Tips Agar Anak Cerdas Dan Berprestasi Di Sekolah

5 Tips Agar Anak Cerdas dan Berprestasi di Sekolah

detail-fb detail-wa detail-twitter

Orang tua mana yang tak bangga jika anaknya berprestasi di sekolah? Untuk mewujudkan hal itu, tak sedikit orang tua melakukan effort lebih agar anaknya lebih berprestasi, misalnya dengan mendaftarkan anak pada les atau pelajaran tambahan. Tapi tentu tidak cukup hanya dengan itu saja, karena dukungan orang tua adalah hal yang paling penting agar ia mampu meraih prestasi di sekolah. Lalu, apa saja tips agar anak cerdas yang perlu Ibu ketahui? Kita simak yuk!

1. Ciptakan Lingkungan yang Kondusif untuk Belajar

Tak cukup hanya dilakukan di sekolah, proses belajar juga seharusnya dilakukan di rumah. Agar proses belajar di rumah berlangsung sama efektifnya, pastikan Ibu menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar. Salah satu caranya adalah dengan memastikan suasana rumah yang mendukung si Kecil untuk belajar. Ibu mungkin bisa menyediakan pojok khusus belajar untuk si Kecil sehingga ia tidak terganggu oleh aktivitas anggota keluarga lainnya. Pastikan area belajar itu memiliki penerangan yang cukup, meja dan kursi yang nyaman untuk belajar, serta peralatan pendukung belajar yang cukup lengkap. Bahkan jika perlu, Ibu bisa melengkapi dengan papan tulis kecil, sehingga si Kecil akan merasa seperti sedang belajar di kelas.

Lingkungan yang kondusif juga menuntut seluruh anggota keluarga untuk berkomitmen mendukung jadwal belajar si Kecil. Orang tua, misalnya, bisa menunjukkan support dengan menyisihkan waktu di jam tersebut untuk mengajari atau menemani si Kecil belajar.

2. Pupuk Kebiasaan Membaca Sedari Dini

Kebiasaan membaca merupakan salah satu cara mendidik anak supaya pintar. Faktanya, membaca memberi banyak manfaat untuk perkembangan otak anak karena kegiatan tersebut dapat menstimulasi kemampuan sel saraf otak dalam mengantarkan informasi1.

Selain itu, membaca juga dapat melatih kemampuan berpikir si Kecil, yang dapat membantunya memahami pelajaran. Jika si Kecil sudah dibiasakan membaca sejak dini, maka hingga dewasa kelak ia akan terbiasa melakukannya, baik dalam keseharian maupun untuk kepentingan akademik2.

Salah satu cara yang dapat Ibu lakukan untuk membangun kegemaran si Kecil membaca adalah dengan rajin membacakan buku cerita, mendongeng, atau menemaninya saat sedang membaca.

3. Tanamkan Rasa Disiplin

Memasuki usia sekolah, biasanya si Kecil akan mendapat banyak PR ataupun tugas sekolah lainnya yang harus diselesaikan. Tanpa disiplin, akan sulit baginya membagi waktu agar semuanya bisa selesai tepat waktu.

Itu sebabnya, disiplin sangat penting untuk diajarkan pada si Kecil sejak dini. Selain membuatnya dapat membagi waktu dengan baik, disiplin juga membuat si Kecil lebih mampu mengendalikan emosinya secara sehat dan memiliki rasa tanggung jawab3.

Bagaimana cara mengajarkan disiplin pada si Kecil? Salah satu caranya adalah dengan membuat jadwal kegiatan. Bimbing si Kecil membuat jadwalnya sendiri, kapan ia bermain dan kapan ia harus belajar atau mengerjakan tugas. Saat disiplin sudah diterapkan, belajar tidak lagi menjadi beban berat. Si Kecil pun tak perlu dipaksa untuk melakukannya karena itu seperti sudah menjadi bagian dari rutinitasnya.

4. Tumbuhkan Motivasi Untuk Terus Semangat Belajar

Motivasi bisa diibaratkan bahan bakar yang membuat si Kecil terpacu untuk terus semangat belajar.  Tanpa motivasi, bahkan anak dengan IQ tinggi pun akan sulit menggapai prestasi4. Namun, motivasi tidak muncul dengan sendirinya.

Nah, tugas Ibulah untuk menanamkan motivasi belajar pada si Kecil. Misalnya, Ibu bisa bertanya pada si Kecil mengenai cita-citanya ketika ia besar nanti. Kemudian, jelaskan upaya apa saja yang harus dilakukannya untuk menggapai cita-citanya itu. Misalnya jika ia bercita-cita menjadi pilot, maka Ibu bisa menjelaskan bahwa seorang pilot harus banyak belajar seputar ilmu fisika dan pengetahuan alam.

5. Temani si Kecil Belajar

Tips terakhir ini bisa dibilang paling penting, yaitu kehadiran Ibu di samping si Kecil saat ia belajar. Menemani si Kecil belajar tidak selalu harus membantunya mengerjakan tugas atau PR. Lebih dari itu, waktu yang diluangkan untuk menemani si Kecil belajar ternyata bisa memberi sejumlah manfaat penting.

Salah satunya, membantu si Kecil lebih fokus belajar. Ketika tidak didampingi, kemungkinan si Kecil akan sangat mudah terganggu fokus dan konsentrasinya. Ia bisa saja teralihkan perhatiannya oleh suara televisi, atau malah menggambar di buku tulisnya. Nah, kehadiran Ibu bisa menjadi 'penjaga' baginya agar perhatiannya tak mudah teralihkan saat belajar.

Selain itu, menemani si Kecil belajar juga bisa jadi cara untuk membangun kedekatan dengannya. Ibu bisa sekalian membuka berbagai topik seputar sekolah dan kegiatan belajarnya. Apakah ia suka dengan kegiatan belajarnya? Siapa saja teman-temannya? Siapa guru favoritnya?

Selain 5 tips agar anak cerdas di atas, Ibu juga perlu memberi perhatian pada asupan nutrisi si Kecil. Makanan dengan nutrisi seimbang dalam jumlah cukup akan membantu menjaga daya tahan tubuh si Kecil tetap prima. Dan Ibu pasti tahu, kan, tubuh yang sehat adalah modal utama agar si Kecil dapat berpikir dengan baik.

Sayur dan buah-buahan yang mengandung vitamin sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh si kecil. Namun jangan lupakan juga daging, ikan, dan susu untuk perkembangan otaknya. Ini adalah sumber terbaik omega 3 yang disebut-sebut sebagai makanan untuk otak5.

Tiga gelas Bebelac 4 atau Bebelac 5 sehari dapat membantu mencukupi kebutuhan nutrisi harian si kecil, termasuk kebutuhannya akan omega 3. Selain itu, Bebelac juga diperkaya dengan prebiotik FOS:GOS yang telah dipatenkan, serta 13 vitamin dan 5 mineral. Bagaimana, Bu, sudah siap menjalankan tips agar anak cerdas di atas?

 

 

Referensi

1. S.M. Houston, et al. 2014. Reading skill and structural brain development. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4128180/. [Diakses 22 November 2020]

2. Ajeng Rizki Safira. 2018. Intervensi Keluarga Melek Huruf: Solusi yang Layak untuk Meningkatkan Kebiasaan Membaca Keluarga Sosioekonomi Rendah di Indonesia. Retrieved from: http://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/jga/article/download/1074/667. [Diakses 23 November 2020]

3. Elly Sukmanasa. 2016. Hubungan antara Disiplin Belajar dengan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Retrieved from: https://ejournal.upi.edu/index.php/jpmanper/article/download/8113/5136. [Diakses 22 November 2020]

4. Yudha Nata Saputra. 2018. Pentingnya Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa. Retrieved from: https://www.researchgate.net/publication/329522380_Pentingnya_Menumbuhkan_Motivasi_Belajar_Siswa. [Diakses 22 November 2020]

5. Francisca Echeverría González and Rodrigo Valenzuela Báez. 2017. In Time: Importance of Omega 3 in Child Nutrition. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5417803/#:~:text=In%20conclusion%2C%20n%2D3%20LCPUFA,health%2C%20improving%20blood%20pressure%3B%20and. [Diakses 22 November 2020]

 

Tag