cara-meningkatkan-imunitas-tubuh

5 Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh Anak

detail-fb detail-wa detail-twitter

Saat imunitas tubuh anak terjaga, ia akan terhindar dari berbagai penyakit.1 Hal ini akan membuat si Kecil mengalami tumbuh kembang yang optimal, sehingga ia bisa mencapai tahap perkembangan sesuai usianya. Untuk itu, cari tahu yuk, Bu, bagaimana cara meningkatkan imunitas tubuh anak.

Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh Anak

Saat imunitas tubuh anak terjaga, Ibu juga akan senang karena si Kecil menjadi tidak mudah sakit. Lalu, apa saja sih cara meningkatkan imunitas tubuh anak? Beruntungnya, ada banyak cara sederhana yang bisa Ibu lakukan. Yuk, kita simak bersama.

1. Jaga kebersihan diri

Menerapkan pola hidup bersih dan sehat sangat penting karena dapat menjauhkan anak dan keluarga dari berbagai masalah kesehatan. Hidup bersih dan sehat bisa dimulai dari rumah atau keluarga, dimulai dengan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi si Kecil ASI eksklusif, menimbang berat badan si Kecil secara berkala hingga ia berusia 5 tahun, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, mengonsumsi makanan sehat, dan masih banyak lagi.2

Selain di rumah, anak juga perlu diajarkan hidup bersih di sekolah, termasuk mengonsumsi jajanan sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan.2

2. Lengkapi imunitas anak dengan imunisasi

Selain imunisasi dasar yang diberikan kepada si Kecil berusia di bawah 1 tahun, ada juga beberapa vaksin yang belum masuk ke dalam program imunisasi nasional namun sebaiknya tetap diberikan. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian imunisasi booster untuk anak-anak di atas 1 tahun.1

Imunisasi bekerja dengan cara merangsang antibodi spesifik di dalam tubuh anak, yang efektif mencegah penularan penyakit. Dengan imunisasi, anak tidak akan mudah tertular infeksi, serta tidak menderita sakit berat yang dapat menyebabkan kecacatan ataupun kematian. 

Nah, untuk menjadi panduan Ibu, berikut ini jadwal imunisasi anak rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia beserta manfaatnya.3

Imunisasi Usia Manfaat
Hepatitis B Baru lahir, 2, 3, 4 bulan dan booster di usia 18 bulan Mencegah virus hepatitis B yang dapat menyerang dan merusak hati
OPV (Vaksin Polio Oral) Baru lahir, 2, 3, 4 bulan dan booster di usia 18 bulan Mencegah serangan virus polio yang menyebabkan kelumpuhan
BCG 1 Bulan Mencegah tuberkulosis paru, kelenjar, tulang, dan radang otak yang bisa menimbulkan kematian atau cacat tubuh
DPT 2, 3, 4 bulan, dan dilanjutkan dengan imunisasi ulangan 1 kali dengan interval 1 tahun setelah DPT 3. Pada usia 5 tahun diberikan ulangan lagi (sebelum masuk usia sekolah) dan pada usia 12 tahun berupa imunisasi Td.

Mencegah difteri, pertusis dan tetanus. Penyakit difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan sumbatan jalan napas, serta melumpuhkan otot jantung. Penyakit pertusis berat dapat menyebabkan infeksi saluran nafas berat (pneumonia). Sementara tetanus dapat menyerang saraf otot tubuh

Hib

2, 3, 4 bulan, dan booster di usia 18 bulan

Mencegah pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak)

PCV

2, 4, 6 bulan, dan booster di antara usia 12-15 bulan

Mencegah penyakit pneumokokus, seperti penyakit radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis) dan infeksi darah (bakteremia)

Rotavirus

2,4,6 bulan

Mencegah penularan diare melalui Rotavirus

Influenza

6 bulan, dan booster di usia 18 bulan dan diulang setiap satu tahun sekali

Mencegah penyakit influenza

MR

9 bulan, dan booster di usia 18 bulan dan di antara usia 5-7 tahun

Mencegah penyakit campak dan campak jerman atau Rubella.

Varisela

2 kali antara usia 12-18 bulan, interval 6 minggu-3 bulan

Mencegah cacar air

Hepatitis A

2 kali antara usia 12-24 bulan, interval 6—36 bulan

Mencegah peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A

Tifoid

24 bulan dan diulang setiap 3 tahun 1 kali mulai usia 5 tahun

Mencegah penyakit tifus atau tipes

JE

9 bulan dan booster di antara usia 24 bulan-3 tahun

Mencegah penyakit radang otak akibat virus Japanese Encephalitis

Ini mengapa imunisasi yang dilakukan secara rutin sesuai jadwal berperan mencegah kematian anak dan meningkatkan usia harapan hidup, terutama pada anak di bawah 5 tahun.4

Asupan Serat dan makanan bergizi lainnya

Memenuhi kebutuhan nutrisi merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh anak. Dalam setiap menu yang disantap si Kecil, Ibu bisa memberikan asupan makanan dan kudapan yang mengandung gizi seimbang, yaitu:

  1. Makronutrien
  • Karbohidrat: merupakan sumber energi utama, terdapat dalam nasi, kentang, singkong, mi, dan gandum.5
  • Protein: berperan meningkatkan berat badan dan perbaikan sel tubuh, terdapat dalam daging sapi, ayam, ikan, tahu, tempe.5
  • Lemak:  untuk pertumbuhan dan perkembangan normal, terdapat dalam ikan, minyak, mentega.5
  1. Mikronutrien
  • Zat besi: membantu mengurangi kejadian diare pada anak-anak dan mencegah anemia, terdapat dalam daging sapi, hati ayam, kacang merah.6
  • Kalsium: meningkatkan kesehatan tulang, terdapat dalam susu, keju, margarin, yogurt.6
  • Folat: penting untuk kelangsungan hidup sel di usus kecil. Terdapat dalam sayuran hijau dan kacang-kacangan.6
  • Vitamin A: selain penting untuk fungsi penglihatan, vitamin A juga diperlukan untuk pertumbuhan. Terdapat dalam susu, margarin, keju.5
  • Vitamin C: melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Terdapat dalam jeruk, tomat, jambu, brokoli.6
  • Vitamin D: membantu penyerapan usus. Terdapat dalam telur, hati sapi, minyak ikan.6
  • Vitamin E: melindungi membran sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Terdapat dalam bayam, brokoli, kacang tanah.6
  • Vitamin B6: meningkatkan respons antibodi. Terdapat dalam daging, ikan, telur.6
  • Vitamin B12: berperan dalam imunitas dengan melindungi usus. Terdapat dalam salmon, daging sapi, susu, yoghurt.6
  • Zinc: membantu menjaga integritas kulit dan membran mukosa. Terdapat dalam ikan, daging, kacang-kacangan.6
  • Serat:  menjaga fungsi normal usus dan mencegah penyakit kronik seperti kanker, penyakit jantung koroner dan diabetes mellitus tipe-2. Terdapat dalam sayur dan buah-buahan.5

Khusus untuk serat, ada beberapa beberapa manfaat yang bisa didapat anak dengan mencukupi kebutuhan seratnya, salah satunya meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini karena konsumsi serat dapat meningkatkan produktivitas bakteri baik di dalam usus yang dapat membantu proses fermentasi. Hasil dari proses fermentasi ini diketahui mampu meningkatkan sel-sel imun di dalam tubuh anak.7

Serat pangan juga membantu meningkatkan kesehatan pencernaan anak, sehingga si Kecil terhindar dari masalah pencernaan, seperti konstipasi atau diare. Masalah pencernaan ini dapat menyebabkan penyerapan gizi dari makanan yang dikonsumsi menjadi terhambat, yang tentunya dapat menurunkan daya tahan tubuh si Kecil.

1. Aktivitas fisik

Mengajak anak untuk tetap aktif melakukan aktivitas fisik di masa pandemi memang menjadi tantangan tersendiri, ya, Bu. Padahal, aktivitas fisik tak hanya menyehatkan tubuhnya, tetapi juga memberi manfaat nonfisik, antara lain meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan belajar,  serta kesehatan mental psikologisnya. Anak membutuhkan aktivitas fisik setidaknya 60 menit setiap hari.8 

Aktivitas fisik bisa dilakukan dalam bentuk olahraga yang mudah dilakukan di rumah, seperti lompat tali, atau jogging dan bersepeda yang bisa dilakukan di luar rumah. Selain meningkatkan imunitas tubuh, aktivitas fisik juga dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tulang anak, serta mencegah terjadinya kelebihan berat badan dan obesitas lho, Bu.8 

Baca Juga: Cara Menurunkan Demam pada Anak

2. Tidur cukup  

Tidur memiliki fungsi yang terkait dengan pemeliharaan sistem imun dan pertumbuhan fisik.9 Ibu dapat memeriksa kecukupan kebutuhan tidur anak dengan memperhatikan tabel berikut. 

Usia Anjuran Durasi Tidur dalam 24 Jam
Bayi 6 bulan-1 tahun 13-14 jam
Anak 2 tahun 13 jam
Anak 3-4 tahun 12 jam
Anak 5 tahun 11 jam

Dari penjelasan di atas, Ibu tahu bahwa nutrisi berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh anak. Selain vitamin dan mineral, seperti vitamin A dan zinc yang sangat penting dalam sistem kekebalan tubuh anak, jangan lupakan serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan anak agar mampu menyerap nutrisi dengan optimal.5,7

Untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisinya, Ibu juga dapat memberinya Bebelac Gold 3 gelas sehari yang mengandung kombinasi 4 serat (FOS, GOS, Inulin dan pati jagung),  omega 3 (114 mg/saji), omega 6 (1273 mg/saji), DHA (14,5 mg/saji), serta 13 vitamin dan 7 mineral.

Yuk, Bu, terus semangat memberikan yang terbaik untuk mendukung imunitas si Kecil!


Referensi

  1. Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pentingnya Imunisasi untuk Mencegah Wabah, Sakit Berat, Cacat, dan Kematian Bayi - Balita. 2013. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/pentingnya-imunisasi-untuk-mencegah-wabah-sakit-berat-cacat-dan-kematian-bayi-balita (Diakses pada 21 November 2021)
  2. Kementerian Kesehatan RI. 2016. Gerakan PHBS Sebagai Langkah Awal Menuju Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat. Diambil dari https://promkes.kemkes.go.id/phbs (diakses pada 21 November 2021)
  3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi IDAI 2020. 2021. Diambil dari https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/jadwal-imunisasi-idai-2020 (Diakses pada 21 November 2021)
  4. Olayinka Obanewa and Marie Louise Newell. 2017. Maternal nutritional status during pregnancy and infant immune response to routine childhood vaccinations. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5716389/  (diakses pada 19 November 2021).
  5. Satgas Remaja IDAI. Nutrisi Pada Remaja. 2013. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/nutrisi-pada-remaja (Diakses pada 21 November 2021)
  6. Adrian F. Gombart, Adeline Pierre, Silvia Maggini. A Review of Micronutrients and the Immune System–Working in Harmony to Reduce the Risk of Infection. 2021. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7019735/ (Diakses pada 21 November 2021)
  7. Curr Dev Nutr. 2018. Health Effects and Sources of Prebiotic Dietary Fiber. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6041804/ [Diakses 12 Desember 2021]
  8. Bernie Endyarni Medise. Juli 2014. Manfaat Olahraga bagi Kesehatan Anak dan Remaja. Diambil dari 
  9. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/manfaat-olahraga-bagi-kesehatan-anak-dan-remaja (diakses pada 20 November 2021)
  10. Rini Sekartini. 2015. Pola Tidur Anak. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pola-tidur-pada-anak (diakses pada 20 November 2021)
Tag