perkembangan-anak-4-tahun

Perkembangan Anak 4 Tahun dan Stimulasi yang Tepat

detail-fb detail-wa detail-twitter

Perkembangan anak 4 tahun acapkali terlihat begitu pesat, sehingga tidak jarang membuat Ibu kagum. Ini merupakan masa-masa yang menyenangkan, dimana si Kecil baru saja melangkah dari balita menuju anak-anak. Ada berbagai  kemampuan baru yang ditunjukkan oleh si Kecil. Ibu tentu lega rasanya melihatnya telah melalui periode emas tumbuh kembangnya dengan baik hingga di usia ini.

Ia akan terus berkembang di usia prasekolah. Untuk menunjang perkembangan anak agar berjalan optimal, Ibu bisa tetap berikan stimulasi yang tepat dalam kesehariannya. Berikut stimulus yang bisa Ibu lakukan dengan mudah di rumah untuk dukung perkembangan anak.

Stimulasi untuk Perkembangan Anak 4 Tahun

Secara umum, perkembangan anak 4 tahun meliputi aspek motorik, kognitif, dan sosial-emosional. Jika diperhatikan, anak semakin semangat untuk mencoba hal-hal baru sambil mengeskpresikan emosinya. Momen ini bisa Ibu gunakan untuk terus memberi berbagai stimulasi untuk menunjang perkembangan ketiga aspek tadi. Apa saja ya, contohnya? Yuk, kita cari tahu bersama.

Baca Juga: 6 Perkembangan Kognitif Anak Usia 2 Tahun

Bermain sambil bergerak

Di usia 4 tahun, kemampuan motorik kasar si Kecil sudah semakin baik ya, Bu. Kini ia sudah bisa melompat bahkan dengan satu kaki, berdiri dengan satu kaki selama 2 detik, menuruni tangga dengan kaki secara bergantian bahkan tanpa berpegangan di susuran, dan berjalan mundur dengan lurus1,2.

Saat ini, Ibu dan Ayah bisa mengajak si Kecil bermain petak umpet, berjalan mundur bergantian sambil diiringi musik, atau bermain balok dan lego4. Ketika nanti pandemi sudah lebih terkendali, Ibu bisa mengajak si Kecil bermain sepeda atau bola di taman perumahan.

Menggambar, mewarnai, menggunting

Untuk merangsang motorik halus, diperlukan stimulasi yang melibatkan gerakan pada otot-otot kecil di tangan, pergelangan tangan, dan jari. Di usia 4 tahun ini si Kecil sudah bisa membuat garis silang, menggambar 2—4 bagian  manusia, menggunting kertas, dan memakai baju tanpa kancing1,2. Nah, untuk menstimulasi kemampuan ini, Ibu bisa melakukan aktivitas seru yang disukainya, seperti mengajaknya menggambar dengan krayon atau pensil warna, dan menggunting4.

Bermain peran

Mungkin Ibu suka senyum-senyum sendiri melihat si Kecil bermain menjadi pahlawan super, bajak laut, atau Ratu Elsa. Ia mulai bercerita sesuai dengan imajinasinya. Tidak perlu kaget, memang di usia ini ia sedang menyukai permainan imajinasi seperti ini1. Nah, Ibu bisa ikut bermain menjadi Wonder Woman atau Peter Pan. Ikuti alur cerita imajinasi si Kecil sambil mulai memperkenalkan berbagai bentuk emosi seperti marah, simpati, sedih, dan lainnya.

Belajar membaca dan berhitung

Kemampuan kognitif anak semakin  berkembang di usia ini. Si Kecil bisa mengikuti perintah tiga langkah, memahami kalimat yang lebih rumit, menyanyi, menceritakan kejadian yang dialaminya, dan bercanda1,2. Selain itu, ia juga mulai mengenal huruf, angka, dan warna2,3.

Terus stimulasi kemampuan ini dengan meneruskan kegiatan membaca bersama. Ibu bisa membacakan buku bergambar dengan sajak berima, lalu meminta si Kecil mencocokkan kata-kata dengan bunyi awal atau akhir yang sama. Misalnya mata-madu, rakit-sakit. Sambil membaca, Ibu juga bisa menjelaskan judul buku dan nama pengarang yang tertulis di sampul buku pada si Kecil3.

Baca Juga: 6 Cara Maksimalkan Perkembangan Otak Balita

Belajar berhitung sederhana pun bisa menjadi sebuah aktivitas menyenangkan bagi si Kecil. Biasanya ia sudah bisa mengenali angka sampai 20. Nah, Ibu bisa mengajaknya menghitung benda di rumah, seperti menghitung bawang putih di dapur, lalu memintanya memisahkan beberapa butir bawang yang akan dimasak Ibu nanti. Setelahnya ajak si Kecil untuk belajar pola dengan menderetkan bumbu dapur dalam baris kategori. Misalnya bawang merah – bawang merah – bawang putih – bawang merah – bawang merah – bawang putih, dan seterusnya3.

Sambil bermain, berikan si Kecil asupan yang bergizi dalam menu berat maupun camilannya. Dalam sehari Ibu juga bisa berikan 2-3 gelas Bebelac 4 yang diperkaya dengan FOS GOS, minyak ikan yang mengandung omega-3 & omega-6, serta 11 vitamin dan 4 mineral. Asupan harian yang bernutrisi dapat mendukung pencernaan anak lebih baik (happy tummy), sehingga ia dapat berpikir lebih kreatif (happy brain) dan suasana hatinya terus terjaga baik (happy heart) selama bermain dengan beragam stimulasi yang Ibu berikan.

Wah, ternyata banyak sekali ya, Bu, aktivitas seru yang bisa dilakukan untuk menunjang perkembangan anak 4 tahun. Pastinya, masih banyak stimulasi lainnya yang bisa Ibu berikan kepada si Kecil. Ibu juga bisa lho mendaftarkan si Kecil untuk ikut berbagai program edukasi online untuk anak usia prasekolah belajar berbagai kebaikan dari rumah. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan antara lain adalah role playing, storytelling, hingga belajar untuk menyayangi hewan.


REFERENSI

  1. Cara F. Dosman, dkk. (2021). Evidence-based milestone ages as a framework for developmental surveillance. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3549694/ [Diakses 2 Agustus 2021]
  2. Sevan S. Misirliyan, Annie P. Huynh. (update terakhir 2021). Developmental Milestones. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557518/ [Diakses 2 Agustus 2021]
  3. Amanda Soebadi. (2013). Perkembangan Literasi Anak. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perkembangan-literasi-anak [Diakses 2 Agustus 2021]
  4. Bernie Endyarni Medise. (2017). Pemilihan Mainan Anak sesuai Fase Perkembangan. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/cerdas-memilih-mainan-anak [Diakses 23 Juni 2021]