Kerja Dari Rumah, Jangan Lewatkan Aktivitas Seru Bersama Anak

Kerja dari Rumah? Jangan Lewatkan 5 Aktivitas Seru Ini Bersama si Kecil

Sejak dunia terkena dampak pandemi COVID-19, kita mulai sering mendengar istilah work from home (WFH) atau kerja dari rumah. Inisiatif yang penting dilakukan selama masa physical distancing atau jaga jarak aman ini tentunya berdampak pada aktivitas di rumah, ya, Bu – terutama dengan keberadaan si kecil.

Kita bisa ambil hal-hal yang positif dari realita baru ini, kok, Bu. Biarpun sekilas pekerjaan Ibu dan Ayah jadi sedikit bertambah karena bekerja sekaligus mengurus si kecil di rumah, sebetulnya ini momen yang tepat untuk meningkatkan kedekatan dengan si kecil melalui aktivitas di rumah yang seru dan menyenangkan.

Yuk, kita kreasikan berbagai aktivitas di rumah untuk si kecil! Di sela-sela pekerjaan Ibu, coba luangkan sedikit waktu untuk mengajaknya bermain – ini juga cara yang baik untuk meningkatkan perkembangannya!1

Mengapa Bermain Penting untuk si Kecil?

Lewat kegiatan bermain, anak bisa belajar berkomunikasi serta mempelajari sesuatu dengan cara yang menyenangkan. Bermain maupun aktivitas lainnya adalah stimulasi yang sangat baik untuk anak. Menurut sebuah penelitian, stimulasi responsif dapat meningkatkan kecerdasan, bahasa, dan kemampuan motorik anak yang lebih baik2. Hebatnya lagi, Bu, stimulasi ini ternyata memengaruhi kecerdasan dan perilaku si kecil hingga ia dewasa nanti.

Nah, sebenarnya ada begitu banyak permainan atau aktivitas di rumah yang bisa Ibu dan Ayah lakukan bersama si kecil. Sedapat mungkin, pilih berbagai stimulasi yang dapat merangsang kemampuan motorik, sensorik, serta kecerdasan si kecil.

Ragam Aktivitas yang Bisa Dilakukan si Kecil Saat Ibu Kerja dari Rumah

Berikut ini contoh kegiatan positif untuk anak yang bisa dilakukan tanpa menurunkan produktivitas Ibu saat harus menjalankan pekerjaan atau bisnis di dalam rumah.

1. Menggambar dan mewarnai

Menggambar dan mewarnai adalah salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Stimulasi motorik halus penting untuk membangun koordinasi sistem saraf dan otot anak, terutama untuk gerakan-gerakan halus, seperti gerakan jari dan tangan.3

Dengan menggambar dan mewarnai, si kecil juga mendapat stimulasi sensorik berupa stimulasi visual (penglihatan). Bau dari krayon juga ternyata bisa merangsang indera penciumannya, lho, Bu. Begitu juga tekstur krayon yang dapat merangsang indera peraba anak.

Asyiknya lagi, Ibu pun bisa jadi ikut happy. Coba saja ikut serta mewarnai coloring book khusus dewasa, yang beberapa tahun belakangan jadi sangat populer. Ini bisa menjadi salah satu cara relaksasi, misalnya saat ada waktu rehat di sela-sela kerja di rumah.

2. Bermain jadi arsitek

Kalau bosan dengan menggambar dan mewarnai, ajak saja si kecil menjadi arsitek! Ibu bisa membangun rumah atau istana menggunakan lego, atau mainan balok lainnya. Tak hanya melatih kemampuan motorik dan sensorik anak, kegiatan ini juga akan mengembangkan fungsi kognitifnya. Membangun benda menggunakan balok atau lego akan mengasah kemampuan berpikir spasial dan matematika anak, yang akan mendukung kemampuan STEM (science, technology, engineering, and mathematics) si kecil nantinya4.

3. Bermain musik

Bermain musik memberi stimulasi sensorik berupa stimulasi audio. Selain itu, musik juga membantu mengembangkan kecerdasan anak, serta kemampuan fisik dan sosialnya. Riset juga menunjukkan bahwa belajar main musik membantu perkembangan emosi anak, serta meningkatkan kemampuan komunikasi, koordinasi, kooperasi, bahkan melatih empati anak kepada sesama anggota kelompok musik5.

Tidak harus menggunakan alat musik serius, kok, Bu! Ayah atau ibu bisa bermain gitar, sementara anak menyanyi, atau memainkan peralatan dapur.

4. Bersenang-senang di kebun dan dapur

Coba awali hari bersama si kecil dengan kegiatan menyiram tanaman dan memetik sayur. Keduanya akan menjadi pengalaman baru bagi anak yang merangsang kemampuan motorik dan sensoriknya. Ia bisa mengapresiasi betapa menakjubkannya melihat tanaman tumbuh, hingga akhirnya bisa dipanen. Warna-warni tanaman dan harum bunga juga dapat merangsang indera penglihatan dan penciuman si kecil.

