Kembali ke Pencernaan & Alergi

7 Cara Alami Mengatasi Diare pada Anak

Diare adalah salah satu gangguan pencernaan yang umum terjadi pada anak. Diare ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar (B...

23 Nov 2022

Artikel ini belum diulas

Diare adalah salah satu gangguan pencernaan yang umum terjadi pada anak. Diare ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar (BAB), serta konsistensi tinja yang lebih encer dari biasanya. Anak bisa dikatakan mengalami diare ketika ia BAB lebih dari 3 kali selama satu hari tanpa adanya darah dan lendir.

Tentunya sebagai Ibu pasti khawatir jika hal ini menimpa si Kecil. Terlebih efek diare pada anak seringkali membuatnya lemas hingga dehidrasi.

Lalu, bagaimana cara mengatasi diare pada anak? Simak terus artikel berikut ini untuk mengetahui jawabannya ya, Bu!

Efek Diare pada Anak

Berbicara mengenai diare pada anak, satu hal yang paling Ibu khawatirkan tentu efeknya yang membuat si Kecil jadi tidak nyaman 

Seperti orang dewasa, anak yang sedang diare juga bisa kehilangan cairan dan elektrolit dengan cepat cepat. Namun bedanya, anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi saat mengalami diare. 

Dehidrasi parah pada anak yang diare disebabkan karena sistem pencernaan mereka yang masih dalam tahap perkembangan, sehingga kemampuan penyerapan nutrisinya belum sempurna. 

Ketika anak mengalami dehidrasi, maka zat-zat makanan yang masih dibutuhkan oleh tubuh bisa terbuang percuma sehingga menyebabkan proses pertumbuhan tidak optimal, Bu.

Penyebab Diare pada Anak

Diare pada anak terjadi tak lain karena adanya kontaminasi virus atau bakteri. Kemunculan dua penyebab utama ini umumnya dipicu oleh gaya hidup dan kebersihan sehari-hari. 

Terdapat beberapa faktor penyebab si Kecil bisa terkena diare. Berikut di antaranya yang perlu Ibu ketahui:

1. Kurang menjaga kebersihan 

Anak kecil umumnya terserang diare karena mereka belum bisa untuk menjaga kebersihan diri sendiri. Tak bisa dipungkiri, si Kecil pasti cukup sering menyentuh berbagai hal yang mungkin kurang higienis, kemudian memasukkan tangan ke dalam mulutnya. 

Nah, dari sinilah anak bisa terkena diare karena sistem imunnya sendiri juga masih lemah. 

2. Air yang dikonsumsi tidak bersih

Biasanya, diare anak juga disebabkan karena si Kecil minum air yang tidak bersih akibat keterbatasan air bersih di suatu lingkungan. Air yang tidak bersih ini mengandungbakteri Shigella, yaitu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi penyebab diare. 

3. Lingkungan dekat dengan pembuangan sampah

Diare pada anak juga sering terjadi karena lingkungan yang kurang higienis, seperti dekat tempat pembuangan sampah. Lingkungan yang kurang higienis ini akan mudah membawa kontaminasi bakteri. Oleh karena itu, sebaiknya Ibu lebih memperhatikan cara membuang sampah di sekitar rumah.

4. Tidak biasa mencuci tangan

Bu, biasakan juga ya, mencuci tangan hingga mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi. Secara umum, penyebab diare terbanyak adalah infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan parasit dari olahan makanan yang tidak dicuci bersih.

Baca Juga: Penyebab Konstipasi pada Anak

7 Cara Mengatasi Diare pada Anak dengan Mudah

Diare perlu segera ditangani untuk mencegah dehidrasi pada anak. Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Berikut 7 cara mengatasi diare pada anak yang bisa Ibu lakukan di rumah!

1. Minum air putih

Cara pertama mengatasi diare pada anak bisa dengan memperbanyak minum air putih.

Sayangnya, air putih tidak mengandung garam dan elektrolit mineral sehingga untuk membantu pertahankan kadar elektrolit dalam tubuh si Kecil perlu mengonsumsi buah seperti apel. 

Namun banyak Ibu yang keliru, pada saat diare bukan berarti anak tidak butuh serat sama sekali namun asupannya dikurangi. Salah satu cara menyembuhkannya adalah dengan konsumsi makanan tinggi serat.

2. Berikan larutan rehidrasi oral

Pemberian larutan rehidrasi oral atau lebih akrab disebut sebagai oralit bisa menjadi cara mengatasi diare anak. Oralit sendiri merupakan cairan yang dikemas khusus dengan kandungan air dan elektrolit. Cairan ini telah diyakini dapat mengurangi risiko diare yang lebih parah yaitu dehidrasi.

3. Konsumsi makanan berkuah

Tak hanya itu saja, Ibu juga bisa memberikan makanan berkuah untuk anak yang sedang diare saat makan siang dan makan malam. Beberapa contohnya antara lain sop sayur, sup krim, dan air mineral untuk menjaga agar tubuhnya tidak kehilangan cairan.

4. Hindari makanan tertentu

Selain mengonsumsi makanan berkuah, cara mengatasi diare lainnya juga bisa dilakukan Ibu dengan menghindarkan si Kecil dari makanan-makanan tertentu untuk sementara waktu hingga diare berhenti, seperti makanan berminyak atau jus buah.

Adapun makanan yang direkomendasikan untuk meredakan diare anak antara lain:

  • Buah pisang.

  • Sereal.

  • Pasta.

  • Biskuit.

5. Berikan makanan dalam porsi kecil dan sering

Si Kecil kemungkinan jadi tidak nafsu makan karena mual atau juga muntah saat sedang diare, Bu. Tapi Menurut IDAI, asupan makanan yang masuk tetap harus diperhatikan. 

Jadi, Ibu bisa berikan makanan dalam porsi lebih kecil yang lebih mudah diterima.

Makanan dalam porsi kecil ini perlu diberikan lebih sering, misal tiap 3-4 jam, untuk memenuhi kebutuhan zat gizi si kecil selama diare.

Kemudian setelah kondisinya agak membaik, Ibu bisa melanjutkan memberikan makanan yang tinggi kalori agar pertumbuhan si Kecil tetap terjaga saat masa penyembuhan.

6. Berikan zinc

Zinc adalah salah satu nutrisi terpenting dalam mengatasi diare yang juga perlu Ibu rutin berikan kepada si Kecil.

Studi terbaru menunjukkan, pemberian zinc bersama dengan oralit dapat mengurangi durasi dan keparahan episode diare. Hal ini karena zinc dapat menguatkan saluran cerna sehingga dapat mengobati diare pada anak. 

Meski begitu, pemberian suplemen zinc untuk anak yang diare tetap harus lewat konsultasi dokter anak agar dosisnya lebih tepat ya, Bu.

5. Jaga kebersihan dan rajin cuci tangan

Selalu jaga kebersihan diri seperti mencuci tangan setelah keluar dari toilet dan olah makanan dengan baik. Pasalnya, makanan dan air merupakan sumber penularan yang utama sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus.

6. Istirahat teratur

Terakhir yang tak kalah penting, pastikan si Kecil istirahat lebih banyak.

Istirahat yang dapat meminimalisir risiko dehidrasi saat diare, karena tubuh si Kecil tidak mengeluarkan cairan lebih banyak, seperti dari keringat saat bermain.

7. Penuhi kebutuhan serat anak

Diare pada anak secara tidak langsung membuatnya kehilangan nutrisi yang penting untuk tubuh. Oleh karenanya, si Kecil memerlukan beragam asupan tambahan untuk membuat tubuhnya tetap sehat. 

Namun selain dengan memberikan makanan sehat, Ibu juga dapat bantu penuhi kebutuhan gizi si Kecil dengan asupan serat dan prebiotik.

Serat dari makanan akan menyerap air untuk membuat tinja lebih padat dan memperlambat waktu “perjalanan” tinja di dalam usus sehingga keluarnya jadi lebih teratur. 

Nah untuk memenuhi kebutuhan serat anak selagi diare sekaligus mengisi ulang kebutuhan gizi anak, Ibu bisa berikan Bebelac Gold Soya.  

Bebelac Gold Soya adalah susu formula soya yang mengandung Advansfibre Soy+ FOS inulin untuk membantu fungsi saluran pencernaan anak tetap optimal. FOS inulin itu sendiri adalah jenis serat yang menjadi sumber makanan utama bagi bakteri baik di saluran pencernaan, Bu.

Tapi jangan lupa juga ya, Bu, jika ada kondisi medis tertentu yang menyebabkan anak diare, baiknya langsung konsultasikan dengan dokter!

Kapan Harus ke Dokter?

Saat anak mengalami diare, cairan tubuhnya akan banyak terbuang. Jika ia kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan melalui pemberian makan, ia pun bisa mengalami dehidrasi. 

Adapun ciri-ciri fisik anak yang dehidrasi karena diare antara lain:

  • Mulut kering.

  • Kulit kering.

  • Menolak makan.

  • Makan hanya sedikit.

  • Rewel.

  • Menangis tanpa meneteskan air mata.

  • Tangisan lemah dan lemas.

  • Berat badan turun drastis.

  • Mata cekung.

  • Sulit bangun dan selalu mengantuk. 

  • Popok kering selama 8 hingga 12 jam.

Bu, dehidrasi pada anak berlangsung sangat cepat. Hal ini tentunya membahayakan keselamatan si Kecil. Maka sebelum terlambat, segera bawa ia ke dokter jika menemukan tanda dehidrasi di atas agar diare pada anak cepat teratasi.

Baca Juga: 30 Makanan, Sayur, dan Buah Tinggi Serat untuk Pencernaan Anak

Semoga si Kecil cepat sembuh ya, Bu!

 

*Direview oleh dr. Tania Savitri


Referensi:

  1. NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3113371/. Diakses pada 4 Agustus 2022.
     
  2. Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/baby-diarrhea#treatment. Diakses pada 4 Agustus 2022.
     
  3. IDAI https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-memberi-makan-anak-saat-sedang-diare Diakses pada 4 Agustus 2022.
     


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait