5 Cara Mengobati Diare Pada Anak yang Perlu Ibu Ketahui

Diare adalah gangguan kesehatan dan akan ditandai oleh frekuensi buang air besar lebih sering dengan konsistensi tinja yang lebih encer dari biasanya. Keadaan ini biasanya terjadi lebih dari 3 kali selama satu hari tanpa adanya darah dan lendir.

Tentu saja, gangguan kesehatan ini pun bisa dialami oleh siapa saja, termasuk pada anak. Sama seperti orang dewasa, diare pada anak juga akan membuat tubuh kehilangan cairan dan elektrolit secara cepat. Pada saat yang bersamaan, usus akan kehilangan kemampuannya untuk menyerap cairan dan elektrolit. Bedanya, bayi dan anak kecil lebih mudah mengalami dehidrasi dibandingkan dengan orang dewasa.Hal tersebut karena sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan sehingga kemampuan penyerapan nutrisinya belum sempurna. Ketika seorang anak mengalami dehidrasi, maka zat-zat makanan yang masih dibutuhkan oleh tubuh bisa terbuang percuma sehingga menyebabkan proses pertumbuhan tidak optimal.

Terdapat beberapa faktor penyebab diare pada anak yakni antara lain faktor kebersihan lingkungan, ketersediaan air bersih, pembuangan sampah, kebiasaan mencuci tangan, hingga kebiasaan mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi. Secara umum, penyebab diare terbanyak adalah infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan parasit.

Lantas, bagaimana cara mengatasi diare pada anak? Berikut 5 di antaranya yang perlu Ibu ketahui!

Minum Air Putih dan Konsumsi Serat Secukupnya

Cara mengatasi diare pada anak bisa dengan memperbanyak minum air putih. Sayangnya, air putih tidak mengandung garam dan elektrolit mineral sehingga untuk membantu mempertahankan kadar elektrolit dalam tubuh si Kecil perlu mengonsumsi buah seperti apel. Namun banyak Ibu yang keliru, pada saat diare bukan berarti anak tidak butuh serat sama sekali namun asupannya dikurangi.

Berikan Larutan Rehidrasi Oral

Pemberian larutan rehidrasi oral atau lebih akrab disebut sebagai oralit bisa menjadi solusi saat si Kecil mengalami diare. Oralit sendiri merupakan cairan yang dikemas khusus dengan kandungan air dan elektrolit.

Konsumsi Makanan Berkuah

Tak hanya itu saja, Ibu juga bisa memberikan makanan yang berkuah saat makan siang dan makan malam. Beberapa makanan tersebut antara lain sayur, sup berkuah, dan air mineral agar anak yang mengalami diare tidak kehilangan cairan.

Hindari Makanan Tertentu

Selain mengonsumsi makanan berkuah, Ibu juga wajib menghindarkan si Kecil dari makanan-makanan tertentu untuk sementara waktu hingga diare berhenti, misalnya keju, makanan cepat saji, atau makanan yang mengandung mentega.

Jaga Kebersihan dan Rajin Cuci Tangan

Terakhir, selalu jaga kebersihan diri seperti mencuci tangan setelah keluar dari toilet dan olah makanan dengan baik. Pasalnya, makanan dan air merupakan sumber penularan yang utama sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus.

Gangguan kesehatan seperti diare akan membuat si Kecil kehilangan vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh sehingga memerlukan beragam asupan tambahan untuk membuat tubuhnya tetap sehat.[7] Selain dengan memberikan asupan makanan sehat, Ibu juga dapat bantu penuhi kebutuhan nutrisi si Kecil dengan memberikan susu seperti Bebelac Gold yang mengandung 13 vitamin dan 7 mineral.

Bebelac Gold juga mengandung fish oil dengan Omega-3 dan Omega-6, dan FOS:GOS 1:9 yang dapat membantu tumbuh kembang anak sehingga si Kecil bisa menjadi anak hebat.