cara-belajar-membaca-lewat-lagu

10 Cara Belajar Membaca lewat Lagu untuk si Kecil

detail-fb detail-wa detail-twitter

Belajar apapun seharusnya dilakukan secara menyenangkan agar hasilnya bisa terasa lebih maksimal. Ini juga berlaku saat anak sudah pada tahap belajar membaca. Tak hanya terbatas pada buku, ternyata lagu juga bisa menjadi medium yang baik untuk belajar membaca. Di usia dini, anak-anak umumnya menyukai nyanyian, lagu, dan musik, sehingga proses belajar membaca bisa dilakukan lewat cara ini. Dengan bernyanyi, secara tidak langsung si Kecil tidak akan merasa sedang belajar, tapi sedang melakukan kegiatan yang menyenangkan terutama jika masih dalam tahap awal menghapal huruf.

Dibalik caranya yang menyenangkan, apa sih yang membuat lagu menjadi salah satu medium tepat untuk belajar membaca? Lihat penjelasannya lebih lanjut yuk, Bu.

Pentingnya Musik Bagi Pendidikan Anak

Ada banyak lagu anak yang asik, seperti Bintang Kecil, Balonku atau jika anak suka lagu berbahasa Inggris, mungkin akan sering mendengar Baby Sharks atau The ABC Song. Kesemuanya memiliki ciri yang sama, musik yang catchy, lirik yang sederhana dan cenderung diulang sehingga anak biasanya akan senang nyanyi bareng. Kalau dilihat memang menggemaskan ya, Bu melihat anak meniru nyanyian. Tapi ternyata efek musik lebih dari itu karena  menurut sebuah penelitian, ada hubungan antara musik dengan penguasaan bahasa dan kemampuan mengeja.

Baca Juga: Tips Belajar Membaca Cepat untuk Anak Usia Dini

Tentunya ini tergantung dari pemilihan lagunya ya, Bu. Jadi sesuaikan dengan targetnya, jika Ibu menginginkan si Kecil untuk lebih fasih mengenal huruf dahulu, maka pilihlah yang lebih menyorot tentang huruf dan tidak terlalu rumit pengucapannya. Saat anak sudah lebih mahir, bisa memilih lagu dengan lirik yang sedikit lebih kompleks. 

Bagaimana untuk anak yang kesulitan dalam membaca? Menurut penelitian, anak yang kesulitan dalam membaca atau disleksia bisa meningkat lebih baik dalam mengeja jika diperdengarkan musik setidaknya tiga minggu sekali. Wow, sakti sekali ya peran musik ini! Belajar dari hal diatas, langsung praktikkan dengan si Kecil, yuk Bu!

Cara Belajar Membaca yang Seru Lewat Lagu

Strategi dan cara belajar membaca lewat lagu bisa Ibu terapkan, yaitu dengan memadukan teknik eja dan bernyanyi dengan musik (nada atau lagu)1. Selain anak, pasti Ibu akan suka. Yuk, ikuti caranya!

1. Pilih lagu yang cocok

Cara belajar membaca lewat lagu yang pertama, yaitu siapkan lagu yang tepat dan disukai anak. Ibu bisa menggunakan video di TV ataupun memperdengarkan lewat smartphone. Jika Ibu melakukannya secara online, pastikan koneksinya lancar ya, agar lagunya tidak terbata-bata di tengah. Jika anak baru mengenal huruf atau sekitar usia 2 tahun, Ibu bisa memilihkan lagu dengan lirik yang singkat, sederhana dan menampilkan/menyebutkan alfabet. Untuk mengenal huruf kita dapat bernyanyi lagu ABC Songs yang memiliki banyak sekali versi, bahkan juga ada versi Indonesianya. Ibu bisa memutar lagu alfabet atau "A B C D" secara berulang-ulang, sampai si Kecil menghapalnya. Alternatifnya, Ibu juga bisa memutar beberapa lagu lain seperti A for Apple, atau Aku Bisa Baca. 

Jika anak sudah mengenal huruf, atau sekitar 3 tahun, Ibu bisa memutar lagu yang menekankan pada suku kata, agar anak bisa mulai belajar mengeja. Contoh lagu yang bisa dipilih seperti The Short Vowel Song atau Lagu Suku Kata.

2. Siapkan media peraga

Agar acara mendengar lagu dan belajar membaca lebih menyenangkan, Ibu juga bisa menyiapkan beberapa alat peraga seperti flash card atau media gambar huruf abjad dari huruf A sampai Z sebagai pelengkap3. Minta si Kecil untuk memilih kartu sesuai huruf yang didengarnya dalam lagu. Ibu bisa membuat tebakan, mana huruf A, huruf B dan seterusnya. Nah, mungkin tak harus ‘menghabiskan’ 24 huruf A sampai Z dalam sehari, namun bisa secara bertahap. Misal hari pertama A sampai D sambil diberikan contoh pengejaanya, hari kedua E sampai L dan seterusnya

Nah, jika anak sudah mengenal huruf, Ibu juga bisa menggunakan flash card suku kata, yang memuat misalnya: da, di, du, de,do. Dengan begitu si Kecil juga bisa belajar membuat satu kata, misalnya dadu.

3. Nyanyikan lagu kembali

Cara belajar membaca lewat lagu selanjutnya adalah matikan lagu alfabet, dan ajak si Kecil menyanyikannya tanpa iringan musik. Ini sekaligus untuk menguji anak apakah ia masih mengingat lagu yang didengarnya barusan. Minta si Kecil mengulang sendiri lagu tersebut, awalnya dampingi ia bernyanyi untuk seterusnya ia bisa bernyanyi sendiri. Nantinya, jika si kecil sudah hapal lagu alfabet, minta ia untuk kembali menyanyikan lagu namun kali ini sambil membaca media gambar yang telah Ibu siapkan.

4. Jadikan rutinitas

Hal yang maksimal tentu saja tidak bisa terjadi secara instan. Untuk itu, kegiatan di atas sebaiknya jangan hanya dilakukan sesekali saja. Jadikan cara tersebut sebagai rutinitas, misalkan tiga kali seminggu atau bahkan bisa juga dilakukan setiap hari, terutama jika Ibu sedang banyak waktu di rumah. Ketika si Kecil menyukai sebuah lagu, dia pasti akan menyanyikannya berulang-ulang, di mana pun dan kapan pun. Untuk mengenal huruf kita dapat bernyanyi lagu yang berisi alfabet. Hal itu dapat membantu anak menghapal huruf.

5. Tumbuhkan Rasa Ingin Tahu Anak terhadap Huruf melalui Lagu

Membantu anak belajar membaca akan sulit dilakukan jika dengan paksaan. Untuk menarik perhatian anak, cobalah Ibu menyanyikan lagu alfabet.

6. Ajak Anak Menebak Huruf dari Lagu

Ibu bisa memanfaatkan salah satu lagu alfabet dan kemudian ajaklah anak untuk menebak urutan alfabet setelah huruf yang Ibu lantunkan.

7. Berikan Hadiah Atas Keberhasilannya dalam Mengenal Huruf

Jika anak telah berhasil mengenal huruf, Ibu bisa memberikan apresiasi dengan memberikannya hadiah atau afirmasi positif.

8. Kenalkan Suku Kata Melalui Huruf

Saat anak sudah menunjukkan minat yang tinggi dalam membaca, Ibu bisa mengenalkan suku kata melalui lagu. Hal ini bisa dimulai dari dua suku kata, kemudian bertahap hingga menjadi kalimat.

9. Gunakan Gadget atau Media Digital

Jika anak cenderung sering menggunakan gadget, Ibu bisa menggunakan media musik digital yang bisa mengenalkan anak dengan lagu.

10. Dukung Anak saat Menyanyikan Lagu Alfabet

Salah satu cara mengajarkan anak membaca adalah dengan mendukung atau memberikan apresiasi kepadanya. Ada beberapa dukungan yang bisa Ibu lakukan, seperti bertepuk tangan atau bahkan memainkan musik agar anak lebih cepat dan mudah menghapal alfabet.

Belajar membutuhkan konsentrasi dan konsistensi yang cukup tinggi. Untuk itu, Ibu perlu memberinya dukungan, tak hanya moral namun juga nutrisi yang baik, seperti makanan dan minuman yang tinggi vitamin, mineral serta FOS GOS yang baik untuk pencernaan. Sebagai pelengkap, Ibu juga bisa memberikan Bebelac 3 untuk tambahan nutrisi seperti yang disebutkan di atas. Dengan pemberian nutrisi yang tepat, Ibu juga dapat membantu pencernaan si Kecil menjadi lebih baik, lho.  

Jika pencernaan si Kecil baik bisa membuat anak berpikir lebih optimal sehingga bisa belajar lebih baik. Ini karena adanya hubungan antara gut brain axis, dimana saat anak merasa nyaman akan pencernaannya, maka ia bisa belajar lebih baik dengan keadaan otak optimal dengan perasaan yang senang.

Bagaimana, Bu, sudah siap mengajak si Kecil belajar membaca lewat lagu?  Yuk, semangat!


Referensi

  1. Munawaroh Epriliani Aminah dan Ana Fitrotun Nisa. 2016. Strategi Mengusik (Mengeja dengan Musik) Sebagai Cara Cepat Belajar Membaca Permulaan di Sekolah Dasar. Diambil dari: https://media.neliti.com/media/publications/284505-strategi-mengusik-mengeja-dengan-musik-s-5ae437f5.pdf. [Diakses 27 Juni 2021]
  2. Dr Anita Collins and Misty Adoniou. 2018. Diambil dari: https://www.abc.net.au/classic/read-and-watch/music-reads/learning-music-early-can-make-your-child-a-better-reader/10506140. [Diakses 27 Juni 2021]
  3. Yulianti Fitriani (2019) Pembiasaan Musikal Menggunakan Lagu Bertema Sebagai Alternatif Mengenal Huruf untuk Anak Usia Dini. Diambil dari https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JPKS/article/view/6913. [Diakses 28 Juni 2021]
  4. 4.Reyna L. Gordon,Hilda M. Fehd, and Bruce D. McCandliss. (2015). Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4664655/. [Diakses 28 Juni 2021]