Kembali ke Ibu Perlu Tahu

Tiba-tiba Muncul Bentol Merah, Yuk Lakukan 5 Cara Menghilangkan Bentol Alergi pada Bayi!

Kulit bayi yang cenderung sensitif, seringkali rentan mengalami berbagai masalah kulit, seperti ruam, kemerahan, hingga bentol. Artikel ...

4 min
17 Jun 2022

1 ibu tandai artikel ini informatif

Kulit bayi yang cenderung sensitif, seringkali rentan mengalami berbagai masalah kulit, seperti ruam, kemerahan, hingga bentol. Artikel ini akan membahas salah satu masalah kulit yang cukup sering terjadi pada bayi, yaitu bentol. Ada banyak penyebab bentol, salah satunya adalah alergi. Lalu, bagaimana cara menghilangkan bentol alergi pada bayi? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Penyebab Bentol pada Bayi

Berbeda dengan ruam yang menyebar dan menyebabkan kulit tampak kemerahan, bentol terlihat seperti benjolan atau bengkak di satu tempat tertentu1.

Bentol pada kulit bayi umumnya akan menghilang dengan sendirinya, terutama jika penyebabnya adalah hal yang ringan, seperti digigit nyamuk. Namun, berbeda dengan bentol karena alergi, kondisi ini bisa saja hilang dalam beberapa jam, hari, atau bisa juga bertahan hingga lebih dari 6 minggu1.

Sebelum membahas cara menghilangkan bentol alergi pada bayi, yuk cari tahu dulu apa saja penyebab bentol pada bayi yang umum terjadi.

1. Gigitan serangga

Saat tidur atau bermain, si Kecil bisa saja digigit serangga seperti nyamuk, kutu, atau lebah. Gigitan serangga bisa menyebabkan beberapa reaksi pada kulit bayi, mulai dari yang ringan hingga berat. Umumnya, bentol akibat digigit serangga akan menimbulkan rasa gatal atau perih, yang membuat si Kecil merasa tidak nyaman2.

Gejala bentol akibat gigitan serangga, di antaranya2:

  • Reaksi ringan berupa gatal

  • Muncul bentol, bengkak, dan kemerahan

  • Bentol hanya muncul di area yang digigit serangga

2. Alergi

Munculnya bentol pada bayi juga dapat dipicu oleh kontak kulit dengan bahan iritan atau bahan yang dapat menyebabkan iritasi, misalnya deterjen, wewangian, alkohol, atau kandungan lain dalam produk perawatan kulit dan kosmetik bayi3.

Selain kontak dengan bahan iritan, bentol juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap zat dalam makanan atau minuman tertentu, seperti telur, kacang-kacangan, bahkan susu sapi3. Bentol pada bayi yang disebabkan oleh alergi biasa disebut sebagai urtikaria, biduran, atau kaligata4

Beberapa gejala bentol karena alergi, di antaranya3:

  • Selain gatal, juga menyebabkan bengkak

  • Bentol muncul banyak dengan ukuran berbeda-beda

  • Bisa hilang dan muncul kembali dengan cepat

3. Penyebab lainnya

Ketika si Kecil mengalami biduran, kebanyakan Ibu akan langsung beranggapan bahwa penyebabnya adalah alergi. Namun, biduran juga bisa disebabkan oleh hal lain, seperti infeksi, faktor fisik (suhu panas, dingin, tekanan), atau bahkan penyakit autoimun4

Adapun gejala bentol yang disebabkan oleh penyebab-penyebab lainnya adalah4:

  • Dapat berlangsung lebih dari 24 jam

  • Lokasi bentol berpindah-pindah

  • Dibagi menjadi dua berdasarkan lama berlangsungnya bentol, yaitu akut (kurang dari 6 minggu) dan kronik (6 minggu atau lebih)

Cara Menghilangkan Bentol Alergi pada Bayi

Dalam beberapa kasus ringan, seperti digigit nyamuk, bentol tidak memerlukan pengobatan khusus. Gejala berupa gatal, bengkak, dan kemerahan biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa jam saja.5

Namun, bentol bisa mengganggu kenyamanan si Kecil. Itu sebabnya, Ibu perlu tahu cara menghilangkan bentol alergi pada bayi. 

1. Kompres dingin kulit bayi

Si Kecil mungkin akan berusaha menggaruk bentolnya. Padahal, semakin digaruk, bentol akan semakin terasa gatal. Sebagai langkah pertama untuk mengurangi rasa gatal, Ibu bisa mendinginkan area kulit yang bentol dengan cara kompres dingin.

Atau, Ibu bisa mengalirkan air dingin di area kulit yang bentol. Selain mendinginkan, juga sekaligus membersihkan area bentol dari kotoran dan keringat. 

2. Kenakan baju tipis dan longgar

Jangan tutup area kulit yang bentol dengan baju ketat atau tebal. Pastikan kulit bayi mendapatkan sirkulasi udara yang baik dengan memakaikannya baju dengan bahan yang mudah menyerap keringat, agak tipis, berbahan lembut, dan longgar.

3. Keringkan kulit bayi

Keringkan kulit bayi dari keringat, karena dapat memicu rasa gatal pada kulit yang bentol. Jika si Kecil berada di ruangan yang panas atau di luar ruangan, segera bawa ia masuk ke dalam ruangan yang lebih sejuk. Nyalakan AC, kipas angin, atau kipasi tubuh si Kecil. 

4. Gunakan losion khusus gatal

Jika si Kecil tampak rewel karena tak tahan dengan gatalnya, Ibu bisa mengoleskan losion khusus gatal yang mengandung calamine. Losion ini umumnya dijual bebas dan aman untuk si Kecil. Tapi, tak ada salahnya jika Ibu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter mengenai pengobatan yang tepat.

5. Hindari pemicu alergi

Yang terakhir, cara menghilangkan bentol alergi pada bayi adalah dengan menghindari pemicunya. Misalnya, udara dingin, air panas, bahan pakaian yang kasar, hingga makanan tertentu.5

Nah, itulah lima cara menghilangkan bentol alergi pada bayi yang bisa Ibu coba lakukan di rumah. Jika tak ada perubahan atau kondisi bentol semakin parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya. Terutama jika Ibu melihat adanya tanda-tanda infeksi, kemerahan, dan pembengkakan pada kulit.


Reference:

  1. Karen Gill. 2019. Hives on Baby: What You Need to Know. Diambil dari: https://www.healthline.com/health/baby/hives-on-baby  [Diakses 24 April 2022]
     
  2. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Mosquitoes Bite Symptoms and Treatment. Diambil dari: https://www.cdc.gov/mosquitoes/mosquito-bites/symptoms.html  [Diakses 24 April 2022]
     
  3. Sun Hee Choi dan Hey Sung Baek. 2015. Approaches to the diagnosis and management of chronic urticaria in children. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4481035/  [Diakses 24 April 2022]
     
  4. Anthony Christian Darmawan. 2016. Seputar Kaligata pada Anak. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/seputar-kaligata-pada-anak  [Diakses 24 April 2022]
     
  5. Melek Aslan Kayiran dan Necmettin Akdeniz. 2019. Diagnosis and treatment of urticaria in primary care. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6526977/#:~:text=H1%20antihistamines%20and%2C%20sometimes%2C%20short,be%20considered%20during%20missed%20events.  [Diakses 24 April 2022]


Artikel Terkait