Anak Moody Dan Gampang Marah_ Ini Tips Menghadapinya

Anak Moody dan Gampang Marah? Ini Tips Menghadapinya

detail-fb detail-wa detail-twitter

Ternyata, bukan hanya orang dewasa yang bisa moody. Anak-anak pun bisa mengalaminya, lho. Sebentar senang dan bercanda ria, lalu beberapa menit kemudian tiba-tiba ngambek dan menangis. Perubahan suasana hati yang tiba-tiba ini pun kerap membuat Ibu bingung. Kenapa anak moody? Apa yang membuatnya begitu mudah berganti suasana hati?

Anak moody dengan suasana hati yang berubah-ubah sebenarnya merupakan hal yang wajar. Mood sendiri merupakan bagian dari perkembangan emosi yang terjadi pada anak. Jadi, jangan buru-buru memarahi si Kecil, ya, Bu. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi anak moody. 

1. Pahami Pemicu Anak Moody

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa dilanda berbagai emosi seperti kemarahan, kesedihan, kecemasan, dan ketakutan1. Tapi, mereka tentu tak bisa mengatasi emosi-emosi negatif tersebut dengan cara yang sama seperti orang dewasa. Hal inilah yang bisa memicu perubahan suasana hati  si Kecil.

Ibu mungkin sulit mengetahui apa yang menyebabkan anak tiba-tiba marah atau ngambek. Tapi, cobalah  ingat-ingat kembali momen apa yang menyebabkan anak tiba-tiba berubah suasana hatinya. Apakah ada kalimat yang menyinggung perasaannya? Permintaan yang tak dikabulkan? Atau memang sekadar bosan?

Ada banyak kemungkinan yang dapat menyebabkan anak moody, misalnya perubahan rencana, dilarang melakukan sesuatu, bosan, lapar, mengantuk, atau sekadar mencari perhatian. Jadi, Ibu memang harus menelusurinya dengan cermat. Inilah hal pertama yang harus Ibu lakukan saat menghadapi anak moody.

2.  Tenang dalam Menghadapi Anak Moody

Setelah Ibu tahu apa yang memicu anak moody, cara paling utama menghadapinya adalah dengan bersikap tenang. Kondisi si Kecil yang sedang marah dan uring-uringan sebaiknya tidak ditanggapi dengan emosi, apalagi sampai memarahinya. Kalau perlu, beri pelukan padanya untuk membantu menenangkan dan mengembalikan mood anak seperti semula.

Ibu juga bisa membiarkan si Kecil menyendiri untuk sementara waktu agar ia dapat menenangkan perasaannya. Setelah mood anak baik, barulah Ibu bisa mengajaknya bicara dengan tenang untuk mengetahui apa yang dirasakannya1.

3. Ajak si Kecil Beristirahat

Kelelahan dan mengantuk bisa menjadi salah satu faktor penyebab anak moody2. Jadi, untuk membuat mood anak lebih baik, ajaklah si Kecil beristirahat dan tidur.

Tidur juga akan membantu menenangkan pikiran si Kecil, sehingga saat bangun nanti ia akan merasa lebih tenang dan segar.

4. Ajak si Kecil Melakukan Kegiatan yang Disukainya

Metode lain yang tak kalah ampuh untuk menghadapi anak moody adalah dengan mengajak si Kecil melakukan kegiatan yang disukainya. Misalnya, Ibu bisa mengajaknya bersepeda, main sepatu roda, atau sekadar mengajaknya main di taman dekat rumah.

Selain itu, melakukan aktivitas di ruang terbuka juga bisa membuat si Kecil jadi bergerak lebih aktif. Efeknya mirip seperti olahraga. Selain membuatnya jadi melupakan kekesalan, beraktivitas di luar juga bisa membuat si Kecil lebih sehat3.

5. Biarkan si Kecil Mengekspresikan Perasaannya

Salah satu penyebab anak moody adalah karena ia kesulitan mengungkapkan perasaannya. Jadi, salah satu cara yang bisa Ibu lakukan untuk menghadapinya adalah dengan membiarkannya mengekspresikan perasaan4. Misalnya, dengan meminta si Kecil menggambar, mewarnai, bernyanyi, menari, atau apapun yang dapat membuatnya bebas berekspresi.

Tak hanya dapat mengekspresikan perasaan, ternyata kegiatan-kegiatan ini juga dapat membuat si Kecil jadi lebih percaya diri dan mudah berkonsentrasi, lho.

Nah, itulah 5 cara menghadapi anak moody yang bisa Ibu coba lakukan di rumah. Semoga cara-cara di atas bisa membantu si kecil jadi lebih ceria dan bahagia, ya. Dan jangan lupa, dukung juga keceriaan si kecil dengan asupan bernutrisi lengkap dan seimbang, seperti susu pertumbuhan (insert link here) Bebelac 4 yang diminum 3 kali sehari. Susu pertumbuhan ini mengandung minyak ikan omega 3 dan omega 6 yang lebih tinggi daripada formula sebelumnya, FOS:GOS yang telah dipatenkan, serta 13 vitamin dan 5 mineral. Kombinasi antara tubuh sehat dan mood anak yang baik, akan jadi sinergi hebat untuk pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. 

 

Referensi

1. Gwen Dewar, Ph.D. 2018. Emotion coaching: Helping kids cope with negative feelings. Retrieved from: https://www.parentingscience.com/emotion-coaching.html. [Diakses 18 November 2020]

2. K. Maasalo, et al. 2016. Sleep and behavioural problems associate with low mood in Finnish children aged 4–12 years: an epidemiological study. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5053121/. [Diakses 21 November 2020]

3. Gabriela Bentoa and Gisela Dias. 2017. The importance of outdoor play for young children's healthy development. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6806863/. [Diakses 20 November 2020]

4. Manuel Sprung, et al. 2015. Children’s emotion understanding: A meta-analysis of training studies. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4576850/. [Diakses 18 November 2020]

Tag