peralatan-bayi-baru-lahir

6 Peralatan Bayi Baru Lahir yang Harus Disiapkan

detail-fb detail-wa detail-twitter

Tak terasa, hari perkiraan lahir (HPL) si Kecil makin dekat. Tentu saja banyak peralatan bayi baru lahir yang perlu disiapkan. Agar tidak ada yang terlewat, Ibu dan Ayah bisa membuat daftarnya.

Nah, daftar ini bisa dibagi menjadi dua kelompok ya, Bu. Daftar peralatan yang penting dan perlengkapan tambahan. Artikel ini akan membantu Ibu mempersiapkannya. Yuk, kita simak sama-sama.

Daftar Peralatan Bayi Baru Lahir yang Penting

Mempersiapkan peralatan-peralatan penting si Kecil sebelum persalinan akan memudahkan Ibu dan Ayah merawat si Kecil, terutama pada minggu-minggu pertama. Berikut ini adalah daftar peralatan bayi baru lahir yang penting untuk disiapkan.

Baju bayi

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jenis pakaian yang paling penting dipakai oleh bayi yaitu baju atasan, popok, atau celana. Selimut dan topi bisa dipakaikan bila si Kecil kedinginan. Sarung tangan dan kaos kaki boleh saja dipakaikan tapi tidak perlu setiap saat karena indera peraba pada tangan dan kaki si Kecil perlu dilatih.1

Untuk itu, Ibu bisa menyiapkan 3-4 set baju tidur, 6-8 potong kaus bayi, 3-4 jumper atau onesies, dan kaus kutang. Untuk berjaga-jaga agar si Kecil tidak kedinginan terutama saat bepergian, Ibu juga bisa menyiapkan 4 pasang kaos kaki dan sarung tangan, 2 topi, dan 2 sweater atau cardigan.2,3

IDAI tidak menyarankan penggunaan gurita karena bisa menghambat pernapasan bayi yang banyak menggunakan otot-otot perut. Bedong juga tidak disarankan karena bisa membatasi gerak si Kecil.1

Baju bayi tidak perlu mahal dan bermerek ya, Bu. Hal yang penting adalah bahan pakaiannya tidak panas, lembut, tidak kaku, dan bisa menyerap keringat dengan baik. Ada baiknya memilih ukuran yang lebih besar agar bisa cukup lama dipakai bayi.1.2 Tidak masalah bila ukurannya agak kebesaran di beberapa minggu pertama.

Selimut dan gendongan

Selimut penting untuk menyelimuti si Kecil, terutama saat inisiasi menyusui dini (IMD). Namun, hati-hati saat menyelimutinya ya, Bu. Hindari menutupi wajah dan kepala bayi agar ia tidak tercekik dan tetap bisa bernapas.1

Selain selimut, kain panjang atau gendongan diperlukan untuk menahan bayi tetap berada di dada Ibu, dengan dililit secara diagonal atau metode kanguru. Ini adalah upaya untuk menjaga bayi tetap hangat, dengan kontak dari kulit ke kulit dengan Ibu, terutama untuk bayi prematur.4

Ibu bisa memilih kain dari bahan yang lembut dan kuat sehingga nyaman bagi Ibu dan si Kecil, sekaligus bisa menopang dengan baik. 

Popok

Bayi bisa buang air kecil (BAK) 5-6 kali sehari dan buang air besar (BAB) 3-4 kali sehari.  Jadi sesuaikan dengan jumlah popok, baik popok sekali pakai maupun popok kain (clodi) ya, Bu. Secara umum, baik popok sekali pakai maupun popok kain memiliki 3 lapisan: lapisan dalam yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi, lapisan inti yang berfungsi menyerap cairan, dan lapisan luar untuk mencegah popok bocor.1,5

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih popok:

  • Popok harus bisa memelihara pH kulit bayi dan tetap kering untuk mencegah iritasi.5
  • Pada popok sekali pakai, tambahan zinc oxide, aloe vera, atau petroleum pada lapisan dalam bisa membantu kulit si Kecil tetap kering. Pada lapisan inti, AGM (absorbent gelling material) dinilai unggul karena bisa cepat memisahkan cairan urin dan feses.5
  • Untuk popok kain, IDAI menyarankan untuk memilih yang berbahan katun. Selain berdaya serap baik, katun juga mampu menjaga ventilasi dengan kulit.5

Jika Ibu memilih menggunakan popok kain, tak ada salahnya menyiapkan popok sekali pakai juga untuk berjaga-jaga seandainya popok kain belum sempat dicuci atau belum kering.3

Perlengkapan ganti popok

Untuk membersihkan bagian sensitif si Kecil saat berganti popok, Ibu bisa menggunakan kapas atau handuk kecil lembut yang dibasahi air bersih. Bersihkan dari arah depan ke belakang ya, Bu.1

Bila ia BAB, Ibu bisa membersihkan area pantatnya menggunakan air dan sabun yang lembut. Setelah itu keringkan dengan handuk lembut. Selanjutnya, Ibu bisa mengoleskan krim khusus bayi di sekitar pantat untuk mencegah ruam popok, misalnya yang mengandung zinc oxide.6

Baca Juga: Penyebab Payudara Nyeri saat Menyusui

Kasur bayi

Bayi membutuhkan kasur atau matras tersendiri yang padat, rata, dan tidak terlalu lembut. Ini sangat penting untuk menghindari risiko terjadinya SIDS (sudden infant death syndrome) yang kerap terjadi karena bayi kesulitan bernapas.1

Hindari juga meletakkan bantal, boneka, dan benda-benda lain di atas kasur bayi ya, Bu. Jangan lupa, siapkan juga beberapa lembar seprai berukuran pas agar tak mudah lepas.7

Car seat

Car seat penting untuk meletakkan bayi selama dalam perjalanan di mobil. Ini perlu dipersiapkan sejak awal, untuk membawa si Kecil pulang dari rumah sakit setelah persalinan.1,3

Car seat juga diperlukan saat Ibu hendak membawa bayi bepergian menggunakan kendaraan, baik mobil ataupun pesawat. Tempat duduk khusus bayi ini dilengkapi dengan sabuk pengaman, dan dirancang untuk memastikan keamanan bayi atau anak-anak selama berada di dalam kendaraan. Dan ingat ya, Bu, memilih car seat pun tidak boleh sembarangan, karena harus pas dengan ukuran tubuh si Kecil.3

Perlengkapan Tambahan

Selain peralatan bayi baru lahir yang penting, Ibu juga bisa mempersiapkan peralatan tambahan yang tentu saja berbeda-beda pada tiap keluarga, tergantung kebutuhan dan preferensi Ibu dan Ayah. Berikut ini beberapa contohnya.

Boks bayi

Di banyak negara, boks bayi (crib) adalah peralatan yang esensial. Namun, di Indonesia, umumnya bayi tidur bersama Ibu dan Ayah. Bila memutuskan memakai boks, boks bisa diletakkan di samping tempat tidur Ibu dan Ayah, agar lebih mudah memonitor si Kecil.8

Boks tidak harus baru, tapi yang penting kasurnya baru dan sesuai dengan standar untuk bayi. Ukuran kasur juga harus tepat dengan boks untuk mencegah si Kecil terjepit di celah antara boks dan kasur. Juga hindari meletakkan bantal dan benda-benda lain di boks untuk menghindari SIDS.8

Perlengkapan mandi

Si Kecil baru perlu dimandikan setelah puput pusar. Oleh karenanya, perlengkapan mandi tidak terlalu mendesak di awal kelahiran. Untuk memandikan si Kecil, Ibu bisa menyiapkan waslap, handuk, sampo dan sabun khusus bayi yang bebas pewangi, serta bak mandi.1,3,6

Alat pompa dan wadah ASI

Bila memberikan ASI perah, Ibu bisa mempertimbangkan membeli alat pompa ASI serta botol kaca atau plastik khusus untuk menyimpan ASI perah.3

Nah, itu tadi daftar peralatan bayi baru lahir yang perlu Ibu dan Ayah siapkan, baik yang penting maupun tambahan. Tentu saja utamakan untuk memiliki peralatan penting yang sangat dibutuhkan si Kecil. Tidak ada salahnya mempersiapkan semua jauh-jauh hari agar Ibu dan Ayah bisa tenang dan siap setelah si Kecil lahir.

Semangat bersiap-siap, ya, Ibu dan Ayah!


Referensi:

  1. Nina Dwi Putri, Amanda Soebadi. (2014). Perawatan Bayi Baru Lahir. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perawatan-bayi-baru-lahir [diakses 4 Desember 2021]
  2. Healthychildren.org. (Terakhir diperbarui 2021). Registering for Baby Cloths. Diambil dari https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/prenatal/decisions-to-make/Pages/Choosing-a-Layette.aspx [diakses 4 Desember 2021]
  3. Raisingchildren. (Terakhir diperbarui 2020). New Baby Checklist: Home and Baby Equipment. Diambil dari https://raisingchildren.net.au/newborns/safety/equipment-furniture/new-baby-equipment [diakses 4 Desember 2021]
  4. Risma Kerina Kaban. (2014). Salah Satu Penanganan Bayi Prematur yang Perlu Diketahui. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/salah-satu-penanganan-bayi-prematur-yang-perlu-diketahui [diakses 4 Desember 2021]
  5. Jennie Dianita Sutianto. (2014). Popok Bayi: Apa yang Anda Perlu Ketahui. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/popok-bayi-apa-yang-anda-perlu-ketahui [diakses 4 Desember 2021]
  6. Diulas oleh Elana Pearl Ben-Joseph. (2018). A Guide for First-Time Parents. Diambil dari https://kidshealth.org/en/parents/guide-parents.html [diakses 4 Desember 2021]
  7. Carrie K Saphiro-Mendoza. (2015). Trends in Infant Bedding Use: National Infant Sleep Position Study, 1993–2010. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4279068/ [diakses 5 Desember 2021]
  8. National Health Service. (Terakhir diperbarui 2021). What You’ll Need for Your Baby. Diambil dari https://www.nhs.uk/conditions/baby/caring-for-a-newborn/what-you-will-need-for-your-baby/ [diakses 4 Desember 2021]
Tag