Setelah itu, ajaklah anak memasak bersama. Bonusnya, si kecil jadi bisa lebih tertarik untuk makan sayur dan buah. Sebuah studi mengatakan bahwa melibatkan anak dalam menyiapkan makanan bisa membuatnya lebih tertarik terhadap makanan sehat6. Aktivitas dari rumah yang produktif, sekaligus menyenangkan, kan, Bu!

5. Berolahraga bersama

Di pagi hari, sempatkan untuk mengajak si kecil berkeringat bersama. Ibu atau Ayah bisa mengajak si kecil berolahraga ringan di rumah, misalnya melakukan yoga, senam ringan, atau sekedar merapikan tempat tidur dan mainannya sendiri. Sebuah studi menemukan, aktivitas fisik ternyata bisa memperbaiki fungsi memori dan kognitif anak7.

Nah, selain pemberian stimulasi yang cukup, nutrisi juga tak kalah penting bagi si kecil, Bu. Lengkapi nutrisinya dengan produk [insert hyperlink to https://bebeclub.co.id/product] Bebelac yang dilengkapi dengan kandungan minyak ikan, omega 3 dan omega 6, serta 13 vitamin dan 5 mineral untuk mendukung tumbuh kembangnya. 

Bagaimana? Semoga Ibu memperoleh beberapa ide dari uraian di atas. Seandainya ingin panduan lebih lanjut, sebuah [Insert hyperlink to COVID-19 Parenting: https://www.covid19parenting.com/] situs bernama “Parenting for Lifelong Health” – yang didukung oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF dan badan dunia lainnya – menyediakan beberapa petunjuk parenting yang bisa berguna di masa-masa unik ini. Selamat mencoba dan tetap semangat, ya, Bu!

Ringkasan (Summary)

Bekerja dari rumah bisa jadi kesempatan yang baik untuk meluangkan lebih banyak waktu dengan si kecil. Ada banyak aktivitas yang bisa Ibu lakukan bersama anak untuk menstimulasi kemampuan motorik, sensori dan kognitif-nya, misalnya mewarnai, membangun balok, bermain musik, memasak, dan berolahraga bersama.

Working from home (WFH) is a great chance to spend more time with your children. There are many activities moms could do with their children to stimulate their motoric, sensory, and cognitive abilities, such as coloring, block building, playing music, cooking, and doing exercise together in the morning.

 

  1. Dr. Lynne Jones, et al. (2012). UNICEF Guidance: Integrating Early Childhood Development (ECD) Activities into Nutrition Programmes in Emergencies. Why, What and How. Diambil dari: https://www.who.int/mental_health/emergencies/ecd_note.pdf [Diakses 5 April 2020]
  2. Aisha K. Yousafzai, et al. (2016). Effects of Responsive Stimulation and Nutrition Intervensions on Children’s Development and Growth at Age 4 Years in A Disadvantaged Population in Pakistan: A Longitudinal Follow-Up of A Cluster-Randomised Factorial Effectiveness Trial. Diambil dari: https://www.thelancet.com/journals/langlo/article/PIIS2214-109X(16)30100-0/fulltext [Diakses 5 April 2020]
  3. Syarimen Syafril, et al. (2018). Four Ways of Fine Motorskills Development in Early Childhood. Diambil dari: https://www.researchgate.net/publication/328954650_Four_Ways_of_Fine_Motor_Skills_Development_in_Early_Childhood/link/5becf0b7a6fdcc3a8dd6ef85/download [Diakses 5 April 2020]
  4. Brian N. Verdine, et al. (2013). Deconstructing Building Blocks: Preschoolers' Spatial Assembly Performance Relates to Early Mathematics Skills. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3962809/ [Diakses 5 April 2020]
  5. Ewa A. Miendlarzewska dan Wiebke J. Trost. (2013). How musical training affects cognitive development: rhythm, reward and other modulating variables. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3957486/ [Diakses 5 April 2020]
  6. Yen Li Chu. (2013). Involvement in home meal preparation is associated with food preference and self-efficacy among Canadian children. Diambil dari: https://www.cambridge.org/core/journals/public-health-nutrition/article/involvement-in-home-meal-preparation-is-associated-with-food-preference-and-selfefficacy-among-canadian-children/C4347E7475C945893A82B19E5F93CC90 [Diakses 5 April 2020]
  7. Ilona Bidzan-Bluma & Malgorzata Lipowska. (2018). Physical Activity and Cognitive Functioning of Children: A Systematic Review. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5923842/ [Diakses 5 April 2020]

 

Tag