1. Kandungan ini bisa kita dapatkan dalam beberapa jenis ikan seperti ikan tuna, ikan salmon, dan ikan kakap. 

Selain itu, omega 3 juga bisa kita dapatkan pada kacang walnut, kacang hazelnut, kacang kedelai, minyak zaitun, dan minyak canola3. Ibu juga bisa memberikan si Kecil susu yang mengandung omega 3. Pastikan Ibu memvariasikan bahan-bahan makanan di atas menjadi menu sehari-hari yang menarik ya, agar si Kecil semangat menyantapnya.

Telur

Selain mengandung asam lemak omega 3, telur juga mengandung kolin, salah satu nutrisi penting yang mendukung pertumbuhan otak di masa emas perkembangan si Kecil. Telur merupakan salah satu dari sedikit makanan yang mengandung kolin, sehingga asupannya dapat membantu meningkatkan kemampuan otak dalam hal memproses informasi, daya ingat, dan konsentrasi4

Sepertinya, sih, tak sulit, ya, mengajak si Kecil makan telur? Mengingat telur merupakan salah satu makanan yang mudah diolah menjadi beragam menu masakan, dan disukai oleh sebagian besar anak-anak.

Sayur dan Buah Berwarna

Ibu pasti sudah tahu bahwa sayur dan buah merupakan bahan makanan sehat untuk anak yang wajib ada dalam menu harian. Meski tak sedikit anak yang susah sekali diajak makan sayur. Mungkin karena rasanya memang cenderung lebih hambar di lidah anak. Tapi, Ibu jangan menyerah ya!

Selain mengandung vitamin dan mineral, sayuran dan buah kaya akan flavonoid. Flavonoid adalah salah satu jenis polifenol yang sering dikaitkan dengan kecerdasan otak. Senyawa ini dapat melindungi saraf di otak dari segala kerusakan, mengurangi peradangan saraf, serta meningkatkan pensinyalan yang mempercepat kinerja otak5.

Flavonoid ditemukan secara alami pada buah-buahan dan sayuran. Disebutkan bahwa konsumsi flavonoid dapat membantu memperbaiki konsentrasi dan meningkatkan memori antara 2-6 jam setelah konsumsi6.

Rumput Laut

Rumput laut tak hanya mengandung serat yang baik untuk kesehatan, tapi juga merupakan salah satu makanan yang mengandung yodium cukup tinggi. 

Ternyata yodium sangat penting dalam kecerdasan anak. Sayangnya, mineral yang satu ini tidak diproduksi oleh tubuh, sehingga kita harus mendapatkannya dari makanan. Itu sebabnya, disarankan untuk menambahkan yodium ke dalam garam dapur, dengan tujuan untuk mencukupi kebutuhan mineral yang satu ini7.

Selain garam dan rumput laut, yodium juga bisa didapat dari ikan salmon, tuna, kerang, dan susu.

Udang

Udang termasuk jenis seafood yang mengandung mineral zinc alias seng dan termasuk makanan sehat untuk anak. Mineral ini berkaitan erat dengan pertumbuhan kecerdasan anak7. Setelah si Kecil berusia 1 tahun, Ibu bisa mencoba memberikan udang dalam makanannya. Pastikan untuk memilih udang yang segar ya Bu, untuk meminimalkan risiko alergi. Berikan udang dalam porsi sedikit demi sedikit untuk memperkenalkan rasa dan melihat respons tubuh dari tubuh si Kecil.

Kedelai

Kandungan kedelai memberi banyak sekali nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh si Kecil. Selain sumber protein nabati, kedelai juga mengandung beragam vitamin, mineral, dan antioksidan. Olahan kedelai juga cukup banyak variasinya, mulai dari tempe hingga formula soya.

Kedelai yang diolah menjadi tempe diketahui mengandung vitamin B129. Vitamin B12 berperan dalam pembentukan mielin, yaitu lapisan pelindung saraf otak yang melindungi otak dari kerusakan saraf, mencegah hilang ingatan, serta menjaga daya konsentrasi8.

Manfaat kedelai ini juga bisa Ibu dapatkan dari Bebelac Gold Soya, yang mengandung minyak ikan, omega 6 dan omega 3. Bebelac Gold Soya merupakan satu satunya formula soya tinggi serat di Indonesia lho, Bu.Dengan demikian Ibu bisa membantu si Kecil memiliki saluran cerna yang hebat serta mendukung daya pikirnya, sehingga ia tumbuh optimal. 

Dari enam makanan di atas, mana makanan yang paling disukai si Kecil? Yuk, selalu sajikan makanan terbaik untuk si Kecil. Ibu juga bisa dapatkan tips lainnya tentang asupan nutrisi untuk anak di sini.

 


Referensi:

  1. Anett Nyaradi, et al. 2013. The role of nutrition in children's neurocognitive development, from pregnancy through childhood. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3607807/ [Diakses 21 Februari 2021]
  2. Ahmad Suryawan, et al. 2018. Tumbuh Kembang Otak Anak Dalam Perspektif Konsep Gut-Brain-Axis: Perkembangan Terkini. Diambil dari: https://www.researchgate.net/publication/326304848_Tumbuh_Kembang_Otak_Anak_Dalam_Perspektif_Konsep_Gut-Brain-Axis_Perkembangan_Terkini [Diakses 9 Maret 2021]
  3. National Heart Foundation of Australia. 2015. Source of Omega 3. Heart Foundation. Diambil dari: https://www.heartfoundation.org.au/getmedia/ff11afcd-ab38-48d4-802c-9f0581e44a52/Sources_of_omega_3.pdf [Diakses 25 Februari 2021]
  4. Taylor C. Wallace, et al. 2018. Choline. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6259877/. [Diakses 20 Februari 2021]
  5. Sehrish Naveed, et al. 2020. An Overview on the Associations between Health Behaviors and Brain Health in Children and Adolescents with Special Reference to Diet Quality. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7037721/ [Diakses 23 Februari 2021]
  6. Sundus Khalid, et al. 2017. Effects of Acute Blueberry Flavonoids on Mood in Children and Young Adults. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5331589/ [Diakses 28 Februari 2021]
  7. Dida A.Gurnida. 2013. Nutrisi Bagi Perkembangan Otak. Diambil dari: http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2013/11/Pustaka_Unpad_Revolusi_-Kecerdasan.pdf [Diakses 28 Februari 2021]
  8. James Ngginak, et al. 2020. Komponen Senyawa Aktif pada Udang Serta Aplikasinya dalam Pangan. Diambil dari: https://www.researchgate.net/publication/341446630_Komponen_Senyawa_Aktif_pada_Udang_Serta_Aplikasinya_dalam_Pangan [Diakses 3 Mei 2021]
  9. Hesty Dwi Septiawahyuni dan Dewi Retno Suminar. 2019. Kecukupan Asupan Zinc Berhubungan dengan Perkembangan Motorik pada Balita Stunting dan Non-Stunting. Diambil dari: https://www.researchgate.net/publication/331549871_KECUKUPAN_ASUPAN_ZINC_BERHUBUNGAN_DENGAN_PERKEMBANGAN_MOTORIK_PADA_BALITA_STUNTING_DAN_NON-STUNTING [Diakses 3 Mei 2021]
  10. Farid Salahudin. 2016. Pembentukan Vitamin B-12 pada Fermentasi Kedelai dengan Isolat Rizophus Oryzae dan Klebsiella Peneumonae. Diambil dari: http://jurnal-litbang.kalbarprov.go.id/index.php/litbang/article/download/56/51 [Diakses 28 Februari 2021]

11.  Maureen M. Black. 2011. Effects of vitamin B12 and folate deficiency on brain development in children. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3137939/  [Diakses 28 Februari 2021]