cara-mendidik-anak-dengan-baik

5 Cara Mendidik Anak dengan Baik yang Bisa Dilakukan Orangtua

detail-fb detail-wa detail-twitter

Cara mendidik anak dengan baik dapat diawali dengan menjadi contoh dan sosok panutan bagi si Kecil. Pernah dengar ungkapan 'buah jatuh tak jauh dari pohonnya'? Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa anak merupakan cerminan dari orang tuanya. Selain adanya kemiripan sifat, perilaku, dan pola pikir yang diturunkan dari orang tua, bagaimana Ayah dan Ibu bersikap sehari-hari juga ikut memengaruhi kepribadian si Kecil. Ibarat seorang ‘peniru ulung’, si Kecil akan merekam apa yang dilihat dan didengarnya dan melakukannya kemudian hari, Itu sebabnya, penting bagi orang tua untuk selalu memberi teladan kepada anak-anaknya.

Baca Juga: Nutrisi untuk Otak Anak

Kunci mendidik anak dengan baik terletak pada keteladanan atau contoh yang diberikan orang tua. Dua anak yang dididik oleh dua orang tua dengan pola keteladanan yang berbeda akan memberikan respons berbeda ketika menghadapi satu situasi yang sama. Misalnya, ketika melihat anak yang lebih kecil terjatuh dan menangis, anak pertama mungkin akan langsung menolong dan mengusap-usap si anak kecil tersebut. Sedangkan anak kedua, bisa jadi hanya memandanginya dari jauh dan terdiam karena takut dan terkejut. Perbedaan sikap kedua anak itu terkait dengan pola didik atau kebiasaan yang sering dilihat atau dirasakannya.

Lalu, bagaimana cara mendidik anak dengan baik? Teladan apa saja yang sebaiknya orang tua berikan kepada anak?

1. Ucapkan Tolong, Maaf, dan Terima Kasih

Tiga kata sederhana ini memiliki dampak yang luar biasa ketika diucapkan. Namun terkadang, beberapa orang sulit mengucapkannya karena alasan sungkan dan lainnya. Membiasakan anak untuk berkata tolong saat meminta bantuan, maaf jika melakukan kesalahan, dan terima kasih ketika diberi bantuan adalah hal yang bijaksana.

Mengucapkan kata 'Tolong', 'Maaf', dan 'Terima kasih' tidak akan membuat anak menjadi lebih rendah daripada anak lain, justru ini menjadi bekal baginya dalam membina hubungan dengan orang lain kelak saat ia dewasa.

Tentu saja dalam hal ini orang tua harus menjadi role model atau contoh bagi anaknya. Ingat, Bu, apa pun yang dilakukan orang tua, mulai dari cara bersikap, berbicara, bahasa tubuh, hingga pandangan, semua akan ditiru oleh si Kecil1.

2. Biasakan Berkata Jujur

Sering kali, seseorang berbohong tanpa alasan. Ia berbohong hanya karena memang terbiasa untuk tidak berkata jujur. Akhirnya menjadi sebuah kebiasaan.

Nah, sebagai orang tua, kita harus selalu memberikan contoh dengan berkata jujur saat menjelaskan sesuatu pada anak. Berkata jujur adalah salah satu cara mendidik anak dengan sabar.

Misalnya, ketika anak bertanya kenapa ia tidak boleh membeli mainan, hindari jawaban klasik "Tidak punya uang". Lebih baik katakan, "Mainanmu masih banyak dan bagus. Kali ini, uangnya kita pakai untuk membeli buku yang lebih bermanfaat, ya!"  Diharapkan dengan contoh ini, anak akan bisa meniru cara bertutur orang tuanya yang jujur dan terbuka.

3. Suka Memberi

Pola asuh dan teladan yang orang tua berikan sangat memengaruhi akan jadi sosok seperti apa sang anak kelak2. Salah satunya, kebiasaan memberi orang tua yang akan ditirunya. Memiliki anak yang murah hati adalah harapan setiap orang tua. Namun, sikap ini tentu tidak datang begitu saja.

Beramal, meminjami mainan, atau berbagi makanan, semua merupakan contoh perbuatan baik yang perlu Ibu tunjukkan kepada anak untuk membentuk kebiasaan suka memberi. Jangan ragu untuk melibatkan anak dalam berbagai kegiatan sosial ini ya, Bu. Minta anak untuk berbagi mainan dengan kakak atau adiknya, atau membagikan baju dan boneka layak pakai kepada anak-anak di panti asuhan.

Baca juga: Cara Mendidik Anak Hiperaktif

4. Menaati Peraturan

Bagi si Kecil, peraturan mungkin masih terasa abstrak dan tak nyata. Namun, ia harus diperkenalkan pada peraturan sejak dini. Karena dimana pun anak berada, mulai dari rumah, sekolah, hingga di jalan, anak akan menemukan aturan yang harus dipatuhi.

Anak belajar dari orang tua dan lingkungannya. Jadi, agar anak mampu menaati peraturan, tentunya orang tua harus memberikan contoh terlebih dahulu, karena anak lebih cenderung belajar dengan cara meniru1.

Misalnya, membuang sampah pada tempatnya, disiplin menaati jam tidur, atau batasi memakai gadget saat sedang berkumpul bersama keluarga. Dari sana, si Kecil akan secara langsung melhat apa yang dilakukan orang tuanya. Jika dibarengi dengan penjelasan tentang peraturan itu dan konsekuensi yang akan ia hadapi jika tidak melakukannya, diharapkan si Kecil akan turut disiplin.

5. Ramah dan Peduli pada Orang Lain

Tak semua anak terlahir sebagai pribadi yang ramah dan suka menyapa setiap orang yang ditemuinya. Untuk mengatasinya, Ibu bisa memberinya contoh bersikap sopan dan ramah pada orang-orang yang ia temui. Misalnya, menyapa orang yang sering ditemui walaupun tidak kenal, seperti pegawai di minimarket atau tukang sampah yang rutin datang setiap pekan

Anak juga akan belajar peduli pada orang lain ketika ia melihat orang terdekatnya melakukan hal yang sama. Jadi, ciptakanlah suasana saling menyayangi di tengah keluarga, dan tumbuhkan rasa saling peduli antara anggota keluarga. Anak yang tumbuh di tengah keluarga yang saling menyayangi akan tumbuh menjadi anak yang peduli pada orang lain di sekitarnya3.

Itulah 5 teladan yang bisa orang tua berikan kepada anak sebagai bagian dari cara mendidik anak dengan baik. Lakukan 5 hal sederhana di atas dengan konsisten, ya, Bu, supaya bisa menjadi kebiasaan yang baik.

Selain menjadi anak yang baik, tentu Ibu pun ingin si Kecil selalu tumbuh optimal, kan? Jangan lupa untuk selalu memperhatikan asupan nutrisinya sehari-hari ya, Bu. Selain memberikan menu makanan bergizi tinggi, Ibu juga dapat melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil dengan memberinya susu pertumbuhan Bebelac 4 yang mengandung minyak ikan omega 3 dan omega 6, FOS GOS untuk pencernaannya, serta 11 vitamin dan 4 mineral. Dengan asupan nutrisi yang baik, anak akan tumbuh dengan memiliki pencernaan yang baik (happy tummy), sehingga mood (happy heart) dan akal pikirnya (happy brain) akan berfungsi secara optimal saat menjadi ‘peniru’ sikap baik Ayah dan Ibu. Selamat menjadi teladan yang baik, ya, Bu.   


 

REFERENSI

  1. Suhail Ahmad Azmi, et al. 2014. Role models and occupational ambitions of in-school male adolescents. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4261211/   [Diakses Agustus 2021]
  2. Cara J. Kiff, et al. 2011. Nature and Nurturing: Parenting in the Context of Child Temperament. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3163750/ [Diakses Agustus 2021]
  3. Patricia A Thomas, et al. 2017. Family Relationships and Well-Being. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5954612/ [Diakses Agustus 2021]
Tag