Mengenal Tantrum Dan Perkembangan Emosi Anak Usia 20 Bulan

Mengenal Tantrum Dan Perkembangan Emosi Anak Usia 20 Bulan

Bebelac Admin | 17/05/2019

Rafa menangis dan berguling di depan toko mainan. Ia merengek meminta  lego baru. Malu dan stress nggak sih Bu kalau si Kecil mengeluarkan jurus ngambeknya di tempat umum? Harus bagaimana ya menghadapi perkembangan emosi anak di tahap ini?

Menginjak usia pertama, biasanya anak akan mulai menampakkan ledakan emosinya dengan tiba-tiba. Dan biasanya ini tidak mereka rencanakan serta tak terkendali. Inilah yang disebut tantrum. Biasanya  beberapa bentuk tantrum biasanya dituangkan si Kecil dalam bentuk berteriak, menjerit, menangis, memukul, menendang, mengejangkan badan, berontak, melemparkan badan di lantai dan berlari menjauh. Tapi normal nggak sih?

Faktor Tantrum

Tenang Bu. Tantrum atau mengamuk itu umum dan normal terjadi pada anak 1-2 tahun dan prasekolah. Namun saat menginjak 4 tahun, tantrum sudah seharusnya berkurang. Kenapa bisa terjadi? Beberapa faktor pemicunya antara lain:

  • Si Kecil tak mampu mengungkapkan keinginannya kepada orangtua sehingga ia frustasi. 
  • Mencari perhatian. 
  • Kondisi tak menyenangkan bagi si Kecil seperti lapar atau lelah. 
  • Terlalu dimanja
  • Tahap perkembangan yang belum matang. 

Nah, semakin bertambah umur si Kecil, kelak sikap tantrumnya akan semakin menghilang. Tapi Ibu perlu waspada ya jika di usia kelimanya nanti si Kecil masih sering tantrum. Biasanya fase tersebut lebih dikenal sebagai “fase cemburu dan mencari perhatian”. 

Lalu kalo si Kecil tantrum apa yang bisa Ibu lakukan? Tentu saja orangtua harus ikut berperan mengatasi tantrum ini.  Karena respon  lingkungan yang kurang tepat  bisa membuat tantrum bertahan lebih lama. Cari tahu cara mengatasinya yuk Bu!

Cara Mengatasi Tantrum

  • Kenali tanda ketika anak mulai terlihat lelah, lapar, mengantuk. Pastikan si Kecil makan dan istirahat cukup. 
  • Beri penghargaan pada anak jika ia bersikap positif, misal dengan pujian.
  • Ajak anak berdialog dan berikan pilihan (negosiasi). Jadi, si Kecil akan merasa dilibatkan. 
  • Hindari mengancam dan berlebihan dalam melarang. Hukuman dan ancaman justru akan membuat anak berpikiria anak nakal, bodoh atau sikap negatif lainnya.
  • Jauhkan benda berbahaya dari si Kecil saat ia tantrum dan alihkan perhatian pada hal yang ia suka. 

Jadi, terus jalin komunikasi yang baik pada si Kecil ya, Bu untuk mendukung perkembangan emosi anak. Terus tanamkan sikap disiplin serta sikap positif hingga ia kelak dewasa.