1 2

Makna Senyuman Pertama Si Kecil

detail-fb detail-wa detail-twitter

Sudah sebulan Si Kecil menemani hari-hari Ibu, bagaimana tumbuh kembangnya, Bu? Setiap hari tentu dilingkupi rasa hangat yang terpancar dari wajah mungilnya. Seiring Ia tumbuh, Si Kecil juga mulai memperlihatkan kejutan-kejutan manis untuk Ibu dan Ayah.

Mungkin pada awalnya, aktivitas bayi mungil Ibu akan berkisar pada tidur, menyusu, menangis, pipis dan pup. Walau begitu, memasuki usia 1 bulan, ia akan menghadiahkan Ibu dengan mulai responsif dan menyadari kehangatan dari Ibu. Si Kecil akan mendengarkan cara Ibu berbicara, memperhatikan wajah Ibu saat memeluknya, atau menggerakkan tubuh sebagai cara merespons Ibu.

Di usianya ini pun, ia akan lebih banyak terjaga dibanding minggu-minggu sebelumnya. Dengan begitu, ia pun akan mulai menemukan kesenangan saat berinteraksi dengan Ibu dan Ayah. Salah satu ekspresi pertamanya saat sedang berinteraksi adalah tersenyum. Yuk Bu, kenali makna senyuman pertama Si Kecil dan cara menstimulasinya.

Senyum pertama dan maknanya

Saat masih berusia sebulan, Ibu mungkin beberapa kali melihat Si Kecil tersenyum saat sedang terlelap. Makna senyuman bayi saat terlelap ini masih belum bisa diketahui. Bisa jadi, itu merupakan sinyal bahwa bayi tengah terstimulasi atau terangsang dan merespon dorongan internalnya.

Nah, di usia 6-8 minggu, akan terjadi perkembangan penting yang Ibu tunggu-tunggu. Ia akan tersenyum saat mendengar suara dan mengenali wajah Ibu. Si Kecil akan mulai sering tersenyum. Senyumannya ini, disebut social smile atau senyuman sosial.

Berbeda dengan senyuman di saat tidur, senyuman sosial biasanya terjadi karena bayi merespon senyuman seseorang . Ini pertanda bahwa kemampuan emosionalnya tengah berkembang. Senyuman sosial Si Kecil bisa memiliki beberapa makna, misalnya :

  • Si Kecil menyadari bahwa dengan tersenyum, dia menerima lebih banyak perhatian dan membuatnya merasa bahagia. Tersenyum membuatnya berkomunikasi dua arah dengan Ibu.
  • Tersenyum membuatnya memiliki cara lain selain menangis untuk mengekspresikan kebutuhannya dan memiliki kontrol terhadap situasi.

 

Manfaat dan Stimulasi Senyuman

Tahukah Ibu, mengajak bayi tersenyum ternyata baik untuk perkembangan daya pikir dan rasa percaya dirinya, lho. Mengajaknya tersenyum, akan membuatnya merasa bahwa perasaannya penting. Tersenyum pada bayi juga dapat mempererat bonding dan membuat bayi merasa nyaman dan aman.

Tak hanya untuk Si Kecil, melihat bayi tengah tersenyum juga baik untuk suasana hati Ibu, lho. Lelah yang ibu rasakan pasca bersalin atau begadang selama beberapa minggu biasanya akan hilang seketika saat melihat senyuman manis Si Kecil.

American Academy of Pediatrics menyarankan para Ibu untuk melakukan “face time”, atau menyisihkan waktu untuk tersenyum ke bayi maupun membalas senyuman Si Kecil. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat Ibu menstimulasi senyumannya, misalnya :

  • Pilih waktu yang tepat. Pastikan Si Kecil telah kenyang dan dalam keadaan nyaman, karena bayi yang lapar biasanya menolak untuk tersenyum.
  • Gendong bayi dan dekatkan wajahnya ke wajah Ibu sejauh kurang lebih 20-30 sentimeter, karena inilah jarak pandang bayi di usia kurang lebih 2 bulan.
  • Tersenyumlah dan katakan ‘halo’ atau sejenisnya dengan nada yang lembut dan hangat. Selain menyapanya, Ibu juga bisa mengajaknya mengobrol maupun menyanyikan lagu pengantar tidur kesukaannya.
  • Jangan paksa dia untuk tersenyum. Si Kecil yang terlalu banyak distimulasi untuk tersenyum bisa jadi tidak nyaman, rewel, maupun menangis. Tenangkan dia dengan menggendong dan mendekapnya.

 

Bagaimana, Ibu? Sudah siap dengan kejutan senyuman Si Kecil di dua bulan pertama kehidupannya?

Tag