Kembali ke Ibu Perlu Tahu

Jangan Terlambat Ditangani, Sembelit pada Si Kecil Dapat Menyebabkan 3 Gangguan Kesehatan Ini

Tahukah Ibu, sembelit adalah satu dari sepuluh masalah yang sering ditemui oleh dokter anak. Meski tampaknya sepele, sembelit pada si Ke...

4 min
06 Jun 2022
Ibu, ketahui gangguan kesehatan yang bisa terjadi akibat sembelit pada si Kecil.

Artikel ini belum diulas

Tahukah Ibu, sembelit adalah satu dari sepuluh masalah yang sering ditemui oleh dokter anak. Meski tampaknya sepele, sembelit pada si Kecil harus segera ditangani. Karena jika dibiarkan, sembelit bisa membuat si Kecil jadi tak nyaman dan berpotensi mengalami berbagai gangguan kesehatan.1

Apa saja masalah kesehatan yang bisa dipicu oleh sembelit? Simak penjelasannya di bawah ini, yuk, Bu!

Gangguan Kesehatan Akibat Sembelit pada si Kecil

Secara umum, sembelit didefinisikan sebagai kurangnya frekuensi untuk buang air besar atau BAB, akibat kurangnya dorongan di usus atau volume feses yang besar dan keras sehingga menyebabkan kesulitan atau kesakitan saat BAB.1

Sembelit pada si Kecil dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kenaikan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, dan kurang konsumsi serat.1 

Tanda si Kecil mengalami sembelit dapat dilihat dari beberapa tanda, seperti:1

  • Si Kecil tidak BAB selama beberapa hari

  • Mengeluh sakit pada area perut, seperti kram dan mual

  • Ada perdarahan dari rektum yang terluka

  • Keluarnya feses tanpa disadari si Kecil, sehingga mengotori celana dalamnya

  • Perilaku si Kecil berubah, misal tidak ceria, mudah kesal, atau menunjukkan raut muka yang tidak biasa.

Sembelit yang dibiarkan tanpa penanganan, tak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi si Kecil, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Apa saja gangguan kesehatan yang mungkin terjadi akibat sembelit pada si Kecil?

1. Kembung

Kembung sering dianggap sepele, karena dianggap akan sembuh dengan sendirinya. Meski benar begitu, kondisi ini tidak boleh dibiarkan, Bu. Perut kembung tak hanya membuat si Kecil merasa tak nyaman, tapi juga mengganggu aktivitasnya sehari-hari. 

Salah satu penyebab kembung adalah sembelit. Feses yang sulit keluar lama-kelamaan akan menumpuk di dalam usus, membuat perut terasa begah, sakit, serta terdengar gemuruh di perut bagian bawah.2

2. Megakolon

Megakolon merupakan suatu kondisi adanya pelebaran atau pembesaran abnormal pada usus besar atau kolon. Hal ini bisa menyebabkan hilangnya sensasi atau keinginan untuk BAB, dan membuat feses menumpuk di dalam usus besar.

Sembelit yang dibiarkan bisa membuat si Kecil BAB sedikit-sedikit di celana tanpa ia sadari.

Anak yang mengalami kondisi ini, tanpa sadar akan mengeluarkan feses dalam jumlah sedikit, terutama di malam hari, sehingga mengotori celana dalamnya. Beberapa juga bisa mengalami infeksi saluran kencing akibat massa feses yang menekan saluran kencing dan menghalangi aliran urine.1

3. Ambeien

Ambeien atau wasir juga bisa dialami oleh si Kecil yang sering sembelit dan tidak ditangani dengan baik. Meski umumnya tidak berbahaya, tetapi kondisi ini dapat membuat si Kecil merasa tidak nyaman.3

Si Kecil yang mengalami ambeien dapat menunjukkan beberapa tanda, seperti perdarahan saat BAB, keluar lendir dari dubur sewaktu atau setelah BAB, ada benjolan yang tampak keluar dari anus, serta rasa gatal atau nyeri di anus yang membuat si Kecil jadi tak nyaman.3

Penanganan Sembelit pada Si Kecil 

Penanganan sembelit yang cepat dan tepat dapat menghindari si Kecil dari gangguan kesehatan di atas, Bu. Jadi, penting untuk segera melakukan langkah-langkah yang dapat mencegah sembelit menjadi berlarut-larut. 

Inilah beberapa hal yang perlu segera Ibu lakukan agar sembelit pada si Kecil bisa teratasi:

1. Cukupi kebutuhan serat

Ibu bisa memberikan makanan tinggi serat seperti sayur, buah-buahan, kacang-kacangan, atau susu tinggi serat seperti Bebelac Gold yang mengandung kombinasi 4 jenis serat (FOS, GOS, Inulin, dan pati jagung), serta 13 vitamin dan 7 mineral (vitamin A,C,D,K, Zinc). 

Tiga gelas susu tinggi serat Bebelac Gold dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian si Kecil. Kandungan serat yang cukup dapat membantu kesehatan pencernaan si Kecil, sehingga nutrisi akan terserap optimal. Sedangkan kandungan vitamin dan mineral yang lengkap dapat membantu menjaga kesehatan fisik. Misalnya vitamin A, C, dan mineral zinc yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh si Kecil, serta vitamin D dan K yang membantu membangun dan memperkuat tulang agar fisik si Kecil tumbuh optimal. 

Bersama dengan nutrisi dari makanan sehari-harinya, tiga gelas Bebelac Gold sehari dapat membantu memenuhi asupan serat harian si Kecil, Bu. Mau mendapatkan free sample Bebelac Gold untuk si Kecil? Daftarkan diri Ibu dan si Kecil di website Bebeclub, ya!  

2. Beri si Kecil minum yang banyak

Asupan serat harus diimbangi dengan banyak minum air putih, ya, Bu. Air putih akan membantu kerja serat dalam melunakkan feses, sehingga lebih mudah dikeluarkan oleh si Kecil.4

3. Pastikan si Kecil aktif secara fisik

Aktivitas fisik seperti berolahraga dapat membantu mendorong pergerakan usus sehingga pencernaan si Kecil akan lebih lancar.

Raut muka si Kecil yang tampak menahan sakit bisa jadi petunjuk ia mengalami sembelit.

4. Ajak si Kecil ke toilet secara teratur

Tujuannya adalah agar si Kecil bisa BAB di waktu yang teratur setiap harinya.1 Ibu bisa mengajak si Kecil untuk pergi ke toilet setelah makan siang, karena biasanya di saat itu muncul keinginan untuk BAB akibat dorongan dari makanan yang baru masuk. Tunggulah di toilet sekitar 15–30 menit, namun tak perlu memaksakan jika si Kecil tak kunjung BAB. 

Bu, lakukan dengan konsisten langkah-langkah di atas yang dapat membantu mengatasi sembelit pada si Kecil, ya! Semoga berhasil!

 


 

Reference:

  1. I Xinias dan A Mavroudi. 2015. Constipation in Childhood. An update on evaluation and management. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4574579/ [Diakses 23 Mei 2022]
     
  2. Muzal Kadim. 2017. Gangguan Pencernaan pada Bayi (2). Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/gangguan-pencernaan-pada-bayi-2 [Diakses 23 Mei 2022]
     
  3. Turan Yildiz, et al. 2019. External hemorrhoidal disease in child and teenage: Clinical presentations and risk factors. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6572969/ [Diakses 23 Mei 2022]
     
  4. Mindaria Tarigan. 2017. Pengaruh Minum Air Putih Hangat Terhadap Konstipasi pada Pasien Immobilisasi Di RSUP H. Adam Malik Medan. Diambil dari: https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/22347 [Diakses 23 Mei 2022]
     
  5. Terri O’Neill RN. (2018). Michigan Medicine. Michigan University. Diambil dari: http://www.med.umich.edu/1libr/MBCP/Constipation.pdf. [Diakses 23 Mei 2022]


Artikel Terkait