Img_large_0059_shutterstock_272945813

PENDAMPING SAAT PROSES MELAHIRKAN

detail-fb detail-wa detail-twitter

Bagaimana memilih pendamping persalinan yang tepat?

 

Persalinan adalah momen istimewa, sekaligus mendebarkan. Saat kontraksi terjadi, banyak Ibu tak dapat lagi berpikir jernih. Sebaiknya, Ibu memang hanya fokus menjalani tahapan persalinan, dan biarkan orang terdekat lain yang mengurus hal penting lainnya. Mulai dari membawa Ibu ke rumah sakit, menghubungi dokter kandungan, mengurus administrasi, hingga mengambil keputusan akhir tentang proses melahirkan yang terbaik untuk kondisi Ibu dan bayi saat itu.

 

Sebagian besar Ibu hamil akan memilih suaminya untuk menjadi pendamping persalinan. Tapi, bila kebetulan suami Ibu tak bisa menemani, Ibu bisa minta bantuan orang terdekat lain untuk menjadi pendamping persalinan. Bisa orang tua, adik/kakak, atau bahkan sahabat dekat.

 

Saat proses persalinan nanti, pendamping Ibu akan bertugas sebagai orang kepercayaan Ibu. Untuk itu, pastikan mereka mengetahui persis tentang berbagai hal penting seputar perencanaan persalinan Ibu. Misalnya mengetahui perkiraan tanggal melahirkan, jenis proses persalinan yang akan dijalani, hingga seputar urusan administrasi.

 

Pendamping persalinan yang baik juga harus dapat menenangkan Ibu dan kuat melihat proses persalinan itu sendiri. Mereka harus siap melihat Ibu kesakitan, bahwa rela menjadi sasaran emosi Ibu yang pasti akan labil dilanda kesakitan dan kecemasan. Misalnya, suami Ibu mungkin harus siap menerima cubitan atau omelan dari Ibu saat nanti merasakan sakit kontraksi. Lucu ya? Tapi memang ini sering terjadi lho!

 

Beberapa tips mempersiapkan pendamping persalinan agar dapat berperan optimal saat persalinan nanti:

 

  • Sempatkan diri untuk mengikuti kelas senam hamil bersama Ibu. Tujuannya agar ia dapat membantu mengingatkan Ibu tentang teknik pengaturan nafas dan mengejan saat persalinan alami.

 

  • Libatkan ia dalam penyusunan perencanaan persalinan Ibu.

 

  • Pendamping persalinan sebaiknya tahu cara memijat punggung Ibu saat melewati tahapan kontraksi nanti. Bila belum familiar, ajari sejak jauh-jauh hari ya, Bu!

 

  • Tahu cara membuat Ibu merasa relaks dan tenang.