keju-untuk-bayi

Keju untul Bayi MPASI: Ini Hal-hal yang Harus Diperhatikan

detail-fb detail-wa detail-twitter

Keju, salah satu bahan makanan lezat yang sering kita jumpai. Terbuat dari susu, keju merupakan salah satu bahan pelengkap makanan yang kaya akan nutrisi. Tak hanya itu, cita rasa keju yang gurih bisa membuat si Kecil yang sudah mulai diberikan MPASI dapat makan dengan lahap lho, Bu. Tapi sebelum memberikan keju untuk bayi, coba yuk cari tahu pada usia berapakah si Kecil bisa mengonsumsi bahan makanan ini, jenis keju yang aman untuk si Kecil, porsi yang tepat, hingga alergi yang bisa timbul karena mengonsumsinya, serta cara mengatasinya.

Keju untuk Bayi, Pada Usia Berapa Boleh Diberikan?

Di balik rasanya yang gurih dan sedap, keju menyimpan banyak kebaikan bagi tubuh. Makanan olahan berbahan susu ini merupakan sumber kalsium yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi, fosfor, zinc, vitamin A, dan vitamin B12. Semua nutrisi ini sangat penting untuk kesehatan tulang, penyembuhan luka, kesehatan kulit, dan juga mata si Kecil1

Lalu, kapankah si Kecil mulai bisa mengonsumsi keju? Menurut pusat pengendalian penyakit di Amerika atau The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan agar keju dapat diberikan saat si Kecil berusia 7—8 bulan2. Oleh sebab itu, sebelum memberikan makanan dengan olahan keju ke dalam MPASI si Kecil, sebaiknya Ibu tetap berkonsultasi dahulu dengan dokter, ya.

Baca Juga: Jenis Nutrisi untuk Pencernaan Anak

Pastikan Pilih Jenis Keju untuk Bayi

Jenis keju yang bisa diberikan untuk si Kecil  sejak usia 6 bulan adalah keju jenis full-fat sekaligus keju yang terbuat dari susu yang telah melalui proses pasteurisasi. Dengan begitu, susunya matang sempurna dan bebas bakteri3

Keju yang aman dikonsumsi si Kecil  di antaranya jenis keju lunak seperti cheddar, keju cottage, dan cream cheese3. Sedangkan keju yang harus dihindari adalah jenis keju lunak seperti keju brie, camembert, dan blue cheese. Ketiga keju ini mengandung bakteri listeria penyebab penyakit listeriosis yang berbahaya3.

Jadi, supaya keju yang Ibu berikan memberi nutrisi yang optimal bagi si kecil, jangan lupa selalu mengecek label kemasan keju ya, Bu. Pastikan keju untuk si Kecil terbuat dari susu pasteurisasi.

Berapakah Takaran Keju yang Tepat?

Untuk tahap awal, Ibu bisa memberikan keju secara bertahap, mulai dari porsi kecil sebagai topping atau sejumput keju parut sebagai penambah rasa gurih. Untuk si Kecil yang berusia 6—8 bulan, Ibu bisa memberikan keju sebanyak 1—2 ons per hari, sedangkan untuk usia 8—10  bulan Ibu bisa memberikan sebanyak 2—4 ons per hari. Porsi ini dapat ditingkatkan sesuai usia dan kebutuhan, tetapi tetap dikombinasikan dengan sumber protein lainnya, ya, Bu4

Lalu, agar pemberian keju bisa tetap seimbang dengan menu lainnya, Ibu bisa mencampurkan keju pada menu MPASI sebagai penambah rasa gurih yang kaya nutrisi. Setelah itu, secara bertahap, Ibu juga bisa membuat snack bergizi dari keju, seperti sandwich keju mini5. Wah pastinya jadi tak sabar ya berkreasi dengan aneka menu makan si Kecil.

Perhatikan Alergi yang Mungkin Timbul Karena Konsumsi Keju

Meski lezat, tapi Ibu perlu ingat bahwa keju termasuk makanan yang berpotensi menyebabkan alergi. Oleh sebab itu, penting untuk memberikan rentang waktu 2—4  hari antara makanan berkeju yang baru saja Ibu berikan, sebelum Ibu memberikan makanan berkeju selanjutnya pada si Kecil7. Langkah ini penting dilakukan untuk melihat apakah keju yang dikonsumsi menimbulkan reaksi alergi pada si Kecil atau tidak.

Baca Juga: 5 Nutrisi untuk Anak yang Perlu Ibu Ketahui

Bila si Kecil termasuk anak yang rentan dengan makanan atau minuman penyebab alergi, seperti telur atau susu sapi, biasanya pemberian keju juga harus menjadi perhatian khusus karena bisa menyebabkan gatal-gatal, mual, sakit perut, kram perut, dan kembung7. Bila anak tiba-tiba rewel dan tidak nyaman setelah mengonsumsi keju, ini bisa jadi tanda awal dari alergi. Reaksi lebih berat yang dapat terjadi yaitu ruam dan gatal-gatal, batuk, bengkak pada area sekitar bibir, muntah, hingga sesak napas7. Jika salah satu gejala ini terjadi, Ibu perlu mencari pertolongan medis secepat mungkin, ya.

Jadi, apakah Ibu siap memberikan makanan olahan keju yang enak dan kaya nutrisi untuk si Kecil? Untuk ide seputar MPASI dengan campuran keju, Ibu bisa menemukan yang menggugah selera anak, seperti pir saus keju atau sup krim dan masih banyak lagi. Selamat mencoba, Bu!


Referensi

  1. Dairy Council of California. 2021. Cheese. Diambil dari https://www.healthyeating.org/nutrition-topics/milk-dairy/dairy-foods/cheese. [Diakses 19 Agustus 2021]
  2. Centers of Disease Control and Prevention. 2021. Infant and Toddler Nutrition Faqs. Diambil dari https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/faqs.html#:~:text=Your%20child%20can%20begin%20eating,yogurts%20and%20cheeses%2C%20and%20more. [Diakses 19 Agustus 2021]
  3. National Health Service. 2021. Foods to Avoid giving Babies and Young Children. Diambil dari https://www.nhs.uk/conditions/baby/weaning-and-feeding/foods-to-avoid-giving-babies-and-young-children/. [Diakses 19 Agustus 2021]
  4. American Academy of Pediatrics. 2021. Sample Menu for an 8 to 12 Month Old. Diambil dari https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/Sample-One-Day-Menu-for-an-8-to-12-Month-Old.aspx. [Diakses pada 19 Agustus 2021] 
  5. Dr. Klara Yuliarti, Sp.A. 2015. Tips Memilih Snack Sehat Untuk Anak. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/tips-memilih-snack-sehat-untuk-anak  [Diakses 9 Agustus 2021] 
  6. USDA Food and Nutrition Service. Complementary Foods. Diambil dari https://wicworks.fns.usda.gov/wicworks/Topics/FG/Chapter5_ComplementaryFoods.pdf. [Diakses 19 Agustus 2021] 
  7. American College of Allergy, Asthma, and Immunology. Milk and Dairy Allergy. Diambil dari https://acaai.org/allergies/types-allergies/food-allergy/types-food-allergy/milk-dairy-allergy. [Diakses 9 Agustus 2021]   

 

Tag