Kembali ke Ibu Perlu Tahu

BAB Langsung Lancar, Ini 4 Pertolongan Pertama Sembelit pada Si Kecil dan Hal-hal yang Harus Dihindari

Konstipasi atau sembelit banyak dialami oleh anak-anak, bahkan sekitar 29,6% anak di dunia pernah mengalaminya.1 Jadi, tak perlu terlalu...

4 min
06 Jun 2022
Cari tahu pertolongan pertama sembelit pada si Kecil agar BAB-nya kembali lancar.

1 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Konstipasi atau sembelit banyak dialami oleh anak-anak, bahkan sekitar 29,6% anak di dunia pernah mengalaminya.1 Jadi, tak perlu terlalu menyalahkan diri sendiri jika si Kecil saat ini tengah mengalami sembelit, ya, Bu! Yang perlu Ibu lakukan adalah mencari tahu pertolongan pertama sembelit pada si Kecil. 

Tanda Si Kecil Mengalami Sembelit

Selama ini, sembelit sering dikaitkan dengan kurangnya asupan serat. Tapi, faktanya tidak selalu demikian, kok, Bu. Sembelit juga bisa disebabkan oleh dehidrasi, masalah psikologis, hingga toilet training.

Tanda-tanda sembelit yang paling umum adalah berkurangnya frekuensi buang air besar (BAB) dari biasanya, feses lebih keras, lebih besar, dan sulit dikeluarkan, serta perut kembung karena kotoran yang menumpuk di dalam usus.2

Dan tahukah Ibu, sembelit lebih sering ditemukan pada anak prasekolah dan usia sekolah dibandingkan pada bayi,1, dengan beberapa penyebab seperti yang telah disebutkan di atas. 

Selain itu, sering kali sembelit dipicu oleh adanya riwayat trauma, misalnya si Kecil mengalami nyeri saat BAB karena feses yang keras, atau mengalami toilet fobia akibat bertemu toilet yang kotor.

Akibat trauma tersebut, si Kecil jadi takut untuk BAB dan memilih untuk menahannya. Padahal, semakin ditahan, feses akan semakin keras, sehingga ketika ia berusaha untuk BAB, akan semakin terasa sakit.3 Tentu saja, kondisi ini akan menjadi siklus yang tak ada putusnya jika tidak segera diatasi penyebabnya. 

Pertolongan Pertama Sembelit pada Si Kecil

Tentu saja, Ibu pasti tak akan tinggal diam ketika melihat si Kecil kesulitan BAB dan harus menahan sakit saat berusaha mengeluarkan feses. 

Agar aktivitas si Kecil tak terganggu gara-gara sembelit ini, yuk, simak 4 pertolongan pertama sembelit pada si Kecil. 

1. Minum banyak air

Konsumsi serat memang jadi salah satu cara yang paling disarankan untuk mencegah sembelit pada si Kecil. Tapi, efeknya tak akan terlihat saat itu juga, melainkan butuh waktu untuk memastikan serat bekerja dan melancarkan BAB. 

Nah, asupan serat ini harus diimbangi dengan banyak minum air putih, Bu. Air putih, terutama yang hangat, akan membantu serat bekerja lebih cepat dalam melunakkan feses, sehingga si Kecil menjadi lebih mudah untuk mengeluarkannya.1,4

Konsumsi cairan untuk si Kecil tidak hanya bisa dipenuhi dari air mineral saja, lho, Bu, tapi juga dari buah yang mengandung banyak air, seperti semangka, melon, apel, atau jeruk.

2. Ajak si Kecil beraktivitas fisik

Aktivitas fisik tak hanya berguna untuk kebugaran tubuh si Kecil, tapi juga melancarkan pencernaannya. Ketika si Kecil mengalami sembelit dan kesulitan BAB, coba Ibu ajak ia melakukan aktivitas fisik di luar ruangan, misalnya olahraga naik sepeda, bermain lompat tali, atau sekadar jalan kaki di sekitar rumah.5

Beraktivitas fisik di luar ruangan bisa membantu mengatasi sembelit, lho.

Aktivitas fisik dapat membantu mendorong gerakan usus sehingga pencernaan si Kecil menjadi lebih lancar, Bu.5 Jadi, jangan heran jika si Kecil akan mengalami dorongan untuk segera ke toilet seusai ia berolahraga. 

3. Memijat perut si Kecil

Pertolongan pertama berikutnya yang bisa Ibu lakukan adalah dengan memijat perut si Kecil. Pijatan pada perut bisa membantu mengatasi sembelit, bahkan yang kronis atau sudah berlangsung lama sekali pun.6

Tak perlu memijat terlalu keras. Ibu cukup memijat lembut bagian perut si Kecil searah jarum jam. Kemudian, usap dari arah kedua panggul menuju selangkangan secara perlahan untuk merangsang BAB.

Pijat perut ini juga sangat bagus dilakukan untuk jangka panjang, lho.6

4. Makan makanan berserat tinggi

Makanan berserat tinggi untuk pencernaan tidak hanya direkomendasikan bagi orang dewasa, tetapi juga untuk anak-anak. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan oleh Kemenkes RI, jumlah kebutuhan serat harian anak adalah sebagai berikut:7

  • 1-3 tahun: 19 gram

  • 4-6 tahun: 20 gram

  • 7-9 tahun: 23 gram

Sajikan buah yang mengandung serat tinggi dalam bentuk buah potong.

Apa saja makanan berserat tinggi yang bisa Ibu berikan pada si Kecil? Bisa sayur, atau pun buah-buahan, seperti apel, pepaya, mangga, jambu, buah naga, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Nah, itulah 4 hal yang bisa Ibu upayakan untuk mengatasi anak sembelit yang susah BAB. 

Ingat, Bu, saat si Kecil susah BAB, hindari hal-hal seperti memberi si Kecil obat pencahar, atau memaksanya terus mengedan. Jauh lebih aman jika melakukan hal-hal di atas, termasuk memberi si Kecil makanan tinggi serat.

Dan untuk melengkapi nutrisi serta kebutuhan seratnya, berikan juga si Kecil Bebelac Gold yang merupakan satu-satunya susu tinggi serat yang mengandung kombinasi 4 jenis serat (FOS, GOS, Inulin, dan cornstarch), serta 13 vitamin dan 7 mineral (vitamin A, C, D, K, serta Zinc).

Selain kandungan serat yang bermanfaat untuk kebaikan saluran pencernaannya, kandungan omega 3 dan omega 6 memberi manfaat untuk membantu daya pikir. Sedangkan kandungan vitamin dan mineral yang tepat dapat membantu menjaga fisik, termasuk meningkatkan kekebalan tubuh si Kecil.

Ibu, yuk bersiap untuk memberi pertolongan pertama sembelit pada si Kecil! Jangan lupa daftarkan diri Ibu dan si Kecil di website Bebeclub untuk mendapatkan free sample Bebelac Gold, ya!

 


 

Reference:

  1. Sorangel Diaz, et al. 2022. Constipation. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513291/   [Diakses 20 Mei 2022]
     
  2. Muzal Kadim. 2017. Gangguan Pencernaan pada Bayi (2). Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/gangguan-pencernaan-pada-bayi-2  [Diakses 20 Mei 2022]
     
  3. Muzal Kadim. 2015. Sembelit (Konstipasi) pada Anak. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/sembelit-konstipasi-pada-anak  [Diakses 20 Mei 2022]
     
  4. Mindaria Tarigan. 2017. Pengaruh Minum Air Putih Hangat Terhadap Konstipasi pada Pasien Immobilisasi Di RSUP H. Adam Malik Medan. Diambil dari: https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/22347  [Diakses 20 Mei 2022]
     
  5. Terri O’Neill RN. (2018). Michigan Medicine. Michigan University. Diambil dari: http://www.med.umich.edu/1libr/MBCP/Constipation.pdf. [Diakses 20 Mei 2022]
     
  6. Tiffany Field. 2019. Pediatric Massage Therapy Research: A Narrative Review. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6617372/ [Diakses 20 Mei 2022]
     
  7. Sekretariat Jenderal Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Diambil dari: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf  [Diakses 20 Mei 2022]
     


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait