Kembali ke Ibu Perlu Tahu

Kok Garuk-Garuk Terus? Ini Dia Cara Mudah Bedakan 4 Penyakit Kulit Pada Bayi!

Bayi memiliki kulit yang lebih sensitif dibandingkan orang dewasa. Itu sebabnya, si Kecil rentan mengalami masalah kulit karena berbagai...

4 min
12 Apr 2022
Masalah kulit pada bayi jangan dianggap sepele. Yuk, segera atasi dengan perawatan yang benar.

Artikel ini belum diulas

Bayi memiliki kulit yang lebih sensitif dibandingkan orang dewasa. Itu sebabnya, si Kecil rentan mengalami masalah kulit karena berbagai penyebab, mulai dari gesekan dengan popok, reaksi alergi, keringat tersumbat, dan sebagainya.1

Berikut 4 jenis penyakit kulit pada bayi yang paling sering dialami. Kenali juga penyebab masalah kulit bayi dan caranya mengatasinya.

Ruam Popok

Sesuai namanya, ruam popok pada bayi adalah masalah kulit berupa iritasi pada area kulit yang tertutup oleh popok. Kulit yang mengalami ruam popok tampak kemerahan dan terasa gatal. Ruam popok terbilang sering dialami bayi, terutama pada usia 9-12 bulan.1

Ruam popok bisa terjadi karena reaksi iritasi (akibat kontak kulit dengan urin atau feses), infeksi (akibat terpapar bakteri atau jamur), atau alergi (reaksi kulit terhadap bahan popok atau bahan pewangi/alkohol pada tisu pembersih).1

Atasi ruam popok dengan melakukan langkah berikut:1

  1. Membiarkan kulit pada area popok kering di udara terbuka selama mungkin.
  2. Mengoleskan krim popok pada kulit area selangkangan yang tertutup popok.
  3. Segera ganti popok yang sudah kotor.
  4. Gunakan popok sekali pakai selama anak masih mengalami ruam popok.

Segera temui dokter jika ruam popok tak kunjung sembuh, muncul demam, luka bernanah, ruam disertai nyeri hebat, atau muncul ruam berwarna merah terang dengan bintik kemerahan di tepi. Jika perlu, dokter akan memberikan krim anti jamur dan antibiotika.1

Biang Keringat

Pilih baju berbahan katun yang longgar dan nyaman agar bayi tidak kegerahan

Miliaria atau yang biasa disebut biang keringat ditandai dengan bintil-bintil kecil berwarna merah yang kadang-kadang berisi air. Biang keringat biasanya muncul di dahi, leher, bahu, dada, punggung, dan area lipatan kulit.2

Penyebab biang keringat adalah terhambatnya pengeluaran keringat akibat kulit ari bayi yang menyumbat pori-pori. Bila sampai terjadi iritasi dan kontak dengan kuman, biang keringat bisa terinfeksi dan berkembang menjadi bisul berisi nanah.2

Atasi biang keringat dengan cara berikut:2

  1. Lekas ganti baju bayi bila sudah lembap karena keringat.
  2. Setelah mandi, gunakan handuk secara lembut atau biarkan tubuh si kecil tanpa baju selama beberapa saat agar kulit kering dengan sendirinya. Tujuannya untuk mencegah biang keringat bertambah parah akibat gesekan dengan handuk.
  3. Pilih baju dari bahan mudah menyerap keringat seperti katun atau kaos dan modelnya longgar agar bayi nyaman dan tidak mudah kepanasan.
  4. Oleskan salep atau bedak khusus sesuai anjuran dokter bila terjadi radang.

Segera bawa ke dokter bila biang keringat tak kunjung membaik, timbul demam atau rasa gatal yang berat, muncul tanda-tanda infeksi seperti nanah, atau bayi terlalu sering mengalami biang keringat sampai mengganggu istirahat dan aktivitasnya.2

Eksim

Pada anak umur 2 bulan sampai 2 tahun, dermatitis atopik atau eksim, atau biasa disebut sebagai eksim infantil, ditandai dengan gejala kulit kering, kemerahan, bersisik, dan rasa gatal. Eksim pada bayi biasanya muncul secara simetris pada kedua pipi, kemudian menyebar ke dahi, kulit kepala, telinga, leher, pergelangan tangan dan tungkai kaki.3

Eksim bisa berlangsung lama dengan gejala yang hilang timbul. Penyakit ini bisa disebabkan oleh banyak faktor sekaligus, yaitu faktor keturunan, lingkungan, gangguan fungsi pelindung kulit, infeksi, dan imunologi/alergi. Pada si Kecil , pencetus alergi biasanya adalah makanan yang mengandung susu sapi, telur, gandum, dan soya (kedelai).3

Eksim dapat diatasi dengan:3

  1. Menghindari pencetus alergi 
  2. Memandikan bayi dengan sabun yang tidak mengandung pewarna dan pewangi
  3. Mengoleskan pelembap kulit
  4. Memakaikan baju longgar berbahan katun yang menyerap keringat
  5. Menjaga suhu ruangan agar tidak terlalu panas atau dingin. 

Kerak kepala

Saat membersihkan kepala bayi, jangan menarik kerak secara paksa agar kulit kepala bayi tidak luka ya, Bu

Kerak pada kulit kepala bayi (cradle cap) adalah kondisi kulit bersisik kronis yang biasanya muncul antara minggu ketiga dan beberapa bulan pertama kehidupan bayi. Gejalanya adalah muncul plak/kerak berwarna kekuningan yang tampak berminyak pada kulit kepala, dahi, dan telinga luar.4

Biasanya, kerak kepala muncul tanpa keluhan gatal dan akan sembuh dengan sendirinya. Penyebab pasti munculnya kerak kepala belum diketahui. Tapi, ahli menduga, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah kondisi hormonal ibu yang mengakibatkan bayi memproduksi minyak berlebihan.4

Begini cara mengatasi kerak kepala, Bu!5

  1. Di rumah, Ibu bisa memandikan dan mencuci kepala bayi dengan sampo bayi yang lembut. 
  2. Bersihkan kulit kepala dengan gerakan memijat berputar secara lembut selama 2-3 menit sebelum dibilas dengan air bersih. 
  3. Sisa kulit yang menempel pada rambut dapat disisir secara perlahan. Kerak pada kulit kepala bayi akan berangsur hilang seiring dengan waktu.

Setelah mengetahui penyebab dan cara mengatasi penyakit kulit bayi, Ibu dapat mencegahnya muncul kembali atau mendeteksi lebih dini. JIka tak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut, ya.


Referensi:

  1. Dr. Henny Adriani Puspitasari, Sp.A (2017). 5 Langkah Mengatasi Ruam Popok pada Bayi. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/5-langkah-mengatasi-ruam-popok-pada-bayi. 
  2. Rini Sekartini (2014). Miliaria, Mengenal dan Mencegahnya. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/miliaria-mengenal-dan-mencegahnya.
  3. Dr. Molly Dumakuri, SpA(K) (2018). Dermatitis Atopik: Lesi Kemerahan dengan Rasa Gatal. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/dermatitis-atopik-lesi-kemerahan-dengan-rasa-gatal. [Diakses 11 Februari 2022]
  4. Timothy Nobles, Seneca Harberger, Karthik Krishnamurthy (2021). Cradle Cap. StatPearls Publishing LLC. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK531463/.
  5. Dr. Fenny D'Silva, Dr. Catharine Mayung Sambo, Sp.A (2016). Pertumbuhan Rambut Normal pada Bayi. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pertumbuhan-rambut-normal-pada-bayi.


Artikel Terkait