Kembali ke Tumbuh Kembang

8 Cara Ampuh agar Anak Cepat Bicara, Ibu Wajib Tahu!

Hampir semua orang tua ingin anaknya tumbuh menjadi anak yang ceriwis dan suka berceloteh. Maka itu, tidak sedikit orang tua yang melaku...

4 min
13 Oct 2022
Ibu menemani anak bermain

6 ibu tandai artikel ini informatif

Hampir semua orang tua ingin anaknya tumbuh menjadi anak yang ceriwis dan suka berceloteh. Maka itu, tidak sedikit orang tua yang melakukan berbagai macam cara agar anak mereka cepat bicara lancar. Ibu juga salah satunya?

Tak bisa dipungkiri memang, bahwa keterampilan bicara jadi salah satu modal utama untuk si Kecil bisa bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. 

Nah, simak artikel ini sampai habis, ya Bu, untuk mengetahui ragam cara atau tips merangsang anak agar cepat bicara lancar sebelum masuk sekolah nanti! 

Tahapan Perkembangan Bayi dalam Berbicara

Jika Ibu ingin tahu apakah perkembangan kemampuan bicara si Kecil sudah sesuai usianya atau belum, Ibu perlu memahami dulu tahapan perkembangan kemampuan bayi berbicara. Umumnya, anak akan mulai belajar bicara pada usia 6 bulan sampai 2 tahun.

Berikut tahapannya yang perlu Ibu ketahui juga:

1. Usia 0-6 Bulan

Tahukah Ibu? Anak yang berusia di bawah 6 bulan sebenarnya sudah bisa paham apa yang Ibu suka ucapkan padanya.

Jadi jika Ibu bersuara atau membunyikan benda di dekat si Kecil, ia akan menoleh ke arah suara atau sumber bunyi itu. 

Kemudian ketika si Kecil berusia sekitar 6 bulan, Ibu mungkin akan sering mendengarnya mengucapkan kata-kata, seperti “ma-ma-ma-ma”, “ba-ba-ba-ba”, atau “mi-mi-mi”. 

Namun, ini tidak dihitung bahwa bayi bisa bicara, lho Bu! Sebab, di usia awal ini ucapan anak belum memiliki makna dan ia juga belum mengerti apa yang ia ucapkan.

2. Usia 7-12 Bulan

Di usia 7-12 bulan, si Kecil akan mulai lebih sering berceloteh. Si Kecil sudah bisa memahami kata-kata sederhana, seperti “tidak”, Bu. 

Anak juga mulai memahami dan melakukan perintah sederhana, seperti “Ayo, high five!” atau “Kiss bye mana kiss bye?”. Jika melihat Ayah atau Ibunya, ia mungkin akan mengucapkan “Papa” atau “Ma-ma, ma-ma” untuk Ibu.

Si Kecil juga sudah bisa menggunakan gestur tubuhnya untuk berkomunikasi, bahkan menyebut ujung kata walaupun masih sulit mengucapkannya dengan sempurna. 

Sebagai contoh, Si Kecil menyebut “Cing” yang berarti “kucing”, “Cak” yang berarti cicak, “Guk” yang berarti “anjing” (guguk).

3. Usia 13-18 Bulan

Jika Si Kecil sudah menginjak usia 1 tahun, sebaiknya Ibu, Ayah, dan orang-orang di sekitarnya perlu berhati-hati dalam bertutur kata. Kenapa? 

Pasalnya, Si Kecil sudah bisa mengulangi kata-kata yang diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya. Jadi, jangan kaget, Bu, kalau buah hati mulai bisa mengikuti atau meniru apa yang diucapkan oleh Ibu dan Ayah.

Pada periode usia ini, Si Kecil juga sudah dapat memahami kalimat perintah dengan baik, seperti “Ambil sepatu kakak”, serta mengungkapkan permintaan atau keinginannya melalui kata-kata.

4. Usia 19-36 Bulan

Di rentang usia 19-24 bulan, koleksi kosakata si Kecil sudah meningkat jadi lebih banyak. 

Ia sudah bisa berbicara dengan jelas walaupun hanya baru mengucapkan frasa atau kalimat pendek. Si Kecil juga sudah bisa menyebutkan bagian-bagian anggota tubuh dan orang-orang yang dikenal atau sering kali dilihatnya sehari-hari.

Nah ketika menginjak usia 3 tahun (36 bulan), idealnya Si Kecil sudah bisa diajak berkomunikasi. Terkadang, ia akan cerewet dan bertanya banyak hal pada ibu, hingga meminta sesuatu. 

Baca Juga: Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Berbagai Cara agar Anak Cepat Bicara Lancar

Setiap anak itu unik dan akan berkembang pada waktunya sendiri. Dalam hal ini, peran orang tua sangat penting untuk merangsang kemampuannya agar cepat bisa bicara.

Meski ada tahapan perkembangan bicara sesuai usianya, perlu dipahami bahwa perkembangan anak berbicara berbeda antara satu anak dengan anak lainnya. 

Ini berarti akan ada kalanya kemampuan bahasa Si Kecil sedikit terlambat atau mungkin lebih cepat dari anak-anak pada usia yang sama. 

Hal tersebut bisa saja terjadi dan tak perlu Ibu khawatirkan, kok. Ibu bisa melakukan berbagai cara agar anak cepat bicara dengan memberikannya stimulasi. Berikut penjelasannya.

1. Ajak Si Kecil Ngobrol

Salah satu cara agar anak cepat bicara adalah dengan rutin mengajaknya ngobrol, bahkan sejak dari baru lahir. 

Hanya karena anak  belum bisa bicara, bukan berarti ia belum mengerti apa yang Ibu maksud, lho! Sebab, semakin banyak Ibu berbicara dan mengekspresikan diri, semakin mudah bagi si Kecil untuk belajar berinteraksi dan berbicara. 

Ibu bisa mengajaknya berbicara setiap kali memberikan makan, mengganti popok, memandikannya, memakaikan pakaian, sampai sebelum tidur. 

Bicarakan apa saja yang terlintas di pikiran atau benak Ibu, pastikan untuk menggunakan kata-kata sederhana dan kalimat pendek jika memungkinkan.

Jika si Kecil mengeluarkan suara atau ocehan, Ibu bisa menanggapinya. Bila perlu, gunakan gestur atau mimik muka seekspresif mungkin untuk memancing respons gelak tawa si Kecil. 

2. Gunakan Bahasa Isyarat

Ibu tidak harus fasih berbahasa isyarat untuk mengajari anak beberapa isyarat dasar. Sebab, banyak orang tua telah mengajari bayi dan balita menggunakan kata-kata isyarat. 

Misalnya, saat Ibu ingin memperkenalkan kata ‘susu’, bisa tunjukkan bahasa isyarat susu agar si Kecil bisa mengingat kata-katanya lebih baik.

Biasanya, anak kecil sering kali lebih mudah memahami bahasa isyarat daripada orang dewasa. Hal ini memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dan mengekspresikan diri pada usia yang masih muda. 

Dengan begitu, si Kecil tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu mengekspresikan diri dengan gerakan tubuhnya. 

Lakukan cara stimulasi anak agar cepat bicara ini berulang kali sampai anak Ibu mempelajari tandanya, dan mengaitkan kata itu dengan makna aslinya. 

Memberi anak kemampuan untuk mengekspresikan diri melalui bahasa isyarat dapat membantu mereka merasa lebih percaya diri dalam berkomunikasi. 

Membantu anak berkomunikasi dengan bahasa isyarat dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi ia untuk belajar lebih banyak bahasa.

3. Hindari Merespon dengan Bahasa Bayi

Menghindari penggunaan bahasa bayi saat berbicara dengan anak juga bisa menjadi cara merangsang anak agar cepat bicara. 

Bila si Kecil menggunakan bahasa bayi yang cadel ataupun salah, Ibu jangan merasa perlu mengoreksinya. Cukup tanggapi dengan penggunaan kata yang tepat. 

Misalnya, jika anak meminta susu dengan menyebut kata “usus”, Ibu bisa meresponnya dengan “Adik minta susu?”

Baca Juga: Perilaku dan Perkembangan Anak Usia 22 Bulan

4. Minta Sebutkan Nama Benda

Cara lain agar anak cepat bicara bisa dengan meminta si Kecil menyebutkan nama benda. Biasanya si Kecil mungkin akan menunjuk barang yang diinginkan, bukannya meminta dengan mengucapkan sesuatu. 

Sebagai contoh, bila si Kecil menunjukkan sebuah gelas berisi jus, maka Ibu bisa menimpalinya, “Adik mau jus?”.

Tujuan dari cara merangsang anak agar cepat bicara ini adalah untuk mendorongnya mengucapkan kata atau frasa yang sama, seperti “jus”. 

Jadi, bila si Kecil sedang menunjukkan sesuatu, ucapkan nama benda tersebut agar ia bisa meniru dan menyebut nama bendanya dengan sempurna. 

5. Ajak Si Kecil Bermain di Luar Rumah

Tak ada salahnya Ibu mengajak si Kecil bermain atau bersosialisasi untuk mengenalkannya dengan orang lain dan melihat ragam binatang di luar rumah. 

Misalnya, bila anak melihat seekor kucing dan mengucapkan kata “kucing”. Ibu bisa meresponnya dengan mengatakan, “Iya, itu kucingnya warna cokelat. Besar ya?”

Ibu juga bisa menggunakan teknik ini ketika si Kecil mengucapkan sejumlah kata dalam kalimat. Hal ini bisa sangat membantu mereka memiliki lebih banyak kosakata.

Baca Juga: Peran Orang Tua Bermain Bersama Si Kecil

6. Membacakan Buku Cerita

Tahukah Ibu? Membacakan buku cerita bisa jadi cara stimulasi anak agar cepat bicara, lho. Ya, membacakan cerita kepada si Kecil sebanyak mungkin setiap harinya terbukti dapat mendorong perkembangan bahasanya. 

Hal ini didukung oleh sebuah studi yang dimuat pada Journal of Literacy Research tahun 2016, Bu. Penelitian itu menemukan bahwa anak-anak akan bisa memiliki kosakata yang lebih banyak bila dibacakan buku cerita bergambar daripada mendengar ucapan orang dewasa. 

Pada studi lainnya yang dipublikasikan di Journal of Developmental and Behavioral Pediatrics, membacakan satu buku tiap hari bisa membuat anak terpapar 1,4 juta kata lebih banyak dibandingkan anak-anak yang semasa kecilnya tidak pernah dibacakan cerita.

7. Ajak Bernyanyi

Ajak si Kecil bernyanyi sebagai cara agar anak cepat bicara. Ada banyak sekali lagu anak-anak yang bisa dinyanyikan bersama si Kecil. Misalnya, Cicak-Cicak di Dinding, Bintang Kecil, hingga Balonku.

Lirik pada lagu anak-anak bisa menjadi cara merangsang anak agar cepat bicara. Ibu bisa mengajaknya bernyanyi seraya melakukan beberapa gerakan yang ekspresif.

Dengan demikian, si Kecil akan meniru dan mengingat kata-kata apa yang dilantunkan. 

8. Batasi Waktu Menonton TV dan Menggunakan Gadget

Cara agar anak cepat bicara berikutnya adalah dengan membatasi waktu menonton TV dan menggunakan gadget. Bagaimana bisa?

Menurut sebuah studi yang dimuat pada Journal of Developmental and Behavioral Pediatrics, membatasi anak menatap layar TV dan gadget ternyata dikaitkan dengan keterlambatan bahasa pada anak berusia 18 bulan. 

Para ahli juga menekankan bahwa interaksi dengan orang lain tanpa menatap layar gadget adalah cara terbaik untuk pengembangan bahasa. 

Selain itu, American Academy of Pediatrics juga menyarankan agar anak-anak usia 2 - 5 tahun tidak menghabiskan waktu di depan layar televisi dan gadget lebih dari 1 jam per hari, serta lebih sedikit lagi waktu untuk anak-anak yang lebih kecil.

Jadi, jika Ibu ingin melatih anak cepat bicara, sebaiknya batasi ia untuk menonton atau main gadget dan ajak ia berinteraksi secara langsung.

Nah, itu dia, Bu, berbagai cara agar anak cepat bicara beserta stimulasinya yang bisa Ibu lakukan di rumah. Ibu juga bisa dapatkan tips-tips stimulasi lainnya di Tips Tumbuh Kembang, lho!

Lakukan dengan penuh kasih sayang dan kesabaran untuk terus merangsang kemampuan si Kecil mengucapkan kata-kata, ya! Ajak juga anggota keluarga lainnya, Bu, untuk membantu anak supaya lebih cepat bicara.

Baca Juga: 4 Macam Pola Asuh Orangtua dan Pengaruhnya pada Psikologi Anak Usia 1-3, Mana yang Terbaik?

Jangan lupa, Ibu juga bisa bantu optimalkan perkembangan otak si Kecil lewat asupan makanan bergizi termasuk tambahan susu Bebelac 3 yang mengandung FOS:GOS 1:9, Triple A (DHA, ALA + LA), minyak ikan yang mengandung omega-3 dan omega-6, serta vitamin dan mineral.

Dengan asupan nutrisi yang tepat, akan membuat si Kecil memiliki pencernaan yang baik (happy tummy), mampu berpikir lebih kreatif (happy brain), dan suasana hatinya pun akan terus terjaga baik (happy heart).

Dan jangan ragu juga, ya Bu, untuk konsultasi ke dokter jika Ibu mengkhawatirkan ada gangguan atau keterlambatan perkembangan pada si Kecil. Dengan begitu, Ibu dan si Kecil bisa mendapatkan penanganan dan solusi yang tepat dari ahlinya.

Semoga artikel ini dapat membantu, ya, Bu!


Referensi:

  1. Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-teach-toddler-to-talk#tips-and-activities. Diakses pada 16 Agustus 2022.
     
  2. Mott Children’s Hospital University of Michigan Health. https://www.mottchildren.org/posts/your-child/speech-and-language-development. Diakses pada 16 Agustus 2022.
     
  3. American Academy of Pediatrics. https://publications.aap.org/pediatrics/article/138/5/e20162591/60503/Media-and-Young-Minds. Diakses pada 16 Agustus 2022.
     
  4. Journal of Developmental and Behavioral Pediatrics. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6382042/. Diakses pada 16 Agustus 2022.
     
  5. Journal of Literacy Research. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1086296X15627528. Diakses pada 16 Agustus 2022.
     
  6. Baby Center. https://www.babycenter.com/baby/baby-development/baby-milestone-talking_6573. Diakses pada 16 Agustus 2022.
     


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait