Kembali ke Ibu Perlu Tahu

8 Cara Menenangkan Bayi yang Rewel di Malam Hari

Melihat bayi yang rewel di malam hari pasti bikin khawatir ya, Bu? Namun, jangan panik jika ini terjadi pada si Kecil. Rewel menjelang w...

4 min
12 Apr 2022
Bayi rewel di malam hari adalah hal yang sering terjadi.

3 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Melihat bayi yang rewel di malam hari pasti bikin khawatir ya, Bu? Namun, jangan panik jika ini terjadi pada si Kecil. Rewel menjelang waktu tidur malam sebetulnya cukup normal terjadi sampai usia bayi sekitar tiga bulan.

Akan tetapi, kerewelannya ini tentu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, ya, supaya si Kecil bisa tidur nyenyak sepanjang malam. Terlebih, bolak-balik menghadapi bayi yang rewel terbangun di malam hari juga pasti akan mengganggu waktu tidur Ayah dan Ibu.

Maka itu, yuk kita sama-sama mengetahui penyebab dan bagaimana cara yang tepat menenangkan bayi rewel di malam hari!

Apa Penyebab Bayi Rewel di Malam Hari?

menenangkan bayi rewel di malam hari

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan bayi gelisah dan uring-uringan di malam hari. Mungkin bayi rewel sebelum tidur karena lapar, terbangun di tengah malam karena kegerahan dan merasa kesepian, dan lain sebagainya.

Nah, berikut adalah beberapa penyebab bayi rewel malam hari yang perlu Ibu pahami selengkapnya:

1. Lapar

Lapar adalah penyebab bayi rewel di malam hari yang paling utama.

Biasanya, rewel karena lapar juga dibarengi dengan gerak-gerik si Kecil yang mengepalkan tangannya dan menjilati bibirnya. Bayi yang kelaparan sebelum tidur juga terlihat suka memiringkan kepalanya seolah mencari payudara Ibu

Rewel karena lapar normal terjadi karena si Kecil sedang mengalami lonjakan pertumbuhan alias growth spurt, sehingga ia ingin lebih banyak menyusu. 

2. Kelelahan

Sama seperti orang dewasa, si Kecil juga bisa rewel jika merasa kelelahan, Bu. 

Misalnya, karena bayi lebih banyak bermain di hari itu, habis bertemu dengan banyak orang, atau Ibu dan si Kecil baru pulang dari jalan-jalan seharian. Kemungkinan si Kecil akan merasa tidak nyaman karena kecapekan sehingga sulit untuk tidur.

3. Mendapat Stimulasi Berlebih

Tak hanya kelelahan, penyebab bayi rewel di malam hari juga bisa karena si Kecil yang mendapatkan stimulasi berlebih selama seharian penuh.

Stimulasi berlebih bisa dialami bayi saat ia dikelilingi oleh terlalu banyak orang yang ingin bermain dengannya, seperti misalnya pada acara keluarga. 

Selain itu, bayi juga bisa mengalami overstimulasi dari lingkungan di sekitarnya, seperti cahaya yang terlalu terang di kamar, atau suara televisi yang terlalu keras.

4. Popok Basah Belum Diganti

Jika sudah disusui dan beristirahat tapi bayi masih rewel dan menangis menjelang waktu tidurnya, ini bisa jadi karena ia merasa tidak nyaman akibat popoknya yang sudah terlalu lembap dan basah.

Oleh sebab itu, baiknya selalu ganti popoknya dengan yang baru sebelum menidurkan si Kecil, ya, Bu. Dengan begitu, ia akan merasa nyaman untuk pergi tidur dan kulitnya pun tidak rentan teriritasi.

5. Bayi Kolik

Tahukah Ibu? Rewel di malam hari adalah salah satu ciri-ciri kolik pada bayi.

Tanda bayi mengalami kolik adalah tangisannya begitu kencang, sangat sulit untuk ditenangkan, wajahnya memerah, dan ia terlihat menarik kaki, mengencangkan lengan, melengkungkan punggung, atau mengepalkan tinju. Bahkan, si Kecil bisa menangis terus-menerus hingga selama tiga jam, lho.

Kolik pada bayi dapat terjadi karena adanya gangguan pada saluran cerna, seperti adanya alergi atau intoleransi terhadap air susu ibu, penumpukan gas di perut, sembelit, atau refluks bayi.

Namun, Ibu tak perlu khawatir. Ketika bayi berusia 3 bulan sampai 4 bulan, kemungkinan terjadinya kolik semakin berkurang bahkan menghilang total.

6. Ingin Bermain

Bayi rewel malam hari bisa terjadi karena ia merasa terlalu lama tidur. Namun, berbaring terlalu lama di tempat tidur dapat membuat si Kecil bosan dan akhirnya menangis untuk menyampaikan emosinya.

Nah, Ibu bisa menyanyikan lagu kesukaan si Kecil, atau bermain permainan sederhana seperti cilukba atau bertepuk tangan. 

7. Bosan dan Kesepian

Saat bayi menginjak usia 9 bulan, ia mungkin akan merasa cemas akan perpisahan, atau dikenal dengan istilah separation anxiety. Ini dapat terjadi karena si Kecil merasa kesepian atau takut dan khawatir ditinggal oleh orang tuanya sebelum tidur.

Maka itu, cobalah temani si Kecil pergi tidur dengan memeluk, mencium, menepuk-nepuk punggungnya, atau membacakan dongeng untuk membuatnya merasa aman dan nyaman.

8. Kedinginan atau Kegerahan

Ketika bayi rewel malam-malam, coba raba bagian perut atau belakang lehernya, Bu untuk memastikan ia tidak kedinginan. Jangan meraba kulit tangan atau kakinya, karena biasanya bagian kulit ini memang lebih dingin daripada bagian tubuh yang lain. 

Kedinginan, dan bahkan kegerahan pun, bisa membuat bayi rewel menjelang waktu tidurnya karena ia merasa tidak nyaman dengan lingkungannya. Jadi, pastikan memakaikan si Kecil baju tidur yang nyaman dan menyerap keringat ya, Bu.

Pastikan juga mengatur suhu kamar tidurnya tetap sejuk (antara 16°C dan 20°C), alias tidak terlalu dingin sampai menggigil atau panas sampai membuatnya berkeringat.

Jika khawatir bayi merasa kedinginan, Ibu bisa memberikannya selimut tipis supaya si Kecil tetap nyaman dan bisa tidur nyenyak. 

9. Sedang Sakit

Bagi bayi, menangis merupakan satu-satunya bentuk komunikasi ia kepada Ibu. Begitu pula saat bayi sakit, si Kecil akan memberi tahunya dengan cara menangis. 

Adapun beberapa penyakit yang umum dialami bayi di antaranya batuk, pilek, diare, hingga infeksi telinga.

Cara Menenangkan Bayi Rewel di Malam Hari

Setelah mengetahui penyebabnya, sekarang saatnya Ibu mencari tahu cara menenangkan bayi rewel di malam hari agar Ibu tidak lagi panik saat harus mengalaminya. Berikut penjelasan lengkapnya. 

1. Menggendong Bayi

Rasa aman si Kecil sangat bergantung kepada ibunya. Nah, menggendong bayi dapat memberi si Kecil rasa aman yang membuatnya lebih tenang. Cara ini dapat menenangkan bayi yang rewel di malam hari. Terlebih sentuhan secara fisik dapat memberi stimulus yang bagi tumbuh kembang si Kecil, Bu. 

Saat menggendong bayi, Ibu bisa sambil mengayun-ayunkan si Kecil. Ibu bisa mengayun tubuh bayi saat ia menangis dengan gerakan konstan sambil duduk di kursi goyang, atau diletakkan dalam ayunan khusus. Ini juga bisa membuat bayi tenang, lho. 

Selain itu, Ibu juga bisa menggendong bayi sambil menyanyikan Nina Bobo untuk membuatnya lebih cepat tenang. Tapi awas, jangan sampai mengayun atau menggoyangkan bayi terlalu kencang ya, Bu.

2. Timang Bayi di Baby Bouncer

Ayunan baby bouncer dipercaya dapat membantu menenangkan bayi dan membuatnya lebih mudah tertidur. 

Namun, Ibu tetap perlu mempertimbangkan berbagai risiko yang bisa timbul saat menggunakan baby bouncer, salah satunya adalah risiko cedera.

Cedera dapat terjadi saat bayi terjatuh dari baby bouncer. Bayi bisa terjatuh dari baby bouncer jika getaran pada alat ini terlalu kencang, menyebabkan bayi bergeser dari posisinya, dan kemudian terjatuh. 

Bahikan, beberapa penelitian melaporkan bahwa penggunaan baby bouncer, bersama peralatan bayi lainnya seperti baby walker, yakni merupakan penyebab cedera kepala terbanyak pada bayi.

Jadi jika ingin menggunakan baby bouncer untuk menenangkan si Kecil, pastikan Ibu dan Ayah selalu siap siaga mengawasinya, ya!

3. Membedong Bayi

Cara Menenangkan Bayi yang Rewel

Salah satu cara menenangkan bayi rewel di malam hari yang tak kalah penting adalah membedong bayi. 

Membedong bayi dapat memberi perlindungan dari dingin, dan membuat tubuh si Kecil hangat. Kondisi ini juga mengingatkan mereka pada lingkungan saat mereka masih berada di dalam rahim Ibu. Karena bayi merasa nyaman, ia pun akan lebih tenang dan tidur lebih nyenyak.

Selain itu, membedong bayi juga memberi efek menenangkan pada bayi. Jika dibandingkan dengan memijat bayi, membedong terbukti secara signifikan mengurangi tangisan bayi, lho.

Meski begitu, hati-hati jangan sampai Ibu membedong bayi terlalu kencang, ya. Jika si Kecil tampak rewel dan menggeliat di dalam bedong, segera buka bedongnya, karena mungkin saja ia merasa kepanasan dan sesak.

4. Susui Bayi

Di tiga bulan pertama kehidupan si Kecil, Ibu hampir selalu memberikan ASI. Oleh karena itu, bila bayi merasa lapar, si Kecil akan tampak rewel, tak terkecuali di malam hari. 

Berikan susu kepada bayi dengan posisi pelekatan saat menyusui yang tepat, atau berikan botol ASI yang dirancang khusus agar udara tidak masuk ke dalam lambung si Kecil. 

Kemudian, sehabis bayi menyusu, tegakkan tubuh si Kecil sampai ia bersendawa dengan menepuk-nepuk bahu atau punggungnya secara lembut. 

Tak sedikit yang menganggap bahwa perut kenyang akan membuat bayi tidur lebih nyenyak. 

Padahal, tidak selalu begitu, lho. Kekenyangan juga bisa membuat bayi menjadi rewel di waktu menjelang tidurnya. Sama seperti orang dewasa, kekenyangan bisa membuat perut si Kecil jadi tak nyaman, Bu!

Jadi, bagaimana patokan menyusui pada si Kecil menjelang tidur agar ia tak kelaparan dan tetap tenang? Ibu bisa melihat dari kekuatan isap bayi saat menyusu. Jika isapannya mulai melambat, dan berhenti, itu pertanda si Kecil sudah cukup kenyang menyusu, Bu.

Baca Juga: Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir dan Jadwal Bayi Konsumsi ASI

5. Setel White Noise

Sebetulnya, sejak di dalam kandungan bayi sudah terbiasa dengan suara bising, seperti suara aliran darah yang melewati plasenta, atau detak jantung Ibu. 

Tapi, bayi mungkin tidak familiar dengan suara bising yang mengagetkan, misalnya suara televisi yang kencang, atau klakson mobil. Terlalu bising justru dapat menyebabkan overstimulasi pada bayi, yang bisa membuat bayi rewel malam hari. 

Nah, mendengarkan suara white noise bisa menjadi cara menenangkan bayi rewel di malam hari, Bu. White noise sendiri adalah suara menenangkan yang bisa menyamarkan kebisingan di sekitar bayi. 

White noise umumnya berupa suara yang menenangkan dan konsisten, yang bisa membantu bayi tertidur pulas. Contohnya berupa suara rintik hujan, gemericik air, kicau burung, suara kipas angin, dengung AC, atau bahkan suara bisikan Ibu sshh... sshh.

6. Mengurangi Stimulasi

Cara mengatasi bayi rewel di malam hari berikutnya adalah dengan mengurangi stimulasi. Ibu bisa membawa si Kecil ke ruangan yang lebih tenang dan jauh dari kebisingan suara. Kemudian, cobalah redupkan lampu sambil menggendong bayi dan menepuk-nepuk tubuhnya secara lembut.

7. Peluk dan Dekap Bayi

Bayi juga merasa lebih aman dan nyaman jika disentuh oleh ibunya. Memberikan sentuhan lembut juga bisa membuat bayi rileks, sekaligus meningkatkan bonding antara anak dan Ibu. 

Caranya, Ibu bisa memberikan pijatan lembut menggunakan minyak telon atau baby oil. Selain itu, Ibu bisa memandikan bayi dengan air hangat suam-suam kuku, mengusap punggungnya dengan lembut, atau memeluknya agar ia merasa lebih tenang.

8. Lakukan Gerakan Ritmik

Untuk cara menenangkan bayi rewel di malam hari, Ibu bisa mengajaknya melakukan gerakan ritmik, misalnya berjalan-jalan di dalam rumah seperti pergi dari ruangan satu ke ruangan yang lain. 

Ibu juga bisa membawa bayi berjalan-jalan di dalam atau luar rumah menggunakan stroller. Stroller juga dapat memberikan pengalaman baru bagi si Kecil untuk merasakan ketenangan dengan gerakan maju atau mundur.

Bila perlu, Ibu juga dapat mengajak si Kecil naik mobil keliling komplek perumahan. 

Baca Juga: Arti Tangisan Bayi Baru Lahir yang Perlu Diketahui Orang Tua

Nah, Bu, sekarang sudah tahu, ‘kan, cara menenangkan bayi yang rewel di malam hari dengan tepat? Semoga informasi dapat membantu, ya!

Jangan lupa, gabung bersama Bebeclub sebagai partner Ibu Hebat untuk Tumbuhkan Anak Hebat, serta nikmati berbagai macam fitur eksklusif di Bebe Journey untuk memantau tumbuh kembang si Kecil secara gratis. Yuk, coba sekarang!


Referensi: 

  1. Eline L. Möller, et al. 2019. Infant crying and the calming response: Parental versus mechanical soothing using swaddling, sound, and movement. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6481793/  
  2. Nina Dwi Putri dan Amanda Soebadi. 2014. Perawatan Bayi Baru Lahir. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perawatan-bayi-baru-lahir 
  3. Agus Firmansyah. 2015. Kolik pada Bayi (Bagian 1). Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kolik-pada-bayi-bagian-1.
  4. Roni Cole, et al. 2020. Infant care practices and parent uptake of safe sleep messages: a cross-sectional survey in Queensland, Australia. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6975091/   
  5. AE Yilmaz, et al. 2012. A perspective from the practice of swaddling by Turkish mothers. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3738414/  
  6. J.A. Spencer, D.J. Moran, A. Lee, D. Talbert. (1990). White Noise and Sleep Induction. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1792397/   
  7. Robert Winston dan Rebecca Chicot. 2016. The importance of early bonding on the long-term mental health and resilience of children. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5330336/  
  8. Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/why-baby-cries#1. Diakses pada 17 November 2022.
  9. Baby Center. https://www.babycenter.com/toddler/sleep/why-is-my-toddler-suddenly-waking-up-hysterical-at-night_1292621. Diakses pada 17 November 2022.
  10. Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/a536698/seven-reasons-babies-cry-and-how-to-soothe-them. Diakses pada 17 November 2022.
  11. Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/fussy-baby-at-night. Diakses pada 17 November 2022.


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait