Kembali ke Tummypedia

3 Resep Menu Makanan untuk Anak 1 Tahun yang Enak dan Bergizi

Hore, si Kecil sekarang sudah genap berusia 1 tahun! Kini ia sudah mulai tumbuh besar dan aktif ya, Bu. Yang sedikit berbeda dari usia i...

4 min
14 Feb 2022

5 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Hore, si Kecil sekarang sudah genap berusia 1 tahun! Kini ia sudah mulai tumbuh besar dan aktif ya, Bu. Yang sedikit berbeda dari usia ini, menu makan anak 1 tahun sudah bisa sama seperti makanan untuk anggota keluarga lainnya. 

Nah, Ibu pasti tidak sabar mau masak apa untuk si Kecil, ‘kan? Yuk, re-cook aneka resep makanan anak 1 tahun yang enak dan bergizi di artikel ini! 

Kebutuhan Kalori Anak Usia 1 Tahun

Bayi Ibu sudah masuk usia 1 tahun atau 12 bulan? Di momen ini mungkin Ibu tengah mengalami masa-masa bingung karena anak menjadi susah makan, entah itu karena asyik bermain atau ia yang sudah mulai pilih-pilih makanan. 

Nah, jika ini terjadi, Ibu harus tanggap dan memantau berat badannya, ya! Jangan sampai masalah anak susah makan ini berlanjut dan memengaruhi penambahan berat badan si Kecil.

Kenaikan berat badan yang lambat, dikenal dengan faltering growth atau gagal tumbuh, artinya penambahan berat badan si Kecil tergolong lambat untuk usia dan gender si Kecil selama 3 tahun pertama, Bu.³

Adapun salah satu kemungkinan penyebab berat badan anak susah naik adalah pola pemberian makan dan nutrisinya yang kurang tepat. Pemberian makan pada anak tidak hanya sekadar memberikannya makanan, Bu. 

Namun, juga harus memperhatikan beberapa faktor. Misalnya, interaksi waktu makan antara Ibu dengan anak, jumlah asupan energi, perilaku makan anak, dan lingkungan sewaktu makan seperti apakah ada gangguan atau tidak.³

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi tahun 2019, kebutuhan kalori anak usia 12 bulan ke atas adalah sebanyak 1350 kkal/hari. Dari total kalori ini, jumlah energi yang harus dipenuhi anak Ibu dari MPASI adalah sebesar 550 kkal, yang terbagi dalam 3-4 kali makan besar dan 1-2 kali makan selingan.

Jenis makanan yang diberikan harus lengkap ya, Bu. Jadi, jangan hanya memberikan karbohidrat sebagai komposisi utama makanan anak sehingga membuatnya cepat kenyang dan kebutuhan gizi lainnya tidak terpenuhi. Akan tetapi, lauk pauknya pun harus dipilih yang bergizi baik.

Nah, agar Ibu tidak bingung. Berikut adalah contoh bahan makanan bergizi untuk anak usia 12-23 bulan:⁵
 

Sumber Protein Sumber Lemak Sayur dan Buah Susu Pertumbuhan
  • 2-3 butir telur per hari
     
  • 80-120 gram daging ayam/ikan 
     
  • 75-90 gram hati ayam.
  • 50 gram santan per kali makan atau 
     
  • 1 sendok teh margarin/mentega/minyak goreng per kali makan
     
  • Minyak kelapa, minyak jagung, atau minyak kedelai
  • Sayur dapat diberikan 1/3 gelas (setelah dimasak) per harinya.
     
  • Buah-buahan dapat diberikan ½ potong atau ¼ gelas buah segar dan sebagai pelengkap
  • Sebagai pelengkap diberikan produk dairy seperti, susu pertumbuhan, yogurt sekitar 2 sampai 3 gelas per hari (1 porsi = 250 ml).


Resep Menu Makan Anak 1 Tahun

Berbeda dengan saat bayi Ibu masih mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), di usia 1 tahun ke atas variasi menu si Kecil sudah semakin bertambah karena sudah bisa makan makanan keluarga.

Sebetulnya ini memang akan memudahkan Ibu dalam memasak, tetapi di sisi lain tantangan Ibu dalam memasak akan semakin banyak. Tenang Bu, setiap anak itu unik sehingga pendekatannya pun perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing. 

Pertama-tama, Ibu bisa mencari tahu apa makanan kesukaannya, apa makanan yang kurang disukainya dan cari tahu alasannya. Perhatikan juga variasi makanan yang diberikan ke anak, jangan-jangan anak mulai bosan dengan makanan yang ia makan sehari-hari.⁶

Nah, jika si Kecil mulai nampak bosan dengan resep makanan yang biasa ibu berikan, Ibu bisa mencoba membuat resep makanan anak 1 tahun yang enak dan bergizi, serta mengandung nutrisi lengkap di bawah ini. 

1. Nasi Tim Jamur

Memiliki tekstur yang lembut, nasi tim ayam jamur bisa menjadi pilihan menu makanan untuk anak 1 tahun. Sajian dengan cita rasa nikmat ini cocok disantap sebagai sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Dalam satu sajian nasi tim ada berbagai macam bahan mulai dari daging ayam cincang serta aneka jenis jamur, seperti jamur kancing dan jamur shiitake.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 2 piring nasi putih.

  • 100 gram jamur kancing, iris. 

  • 2 buah jamur shiitake, cincang.

  • 100 gram daging ayam cincang (opsional).

  • 2 siung bawang putih.

  • 2 sendok teh kecap asin. 

  • 1 sendok teh minyak wijen.

  • 1 batang daun bawang, iris.

Cara membuat resep nasi tim ayam jamur:

  1. Pertama-tama, panaskan minyak di wajan. Lalu, tumis bawang putih hingga wangi. Jika sudah, masukkan daging ayam dan dua jenis jamur yang sudah disiapkan. Tambahkan 100 ml air, masak seluruh bahan ini sampai mendidih. 

  2. Tambahkan nasi, kecap asin, dan minyak wijen. Masak sampai airnya habis dan tekstur nasi agak lembek. 

  3. Matikan api kompor, pindahkan nasi ke dalam dua mangkuk bersih sambil ditekan-tekan hingga padat. Keluarkan nasi tim ayam jamur dari mangkuk, tempatkan di piring dan taburi dengan irisan daun bawang. 

  4. Nasi tim ayam jamur siap disajikan untuk si Kecil. Selamat menikmati!

2. Sup Krim Kentang

Menu makan anak 1 tahun ini bisa dijadikan sebagai santapan pagi dan siang hari, serta saat ia sedang jatuh sakit. Makan makanan berkuah akan membuat tenggorokannya lebih segar. Berikut bahan-bahan dan resep sup krim kentang selengkapnya.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 6 buah bawang bombay.

  • 1 sendok teh minyak sayur.

  • 2 buah kentang, cuci bersih dan potong dadu.

  • 1 buah wortel, potong dadu.

  • 150 g kaldu jamur.

  • 3 sendok makan susu pertumbuhan Bebelac.

  • 100 ml air hangat.

  • 1 sendok teh garam.

Cara membuat resep sup krim kentang:

  1. Pertama-tama, panaskan minyak di wajan. Lalu, tumis bawang bombai hingga harum.

  2. Jika sudah harum, masukkan wortel, kaldu jamur, dan kentang. Tutup wajan dan masak sampai empuk. Tambahkan air bila kaldu jamur mulai habis, tapi kentang belum empuk.

  3. Angkat campuran kentang dan wortel yang sudah dimasak, kemudian masukkan ke dalam blender. Tambahkan garam dan susu pertumbuhan Bebelac yang telah dilarutkan. Haluskan.

  4. Tuang sup krim kentang mangkuk, sajikan hangat.

3. Telur Gulung Wortel

Telur merupakan sumber protein yang mudah diolah menjadi bahan makanan apa saja. Terlebih lagi, si Kecil pasti akan menyukainya. Kali ini, coba kreasikan telur menjadi telur gulung wortel, yuk, Bu. Simak resep masakan selengkapnya di bawah ini!

Bahan yang dibutuhkan:

  • 3 butir telur ayam, kocok lepas.

  • 1 buah wortel, serut terlebih dahulu.

  • ¼ sendok teh garam.

  • ⅛ sendok teh merica bubuk.

  • ¼ buah bawang bombai, cincang.

Cara membuat resep telur gulung wortel:

  1. Dalam sebuah mangkuk, campurkan semua bahan-bahan yang sudah disiapkan sebelumnya. 

  2. Panaskan teflon. Lalu, buat dadar tipis, gulung, sisihkan di pinggir wajan.

  3. Tuangkan adonan telur lagi, gulung ke arah gulungan pertama, sisihkan di pinggir wajan.

  4. Lakukan sampai adonan habis.

Baca Juga: Resep Makanan untuk Kecerdasan Otak Anak

Bagaimana, Bu? Mudah bukan untuk membuatnya? Sekarang saatnya Ibu langsung berkreasi di rumah dengan mencoba semua resep di atas. Selamat mencoba!

Selain dari menu makanan, Ibu juga bisa melengkapi kebutuhan gizi anak usia 1 tahun ke atas dengan memberikan susu pertumbuhan, seperti susu Bebelac 3 GroGreat+ yang mengandung DHA dan LA + ALA (minyak ikan) 23% lebih tinggi untuk mendukung perkembangan otak anak (happy brain).

Selain 3 asam lemak esensial tersebut, nutrisi hebat lain dalam Bebelac 3 GroGreat+ yang juga tak kalah penting adalah kombinasi unik FOS:GOS dengan rasio 1:9 yang satu-satunya sudah teruji klinis untuk menjaga kesehatan pencernaan anak.

Jadi, pastikan si Kecil mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan dukung dengan susu Bebelac 3 GroGreat+ sebanyak 3 gelas setiap hari untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi optimal di tiga tahun pertamanya, ya, Bu!

Baca Juga: 12 Resep MPASI untuk Bayi Sembelit dan Pencernaan Sehat

Berapa Berat Badan Ideal Anak Usia 1 Tahun?

Dengan resep menu anak 1 tahun di atas, Ibu dapat memastikan si Kecil mendapat asupan kalori yang sesuai dengan kebutuhannya. Jadi, pertambahan berat badannya dapat berlangsung optimal.

Lantas, berapa berat badan ideal anak usia 1 tahun? Ibu bisa mengetahuinya dengan melihat kurva pertumbuhan yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO). Kurva pertumbuhan sudah dijadikan acuan umum, serta digunakan oleh dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia untuk memantau pertumbuhan anak. 

Menurut WHO, rata-rata berat badan anak laki-laki dan perempuan usia 1 tahun adalah sebagai berikut. 

  • Anak perempuan usia 1 tahun: 7 kg - 10,1 kg.

  • Anak laki-laki usia 1 tahun: 7,7 kg - 10,8 kg.

Selain itu, pertumbuhan anak di usia satu tahun juga dikatakan normal jika berat badannya mencapai tiga kali dari berat saat lahir.²

Misalnya, berat badan bayi baru lahir adalah 3,2 kg. Maka, di usia 1 tahun, berat badannya sudah mencapai 9,6 kg. Lebih atau kurang sedikit tidak apa-apa, Bu, karena setiap anak akan bertumbuh dengan kecepatan yang berbeda. 

Jangan lupa juga ukur tinggi badannya ya, Bu. Di usia 1 tahun, panjang atau tinggi badan anak sudah naik 50 persen dari panjang lahir, dengan ukuran lingkar kepala naik sekitar 10 cm. Pastikan Ibu mengukur berat dan tinggi badan si Kecil secara berkala dengan jadwal sebagai berikut:

  • Setiap bulan sampai usia 1 tahun.

  • Setiap 3 bulan sampai usia 3 tahun.

  • Setiap 6 bulan sampai usia 6 tahun.

  • 1 tahun sekali pada tahun-tahun berikutnya.²

Baca Juga: Ini Panduan Berat Badan Bayi Normal Usia 0-11 Bulan

Untuk mengetahui apakah berat dan tinggi badan anak Ibu sudah ideal atau belum, Ibu bisa membawanya ke posyandu atau dokter anak secara berkala. 

Setiap bulannya, dokter atau petugas posyandu nanti akan mengukur tinggi badan anak yang akan dibandingkan dengan berat badannya. Dari hasil tersebut, dokter akan bisa mengetahui apakah tinggi badan anak Ibu sudah ideal sesuai usianya atau belum. 

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bu!


Referensi:

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Kurva Pertumbuhan WHO. Diambil dari: https://www.idai.or.id/professional-resources/kurva-pertumbuhan/kurva-pertumbuhan-who  [Diakses 4 Januari 2022]
     
  2. Ireska T Afifa, Catharine M.Sambo, Bernie E.Medise. (Update terakhir 2016). Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Bagian 1). Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-1. [Diakses pada 4 Desember 2021]
     
  3. NICE Guideline, No. 75. (Update terakhir 2017). Faltering Growth – recognition and management. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books /NBK458459/. [Diakses pada 4 Desember 2021]
     
  4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan. Diambil dari: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk _hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka _Kecukupan
    _Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk _Masyarakat_Indonesia.pdf [Diakses 4 Januari 2022]
     
  5. Damayanti R. Sjarif dkk. Update terakhir 2020. Nutrisi pada Bayi dan Batita di Era New Normal Pandemi Covid 19. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/nutrisi-pada-bayi-dan-batita-di-era-new-normal-pandemi-covid-19. [Diakses pada 4 Desember 2021]
     
  6. Dr. Dimple Gobind Nagrani. Sp.A. Update terakhir 2017. Penanganan kesulitan makan (Feeding Difficulty) pada Si Kecil. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penangan-kesulitan-makan-feeding-difficulty-pada-si-kecil. [Diakses pada 4 Desember 2021]
     
  7. World Health Organization. https://cdn.who.int/media/docs/default-source/child-growth/child-growth-standards/indicators/weight-for-age/sft-wfa-girls-z-0-5.pdf?sfvrsn=6606c085_11. Diakses pada 28 Oktober 2022.
     
  8. World Health Organization. https://cdn.who.int/media/docs/default-source/child-growth/child-growth-standards/indicators/weight-for-age/sft-wfa-boys-z-0-5.pdf?sfvrsn=c735bc54_16. Diakses pada 28 Oktober 2022.
     
  9. Top Doctors. https://www.topdoctors.co.uk/medical-dictionary/faltering-growth. Diakses pada 31 Oktober 2022.
     


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait