Kembali ke Tumbuh Kembang

Perkembangan Bayi 5 Bulan, Si Kecil Sudah Bisa Apa Saja?

Bayi 5 bulan bisa apa, ya? Jawaban dari pertanyaan ini pasti akan makin membuat Ibu kagum. Sebab, pada bulan ke-5 ini akan ada banyak ha...

4 min
11 May 2022

2 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Bayi 5 bulan bisa apa, ya? Jawaban dari pertanyaan ini pasti akan makin membuat Ibu kagum. Sebab, pada bulan ke-5 ini akan ada banyak hal baru yang bisa si Kecil lakukan, di antaranya menggapai dan menggenggam mainannya juga berguling dari telentang ke tengkurap atau sebaliknya. Senang ya, Bu, mengamati si Kecil terus tumbuh hebat!

Lalu, apa lagi perkembangan bayi di usia 5 bulan ini? Yuk, baca artikel ini selengkapnya sampai habis!

Perkembangan Berat dan Tinggi Badan Bayi 5 Bulan

Berat badan bayi di usia 5 bulan idealnya bisa naik 0,5 kilogram dari bulan ke-4. Namun, kenaikan berat badan bayi juga perlu dibarengi dengan pertambahan tinggi atau panjang badannya, Bu.

Hal ini karena pertambahan berat dan panjang badan merupakan acuan untuk memantau apakah pertumbuhan bayi sudah sesuai di jalur yang tepat sesuai grafik pertumbuhan WHO.

Pemantauan berat dan panjang badan bayi juga penting untuk mengenali jika ada risiko masalah gizi dan tumbuh kembang anak yang membutuhkan penanganan dari tenaga ahli.

Nah, untuk mengetahui apakah bayi Ibu sudah memiliki berat dan panjang badan ideal, Kementerian Kesehatan RI pernah mengeluarkan panduan Standar Antropometri Anak sebagai berikut: 

  • Bayi laki-laki: 7,5 kg dengan panjang badan sekitar 65.9 cm.

  • Bayi perempuan: 6.9 kg dengan panjang badan sekitar 64 cm.

Apabila tinggi dan berat badan bayi Ibu bulan kurang dari rata-rata di atas, sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan saran yang tepat, ya!

Apa Saja yang Sudah Bisa Dilakukan Bayi 5 Bulan?

Kalau dari aspek perkembangan motorik, kognitif, hingga sosial emosionalnya, bayi 5 bulan sudah bisa apa saja, ya? Yuk, kita bahas satu per satu, Bu!

1. Menggerakkan Kepala dan Belajar Duduk

Pada usia 5 bulan, bayi sudah mulai bisa menggerakan kepala ke satu sisi, ke kanan atau kiri, serta mengangkat dada saat sedang tengkurap. 

Bayi usia 5 bulan juga mulai bisa duduk sendiri selama beberapa detik dengan posisi yang lebih stabil dan tanpa sandaran bantal. Hal ini karena sekarang otot punggung bayi sudah cukup kuat untuk menopang berat badannya. 

Pertama, ia akan mulai mencoba duduk dengan memiringkan badannya terlebih dahulu, kemudian belajar menggunakan lengan untuk menopang badannya. Kadang, bayi akan mencoba duduk dengan posisi tangan di depan perut untuk menyokong tubuhnya.  

Akan tetapi, alangkah lebih baik jika Ibu tetap memberikan bantal atau boneka untuk membantunya bersandar ketika duduk.

2. Berguling dari Telentang dan Tengkurap 

Beberapa bayi di usia 5 bulan mungkin juga sudah bisa berguling dari telentang ke tengkurap atau sebaliknya. 

Jika si Kecil sudah bisa berguling, hati-hati, ya, Bu. Pastikan Ibu jangan pernah meninggalkannya sendiri di tempat tidur atau tempat yang tinggi karena adanya kemungkinan ia akan terjatuh. 

Seiring berjalannya waktu, bayi usia 5 bulan juga akan belajar melatih kekuatan otot dan koordinasi geraknya. Sebagai contoh, duduk sendiri tanpa bantuan, berpindah tempat, serta menjelajahi dan mengenali lingkungan sekitarnya.3

Menggerakkan kepala, belajar duduk, dan berguling merupakan kemampuan motorik kasar. Motorik kasar penting dalam pertumbuhan seorang anak, Bu, karena akan memengaruhi aktivitasnya sehari-hari.

Perkembangan ini menandakan bayi 5 bulan Ibu sudah siap untuk merangkak dalam beberapa bulan ke depan.

3. Meraih dan Menggenggam Mainan di Dekatnya

Bayi 5 bulan sudah apa lagi? Bayi 5 bulan sekarang mulai bisa menarik benda, mainan, atau botol susu di dekatnya, kemudian memindahkannya dari satu tangan ke tangan lainnya.

Ia juga sudah bisa menggoyangkan benda-benda di dekatnya yang menarik perhatian, seperti mainan kerincingan. 

Kemampuan penglihatan dan kemampuan tangan bayi untuk meraih, menggenggam, dan melepas benda menggunakan kedua tangannya merupakan kemampuan motorik halus yang nantinya akan menunjang keterampilan si Kecil makan. 

Karena kemampuan barunya ini juga, si Kecil akan mulai mencoba bereksplorasi dengan memasukkan mainan atau benda yang dipegangnya ke dalam mulut.

Supaya momen belajarnya tetap aman, Bu, alangkah lebih baik jika setiap mainan miliknya disterilkan lebih dulu dan jauhkan benda-benda yang sekiranya dapat membahayakan si Kecil jika dimasukkan ke dalam mulut.

Misalnya saja, benda-benda tajam seperti jarum dan peniti, gunting, dan pisau, juga yang berukuran kecil seperti kelereng, potongan balok mainan, sobekan kertas atau gumpalan plastik.

Baca Juga: Latihan Kombinasi Motorik Kasar dan Halus yang Bisa Dilakukan Anak

4. Berceloteh 

Rasanya tidak sabar ya, Bu, mendengar si Kecil bisa memanggil nama Ibu atau Ayah? Nah, perkembangan lain yang ditunjukkan bayi berusia 5 bulan, yakni sudah bisa menunjukkan kemampuannya berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Jadi, jangan kaget, kalau bayi mulai mengoceh kalimat yang terdiri dari satu suku kata, seperti “ba-ba-ba”, “ma-ma-ma”, atau “da-da-da” walaupun ia belum mengerti apa arti kata yang diucapkannya.5

5. Mengeksplorasi Hal-Hal di Sekitarnya

Bayi usia 5 bulan sudah lebih bisa mengeksplorasi hal-hal di sekitarnya. Ini termasuk mengamati tangan atau kakinya sendiri, serta melihat apa saja benda-benda di sekitarnya. 

Ibu mungkin akan melihat si Kecil mulai mencoba menyentuh tombol-tombol yang ada di mainannya, atau menggoyangkan mainan bila itu bisa menghasilkan suara atau bunyi tertentu. 

Kemampuan mengeksplorasi ini termasuk dalam sisi kognitif, Bu. Kemampuan kognitif berkaitan erat dengan kemampuan berpikir, nalar, memahami sesuatu, mengingat informasi, memecahkan masalah, dan mempelajari hal baru.

Tak jarang sesekali bayi menangis untuk mencari perhatian Ibu. Ketika ia menangis, ia jadi tahu bahwa ibunya akan datang untuk menghampirinya.

6. Merespon dan Berinteraksi dengan Orang Lain

Kemampuan sosial emosional bayi 5 bulan mulai terlihat dari temperamen bawaan dan hubungannya dengan orang lain, yaitu bagaimana dia merespon dan berinteraksi dengan orang-orang sekitarnya.

Ibu bisa melihat bayi 5 bulan sudah bisa melakukan kontak mata dengan orang yang lain di sekitarnya, serta menunjukkan ekspresi wajah seperti senang, marah, sedih, tertekan, dan terkejut.

Kini, bayi menjadi lebih ramah kepada orang lain di sekitarnya. Ia sudah mampu tersenyum saat merespon sesuatu, menunjukkan kesukaan pada orang-orang yang dia kenal dari suara dan aromanya, serta mulai menunjukkan minat pada bayi lain (empati).8

Bila Ibu memanggil atau menyapanya dengan “Kakak” atau “Adik”, bayi akan menoleh dan melihat ke arah Ibu atau orang yang mengajaknya bicara. Ia pun sudah bisa tertawa sebagai bentuk respon terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya. 

Lucu dan menggemaskan sekali, ya, Bu? Jangan heran kalau Ibu atau Ayah akan mendengar bayi tertawa cukup kencang.5 

Walaupun belum paham sepenuhnya dengan kata-kata, bayi sudah bisa merespon kalau Ibu mengatakan “tidak” atau “jangan”. 

7. Bisa Tidur Sepanjang Malam

Meski tidak semua, sebagian besar bayi berusia 5 bulan sudah bisa tidur sepanjang malam. Agar bayi bisa tidur nyenyak sepanjang malam, Ibu bisa membuatkan ritme tidur yang teratur. 

