pencernaan yang sehat, happy tummy

Ketahui 5 Tanda si Kecil Memiliki Pencernaan yang Sehat

detail-fb detail-wa detail-twitter

Pencernaan yang sehat harus menjadi perhatian Ibu, sebab pencernaan yang sehat berperan penting untuk tumbuh kembang si Kecil.

Berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi si Kecil akan masuk ke dalam sistem pencernaannya. Nantinya, sistem pencernaan akan mengolah, mencerna, dan menyerap gizi dari makanan dan minuman tersebut. Dengan pencernaan yang sehat, tentu saja proses penyerapan gizi menjadi lebih optimal, untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil1.

Bagaimana ciri-ciri anak dengan pencernaan yang sehat? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini:

Buang Air Besar Teratur

Salah satu tanda pencernaan yang sehat adalah jika si Kecil memiliki jadwal buang air besar secara teratur. Namun, perlu diketahui bahwa frekuensi Buang Air Besar (BAB) setiap anak berbeda-beda, tergantung pada usia, jenis kelamin, serta metabolisme tubuh2.

Beberapa anak mungkin BAB setiap hari secara rutin. Namun, ada juga yang hanya tiga sampai empat kali dalam seminggu.

Hal yang perlu Ibu waspadai adalah jika si Kecil terlalu jarang atau terlalu sering buang air besar. Kedua gejala ini bisa menjadi indikator pencernaannya tidak sehat. Terlalu jarang BAB bisa menandakan si Kecil mengalami sembelit. Sebaliknya, terlalu sering BAB bisa jadi tanda si Kecil mengalami diare.

Pertumbuhan dan Perkembangan Sesuai Tahapan Usianya

Pertumbuhan merupakan salah satu perubahan yang mudah terlihat pada diri si Kecil, dan sangat bergantung pada kecukupan nutrisi yang didapat sejak awal pertumbuhannya. Pertumbuhan si Kecil biasanya ditunjukkan lewat pertambahan tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala3.

Untuk memantau apakah pertumbuhan dan perkembangan si Kecil telah sesuai dengan tahapan usianya, Ibu bisa membawa si Kecil untuk melakukan pemeriksaan ke dokter anak atau layanan kesehatan lainnya. Dokter akan mengukur berat badan, panjang atau tinggi badan, serta lingkar kepalanya. Data yang didapatakan diplot di kurva pertumbuhan standar WHO yang menggambarkan pertumbuhan anak usia 0-59 bulan3. Jika hasilnya normal atau menunjukkan trend yang baik, maka ini menandakan si Kecil memiliki pencernaan yang sehat, serta berfungsi dan berkembang dengan baik.

Jarang Mengalami Gangguan Pencernaan

Salah satu gangguan pencernaan yang kerap dialami si Kecil adalah sembelit. Ini adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan frekuensi BAB kurang atau lebih sedikit dari pola normalnya (biasanya kurang dari tiga kali dalam seminggu), serta kondisi feses yang lebih keras dan kering4.

Gangguan pencernaan juga mencakup sakit perut, menurunnya nafsu makan, mual, dan muntah. Selain membuat anak jadi tak nyaman, gangguan pencernaan yang tidak segera diatasi akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya.

Untuk memastikan si Kecil terbebas dari gangguan pencernaan, pastikan ia mendapat asupan serat yang cukup setiap harinya. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan oleh Kemenkes RI (2019)5, jumlah kebutuhan serat harian anak adalah sebagai berikut:

  • 1-3 tahun: 19 gram
  • 4-6 tahun: 20 gram
  • 7-9 tahun: 23 gram

Nafsu Makan yang Baik

Tanda lain dari pencernaan yang sehat adalah adanya nafsu makan yang baik. Jika si Kecil mengalami gangguan pencernaan seperti sakit perut, mual, muntah, dan kembung, ia akan kehilangan nafsu makan. Hal ini bisa membuat si Kecil kekurangan asupan nutrisi yang dibutuhkannya.

Seperti telah disebutkan di atas, pencernaan yang sehat akan membuat proses penyerapan nutrisi menjadi lebih baik sehingga si kecil memiliki happy tummy alias kondisi perut yang nyaman. Jadi, pastikan nafsu makan si Kecil tetap terjaga dengan baik, ya, Bu!

Jumlah Bakteri Baik Lebih banyak di Dalam Saluran Pencernaannya

Semakin banyak bakteri baik yang ada di salam saluran cerna, akan semakin sedikit pula ruang yang ada bagi bakteri jahat. Bakteri baik memiliki fungsi dalam membantu memecah makanan menjadi nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Salah satu cara meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam saluran cerna adalah dengan mengonsumsi prebiotik. Prebiotik dapat meningkatkan populasi bakteri baik dan menghambat aktivitas bakteri jahat di saluran pencernaan. Kehadiran bakteri baik ini juga bermanfaat dalam mencegah gangguan pencernaan6.

Selain 5 tanda di atas, si Kecil dengan pencernaan yang sehat juga akan tampak ceria dan nyaman dengan tubuhnya sendiri. Ibu pasti ingin, kan, si Kecil tumbuh menjadi anak yang ceria? Pastikan ia mendapat asupan bernutrisi untuk mendukung pencernaan yang sehat sekaligus happy tummy, salah satunya adalah serat.

Selain dari sumber makanan sehari-hari, seperti sayur dan buah-buahan, asupan serat juga bisa didapat si Kecil dari susu pertumbuhannya, seperti Bebelac 3 yang mengandung omega 3 dan omega 6. Bebelac juga diperkaya dengan FOS:GOS 1:9, serta 13 vitamin dan 5 mineral.

Setelah mengetahui ciri-ciri di atas, yuk, saatnya Ibu terus menjaga kesehatan pencernaan anak dengan tepat. Dengan demikian, Ibu telah membantu si Kecil tumbuh hebat dengan memiliki akal yang kreatif (happy brain) serta hati yang besar (happy heart). Untuk tips lainnya tentang kesehatan pencernaan anak, Ibu bisa baca lengkapnya di sini.

 


 Referensi

  1. Christine L. Williams, MD, MPH, et al. 1995. A New Recommendation for Dietary Fiber in Childhood. Retreived from: https://pediatrics.aappublications.org/content/96/5/985. [Diakses 21 November 2020]
  2. Balamma Sujatha, et al. 2015. Normal Bowel Pattern in Children and Dietary and Other Precipitating Factors in Functional Constipation. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4525568/#:~:text=In%20the%20study%20by%20Wald,every%20two%20days%20%5B23%5D. [Diakses 21 November 2020]
  3. Ireska T Afifa, et al. IDAI. 2016. Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Bagian 1). Retreieved from: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-1. [Diakses 22 November 2020]
  4. Herlina Loka, et. al. 2014. Konstipasi Fungsional pada Anak. Majalah Kedokteran Nusantara Volume 47 No. 1. Retrieved from: https://jurnal.usu.ac.id/index.php/jms/article/download/18181/7726. [Diakses 20 November 2020]
  5. Sekretariat Jenderal Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Retrieved from: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf. [Diakses 18 November 2020]
  6. Ya-Ling Chen, et al. 2016. A Prebiotic Formula Improves the Gastrointestinal Bacterial Flora in Toddlers. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4923535/. [Diakses 19 November 2020]
Tag