berat-badan-ideal-anak

4 Manfaat Memantau Berat Badan Ideal Anak

detail-fb detail-wa detail-twitter

Ibu mungkin bertanya-tanya dalam hati, apakah si Kecil sudah tumbuh dengan optimal. Sebenarnya salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan memantau berat badan dan tinggi badan si Kecil dari waktu ke waktu. Tinggi badan dan berat badan ideal anak dapat menggambarkan kesehatan anak secara umum.1 Yuk, Bu, kita simak penjelasannya. 

Berat Badan Anak Usia 3 Tahun

Masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) adalah masa krusial bagi tumbuh kembang anak. Namun, bukan berarti setelah usia 2 tahun, tumbuh kembang si Kecil tidak lagi perlu dipantau lagi ya, Bu. Periode batita (1—3 tahun) adalah salah satu fase penting dalam tumbuh kembang manusia.2

Sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada usia 1—3 tahun, orang tua disarankan mengukur berat badan dan tinggi badan anak tiap 3 bulan.2

Hasil pengukuran tinggi badan beserta dengan lingkar kepala si Kecil, kemudian diplot ke kurva pertumbuhan. Inilah yang disebut pengukuran antropometri.3

Berikut ini adalah berat badan anak usia 3 tahun yang ideal berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Tahun 2020:

  • Untuk anak laki-laki yaitu 14,3 kg, dan IMT (indeks massa tubuh) 15,6.4
  • Untuk anak perempuan yaitu 13,9 kg, dan IMT 15,4.4

Jangan lupa, ukurlah berat badan si Kecil tanpa mengenakan sepatu/sandal, dengan memakai sesedikit mungkin pakaian ya, Bu.1

Setelah mengetahui patokan berat badan ideal anak, Ibu pasti ingin tahu lebih jauh, apa saja sih manfaat memantau berat badan si Kecil. Yuk, kita simak bersama penjelasan berikut ini.

4 Manfaat Memantau Berat Badan Ideal Anak

Memiliki kecepatan pertumbuhan yang berbeda-beda. Namun, memantau berat badan ideal anak tetap bermanfaat untuk memeriksa kesehatannya secara umum. Setidaknya, inilah 4 manfaat memantau berat badan ideal anak, sebagai bagian dari pemeriksaan antropometri.

Memastikan status tumbuh kembang si Kecil 

Pertumbuhan berarti bertambahnya ukuran tubuh, termasuk berat badan. Bila pertambahan berat badan si Kecil berjalan ideal sesuai usianya, maka si Kecil secara umum bertumbuh dengan baik.5

Tentu, diperlukan pengukuran antropometri secara berkala, sehingga bisa dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya. Pola makan, pola tidur, dan keaktifan si Kecil juga perlu dipantau ya, Bu, karena hal tersebut merupakan faktor-faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan si Kecil.5 Dengan demikian, Ibu bisa memastikan tumbuh kembangnya baik.

Mengetahui status nutrisi

Selain untuk memonitor pertumbuhan anak, pemeriksaan antropometri juga penting untuk mendiagnosis kemungkinan malnutrisi.4 Menilai berat badan berdasarkan usia penting untuk melihat bagaimana status nutrisi anak: apakah berat badannya kurang, normal, atau berlebih.2,4 Status nutrisi anak ini berperan besar terhadap kemungkinan obesitas di kemudian hari.1

Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Anak Alergi Susu Sapi

1. Memastikan penyerapan nutrisi lancar

Dengan memantau berat badan si Kecil secara berkala, Ibu bisa menilai bagaimana pertambahan berat badan anak usia 3 tahun. Bila sesuai dengan usianya, secara tidak langsung ini menunjukkan penyerapan nutrisi si Kecil baik. Misalnya si Kecil makannya baik, tapi karena sering diare, nutrisinya jadi tidak terserap, sehingga berat badannya tidak bertambah atau bahkan turun.6 Ibu, sebaiknya segera bawa si Kecil ke dokter untuk berkonsultasi, ya.

2. Mendeteksi penyakit sejak dini

Idealnya, berat badan anak selalu bertambah seiring usianya. Bila pada satu waktu ditemukan bahwa berat badan anak turun atau tidak bertambah, maka kemungkinan terjadi kondisi tertentu yang dapat menghambat pertumbuhannya.2

Dokter anak kemudian dapat mencari tahu penyebab terhambatnya pertumbuhan anak, untuk kemudian memberikan penanganan. Secara bersamaan, status nutrisi si Kecil pun akan diperbaiki, sehingga berat badan dan parameter lainnya bisa dikejar sesuai usianya.4,6

Baca Juga: Si Kecil Rewel? Mungkin Perutnya Tak Nyaman!

Pentingnya Asupan Nutrisi

Malnutrisi berperan krusial dalam proses tumbuh kembang anak1. Untuk itu, penting sekali memastikan asupan nutrisi si Kecil, ya, Bu. Kebutuhan nutrisi ini dapat dicukupi dari asupan makanan sehari-hari, baik melalui makanan utama maupun snack.

Nah, untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisinya, Ibu dapat memberikan Bebelac Gold yang mengandung tambahan nutrisi penting. Selain mengandung omega 3, omega 6, dan DHA, Bebelac Gold juga mengandung FOS, GOS, inulin, dan pati jagung sebagai sumber serat.

Selain itu, kandungan kombinasi 13 vitamin dan 7 mineral (vitamin C, vitamin E, dan zinc) untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh dan tumbuh optimalnya.

Ibu juga tak perlu khawatir memberikan Bebelac Gold kepada si Kecil, karena Bebelac Gold mengandung 0 gram sukrosa atau gula pasir. Si Kecil pasti juga akan menyukainya rasa vanila Bebelac Gold yang enak.

Yuk, Bu, pantau terus perkembangan si Kecil dengan memeriksa berat badan idealnya secara berkala. Agar anak tumbuh sehat dan ceria dengan nutrisi yang tercukupi sesuai kebutuhan dan usianya.


Referensi

  1. Palanikumar Balasundaram, Indirapriya DArshini Avulakunta. 2021. Human Growth and Development. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK567767/ [Diakses 21 November 2021]
  2. Ireska T Afifa, Catharina M Sambo, Bernie E Medise. 2016. Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Bagian 1). Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-1 [Diakses 19 November 2021]
  3. Priya M Gupta, dkk. Improving assessment of child growth in a pediatric hospital setting. 2020. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7469098/ [Diakses 21 November 2021]
  4. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2020 TENTANG STANDAR ANTROPOMETRI ANAK. 2020. Diambil dari http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020_ttg_Standar_Antropometri_Anak.pdf [Diakses 21 November 2021]
  5. Eddy Fadlyana. 2016. Pemantauan Pertumbuhan Anak. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pemantauan-pertumbuhan-anak [Diakses 21 November 2021]
  6. Prof. Dr. dr. Damayanti, Sp.A(K). 2019. Presentasi Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K) dalam peringatan Hari Gizi Nasional 23 Januari 2019.
  7. Marina Sanchez, dkk. 2014. Childhood Obesity: A Role for Gut Microbiota? Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4306855/ [Diakses 21 November 2021]



  8.  
  9.  
Tag