porsi-bekal-anak-yang-tepat

Ketahui Porsi Bekal Anak Sekolah yang Tepat untuk Penuhi Kebutuhan Gizinya

detail-fb detail-wa detail-twitter

Menyiapkan bekal anak sekolah tentunya sudah menjadi aktivitas rutin sehari-hari ya, Bu. Meski sekarang sedang sekolah online, namun sepertinya rutinitas ini juga masih tetap dilakukan, karena si Kecil tetap memiliki jam istirahat, dimana ia bisa menikmati bekalnya.

Kadang senang sekali saat melihat kotak bekalnya bersih licin, tapi tak jarang juga masih ada sisa makanan yang tak habis. Apakah itu artinya bekal yang Ibu bawakan terlalu banyak? Lalu, seberapa banyak porsi bekal anak sekolah yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan gizinya? Yuk, cari tahu di bawah ini!

Cari Tahu Kebutuhan Kalorinya dalam Sehari

Bila dilihat dari tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 28 tahun 2019, anak usia 3-5 tahun, membutuhkan energi sekitar 1.350-1.400 Kalori per hari1.  Idealnya, kebutuhan energi ini dibagi dalam 5 kali makan, yaitu 3 kali makan besar dan 2 kali makan camilan.  Oleh karena itu, Ibu bisa membagi angka kebutuhan energi anak menjadi 5 kali. Namun, karena porsi makan camilan umumnya lebih kecil, maka energi yang perlu dikonsumsi anak saat makan snack hanya sekitar 100-150 Kalori saja. Sisanya, baru dibagi 3 untuk makan besar. Dari hitungan ini, didapat bahwa si Kecil hanya membutuhkan sekitar 400 Kalori saja setiap makan besar yang salah satunya adalah bekal makan siangnya di sekolah.

Apa Saja Bekal Anak Sekolah Setara 400 Kalori?

Bekal anak sekolah haruslah terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan tak lupa tentu saja adalah serat. Nah dengan begitu, perhitungan sesuai dengan aturan Isi Piringku Sekali Makan dari Kementrian Kesehatan RI4 adalah porsi makanan pokok dan sayuran masing-masing 1/3 piring. Sisanya bisa dibagi dua antara lauk pauk dan buah-buahan, masing-masing 1/6 dari keseluruhan isi piring. Bingung bu? Tenang, untuk mudahnya jika Ibu ingin membuat bekal sebanyak 400 kalori maka sediakan sekitar 133 kalori untuk makanan pokok, 133 kalori untuk sayuran, serta 67 kalori untuk lauk dan buah.

Hitungan per jenis makanannya bisa Ibu lihat disini:

  1. Untuk karbohidrat, misalnya, Ibu bisa membawakannya nasi sebanyak 100 gram atau satu centong yang mengandung sekitar 200 Kalori2. Sebagai variasi, Ibu juga bisa membawakannya mi, kentang, atau roti. Untuk mendapatkan nilai kalori yang sama dengan 100 gram nasi, mi bisa diberikan sebanyak 200 gram atau satu mangkuk kecil. Sebagai alternatif, juga bisa diberikan 2 buah kentang ukuran sedang.
  2. Selain nasi, bekal anak sekolah juga harus mengandung sumber protein, baik hewani maupun nabati. Ibu bisa membawakannya daging sapi atau ayam satu potong. Jika si Kecil masih sering kesulitan makan lauk berbahan daging karena teksturnya yang sulit dipotong, Ibu bisa menggantinya dengan telur. Selain mengandung asam lemak omega 3, telur juga mengandung kolin, salah satu nutrisi penting yang mendukung pertumbuhan otak di masa emas perkembangannya3.
  3. Selain daging sapi, ayam, dan telur, Ibu juga bisa memberi lauk tambahan dari tempe, tahu, atau kacang-kacangan yang merupakan sumber protein nabati. Sumber protein nabati ini bisa diberikan dalam ukuran yang sama seperti ukuran daging.
  4. Siapkan juga sayuran sebagai sumber vitamin, mineral dan serat. Pilih sayuran yang mudah dimasak, misalnya tumis buncis, brokoli, atau tumis bayam. Jumlahnya satu mangkuk ukuran sedang.

Nah, setelah mengetahui porsi bekal anak sekolah yang tepat, jangan lupa lengkapi juga asupan nutrisi si Kecil dengan tiga gelas Bebelac 4 dalam sehari. Dengan formula yang disempurnakan, Bebelac 4 mengandung minyak ikan dengan Omega 3 dan Omega 6, FOS GOS yang telah dipatenkan, serta 11  vitamin dan 4 mineral. Agar tetap hangat, Ibu bisa menyiapkan segelas susu Bebelac 4 dalam termos kecil sebagai bekal anak sekolah. Tapi jika tidak memungkinkan, sajikan susu Bebelac 4 saat si Kecil selesai sekolah. Pasti ia akan meneguknya tanpa sisa.

 

Referensi

  1. Peraturan Menteri Kesehatan No 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi. Diambil dari: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf.  [Diakses 25 Juni 2021]  
  2. Barbie Cervoni MS, RD, CDCES, CDN. 2021. Rice Nutrition Facts and Health Benefits. Diambil dari: https://www.verywellfit.com/rice-nutrition-facts-calories-and-health-benefits-4119792.  [Diakses 24 Juni 2021] 
  3. Taylor C. Wallace, et al. 2018. Choline. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6259877/.  [Diakses 24 Juni 2021]