Caranya, mandikan bayi dengan air hangat. Kemudian, nyanyikan lagu atau ceritakan dongeng yang bisa membuatnya mulai mengantuk.

Bila memungkinkan, Ibu bisa membiasakan untuk meletakkan bayi di dalam tempat tidurnya dalam keadaan mengantuk, bukan saat ia sudah tertidur pulas agar ia juga bisa belajar menenangkan diri sendiri untuk tidur. 

Di siang hari, bayi 5 bulan masih membutuhkan dua kali tidur siang, yaitu satu di pagi hari dan satu setelah makan siang. Nah, cobalah untuk tidak menunda hal tersebut sampai bayi ibu rewel dan menangis. Atur posisi untuk tidur apabila bayi sudah menunjukkan tanda-tanda mengantuk.

Baca Juga: Panduan Jadwal MPASI Bayi 6 Bulan dan Menu Idealnya

Apa yang Harus Dilakukan Ibu untuk Bantu Tumbuh Kembang Bayi 5 Bulan? 

Jangan khawatir, Bu, kalau pada usia 5 bulan si Kecil belum menunjukkan semua kemampuan di atas. Sebab, pertumbuhan setiap anak memang berbeda-beda. Ibu dapat terus mendampingi dan memantau perkembangannya agar selalu optimal. 

Terkadang, Ibu perlu melakukan berbagai stimulasi agar tumbuh kembang bayi 5 bulan bisa berjalan optimal. Misalnya: 

1. Melatih Duduk

Meski tiap perkembangan bayi beda-beda, biasanya bayi 5 bulan sudah mulai bisa duduk sendiri. Kalau belum, salah satu stimulasi yang bisa Ibu lakukan adalah melatih bayi duduk sendiri. 

Ibu bisa mendudukkan bayi di kursi dengan sandaran atau penyangga agar ia tidak jatuh ke belakang. Saat ia sudah dalam posisi duduk tegak, pegang badannya. 

Jika ia bisa duduk tegak, dudukkan bayi di lantai yang beralaskan selimut tanpa sandaran atau penyangga.

2. Meletakkan Mainan atau Benda Kecil di Dekatnya

Agar Ibu bisa lebih gampang melatih keterampilan koordinasi mata dan tangan bayi, coba cara stimulasi berikut ini, ya!

Letakkan mainan kesukaannya beberapa langkah di depannya, bisa yang berwarna cerah atau yang mengeluarkan suara seperti kerincingan. Kemudian, semangati si Kecil untuk meraih dan mengambilnya.

Karena bayi sudah siap untuk merangkak dan menjelajah, pastikan Ibu menjauhi bayi dari barang-barang yang berpotensi membahayakan dirinya, ya. Sebut saja, benda-benda berujung runcing atau tajam, bersuhu panas, hingga berukuran kecil. 

Karena, pada fase ini, tak jarang si Kecil kerap meraih benda-benda di sekitarnya dan langsung memasukkannya ke dalam mulut, Bu. 

3. Sering Ajak Ngobrol

Salah satu cara mengoptimalkan perkembangan bayi di usia 5 bulan ini adalah dengan membacakan buku cerita bergambar. Cara ini berguna untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan penglihatannya.

Ibu bisa membuat intonasi, suara, dan ekspresi wajah yang berbeda-beda agar ia merasa tertarik. 

Selain itu, sering-seringlah mengajak si Kecil mengobrol, bernyanyi, atau meniru suaranya saat ia berceloteh. 

Ibu bisa sekalian mengajaknya berkomunikasi dengan mengucapkan kata-kata sederhana, seperti ‘mama’, ayah, ‘papa’, atau ‘kakak’. 

Ajak bayi bicara dalam berbagai aktivitas sehari-hari, ya, Bu. Contohnya saat  tummy time, memandikan bayi, memakaikan pakaian, mengganti popok, hingga waktu menyusu. 

4. Menyetel Lagu Ceria

Bayi di usia ini sangat senang mendengarkan lagu, Bu. Jadi, Ibu bisa menyetel lagu anak-anak yang ceria, seperti lagu ‘Baby Shark’, atau menyanyikannya untuk memancing reaksi si Kecil.

Usahakan untuk menyanyikan lagunya dengan ekspresi yang ceria juga ya, Bu! Lakukan cara stimulasi bayi 5 bulan ini sambil memperlihatkan ekspresi wajah yang heboh untuk menarik perhatiannya.

Siapa tahu, mendengar lagu kesukaannya akan membuat si Kecil merespon dengan tepuk tangan, tertawa, dan menari.

5. Ajak si Kecil Main Bersama Bayi Lain

Cara stimulasi bayi 5 bulan lainnya bisa dengan mengajaknya bersosialisasi. Sederhana saja, sesekali coba ajak si Kecil jalan-jalan keluar rumah. Bukan tidak mungkin ia akan bertemu dengan bayi-bayi seusianya di sekitar rumahnya

Tak ada salahnya mengajak bayi Ibu playdate dengan bayi-bayi lain. Lalu, biarkan ia duduk di lantai bersama teman-temannya. Bila perlu, letakkan sejumlah mainan di sekelilingnya. 

Selain meningkatkan kemampuan kognitif dan sosialnya, si Kecil jadi merasa punya teman dan tidak bosan hanya melihat wajah orang tuanya di rumah. 

Baca Juga: Menu Makanan Sehat untuk Bayi 6 Bulan

Periksakan ke Dokter Bila Bayi Memperlihatkan Tanda-Tanda Ini

Jika ada tanda-tanda bahaya yang Ibu curigai, Ibu bisa langsung memeriksakan bayi untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Misalnya: 

  • Belum bisa menggenggam mainan atau benda lainnya.

  • Kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda.

  • Terlihat tidak tertarik dengan mainan atau benda yang ada di sekitarnya.

  • Tidak mengenal Ibu atau Ayahnya.

  • Tidak bisa berceloteh atau membuat suara.

  • Tidak bisa membuka kepalan tangan dan jari-jari tangan.

  • Tidak bisa menendang.

  • Tidak menoleh saat dipanggil, atau tidak memberikan reaksi apa pun bila mendengar. suara keras dan yang mengagetkan.

  • Adanya gerakan tubuh si Kecil yang tidak terkontrol.

Segera konsultasikan ke dokter apabila bayi memperlihatkan salah satu atau berbagai tanda tersebut, ya, Bu. 

Ibu juga bisa mengecek perkembangan bayi 5 bulan serta tumbuh kembangnya sesuai dengan tahapan usianya melalui tools BebeJourney, lho. 

Tools ini dilengkapi berbagai fitur edukatif dan menarik untuk mendukung si Kecil tumbuh hebat. Mulai dari milestone bulanan, jadwal vaksin, grafik pertumbuhan, hingga panduan MPASI. Tunggu apa lagi? Yuk, coba sekarang!


Referensi:

  1. Cara F Dosman, MD FRCPC FAAP, Debbi Andrews, MD FRCPC, and Keith J Goulden, MD DPH FRCPC (December 2021). Evidence-based milestone ages as a framework for developmental surveillance. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3549694/ (Diakses 19 Oktober 2020)
  2. Lise Hestbaek, Sarah Thurøe Andersen, Thomas Skovgaard, Line Groenholt Olesen, Mette Elmose, Dorthe Bleses, Simon Calmar Andersen, and Henrik Hein Lauridsen (2017). Influence of motor skills training on children’s development evaluated in the Motor skills in PreSchool (MiPS) study-DK: study protocol for a randomized controlled trial, nested in a cohort study. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5576290/  (Diakses 19 Oktober 2020)
  3. Catharine M. Sambo (2015). Menjelajah Sebelum Berjalan. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/menjelajah-sebelum-berjalan (Diakses 20 Oktober 2020)
  4. Sandy L. Gonzalez, Veronica Alvarez, and Eliza L. Nelson (2019). Do Gross and Fine Motor Skills Differentially Contribute to Language Outcomes? A Systematic Review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6901663/ (Diakses 20 Oktober 2021)
  5. Bernie Endyarni Medise (2015) Kemampuan Motor Bayi Terkait dengan Keterampilan Kemampuan Makan. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/kemampuan-motor-bayi-terkait-dengan-keterampilan-kemampuan-makan  (Diakses 20 Oktober 2021)
  6. Fatima Malik; Raman Marwaha (update terakhir Juli 2021) . Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537095/ (Diakses 20 Oktober 2021)
  7. Amanda Soebadi (2013) . Keterlambatan Bicara. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara (Diakses 20 Oktober 2021)
  8. Fatima Malik; Raman Marwaha . Developmental Stages of Social Emotional Development In Children. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534819/ (Diakses 20 Oktober 2021)
  9. Bernie Endyarni Medise. 2013. Mengenal Keterlambatan Perkembangan Umum pada Anak. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak [Diakses 24 Oktober 2021]


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait