Kembali ke Kehamilan

6 Cara Menghilangkan Mual Saat Hamil di Trimester Pertama

Mual saat hamil, atau kerap disebut morning sickness, ternyata cukup umum terjadi pada ibu hamil. Menurut penelitian, angkanya mencapai ...

3 min
17 Feb 2022
Mual paling sering terjadi saat trimester pertama kehamilan

1 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Mual saat hamil, atau kerap disebut morning sickness, ternyata cukup umum terjadi pada ibu hamil. Menurut penelitian, angkanya mencapai 70-80%. Tapi untungnya, keluhan ini biasanya muncul selama trimester pertama saja. Pada kehamilan 22 minggu, morning sickness akan berangsur menghilang.1

Tapi, tetap saja merasakan mual dan muntah sangatlah tidak enak, Bu. Oleh karena itu, yuk, kita cari tahu cara menghilangkan mual saat hamil.

6 Cara Menghilangkan Mual saat Hamil

Aromaterapi dengan aroma mint atau lemon, bisa membantu mengurangi mual

Makanan tertentu seperti jahe, bisa membantu mengurangi keluhan morning sickness. Namun selain itu, juga ada beberapa cara menghilangkan mual saat hamil yang bisa Ibu lakukan. Asiknya lagi, cara-cara tersebut cukup sederhana dan mudah, sehingga Ibu bisa melakukannya sendiri di rumah.

1. Minum air putih yang cukup

Keluhan mual membuat ibu hamil sering muntah dan tidak nafsu makan, sehingga asupan cairan berkurang. Akibatnya, Ibu bisa mengalami dehidrasi. Padahal, dehidrasi selama masa kehamilan bisa berbahaya, karena menyebabkan Ibu merasa lemas dan pusing, serta memicu mual yang lebih parah.1

Itu sebabnya, penting bagi Ibu untuk mencegah dehidrasi, yang dapat membuat mual dan muntah menjadi lebih parah. Jika Ibu merasa kesulitan minum air putih sekaligus dalam jumlah banyak, Ibu bisa minum air dalam jumlah sedikit-sedikit tapi sering.1

2. Menghirup aromaterapi

Ibu pasti sudah familiar dengan aromaterapi. Nah, ternyata, menghirup aroma minyak esensial mint atau lemon bisa Ibu membantu menghilangkan mual akibat morning sickness.2,3 Untuk mendapatkan manfaat maksimal, Ibu bisa meneteskan aromaterapi ke burning oil ataupun menggunakan humidifier.

3. Melakukan akupunktur

Menurut penelitian, akupunktur atau akupresur cukup membantu sebagai salah satu cara menghilangkan mual saat hamil. Dilaporkan bahwa ibu hamil yang mendapat terapi akupunktur atau akupresur, mengalami mual dan muntah lebih sedikit daripada yang tidak mendapat akupunktur atau akupresur. Biasanya, akupunktur atau akupresur dilakukan pada area pericardium 6, yang terletak di sekitar 3 jari dari pergelangan tangan.1

4. Mengelola stres dengan baik

Berbagai perubahan fisik maupun emosi yang Ibu alami selama hamil, bisa memicu stres. Padahal, stres bisa memperburuk rasa tidak nyaman yang Ibu alami, termasuk morning sickness hingga kesulitan tidur. Untuk itu, pastikan Ibu untuk mengelola stres dengan baik, ya.4

Istirahat cukup, berolahraga rutin, dan mengonsumsi makanan bergizi, bisa Ibu lakukan untuk mengurangi stres dan rasa tidak nyaman saat hamil. Ibu juga perlu mengurangi kegiatan yang bisa menambah mumet, misalnya pekerjaan rumah tangga yang tak ada habisnya. Ibu bisa mengajak suami atau anggota keluarga yang lain untuk melakukan pekerjaan rumah tangga bersama, sehingga Ibu tidak terlalu capek dan stres lantaran mengerjakan semuanya sendirian.4

5. Berlatih yoga

Cara lain mengelola stres yaitu dengan melakukan kegiatan yang bersifat relaksasi, seperti yoga, latihan pernapasan, dan meditasi. Ada temuan bahwa ibu hamil yang berlatih yoga, baik di rumah ataupun di kelas yoga, lebih kecil kemungkinannya mengalami muntah berulang. Memang diketahui bahwa yoga bisa mengurangi muntah akibat pengobatan kanker payudara, sehingga diduga bisa saja morning sickness juga bisa berkurang dengan berlatih yoga.4,5

Ibu bisa berlatih yoga khusus ibu hamil di rumah. Namun bila sebelumnya Ibu tidak terbiasa melakukan yoga, ada baiknya mengikuti kelas yoga hamil, ya, Bu, agar terhindar dari risiko cedera.4 Dan, jangan memaksakan diri seandainya Ibu mual-mual terus hingga kesulitan berlatih yoga. Lakukanlah senyaman Ibu, dengarkan sinyal tubuh.

6. Mengkonsumsi Vitamin B6

Ibu pasti sudah sangat familiar dengan manfaat asam folat (vitamin B9) di awal kehamilan, yang di antaranya adalah untuk mencegah bayi lahir tanpa tempurung kepala atau tulang belakang yang tidak menutup. Nah, ternyata, bukan cuma asam folat saja yang penting untuk dikonsumsi ibu hamil. Ibu juga perlu mengonsumsi jenis vitamin B lainnya, yaitu vitamin B6.6

Menurut studi, vitamin B6 (pyridoxine) bisa membantu mengurangi mual dan muntah saat hamil.6 Jadi, jangan heran bila dokter memberi Ibu vitamin B6 bila Ibu mengeluhkan mual dan muntah.

Tanda-Tanda Mual yang Membuat Ibu Harus ke Dokter

Berlatih yoga saat hamil dapat membantu meredakan stres dan mual

Morning sickness bisa dianggap sebagai kejadian yang normal saat hamil. Namun, waspadai keluhan mual muntah hebat, ya, Bu, atau biasa disebut hyperemesis gravidarum (HG). Bila tidak segera ditangani, HG bisa berakibat fatal bagi Ibu dan janin.1

Baca Juga: 6 Makanan dan Minuman yang Bisa Ibu Konsumsi sebagai Cara Mengatasi Mual saat Hamil

Ibu perlu mengenali gejala ketika morning sickness berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan mengarah ke HG. Apa saja?7

  • Ibu mual seharian hingga tidak bisa makan dan minum.

  • Ibu muntah 3-4 kali sehari sehingga tidak ada makanan yang masuk.

  • Muntah berwarna kecoklatan, muntah darah atau ada garis darah di muntah.

  • Berat badan turun, pusing, hingga mau pingsan.

  • Jarang buang air kecil (tanda adanya dehidrasi).

  • Jantung berdetak cepat.

  • Mulut beraroma buah manis (menandakan ketoasidosis) atau berbau tidak sedap, serta muncul bau badan.

  • Kelelahan ekstrem.

Ibu bisa mencoba cara menghilangkan mual saat hamil bila mengalami morning sickness. Tapi bila keluhan tidak membaik atau bahkan memburuk, waspadailah kemungkinan HG, dan segeralah ke dokter.


Referensi:

  1. Martha Bustos, dkk. (2017). Nausea and Vomiting of Pregnancy – What’s New? Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov [diakses 2 Februari 2022]

  2. Azam Amzajerdi, dkk. (2019). Effect of Mint Aroma on Nausea, Vomiting and Anxiety in Pregnant Woman. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/ [diakses 4 Februari 2022]

  3. Parisa Yavari Kia, dkk. (2014). The Effect of Lemon Inhalation Aromatherapy on Nausea and Vomiting of Pregnancy: A Double-Blinded, Randomized, Controlled Clinical Trial. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov. [diakses 4 Februari 2022]

  4. March of Dimes. (2019). Stress and Pregancy. Diambil dari https://www.marchofdimes.org [diakses 4 Februari 2022]

  5. Holger Cramer, dkk. (2015). Characteristics of women who practice yoga in different locations during pregnancy. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/ [diakses 4 Februari 2022]

  6. O’Donnel A, dkk. (2016). Treatments for hyperemesis gravidarum and nausea and vomiting in pregnancy: a systematic review and economic assessment -  Chapter 7: Clinical effectiveness: vitamin B6 (pyridoxine). Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/  [diakses 4 Februari 2022]

  7. Kids Health – ditinjau oleh Elana Pearl Ben-Joseph, MD. (2020). Severe Morning Sickness (Hypereesis Gravidarum). Diambil dari https://kidshealth.org/a> [diakses 4 Februari 2022]



Artikel Terkait