gejala-alergi-susu-sapi-pada-bayi

Alternatif Susu untuk Anak dengan Gejala Alergi Susu Sapi

detail-fb detail-wa detail-twitter

Ibu mulai menyadari saat si Kecil bersin-bersin, gatal-gatal, atau diare sehabis minum susu? Bisa jadi, itu gejala alergi susu sapi, Bu. Gejala ini akan berkurang ketika anak menginjak usia 1 tahun dan bisa terus berkurang pada usia 3 tahun1.

Untuk memastikan apakah si Kecil alergi susu sapi, tentu harus ke dokter anak ya, Bu. Lantas, bila memang dinyatakan bahwa si Kecil alergi, tentu ia harus menghindari susu sapi. Termasuk semua produk turunannya, seperti keju, mentega, serta semua jenis makanan/minuman yang mengandung susu sapi dan produk olahan susu sapi2

Lalu, bagaimana jika anak memiliki gejala alergi susu sapi sehingga tidak bisa mengonsumsinya, apa alternatifnya? Yuk, kita cari tahu bersama.

Formula Nabati untuk Anak dengan Gejala Alergi Susu Sapi

Anak tetap memerlukan asupan susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tidak perlu khawatir jika si Kecil mengalami gejala tidak cocok susu sapi. Ibu bisa menyiapkan susu formula alternatif untuk si Kecil, termasuk formula nabati antara lain:

Susu beras

Formula protein beras merupakan formula yang tergolong baru yang dirancang khusus untuk anak dengan alergi susu sapi3. Memiliki kandungan energi (67,6 kkal/100 ml) yang sama dengan susu formula jenis lain pengganti susu sapi, formula protein beras juga mengandung protein sebesar 1,5 g per 100 ml3. Kandungan protein ini berasal dari tiga jenis asam amino yang dimiliki beras yaitu lisin, treonin, dan triptofan. 

Baca Juga: Perbedaan Susu Soya dan Susu Formula

Mudah dicerna, penelitian menunjukkan proses pertumbuhan anak dengan gejala alergi susu sapi yang mengonsumsi formula ini sama baiknya dengan pertumbuhan anak tanpa gejala alergi3.

Formula soya

Sudah tidak asing ya, Bu, mendengar formula soya? Berbeda dengan susu soya yang terbuat dari biji kedelai yang direbus dan dihaluskan, formula soya dibuat dari isolat protein soya. Nah, isolat protein soya (kedelai) adalah bentuk sederhana dari protein kedelai yang mengandung 90% protein nabati4.

Formula soya telah dirancang khusus sehingga memiliki kandungan gizi yang sama baiknya dengan susu hewani. Formula ini dilengkapi dengan berbagai nutrisi penting seperti asam amino (pembangun protein), serat, kalsium, zinc, dan zat besi2. Penelitian para ahli juga menyebutkan tidak ada perbedaan dalam hal tumbuh kembang pada anak yang mendapat susu formula isolat soya dan susu formula berbasis susu sapi2.

Mudah dicerna, formula soya dianjurkan untuk anak yang telah berusia lebih dari 1 tahun dengan kondisi tidak cocok susu sapi, intoleransi laktosa, hingga anak dengan keluarga yang menjalankan pola makan plant-based.

Hal yang Dilakukan Sebelum Memberikan Formula Alternatif

Sebelum memberikan formula alternatif pada si Kecil, Ibu bisa lakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mendapat diagnosa yang tepat.

Setelahnya, Ibu bisa memilih susu formula alternatif berdasarkan rekomendasi dokter anak.  Umumnya pemilihan jenis susu formula alternatif tergantung pada usia, potensi risiko alergi, ketersediaan, dan komposisi susu formula.

Di berbagai kondisi, termasuk kondisi anak dengan alergi susu sapi, tentu Ibu ingin memberikan yang terbaik, bukan? Tetap berikan asupan bergizi seimbang untuk penuhi kebutuhan nutrisi anak dalam menu berat maupun camilannya. 

Baca Juga: Susu untuk Anak Alergi Susu Sapi

Tidak lupa, lengkapi nutrisi si Kecil dengan formula alternatif ya, Bu. Kini telah hadir,  Bebelac Gold Soya sebagai alternatif untuk anak di usia di atas 12 bulan. Satu-satunya formula soya dengan tinggi serat, Bebelac Gold Soya juga dilengkapi dengan nutrisi penting lainnya seperti FOS Inulin, minyak ikan, Omega 3 & Omega 6, asam amino, 13 vitamin dan 9 mineral. Bebelac Gold Soya tersedia dalam rasa vanila lezat yang pasti disukai si Kecil. 

Berikan 3 gelas Bebelac Gold Soya dalam sehari, kini Ibu tak perlu khawatir lagi si Kecil dengan gejala tidak cocok susu sapi, karena nutrisi hariannya tetap bisa dipenuhi. Bebelac Gold Soya pun bantu dukung perut sehat dan tumbuh kembang si Kecil optimal.


Referensi:

  1. Badriul Hegar. (2013). Mengenal Alergi Susu Sapi pada Anak. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenali-alergi-susu-sapi-pada-anak [Diakses 8 September 2021]
  2. Aldo Reynaldo, Badriul Hegar. (2014). Soy Infant and Extensively Hydrolyzed Formula as Therapeutic Formula for Cow’s Milk Protein Allergy. Diambil dari: https://media.neliti.com/media/publications/68126-EN-soy-infant-and-extensively-hydrolyzed-fo.pdf [Diakses 8 September 2021]
  3. Alain Bocquet, Christophe Dupont. (2019). Efficacy and safety of hydrolyzed rice-protein formulas for the treatment of cow's milk protein allergy. Diambil dari: https://www.mdpi.com/2072-6643/12/9/2654/htm [Diakses 8 September 2021]
  4. Made Astawan dan Ayu Prayudani. (2020). The Overview of Food Technology to Process Soy Protein Isolate and Its Application toward Food Industry. Diambil dari: https://worldnutrijournal.org/OJS/index.php/WNJ/article/view/V04.S1.0002/80 [Diakses 8 September 2021]

 

Tag