Kembali ke Pencernaan & Alergi

Ciri Batuk Alergi pada Anak, Ini Bedanya dengan Batuk Karena Pilek

Melihat si Kecil batuk, Ibu pasti merasa cemas. Ibu jadi bertanya-tanya, apa yang menyebabkan si Kecil batuk? Apakah karena virus atau a...

4 min
20 Jun 2022

4 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Melihat si Kecil batuk, Ibu pasti merasa cemas. Ibu jadi bertanya-tanya, apa yang menyebabkan si Kecil batuk? Apakah karena virus atau alergi? Ya, ada perbedaan antara batuk karena pilek dengan batuk alergi pada anak, lho, Bu. Yuk, kenali perbedaannya!

Perbedaan Batuk Karena Pilek dan Batuk Alergi pada Anak

Meski sama-sama batuk, batuk alergi berbeda dengan batuk karena pilek atau flu, Bu. Berikut adalah ciri-ciri batuk karena pilek yang biasa dijumpai pada si Kecil:1

  • Disertai dengan demam, 

  • Tubuh lemas, 

  • Pengeluaran lendir yang kental. 

Mampu mengenali jenis batuk yang disebabkan oleh alergi akan memudahkan Ibu dalam memberikan penanganan yang tepat bagi si Kecil.

Sedangkan batuk karena alergi umumnya ditandai dengan ciri-ciri berikut:1

  • Batuk kering, 

  • Rasa gatal di tenggorokan, 

  • Hidung tersumbat atau berair dengan lendir bening, 

  • Bersin terus-menerus,

  • Disertai gejala alergi lain seperti mata berair, ruam pada kulit, dan sakit tenggorokan.

Ciri lain yang bisa membedakan batuk karena alergi dengan batuk karena pilek adalah durasi penyakitnya. Batuk karena pilek biasanya berlangsung cepat dan segera lenyap begitu infeksi teratasi. Sedangkan batuk karena alergi pada umumnya menetap lebih lama hingga terkadang lebih dari 3 minggu.

Sesuai namanya, batuk alergi pada anak disebabkan oleh paparan zat yang bersifat alergen (memicu reaksi alergi) seperti debu, rontokan kulit, dan bulu hewan peliharaan, jamur, tungau, serta jenis-jenis makanan tertentu. Beberapa anak bahkan juga bisa mengalami reaksi alergi yang dipicu oleh stres.1,2

Gejala batuk alergi pada anak bisa diperparah dengan kondisi lingkungan yang kurang mendukung, seperti suhu udara dingin dan lembap, polusi udara dari asap rokok dan kendaraan bermotor, serta aktivitas fisik yang berlebihan.1

Penanganan Batuk Alergi pada Anak

Pada jenis batuk yang disebabkan oleh alergi, penanganan utama tentunya adalah menghentikan paparan zat pencetus alergi. Jika Ibu curiga pencetusnya adalah debu atau tungau, maka cucilah sprei pelapis tempat tidur si Kecil dengan air panas serta bersihkan pula aneka kain pelapis interior rumah seperti gorden, sarung bantal, dan karpet.1

Untuk membantu meringankan gejala batuk yang dialami, dokter kemungkinan akan memberikan jenis obat seperti antitusif untuk menekan refleks batuk, antihistamin untuk meredakan gejala alergi, dan dekongestan untuk mengatasi hidung tersumbat, sesuai usia dan kondisi anak. Pada anak-anak yang amat sering mengalami reaksi alergi termasuk batuk, dokter kemungkinan juga akan menyarankan dilakukannya tes skin prick untuk mencari tahu apa saja faktor pencetus alergi.3

Dan untuk meringankan batuk yang diderita si Kecil, baik yang disebabkan oleh pilek maupun alergi, Ibu juga bisa melakukan beberapa cara berikut:

1. Perbanyak minum air putih

Minum air putih, terutama air putih hangat, berguna mengencerkan dahak/mukus yang menempel pada saluran pernapasan. Banyak minum juga berguna menjaga tubuh si Kecil tetap terhidrasi dan membantu menstabilkan suhu tubuh di saat terserang demam.1,3 

Selain menghidrasi tubuh, minum air putih hangat juga berguna untuk mengencerkan lendir pada saluran napas si Kecil.

Kalau si Kecil bosan minum air putih, Ibu bisa menambahkan sedikit madu, perasan jeruk lemon, atau irisan stroberi ke dalam air. Selain memperkaya cita rasa, asupan vitamin C dari buah juga berguna meningkatkan imunitas tubuh si Kecil.

2. Konsumsi madu

Madu memiliki sifat antibakteri sehingga berguna mengusir kuman penyakit penyebab batuk dan pilek. Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa konsumsi madu bisa membantu mengurangi batuk dan meningkatkan kualitas tidur agar si Kecil bisa beristirahat. Madu juga mengandung karbohidrat yang baik sebagai cadangan energi dan membantu memelihara daya tahan tubuh si Kecil.4

3. Hindari makanan dan minuman yang memperparah batuk

Selama batuk, hindari memberikan jenis makanan dan minuman seperti permen, cokelat, minuman dingin, dan makanan yang digoreng kepada si Kecil. Jenis makanan dan minuman tersebut bisa meningkatkan keluhan gatal di tenggorokan dan mengakibatkan batuknya lebih lama sembuh. 

Jika si Kecil ingin camilan manis, Ibu bisa membuatkan puding susu dan telur (jika si Kecil tidak alergi) yang disantap pada suhu ruang. Selain enak, puding susu dan telur juga mengandung protein yang bisa mempercepat penyembuhan penyakit.

4. Memasang humidifier

Humidifier atau pelembab ruangan berguna meringankan gejala batuk yang disebabkan oleh flu dan pilek. Sebagai alternatif humidifier, Ibu bisa menggunakan uap air hangat yang diletakkan di dalam wadah. Ibu juga bisa mengoleskan minyak kayu putih atau obat gosok lainnya untuk menghangatkan tubuh dan membantu meredakan batuk.5

5. Tinggikan posisi bantal saat tidur

Menumpuk bantal atau memposisikan kepala si kecil lebih tinggi dari tubuhnya ketika tidur berguna untuk melegakan jalan napas dan mempermudah pengeluaran lendir dari tenggorokan.5 Istirahat yang cukup amat penting untuk memelihara daya tahan tubuh si kecil dan mempercepat proses penyembuhan dari penyakit.

Selain langkah-langkah di atas, Ibu juga bisa membantu mendukung memenuhi nutrisi tepat untuk si Kecil dengan formula soya seperti Bebelac Gold Soya yang mengandung minyak ikan, omega 3 dan 6, dan zat besi. Ibu bisa mengakses Bebeclub untuk mendapatkan Bebelac Gold Soya secara gratis, lho!

Jadi, Bu, sudah tahu, kan, cara atasi batuk alergi pada anak agar tak lagi mengganggu?


References:

  1. Akhouri S, House SA (2022). Allergic Rhinitis. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books /NBK538186/. [Diakses 2 Juni 2022]
     
  2. American College of Allergy, Asthma & Immunology. Allergy Cough. Diambil dari: https://acaai.org/allergies/symptoms /cough/#:~:text=An%20allergy%20cough%20is %20caused,may%20have%20an%20asthma %20cough. [Diakses 2 Juni 2022]
     
  3. Alsubaie H, et al (2015). Clinical practice guidelines: Approach to cough in children: The official statement endorsed by the Saudi Pediatric Pulmonology Association (SPPA). Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles /PMC6372369/. [Diakses 2 Juni 2022]
     
  4. Oduwole O, et al (2018). Honey for acute cough in children. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles /PMC6513626/. [Diakses 2 Juni 2022]
     
  5. Sharma S, et al (2022). Cough (Nursing). Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books /NBK568776/.[Diakses 2 Juni 2022]


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait