ciri-anak-cerdas-dan-tandanya

6 Ciri Anak Cerdas Bisa Dikenali dengan Tanda-Tanda Berikut

detail-fb detail-wa detail-twitter

Si Kecil banyak bertanya hingga kadang Ibu kewalahan dan kesulitan menjawab pertanyaannya? Wah, Ibu jangan malah terpancing emosi dan memarahinya ya, Bu, itu merupakan salah satu ciri anak cerdas, lho. Kecerdasan anak tidak selalu tentang pintar berhitung lho, Bu. Masih ada berbagai jenis kecerdasan lagi, yang dikenal dengan kecerdasan majemuk.

Namun secara umum, anak dengan kecerdasan di atas rata-rata ternyata memiliki ciri tertentu, salah satunya adalah banyak bertanya karena rasa ingin tahu yang tinggi. Apa saja, ciri anak cerdas lainnya? Yuk, kita cari tahu.

Ciri Anak Cerdas yang Bisa Ibu Kenali

Anak dengan kecerdasan tinggi kerap disebut sebagai gifted child. Anak seperti ini sangat berbakat, memiliki potensi untuk lebih berprestasi dan unggul di berbagai bidang dibandingkan teman sebayanya1.

Di dalam kelas, karakter yang terlihat menonjol biasanya adalah  mudah menerima pelajaran, serta tidak malu bertanya atau menjawab pertanyaan. Berikut ini beberapa tanda yang bisa Ibu amati dari perilaku si Kecil yang merupakan ciri anak cerdas.

1. Daya ingat kuat

Kemampuan kognitif si Kecil ternyata berhubungan erat dengan kemampuan memorinya lho, Bu. Memori adalah kemampuan untuk menerima, menyimpan, dan menghasilkan informasi. Ada yang disebut working memory atau memori kerja yang fungsinya yaitu mengatur dan mengolah informasi, serta membentuk pengetahuan untuk disimpan di memori jangka panjang2. Jadi tidak heran ya Bu, kalau anak cerdas mudah sekali menerima dan mengingat pelajaran.

2. Menunjukkan sisi kreatif

Kecerdasan anak tak semata ditentukan dari nilai IQ yang mengukur kecerdasan analitik. Ada dua kecerdasan lain yang membentuk Teori Kecerdasan Segitiga, yaitu kecerdasan praktis dan kecerdasan kreatif3. Kreativitas adalah keterampilan memunculkan ide-ide baru yang mengejutkan dan bermanfaat. Kemampuan berpikir di luar kebiasaan dan berani mengambil risiko, berperan dalam melahirkan inovasi4.

Tanda anak kreatif misalnya si Kecil bisa menggambar tanpa diajarkan, pintar menyusun lego/balok, senang membuat kerajinan tangan, dan memiliki ide-ide yang out of the box.

Bagaimana cara mendukung kreativitas si Kecil? Salah satu caranya, bebaskan anak untuk berpikir kreatif4. Misalnya, ketika ia menemukan masalah, biarkan ia mencari cara menyelesaikan dengan caranya sendiri. Ibu mungkin akan kaget sendiri dengan solusi si Kecil yang unik dan tidak biasa. Ibu bisa mengungkapkan betapa bangganya Ibu bahwa si Kecil bisa berpikir sendiri, dan tidak hanya menuruti perintah atau kebiasaan umum4.

3. Memiliki imajinasi tinggi

Memiliki imajinasi tinggi adalah salah satu tanda keterbukaan pikiran, dan pikiran yang terbuka berkaitan erat dengan kecerdasan5.  Inovasi lahir dari imajinasi dan kreativitas. Mungkin, pesawat terbang, komputer, dan internet tidak akan tercipta tanpa kedua hal tadi.

Si Kecil yang memiliki imajinasi tinggi biasanya senang bermain peran (role play) menjadi dokter, pilot, ataupun profesi lainnya. Si Kecil biasanya juga suka mengkhayal, atau menggambar hal-hal yang imajinatif.

4. Rasa ingin tahu besar

Rasa ingin tahu juga bagian dari keterbukaan pikiran. Sikap si Kecil yang banyak bertanya, selalu penasaran, dan ingin mencoba hal baru, mungkin membuat Ibu kewalahan. Namun itu menandakan rasa ingin tahu yang besar, Bu. Biarkan mereka bereksplorasi dengan dunia sekitarnya ya, Bu. Namun, tentu saja keamanan si Kecil juga perlu diperhatikan.

5. Cepat menyelesaikan masalah

Anak yang cerdas mampu mengolah dan memilah informasi dengan baik. Ini membuat mereka bisa lebih cepat dalam menyelesaikan masalah dan mengerjakan tugas, serta mampu mengaplikasikan metode penyelesaian ke situasi baru3.

6. Menunjukkan sisi humoris

Ternyata Bu, selera humor yang baik itu berhubungan dengan kreativitas verbal dan kecerdasan, lho6. Siapa sangka, humor merupakan ciri khas kesenangan intelektual3. Ibu mungkin menyadari, perlu nalar yang baik untuk bisa memahami lelucon tertentu, apalagi membuat lelucon yang bermakna. Misalnya, stand-up comedian atau penulis komik strip lucu, yang mampu membungkus isu sosial dengan jenaka.

Cara Mendukung Kecerdasan Anak

Setelah mengenali ciri anak cerdas, sekarang Ibu bisa mencari cara untuk mengarahkan kecerdasan si Kecil. Ternyata Bu, menghadapi anak cerdas ternyata memiliki tantangan tersendiri, lho. Sikap mereka yang kritis kadang dianggap kurang sopan oleh orang lain. Selain itu, tekanan dan ekspektasi dari orang di sekitar juga bisa membuatnya tertekan, cemas, dan akhirnya mengisolasi diri3.

Ibu pasti bangga memiliki anak cerdas, namun sebaiknya hindari sikap menekan ya, Bu. Misalnya, menuntut si Kecil untuk selalu juara kelas, mendaftarkannya ikut berbagai les, atau membanggakannya secara berlebihan. Ini bisa membuatnya stres.

Ibu tidak perlu khawatir jika ciri-ciri anak cerdas di atas belum semua dimiliki oleh si Kecil, karena perkembangan setiap anak berbeda-beda. Yang paling penting, Ibu tidak pernah berhenti untuk selalu memberi nutrisi dan stimulasi untuk si Kecil melalui susu Bebelac 5 yang diperkaya dengan minyak ikan, omega 3 dan omega 6, serat pangan inulin, serta vitamin dan mineral. Nutrisi tepat akan mendukung perkembangan otak dan kesehatan pencernaannya. Anak pun tumbuh hebat dengan happy brain, happy heart, dan happy tummy.

Ciri anak cerdas mana yang menonjol pada si Kecil, Bu? Kenali jenis kecerdasan yang tampak lebih dominan pada si Kecil. Dengan begitu, ia bisa mencapai potensi maksimalnya. Yuk, coba praktikkan beberapa cara mendukung kecerdasan anak yang sudah dijelaskan di atas. Perpaduan pola asuh dan nutrisi yang tepat!

 


Referensi

  1. Syben Spit, Judith Rispens. (2019). On the Relation Between Procedural Learning and Syntactic Proficiency in Gifted Children. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6426985/ [Diakses 4 Oktober 2021]
  2. Tirza Kalesaran. (2016). Pelatihan Memori dan Daya Ingat Anak Usia 7-11 Tahun di Indonesia. Diambil dari https://www.researchgate.net/publication/311665248_PELATIHAN_MEMORI_DAN_DAYA_INGAT_ANAK_USIA_7-11_TAHUN_DI_INDONESIA [Diakses 4 Oktober 2021]
  3. Laurence Vaivre-Douret. (2011). Developmental and Cognitive Characteristics of “High-Level Potentialities” (Highly Gifted) Children. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3184407/ [Diakses 4 Oktober 2021]
  4. Sternber, RJ. (2017). ACCEL: A New Model for Identifying the Gifted. Diambil dari https://sci-hub.ru/https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/02783193.2017.1318658 [Diakses 4 Oktober 2021]
  5. Adrian Furnham, Helen Chen. (2016). Childhood Intelligence Predicts Adult Trait Openness. Diambil dari https://scottbarrykaufman.com/wp-content/uploads/2016/06/Furnham-Cheng-2016.pdf [Diakses 4 Oktober 2021]
  6. Gil Greengross, Geoffrey Miller. (2011). Humor ability reveals intelligence, predicts mating success, and is higher in males. Diambil dari https://www.psychologytoday.com/sites/default/files/attachments/95822/humor-predicts-mating-success.pdf [Diakses 5 Oktober 2021]
Tag