Kembali ke Tumbuh Kembang

Ciri-Ciri Orang Kreatif Ini Tak Dimiliki Si Kecil? Berikut 4 Cara untuk Menumbuhkannya

Kreativitas kerap dianggap sebagai anugerah, dan juga biasanya sepaket dengan kecerdasan. Itu sebabnya, tak sedikit orangtua yang mengin...

4 min
29 Apr 2022
Begini cara menumbuhkan kreativitas pada si Kecil, Bu!

Artikel ini belum diulas

Kreativitas kerap dianggap sebagai anugerah, dan juga biasanya sepaket dengan kecerdasan. Itu sebabnya, tak sedikit orangtua yang menginginkan sifat kreatif itu dimiliki oleh anak-anaknya. Jadi timbul pertanyaan, apa sajakah ciri-ciri orang kreatif, serta apakah si Kecil masuk kedalamnya?

Untuk itu, mari simak apa saja ciri-ciri orang kreatif di bawah ini, dan bagaimana cara menumbuhkannya jika si Kecil ternyata tidak memilikinya!

Ciri-Ciri Orang Kreatif

Kreativitas sangat diperlukan dalam banyak aspek kehidupan. Orang yang kreatif tidak akan takut kehilangan peluang, sebab ia mampu menciptakan peluangnya sendiri. Mereka juga biasanya memiliki kondisi kesehatan mental yang baik karena mampu mengendalikan emosi, frustasi, dan perasaan kecewa.

Baca Juga: Membesarkan Anak dengan Akal yang Kreatif

Nah, tahukah Ibu, kreativitas anak ternyata bisa dipupuk sedari dini, lho. Caranya, dengan memerhatikan ciri-ciri orang kreatif pada si Kecil. Yuk, perhatikan, apakah si Kecil sudah memiliki 4 ciri-ciri orang kreatif berikut! 

1. Daya imajinasi tinggi

Salah satu ciri-ciri orang kreatif yang umum terlihat adalah memiliki daya imajinasi tinggi. Berangkat dari fantasi dan bayangan-bayangan di pikirannya, orang kreatif bisa menciptakan sesuatu. Bisa dikatakan, imajinasi adalah pintu pertama menuju kreativitas. 

 Rangsang si Kecil agar ia memiliki imajinasi yang tinggi!

Mungkin orang kreatif sering terlihat melamun atau merenung. Namun sebenarnya, lamunannya tersebut tidak kosong, lho. Bahkan, tak jarang lamunan mereka sesungguhnya berisi hal yang tidak terpikirkan oleh orang lain. Itu sebabnya, orang kreatif juga sering disebut sebagai 'si pemimpi'.

2. Rasa ingin tahu tinggi

Anak yang kreatif akan sering bertanya banyak hal, termasuk benda-benda yang ia lihat dan kejadian yang ia alami. Jangan kaget, ya, Bu, karena ini merupakan cara si Kecil belajar dan memproses informasi di dalam kepalanya.

Orang kreatif berpikir cepat di dalam kepalanya. Apa yang belum terpikirkan oleh orang lain, akan langsung terpikirkan olehnya, Itu sebabnya, mereka senang sekali mempertanyakan sesuatu dengan ‘mengapa’, ‘bagaimana kalau’, atau ‘apakah bisa’.

Dan tahukah Ibu, ternyata rasa ingin tahu ini sebenarnya sudah terlihat sejak si Kecil bayi, lho. Misal, saat si Kecil menjatuhkan benda, ia akan melihat ke bawah untuk mencari tahu apa yang terjadi pada benda yang baru saja dibuangnya.

3. Memori yang kuat

Orang kreatif dianggap memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Itu sebabnya, mereka juga umumnya memiliki memori yang kuat. Dengan daya tangkap yang baik ini, orang-orang yang kreatif ini sangat mudah menghapal sesuatu, dan mengingat dengan detil apa saja yang pernah mereka pelajari.

Pada si Kecil, hal ini bisa Ibu lihat dari kemampuannya mengingat hal-hal kecil yang pernah dialaminya, bahkan meski hal tersebut sudah berlangsung cukup lama. Misal, diajak Ibu ke pantai. Si Kecil mungkin akan mengingat apa saja yang ia lakukan saat di pantai, binatang apa yang ia lihat di sana, serta kegiatan apa saja yang dilakukannya bersama Ibu. 

4. Kemampuan untuk fokus dan berkonsentrasi 

Orang yang kreatif memiliki banyak energi, baik secara fisik maupun mental. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk melakukan suatu hal yang menarik perhatian mereka dengan konsentrasi tinggi. 

Meski begitu, orang kreatif memahami waktu dan mengenal kemampuan dirinya dengan baik. Mereka tahu kapan sebaiknya istirahat untuk mengembalikan energinya dan waktu-waktu tertentu saat mereka dapat melakukan pekerjaan dengan baik.
 

