Kembali ke Tumbuh Kembang

Asah Rasa Empati Anak dan Kebiasaan Berbagi Lewat 5 Aktivitas Bersama Keluarga di Ramadan Ini

Empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri di posisi orang lain. Kemampuan berempati membuat seseorang bisa mengenali dan memahami p...

4 min
29 Apr 2022
Membiasakan si Kecil membantu pekerjaan di rumah akan mengasah rasa empatinya pada asisten rumah tangga dan petugas kebersihan di sekolah.

Artikel ini belum diulas

Empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri di posisi orang lain. Kemampuan berempati membuat seseorang bisa mengenali dan memahami perasaan orang lain, menghargai perbedaan, serta mengamati peristiwa dari sudut pandang orang lain. Pakar tumbuh kembang anak menyatakan, rasa empati merupakan bagian penting dari perkembangan sosial emosional anak yang bisa dilatih sejak dini.

Menurut psikolog anak dan keluarga Samanta Elsener, M.Psi, bulan Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk mengajarkan anak tentang rasa empati, karena Ibu bisa mulai memperkenalkannya pada arti kebaikan serta berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Bagaimana caranya? Yuk, simak pemaparannya!

Aktivitas untuk Mengasah Rasa Empati

Mengasah rasa empati akan membuat si Kecil tumbuh menjadi orang yang welas asih dan memiliki rasa toleransi pada sesama. Ia juga akan tumbuh menjadi anak yang suka berbagi. Karena manfaatnya yang penting itulah, momentum Ramadan merupakan saat yang tepat bagi Ibu untuk mulai mengasah rasa empati pada si Kecil. 

Tanpa perlu menggurui si Kecil lewat sederet nasehat, Ibu bisa mengasah rasa empatinya lewat kegiatan berikut ini.

1. Ajak anak membantu melakukan pekerjaan rumah tangga

Bukan hanya berguna untuk melatih kemandirian, membiasakan anak melakukan pekerjaan rumah juga bermanfaat untuk mengasah kepedulian si Kecil terhadap orang-orang di sekitarnya, lho. Ibu bisa mulai melakukannya sejak anak berumur 18 bulan, misalnya dengan cara mengajaknya membereskan mainan bersama-sama setelah selesai digunakan.

Seiring pertambahan usia anak, jenis pekerjaan rumah yang diberikan kepada si Kecil bisa bertambah tingkat kesulitannya, disesuaikan dengan kemampuannya. Misalnya, si Kecil yang duduk di bangku TK bisa diajari melipat selimut atau membersihkan debu dengan kemoceng dan kakaknya bisa membantu membereskan meja makan atau mencuci piring. 

Atau, seperti yang dicontohkan Samanta, di bulan Ramadhan ini, Ibu bisa mengajak si kecil untuk membuat hidangan buka puasa bersama, dan membagikannya kepada tetangga dan orang-orang di sekitarnya.Setelah itu, berikan apresiasi pada bantuan si Kecil, ya. Ibu bisa berkata, “Wah, Ibu jadi bisa terbantu banget berkat kamu.”

Ketika anak merasa apa yang ia lakukan ternyata berguna untuk orang di sekitarnya, hal ini akan membuat ia lebih bersemangat untuk melakukan kebaikan yang sama di lain waktu. Jadi, sangat mungkin ia juga akan membantu Ibu dengan senang hati untuk membereskan rumah setelah lebaran, terutama saat asisten rumah tangga sedang pulang kampung. 

2. Bermain peran

Tahukah Ibu, bermain peran atau permainan pura-pura bisa menjadi kegiatan yang dapat meningkatkan inisiatif si Kecil untuk berbuat baik, lho. Pas banget, kan, karena bermain pura-pura adalah permainan favorit para balita. Mulai dari pura-pura menjadi orang dewasa seperti ibu dan ayah, jadi superhero, sampai berpura-pura menjadi tenaga profesional seperti dokter, pilot, chef, dan polisi. Sesekali, sisipkan jenis peran lain untuk dimainkan bersama anak, misalnya pura-pura menjadi petugas pengantar paket, penjual sayur, pelayan restoran, dan asisten rumah tangga.

Bukan hanya bermanfaat mengasah imajinasi, aktivitas bermain peran juga berguna untuk mengembangkan kemampuan sosial dan sikap empati si Kecil, lho. Anak jadi belajar bagaimana caranya berbicara, bersikap, dan memperlakukan orang-orang di sekitarnya. Ia juga jadi punya gambaran mengenai peran, tanggung jawab, dan jasa dari orang-orang yang ditemuinya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Membaca buku cerita bersama

Aktivitas membacakan buku cerita sebelum tidur bisa menjadi kesempatan untuk menanamkan dan mengasah rasa empati pada anak-anak.1 Pilih buku bergambar yang ceritanya seru dan menarik serta memiliki pesan moral yang kuat tentang menyayangi sesama, berbuat baik kepada orang lain, menghargai orang yang lebih tua, dan lain-lain.

Asah Rasa Empati Anak dengan membaca buku cerita bersama

Selain membaca, ajak pula si Kecil bercakap-cakap tentang peristiwa yang dialami para tokoh dalam buku cerita tersebut. Misalnya membahas tentang apa yang menyebabkan tokoh utama melakukan sesuatu, apa yang dirasakan olehnya setelah mengalami kejadian tertentu, dan kira-kira apa yang akan dilakukan oleh si Kecil apabila ia berada dalam situasi yang sama seperti tokoh dalam buku cerita.

Bukan hanya berguna untuk melatih anak mengenali, mendefinisikan, dan mengekspresikan emosi yang dialaminya, kegiatan ini juga bermanfaat untuk mengasah rasa empati anak terhadap orang lain.

4. Mengumpulkan baju dan mainan layak pakai untuk didonasikan

Menjelang Hari Raya, biasanya para ibu sudah punya bayangan tentang kegiatan berbelanja baju baru yang akan dikenakan oleh semua anggota keluarga. Tahun ini, buatlah aktivitasnya sedikit berbeda. Sebelum memilih baru baru untuk keluarga, ajak si Kecil memilah pakaian dan mainan yang masih layak pakai untuk didonasikan.

Terlebih, menurut Samanta, bulan Ramadhan merupakan bulan yang spesial karena pada bulan mulia ini terdapat nilai-nilai pendidikan seperti kebersamaan, ikatan keluarga, kesabaran, dan empati, dimana nilai-nilai tersebut menjadi alasan yang mendasari kita untuk berbagi kebaikan kepada sesama. 

Tentu saja, bukan hal yang mudah untuk mengajak si Kecil berbagi lantaran ia belum mengerti apa keuntungannya baginya. Nah, ajak si Kecil untuk terlibat dalam memutuskan pakaian dan mainan lama mana yang akan ia donasikan ke panti asuhan, misalnya. Untuk menguatkan tekadnya, Ibu bisa mengatakan pada si Kecil, “Sepertinya beberapa mainan kamu sudah lama nggak pernah dimainkan. Kalau diberikan kepada di A yang tidak punya mainan seperti ini, ia pasti akan senang banget!”  

Sambil mengumpulkan barang, ajak si Kecil membayangkan betapa orang yang akan menerima pemberian tersebut akan merasa senang. Menurut pakar Pendidikan, anak berusia di atas 2 tahun sudah mulai memahami makna berbagi dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Sambil mengajarkan anak untuk berbuat baik kepada sesama, Ibu juga bisa sekaligus merapikan isi rumah di bulan Ramadan kali ini.

Baca Juga: Tanamkan 5 Hal Ini untuk Melatih Kepedulian Anak dari Rumah

5. Naik sepeda berkeliling

Untuk memelihara kebugaran dan stamina, ajak si Kecil melakukan olahraga rutin di akhir pekan atau di sore hari sambil menunggu waktu berbuka puasa. Pilih jenis olahraga yang bisa dilakukan bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya seperti berjalan kaki dan bersepeda. Selain menyenangkan, melakukan aktivitas bersama keluarga juga berguna menguatkan bonding sekaligus mengasah kemampuan sosial dan interaksi pada anak.

Ambil rute bersepeda yang memungkinan Ibu dan keluarga melihat pemandangan berbeda, mulai dari pemandangan area perkampungan, perkebunan, tempat berjualan, dan sebagainya. Pengalaman yang beragam ini akan mengasah kepekaan anak terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan orang lain di sekelilingnya.6 Pulang bersepeda, ajak anak berbincang-bincang mengenai apa saja yang dilihatnya selama di perjalanan.

Asah empati anak dengan bersepeda berkeliling bersama ayah dan bunda

Nah, itulah 5 kegiatan yang bisa membantu mengasah rasa empati pada anak, dan sekaligus jadi pengisi waktu luang di Ramadan kali ini, Bu. Dan supaya si Kecil tetap semangat beraktivitas, jangan lupa penuhi kebutuhan nutrisi si Kecil dengan menu lengkap dan bergizi, serta segelas Bebelac 3 yang mengandung minyak ikan, serat, serta vitamin dan mineral. Minyak ikan mengandung omega 3 dan omega 6 yang membantu daya pikir si Kecil, sementara serat FOS dan GOS akan mendukung pencernaan si Kecil, serta vitamin dan mineral yang berfungsi mendukung tumbuh kembang si Kecil yang optimal. 

Sudah siap mengasah rasa empati si Kecil lewat kegiatan seru di bulan Ramadan ini, Bu?
 



Reference:

  1. Kucirkova N (2019). How Could Children’s Storybooks Promote Empathy? A Conceptual Framework Based on Developmental Psychology and Literary Theory. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6370723/. [Diakses 18 Maret 2022]

  2. Waugh W, et al (2015). Early socialization of prosocial behavior: Patterns in parents’ encouragement of toddlers’ helping in an everyday household task. Diambil dari:  https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4417400/. [Diakses 18 Maret 2022] 

  3. Delvecchio E, et al (2016). How Do You Play? A Comparison among Children Aged 4–10. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5112229/. [Diakses 18 Maret 2022]  

  4.  Raising Children. 2020. Sharing and learning to share. Diambil dari: https://raisingchildren.net.au/toddlers/behaviour/friends-siblings/sharing [Diakses 30 Maret 2022]

  5. Brownell CA, et al. Mine or Yours? Development of Sharing in Toddlers in Relation to Ownership Understanding. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3578097/#R30. [Diakses 18 Maret 2022]  

Meng K, et al (2020). Effects of parental empathy and emotion regulation on social competence and emotional/behavioural problems of school‐age children. Diambil dari:  https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7331354/. [Diakses 18 Maret 2022]



 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait