Kembali ke Ibu Perlu Tahu

5 Rekomendasi Kursus Online untuk Anak saat Pandemi, Dijamin Antibosan

Masa pandemi tidak hanya membuat anak-anak terpaksa bersekolah dari rumah, tapi juga membuat semua kegiatan mereka di luar jam sekolah i...

4 min
29 Apr 2022
Ibu bisa mengenalkan anak dengan matematika sederhana sejak kecil melalui kursus online.

Artikel ini belum diulas

Masa pandemi tidak hanya membuat anak-anak terpaksa bersekolah dari rumah, tapi juga membuat semua kegiatan mereka di luar jam sekolah ikut tertunda. Termasuk les dan kursus yang terpaksa dihentikan sementara. 

Tapi tenang, Bu, karena saat ini sudah banyak bermunculan kursus-kursus online untuk anak. Apakah Ibu tertarik mendaftarkan si Kecil pada kursus online? Berikut tips memilih kursus online yang baik untuk anak, serta rekomendasinya agar si Kecil tidak bosan di rumah. 

 

Tips Memilih Kursus Online yang Baik

Berikut adalah hal penting yang harus Ibu perhatikan saat akan memilih kursus online untuk anak:

  1. Perhatikan minat dan keinginan si Kecil 
    Lebih baik tanyakan pada si Kecil, kursus apa yang ia minati dan ingin dilakukannya. Hindari memaksakan kursus yang tidak diminati atau disukai oleh si Kecil, ya, Bu!

  2. Periksa kelebihan dan kekurangan tempat kursus
    Misalnya di kursus A, materinya lebih banyak, namun jam kursusnya tidak fleksibel. Sementara di kursus B, ibu bisa memilih waktu namun pengajarnya kurang terpercaya. 

  3. Biaya
    Akan lebih baik kalau ada kursus yang menawarkan free trial, atau percobaan di awal tanpa membayar. Jadi, meskipun harganya mahal, Ibu akan tahu apakah kualitas yang ditawarkan sepadan dengan uang yang Ibu keluarkan. 

Pilihan Kursus Online untuk Anak

Anak-anak membutuhkan interaksi sosial agar tumbuh menjadi anak yang terampil dan kreatif. Anak belajar dari pengalaman, yang akan mempengaruhi kehidupannya di masa depan. Oleh karena itu, memiliki pengalaman positif sangatlah penting bagi anak.

Salah satu pengalaman positif bagi anak adalah mencoba berbagai jenis keterampilan. Ibu bisa mengajarkan permainan-permainan kreatif, atau mendaftarkan anak ke berbagai kursus atau les. Di masa pandemi, karena semua kegiatan anak lebih banyak di rumah, kursus online pun bisa menjadi solusi. 

Berikut ini beberapa kursus online yang bisa ibu coba, agar anak tidak bosan di rumah:

1. Kursus Matematika

Di usia 5 tahun, anak memang belum semestinya mendapatkan pendidikan matematika yang rumit. Namun, di usia ini, anak sudah bisa diajarkan matematika sederhana seperti berhitung atau menjumlah benda.

Dengan mengikuti kursus matematika, keterampilan anak dalam memahami konsep jumlah atau menghitung benda dengan angka akan semakin terasah, Bu. Bukan itu saja, jika dilatih, bahkan sebagian anak bisa menghitung loncat, misalnya 1, 3, 5, 7, atau 10, 20, 30, 40 dan seterusnya.

Ibu juga harus tahu, kursus matematika bukan berarti si Kecil melulu belajar mengenai konsep jumlah, menghitung, atau mengurangi, lho. Ia juga akan belajar mengenali deret berdasarkan warna. Misalnya menyusun warna dengan deret tertentu: merah-kuning-merah-kuning, dan seterusnya. 

Selain itu, anak-anak juga akan diajarkan mengelompokkan benda berdasarkan ukuran besar kecilnya, atau bentuknya. Misalnya segitiga, lingkaran, atau kubus. Menarik, kan, Bu? Dijamin anak akan suka dan tidak menyadari kalau ia sedang belajar matematika dasar.

2. Kursus Menggambar

Anak-anak zaman sekarang lebih banyak mengakses teknologi layar sentuh daripada kertas dan pensil. Ternyata, paparan layar sentuh  ini sangat memengaruhi kemampuan anak menggambar, lho.

Padahal, menggambar adalah keterampilan yang kompleks, melibatkan komponen motorik dan kognitif, dan seharusnya berkembang sepanjang masa kanak-kanak. Insting menggambar sudah muncul sejak dini ketika anak-anak pertama kali membuat titik, garis, dan coretan sekitar usia 18 bulan.

Kursus menggambar juga bisa menjadi pilihan untuk anak yang suka berkreasi.

Dengan mengikutsertakan si Kecil pada kursus online menggambar, ia akan berlatih menggambar bentuk-bentuk sederhana, dan kemudian mulai menggabungkan bentuk menjadi gambar yang lebih kompleks.

Belajar menggambar di usia 5 tahun bermanfaat menghidupkan kembali keterampilan motorik halus dan kognitifnya yang mungkin berkurang akibat si Kecil yang terlalu banyak bermain dengan gawai, Bu.

3. Kursus Menari 

Menari dapat menjadi cara untuk menyalurkan energi berlebih yang biasanya dimiliki anak usia 5 tahun. Dan tak hanya menyehatkan, menari juga bisa mencegah risiko obesitas pada anak.

Ada banyak jenis tari yang bisa Ibu pilih jika tertarik memasukkan si Kecil ke kursus menari, mulai dari tari tradisional hingga tari modern seperti ballet, hip-hop, zumba, dan masih banyak lagi.

Belajar menari biasanya disukai anak-anak dan bagus untuk ketahanan fisiknya.

Menari, apapun jenis tariannya, bermanfaat melatih mental dan kognitif anak sejak dini, serta melatih koordinasi dan keseimbangan gerak.  Selain itu, menari juga dapat membuat suasana hati atau mood meningkat, sehingga membantu mengurangi stres pada si Kecil yang mungkin merasa jenuh dengan situasi pandemi belakangan ini.

4. Kursus Bahasa Inggris

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bicara bilingual akan memberikan keuntungan pada kehidupan sosial. Anak-anak prasekolah yang menguasai dua bahasa, ternyata ditemukan memiliki keterampilan yang sedikit lebih baik dalam hal memahami orang lain, daripada  anak yang hanya menguasai satu bahasa (monolingual).

Mempelajari bahasa lain juga bagus untuk perkembangan kognitif anak, Bu. Jadi, ibu bisa memilih kursus online bahasa Inggris untuk mendukung kecerdasan dan kemampuan sosial anak. Mengapa bahasa Inggris? Karena itulah bahasa asing yang saat ini paling banyak digunakan dalam dunia pendidikan. Tapi kalau Ibu mau memilih bahasa asing lainnya, juga boleh, kok.

5. Kursus Musik 

Si Kecil mungkin sudah terpapar musik sejak dini. Bahkan, ketika si Kecil masih ada di dalam kandungan, Ibu mungkin sering memutar alunan musik atau suara-suara yang menenangkan untuk janin. 

Nah, setelah usia anak cukup besar, belajar memainkan alat musik dapat memberikannya kesempatan untuk berekspresi secara kreatif dan mengembangkan identitas dirinya. Selain itu, berlatih musik dapat menjadi kegiatan di waktu luang dan melatih anak disiplin di luar jam sekolah.

Beberapa jenis kursus musik yang bisa Ibu pilih di antaranya memainkan alat musik atau les vokal. Tapi tentu saja jika Ibu memilih kursus alat musik, pastikan Ibu memiliki alat musik tersebut di rumah, ya. 

Namun, apapun jenis kursus musiknya, ini sangat bagus untuk membantu perkembangan otak anak, terutama dalam  fungsi kognitif dan sosial. Dan ini, akan menjadi dasar dan bekal penting yang mungkin akan memberikan manfaat sepanjang hidupnya.

Jangan lupa, untuk menemani anak yang siap mengikuti petualangan barunya, Ibu juga harus memberikan nutrisi yang mendukung aktivitasnya. Ibu bisa memberikan Bebelac 5 setiap hari sebelum anak memulai kursus online-nya. 

 

Bebelac 5 mengandung nutrisi penting untuk mendukung anak yang tengah membutuhkan konsentrasi tinggi, yaitu Omega 3 dan Omega 6, serat pangan inulin, serta 14 vitamin dan 5 mineral penting yang dibutuhkan anak di masa yang sangat aktif. 

 

Nah, mulailah pertimbangkan rekomendasi kursus online untuk anak di atas, dan siapkan diri Ibu untuk menemani si kecil mempelajari ilmu baru, ya!
 

 



Referensi:

  1. Erni Munastiwi. (Update Mei 2021). Unprepared management decreases education performance in kindergartens during Covid-19 pandemic. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8180612/.  Diakses pada 14 Maret 2022.

  2. Amanda Soebandi. (Update Juni 2021). Perkembangan Literasi Anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perkembangan-literasi-anak. Diakses pada 14 Maret 2022.

  3. Heather L.Kirkorian. Update November 2019. Drawing Across Media: A Cross-Sectional Experiment on Preschoolers’ Drawings Produced Using Traditional Versus Electronic Mediums. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7069367/. Diakses pada 15 Maret 2022

  4. Krista Schroeder, et al. 2017. Dance for Health: An intergenerational program to increase access to physical activity. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5681394/ Diakses 15 Maret 2022

  5. Krista Byers-heinlein. Update 2013. Bilingualism in the Early Years: What the Science Says. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6168212/. Diakses pada 15 Maret 2022

Ewa A.M. Update Januari 2014. How musical training affects cognitive development: rhythm, reward and other modulating variables. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3957486/. Diakses pada 15 Maret 2022.



Artikel Terkait