kembung pada bayi

Penyebab Bayi Kembung dan Cara Mengatasinya

detail-fb detail-wa detail-twitter

Bayi yang jadi sumber kebahagiaan Ibu memang tampak menggemaskan. Selain itu, Ibu juga harus memperlakukan bayi dengan lembut karena daya tahan tubuh bayi masih belum berkembang sempurna. Akibatnya, ia jadi rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan.

Tanda bayi mengalami kembung

Saat sedang menggendong bayi atau saat sedang menjaganya, pernah tidak Ibu mengalami bayi yang tiba- tiba rewel? Lalu saat Ibu lihat lagi, perut si Kecil terlihat membesar? Nah, itu tandanya si Kecil sedang mengalami kembung, Bu !

Tahu tidak Bu, selain rewel karena merasa tidak nyaman, ciri-ciri lain bayi yang sedang kembung13 adalah menangis kencang, perutnya mengeras, dan sering bersendawa atau mungkin kentut. Yang terakhir ini adalah cara tubuh mungil si Kecil untuk mengeluarkan kelebihan udara dari perutnya. Jadi, jangan kaget ya kalau anak tiba-tiba kentut atau sendawa !

Penyebab perut bayi kembung

Mungkin Ibu jadi khawatir, apakah kembung bisa berbahaya buat bayi? Tak perlu khawatir ya Bu, karena biasanya kembung pada bayi bukan merupakan hal yang berbahaya kok! Faktanya, hampir setiap bayi di seluruh dunia pasti pernah mengalami kembung14. Biasanya, kembung pada bayi disebabkan oleh:

  • Organ pencernaan bayi masih berkembang
    Nah, Ibu harus ingat, sistem pencernaan bayi masih belum berkembang sempurna seperti orang dewasa. Jadi, jika tubuh orang dewasa bisa lebih mudah mengeluarkan kelebihan udara, tubuh bayi masih belum sekuat itu. Maka, tak heran kalau bayi jadi lebih sering kembung.
  • Terlalu banyak menelan udara15
    Nah, Ibu sudah tahu bukan kalau ini adalah penyebab paling umum perut kembung? Ya, udara berlebihan bisa masuk ke perut bayi saat dia membuka mulut ketika makan, menangis, atau tumbuh gigi. Udara yang berlebihan ini lalu 'terperangkap' di perut bayi, membuatnya kembung.
  • Jenis makanan
    Makanan tertentu seperti misalnya brokoli, sawi, kentang, kol, keju, apel, atau jeruk mengandung gula alami dan serat larut. Kalau diberikan secara berlebih pada bayi yang sistem pencernaannya masih berkembang, makanan ini bisa memicu kembung. Ini tak hanya berlaku pada bayi 6 bulan ke atas yang sudah boleh makan makanan padat MPASI, tapi juga pada bayi yang lebih kecil yang butuh asupan ASI eksklusif karena makanan tersebut bisa masuk ke ASI Ibu.
  • Gerak peristaltik usus yang melemah16
    Gerakan peristaltik atau mencerna makanan pada usus harus bekerja optimal agar asupan yang masuk ke tubuh bisa dicerna. Kadang, gerak peristaltik usus bayi yang masih berkembang menjadi yang kurang optimal karena bayi mengonsumsi obat tertentu, atau baru mengalami diare. Hasilnya, dia bisa menjadi kembung.

Cara mengatasi perut kembung pada bayi

Nah, kalau si Kecil kembung, apa yang bisa Ibu lakukan untuk meredakannya? Pertama, tetap tenang ya Bu! Lalu, Ibu bisa lakukan beebrapa tip ini untuk meringankan kembungnya17:

  • Gendong bayi dalam posisi tegak dan tepuk lembut punggungnya setelah makan. Pastikan posisi anak betulan tegak ya Bu, tujuannya agar udara yang berlebihan keluar dari saluran cernanya
  • Letakkan botol atau handuk hangat di atas perutnya
  • Baringkan si Kecil, lalu gerakkan kakinya seolah seperti sedang naik sepeda
  • Pijat lembut perut bayi membentuk lingkaran searah jarum jam

Ingat Bu, langkah-langkah ini hanya untuk pertolongan pertama mengurangi rasa tidak nyaman karena kembung ya! Kalau Ibu sudah melakukan cara-cara ini tapi kembung anak tidak juga hilang, atau si Kecil menunjukkan gejala lain seperti muntah-muntah, feses berdarah, sakit perut, demam tinggi, atau susah BAB18, segera konsultasikan ke dokter anak untuk dapat penanganan tepat ya!

 


Sumber referensi:

  1. https://www.webmd.com/parenting/baby/features/infant-gas#1
  2. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324725.php
  3. https://www.tummycalm.com/gas-in-children.html
  4. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/kembung-pada-anak
  5. https://www.webmd.com/first-aid/gas-pain-children
Tag