Cara Menumbuhkan Kreativitas pada Anak

Mungkin banyak orang yang menilai bahwa kreativitas adalah bakat alami. Namun kreativitas juga bisa dilatih, dimunculkan, dan ditingkatkan, lho, Bu. Bagaimana caranya? Ternyata, aturan, pola asuh, dan kebiasaan di dalam keluarga sangat menentukan kreativitas anak, lho. Jadi, Ibu tidak perlu khawatir jika ciri-ciri orang kreatif di atas tidak ditemukan pada diri si Kecil.

 Ajak si Kecil melakukan berbagai permainan untuk menumbuhkan kreativitasnya!

Berikut tips yang bisa Ibu lakukan untuk menstimulasi kreativitasnya. 

1. Melatih imajinasi dengan memancing munculnya ide

Untuk melatih imajinasi si Kecil, ibu dapat memulainya dengan memberikan contoh. Misalnya proyek mewarnai gambar. Awalnya, Ibu yang pertama kali melakukannya dengan menggoreskan pensil warna ke atas kertas. Kemudian minta si kecil untuk melanjutkan mewarnai dengan pensil warna pilihannya sendiri. Tidak apa-apa juga apabila si Kecil mungkin akan membubuhkan corak yang berbeda. Karena itu merupakan bagian dari latihan berimajinasi. 

Kadangkala, orangtua akan melarang si Kecil untuk melakukan sesuatu di luar pakem yang selama ini diyakininya. Misal, matahari harus berwarna kuning atau oranye. Kalau si Kecil mewarnainya dengan merah, orangtua akan berusaha mengoreksinya. Padahal, menghargai apapun pilihan dan pemikiran si Kecil, justru bisa merangsang imajinasinya berkembang, lho.

2. Mengajak si Kecil bermain

Proses berkembangnya anak-anak sangat dipengaruhi oleh kegiatan bermain, yang menjadi aktivitas utama si Kecil di masa kanak-kanak. Untuk melibatkan anak-anak dalam kegiatan kreatif, pastikan mereka memiliki akses ke beragam kegiatan permainan. Tak hanya bermain menggunakan mainan, tetapi juga bermain tanpa alat, hingga bermain dengan hal-hal yang ada di sekitar mereka. 

Membiasakan si Kecil menjadi adaptif di dalam setiap kehidupan, akan merangsang kreativitasnya.

3. Beri kesempatan si Kecil untuk bereksplorasi

Masing-masing anak bisa berbeda bidang minatnya. Misal, ada yang senang bermain lego, ada yang suka menggambar dan mewarnai, dan ada yang sangat fokus ketika membolak-balikkan buku. Di masing-masing minatnya itu, izinkan anak untuk mengeksplorasi dan menciptakan sesuatu dengan gaya dan caranya sendiri. Dengan begitu, mereka akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang proses desain kreatif.

Mungkin saat menemani anak bermain dan bereksplorasi, Ibu tergoda untuk campur tangan membantu anak. Tapi, tetapkan peran Ibu di sini hanya sebagai partner bermain, ya, dan bukan sepenuhnya membantu. Ibu cukup awasi si Kecil agar ia tak melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya saat bereksplorasi.

4. Ajukan pertanyaan yang otentik

Setelah selesai bermain, Ibu dapat memancing kreativitas berpikir anak dengan mengajukan pertanyaan otentik seputar permainan tersebut. Misalnya, "Apa yang paling kamu sukai dari permainan lego tadi?" Atau bisa juga mengajukan pertanyaan, "Kenapa kamu ingin mewarnai daun dengan warna kuning?" 

Dengan mengajukan pertanyaan otentik, si Kecil akan terangsang untuk mengemukakan alasan di balik pilihan yang dibuatnya.

Bagaimana, Bu, tak sulit, kan, menumbuhkan sisi kreativitas pada diri si Kecil?

Agar proses menumbuhkan kreativitas si Kecil semakin lancar, pastikan Ibu juga memberinya nutrisi tepat yang terkandung dalam Bebelac 3, ya. Di dalamnya ada minyak ikan yang mengandung omega 3 dan omega 6. Dua nutrisi ini sangat penting untuk menstimulasi daya pikir si Kecil dan mendukung ia tumbuh menjadi anak yang kreatif. Selain itu, ada pula serat FOS dan GOS, serta 14 vitamin dan 9 mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang si Kecil.

Nah, Bu, itulah uraian tentang ciri-ciri orang kreatif dan cara menstimulasi kreativitas anak. Semoga membantu, ya!
 



Reference:

1. Zorana Ivcevic Pringle. 2019. Creativity Is More Than Just Coming Up with Ideas. Diambil dari: https://www.psychologytoday.com/us/blog /creativity-the-art-and-science/201907 /creativity-is-more just-coming-ideas# :~:text=Creativity%20is%20much %20broader%20than,most%20importantly %2C%20creativity%20is%20action  [Diakses 15 Maret 2022]

2. Jamie j. Jirout. 2020. Supporting Early Scientific Thinking Through Curiosity. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles /PMC7419578/  [Diakses 15 Maret 2022]

3. Izabela Lebuda, et al. 2020. Parents’ Creative Self-Concept and Creative Activity as Predictors of Family Lifestyle. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles /PMC7766455/  [Diakses 15 Maret 2022]



 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait