Kembali ke Ibu Perlu Tahu

13 Cara Seru Mengajari Anak Membaca, Bisa Lewat Bernyanyi!

Meski anak belum masuk sekolah, tidak ada salahnya Ibu mulai mengajari anak membaca lewat cara yang seru dan menyenangkan. Menurut...

4 min
22 Apr 2022

Artikel ini belum diulas

Meski anak belum masuk sekolah, tidak ada salahnya Ibu mulai mengajari anak membaca lewat cara yang seru dan menyenangkan.

Menurut para ahli, rata-rata anak memang akan belajar membaca pada usia 6-7 tahun ketika mereka sudah masuk SD. Akan tetapi, memulai lebih cepat bisa menjadi bekal sukses anak di masa depan, Bu. 

Terlebih menurut Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI, rentang usia 4-6 tahun adalah masa emas bagi perkembangan kognitif otak anak. Mereka bisa menyerap pelajaran dan meniru dengan cepat. Anak mulai peka menerima apa saja dan memiliki minat belajar yang sangat tinggi. 

Meski begitu, cara mengajarkan membaca pada anak usia dini tentu sangat berbeda dengan pelajaran di sekolah ya, Bu. Tujuan utamanya pun juga berbeda, karena di usia 3-5 tahun ini anak-anak idealnya diutamakan untuk bisa mengenal huruf lebih dulu, bukan untuk membaca sebuah kata atau kalimat yang bermakna.

Nah, Ibu bisa mulai mengenalkan huruf pada si Kecil lewat aktivitas-aktivitas yang menyenangkan, seperti bernyanyi atau bermain peran, sehingga anak-anak bisa belajar lewat permainan. Dengan begitu, timbul keinginan dari dalam dirinya untuk belajar membaca.

Lalu, bagaimana cara mudah mengajari anak membaca? Yuk, Bu, simak informasi selengkapnya dalam artikel ini!

Cara Mengajari Anak Membaca Huruf

Bu, sebagian besar anak mulai bisa mengenali beberapa huruf yang umum (seperti a, i, u, e, dan o) antara usia 2-3 tahun, lho! Setelah menginjak usia 4-5 tahun, mereka mulai bisa membedakan huruf-huruf lain dalam urutan alfabet, terutama huruf-huruf yang sering mereka dengar sehari-hari.

Ini artinya, Ibu dan Ayah dapat mulai mengajari si Kecil membaca alfabet bahkan sejak mereka berusia sekitar 2 tahun. Tapi, ini juga bukan berarti si Kecil akan langsung bisa menguasai urutan alfabet dari A-Z, lho. 

Karena, Bu, keterampilan baru tentu tidak akan diperoleh secara instan. Apalagi keterampilan yang kompleks seperti kemampuan membaca. Jadi, sangat wajar dan normal jika anak butuh waktu untuk berproses sampai terbiasa membaca. Yang paling penting, Ibu dan Ayah tidak cepat menyerah mendampingi anak belajar, ya!

Nah, Ibu bisa mulai melakukan kegiatan ini sejak anak sudah lancar berbicara dan bisa semakin rutin dilakukan menjelang anak mau masuk sekolah prasekolah, yaitu di sekitar usia 3 tahun. Yuk, kita simak penjelasannya.

1. Bermain Cocokkan Huruf

Ibu pasti sudah sering melihat flash cards atau kartu bergambar sebagai salah satu media untuk memperkaya kosa kata anak. Umumnya setiap kartu memiliki gambar benda atau binatang yang sehari-hari ditemui anak dan disertai dengan tulisan yang menyebutkan nama dari benda tersebut. 

Nah, kalau ingin mengajarkan anak membaca alfabet, Ibu juga tetap bisa memanfaatkan konsep flash card, lho!

Ibu bisa membuat kartunya sendiri sekreatif mungkin di rumah. Caranya, potong kertas karton warna-warni sebesar kertas berukuran A6 atau A4. Lalu, gambar tiap huruf vokal dalam kapital (A, I, U, E, O) di atas kertas karton tersebut. Gambar dengan warna yang cerah dan ukuran besar sehingga mudah dilihat si Kecil ya, Bu!

Selanjutnya, Ibu buat pola potongan huruf-huruf tersebut dengan ukuran yang sama di atas kertas karton yang baru. Gunting sesuai pola hurufnya sehingga sekarang Ibu punya cetakan dari masing-masing huruf.

Mintalah anak untuk mencocokkan potongan mereka dengan huruf-huruf pada kertas karton. Misalnya dengan berkata, “Hayo, huruf A ini sama dengan yang mana?”. Kemudian, minta anak menempelkan potongan huruf "A" di atas huruf "A" yang tercetak di papan poster. Ajak mereka berlatih melakukan ini dengan semua huruf lainnya.

Lakukan secara rutin, ya, Bu, sehingga lama-kelamaan anak akan mengenal setiap huruf dan susunannya dengan baik. Mengenali alfabet adalah pondasi paling dasar dari kemampuan berbahasa dan literasi anak.

Oleh karena itu, anak-anak harus belajar mengenali dan menamai huruf-huruf, baik secara berurutan maupun tidak, serta juga mengenali pelafalan suara dari setiap huruf.

Ibu juga bisa, lho, langsung download flash card eksklusif yang berisi aktivitas seru untuk membiasakan si Kecil membaca! 

2. Bacakan Buku dengan Nyaring

Membacakan buku dengan nyaring juga bisa menjadi cara mudah mengajari anak membaca. Ibu bisa membacakan buku cerita bergambar dengan kalimat pendek, atau cerita dongeng yang menarik untuknya. 

Tahukah Ibu? Menurut penelitian yang dimuat pada Australasian Journal of Early Childhood, membacakan dongeng anak mampu meningkatkan pengetahuan dan daya ingatnya, serta memperluas potensi kreatif pada anak. Bacakan dengan suara yang nyaring dan jelas kata per kata.

Membacakan buku dengan bersuara sebanyak tiga kali pengulangan bisa menjadi stimulan bagi si Kecil. Cara ini akan menumbuhkan keinginannya untuk mau membaca, serta membuatnya lebih paham tentang sebuah kata atau teks. 

Bacakan buku secara nyaring dengan nada, intonasi, dan mimik wajah seheboh dan semenarik mungkin agar anak tertarik terhadap jalan cerita yang dibacakan.

3. Membaca Per Suku Kata

Setelah berhasil mengajak anak belajar mengeja per huruf, Ibu bisa mulai mengajarinya membaca per suku kata untuk membuat anak lancar membaca. 

Buat suku kata dari semua huruf konsonan yang diikuti dengan lima huruf vokal, misalnya ba, be, bi, bo, bu, ca, ce, ci, co, cu, dan seterusnya. Ibu bisa menggunakan alat bantu seperti kartu bergambar khusus suku kata.

Setelah lancar dengan satu suku kata, tingkatkan kemampuan membacanya dengan dua suku kata, misalnya ba-ca, ca-be, bo-la, dan seterusnya hingga meningkat menjadi tiga suku kata. Lalu, minta anak untuk mengeja dengan pelafalan yang tepat. 

Di langkah ini, Ibu dan Ayah jangan dulu mengenalkan anak dengan suku kata yang berakhiran huruf mati. Tujuannya adalah agar mereka menguasai tahap ini terlebih dahulu.

4. Beri Label pada Barang-Barang di Rumah

Memberikan label pada barang-barang di rumah ternyata juga bisa menjadi cara mengajari anak membaca, lho, Bu! Pasalnya, hal ini dapat memungkinkan mereka untuk mengenal huruf-huruf dan mengejanya. 

Ibu bisa menempelkan label pada sejumlah benda yang ada di rumah. Misalnya, di kulkas, kursi, meja, lemari, atau jendela. Jadi, anak dapat belajar cara pengucapan sekaligus cara membaca nama dari masing-masing benda tersebut. 

Ketika anak mulai memahami konsep ini, Ibu bisa melepas label dan meminta mereka memasangnya kembali sesuai dengan nama yang tertulis pada label. 

Ibu juga bisa menempatkan berbagai magnet alfabet di pintu kulkas dan minta anak membuat sebuah kata. Sebagai contoh, minta ia membuat kata dari namanya sendiri, atau benda yang sering digunakan dan dilihatnya.

5. Minta Anak Mengeja Kata yang Dilihat

Mengajari anak membaca tidak melulu harus dengan cara yang sama seperti lewat buku, Bu. Belajar membaca bisa dilakukan dalam berbagai kesempatan. Entah saat menonton televisi atau sedang jalan-jalan di luar rumah. 

Misalnya, saat Ibu dan anak menonton kartun favoritnya, lalu muncul tulisan “MINUM” di layar televisi, Ibu bisa memintanya untuk mengeja, “Nak, coba itu ada tulisan minum. Coba deh eja, M-I-N-U-M.”

Bisa pula saat Ibu dan anak sedang jalan-jalan di luar rumah, atau pergi ke mal, minta ia mengeja sebuah kata yang terdapat dalam billboard atau spanduk. 

Sebagai contoh, kata tersebut berbunyi, STOP, lalu Ibu bisa meminta si Kecil mengejanya, “Dek, coba deh lihat kata di depan itu ada huruf apa aja?” Kemudian Ibu bisa membantunya membaca kata tersebut “S-T-O-P dibacanya jadi STOP, ya, Dek”.

Cara ini mudah untuk mengajarkan anak membaca karena bisa membuat mereka memahami huruf apa yang harus digunakan untuk mengucapkan kata-kata tersebut.

Baca Juga: Cara Mengajarkan Anak Membaca dengan Alfabet

6. Ajak Anak ke Perpustakaan

Supaya tidak bosan belajar di rumah, Ibu bisa ajak anak pergi ke toko buku atau perpustakaan kota seperti Perpusnas atau Perpustakaan Umum Taman Ismail Marzuki.

Sering-sering mengajak anak ke tempat yang punya banyak koleksi buku-buku menarik bisa bisa menjadi cara menyenangkan untuk memperkenalkan kebiasaan membaca dan menanamkan gemar membaca di kemudian hari. 

Di tempat tujuan, bebaskan anak untuk memilih buku yang kira-kira ia sukai. Selanjutnya, Ibu bisa membacakan buku tersebut bersama-sama dengan si Kecil. 

Ibu juga bisa melibatkan anak saat sedang membacakan buku. Misalnya, minta anak untuk mengulang kata-kata yang sederhana di dalam buku, atau meneruskan kata dengan membaca susunan hurufnya.

Selain itu, Ibu bisa melibatkan anak dengan menanyakan hal-hal yang akan terjadi pada cerita yang sedang dibacakan. Sebagai contoh, Ibu bisa menanyakan, “Habis ini apa yang akan terjadi pada anak harimau, ya, Nak?” atau “Kira-kira Si Kancil akan pergi ke mana ya?”.

Aktivitas ini dapat membantu anak melihat hubungan antara kata-kata yang Ibu ucapkan dengan kata-kata yang tertulis pada buku cerita favoritnya. 

7. Manfaatkan Teknologi yang Ada

Biasanya, anak-anak mudah merasa jenuh dan kewalahan apabila menemukan kesulitan saat belajar membaca. Alhasil, bukan tidak mungkin ia menjadi malas untuk belajar lagi, padahal suasana belajar harusnya terasa menyenangkan bagi anak.

Jika sudah begini, Ibu bisa kok menggunakan teknologi yang ada sebagai alternatif cara menyenangkan untuk mengajarkan anak membaca.

Ibu bisa mengunduh beragam aplikasi untuk mengenalkan huruf, kata-kata, atau video pembelajaran singkat di internet. Dampingi anak saat sedang menggunakan berbagai aplikasi ini di gadget, ya, Bu. Pastikan ia tetap fokus belajar, bukannya membuka aplikasi permainan. 

Hanya saja, perlu diingat, Bu. Mengajari anak membaca lewat penggunaan teknologi tetap perlu ada batasannya. American Academy of Pediatrics merekomendasikan pembatasan screen time untuk anak 2-5 tahun sebaiknya tidak lebih dari 1 jam tiap harinya. 

8. Ajak Anak Bernyanyi

Mengajari anak agar bisa membaca di usianya yang dini memang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi tiap orang tua. Jika sudah begini, Ibu dan Ayah sebaiknya tidak perlu memaksanya, ya.

Sebagai solusinya, Ibu bisa menggunakan lagu atau musik sebagai cara mudah mengajari anak membaca. Dengan begitu, anak akan senang membaca tanpa ia menyadari bahwa dirinya sedang belajar. 

Ajak anak untuk mendengar dan menyanyikan berbagai lagu anak yang memiliki lirik sederhana. Mulai dengan mendengarkan dan menyanyikan lagu paling dasar dalam mengenal huruf, yakni ABC. 

Selanjutnya, coba lagu lain, seperti 'Balonku', 'Bintang Kecil', atau 'Tik Tik Bunyi Hujan'. Ibu bisa sering memutar ulang lagu-lagu tersebut, agar anak mengingat setiap kata atau lirik dalam lagu.

Setelah itu, Ibu bisa mengajak anak untuk menyanyikan lagu sambil mengeja. Misalnya kata balon, dieja B-A-L-O-N. Ini adalah salah satu strategi belajar membaca lewat lagu, yaitu dengan memadukan teknik eja dan bernyanyi dengan musik (nada atau lagu).

Dilansir dari laman Child Development Info, mungkin awalnya anak akan menyanyikan kata-kata yang sudah dihafalnya.

Namun, Ibu bisa dengan mudah memindahkannya ke pendekatan fonik, yaitu mengenali hubungan antara huruf dan bunyi, serta meminta anak mengidentifikasi huruf yang membuat suara yang ia nyanyikan.

Cara mengajarkan anak membaca dengan kegiatan menyenangkan ini menjadi langkah yang baik bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan literasi, sehingga mempersiapkannya untuk lebih fasih membaca.

9. Rutin Membacakan Buku untuk Anak

Rutin membacakan buku untuk si Kecil juga bisa menjadi cara yang baik untuk membuat anak bisa membaca. Pastikan Ibu dan Ayah rutin meluangkan waktu setiap hari untuk membacakan buku. 

Ibu atau Ayah bisa memilih waktu sebelum tidur di malam hari saat anak sudah bisa bersantai. Meski begitu, orang tua bisa memilih waktu kapan saja membacakan buku untuk anak bila suasana hatinya (mood) sedang baik.  

Rutinitas membaca ini akan menempatkan anak dalam suasana hati yang lembut dan membantunya untuk lebih bersantai. Inilah yang bisa menjadi cara ampuh mengajarkan anak membaca sejak dini.

10. Latih Anak Membaca Kalimat

Setelah berbagai aktivitas di atas rutin dilakukan, maka tiba waktunya anak menerapkan semua yang ia telah pahami. Ibu bisa melatihnya membaca sebuah kalimat sederhana setiap hari. 

Berikan ia buku cerita pendek dengan kata dan kalimat sederhana yang biasa Ibu bacakan kepadanya. 

Dampingi anak membaca di waktu santai atau sebelum tidur. Jika ia sudah lancar dengan kalimat lengkap, minta ia membaca sebuah paragraf pendek. Begitu terus secara konsisten hingga akhirnya anak bisa membaca kalimat utuh dengan lancar.

11. Berikan Pujian Atas Keberhasilannya

Ibu dan Ayah bisa memberikan anak pujian saat si Kecil sudah berhasil mengeja dengan baik. Misalnya, “Duh, pintarnya anak Ibu!”, atau “Good job, Nak! Besok kita belajar kata yang lain, ya”. Beri juga pujian, atau tepuk tangan, atas keberaniannya membaca lantang di depan keluarga.

Bila perlu, Ibu dan Ayah bisa memberikan hadiah atas keberhasilannya melewati tahap demi tahap belajar membaca. 

Reward sederhana berupa makanan atau minuman favoritnya di akhir sesi juga bisa membuat si Kecil senang dan menjadi dorongan baginya untuk lebih semangat belajar membaca.

12. Tetap Sabar dan Konsisten

Mengajari anak supaya cepat bisa membaca tentu membutuhkan kesabaran dan kekonsistenan, Bu. 

Beberapa anak mungkin sering sibuk sendiri saat Ibu membacakan cerita, atau bahkan membolak-balikkan halaman buku saat cerita di halaman sebelumnya belum selesai diceritakan. Ibu bisa memberikannya pengertian dan tetap teruskan membaca. 

Jika anak tampak bosan dan ogah-ogahan mendengar cerita yang Ibu bacakan, cobalah untuk mencari buku lain yang lebih menarik, atau buku favoritnya dan bacakan kembali. Bila ini tidak berhasil, jangan memaksanya, Bu. Mungkin sekarang si Kecil sedang tidak ingin belajar membaca. 

Terkadang anak tidak memperhatikan buku yang Ibu bacakan dan malah asyik sendiri. Namun, ini bukan berarti ia tidak tertarik atau mendengarkan, Bu. 

Maka dari itu, Ibu dan Ayah perlu sabar dan konsisten dalam menghadapi anak yang sedang berusaha belajar membaca. Inilah kunci yang tepat untuk memberikan kesempatan pada anak.

Perlu diketahui bahwa setiap anak tentu memiliki tingkat kecepatan masing-masing dalam mempelajari berbagai hal, termasuk kemampuan membaca. Jadi, jangan membandingkan dengan kemampuan anak yang lain. 

Pastikan juga cara mengajarkan anak membaca tetap nyaman dan menyenangkan untuk anak, ya! Jangan sampai orang tua malah bisa membuat anak-anaknya benci membaca karena metode yang diajarkan tidak menyenangkan.

Baca Juga: 5 Cara Mengajari Anak Menulis di Rumah dengan Mudah

Manfaat Mengajari Anak Membaca Sejak Dini

Kebiasaan membaca perlu dididik sejak anak masih kecil. Terlebih karena di usia sekolah anak sudah diharuskan untuk bisa membaca, maka Ibu perlu mengajarkannya sejak ia masih balita. Lebih cepat anak mampu membaca, tentu akan lebih baik, bukan, Bu?

Berikut adalah berbagai manfaat mengajari anak membaca sejak dini

1. Meningkatkan Bonding dengan Anak

Salah satu manfaat mengajari anak membaca sejak dini adalah mampu meningkatkan bonding antara orang tua dan anak. 

Karena ketika membacakan sebuah cerita, anak biasanya akan berada di pangkuan atau dekapan orang tuanya. Kebiasaan inilah yang akan mendekatkan hubungan antara Ibu dan anak dengan membuatnya merasa aman, senang, dan rileks.

2. Menambah Kosakata

Para ahli dari National Center on Early Childhood Development, Teaching and Learning mengemukakan bahwa manfaat membacakan buku untuk anak dapat membantu menambah jumlah dan variasi kosakata yang akan mereka gunakan di kemudian hari.

Bahkan, sebuah studi yang dimuat pada Journal of Developmental and Behavioral Pediatrics memperkirakan bahwa anak-anak usia 5 tahun yang rutin dibacakan buku akan terpapar kurang lebih sekitar 1,4 juta kata lebih banyak daripada anak-anak yang tidak dibacakan buku. 

3. Meningkatkan Kemampuan Bahasa dan Kognitif

Mengajari anak membaca sejak dini dianggap semakin penting karena bisa mendukung kemampuan bahasa dan perkembangan kognitif anak. 

Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dimuat pada Child Language Teaching and Therapy. 

Penelitian ini mengemukakan bahwa bayi usia 9 bulan yang sering distimulasi dengan dibacakan cerita dan diajak bicara memiliki dampak positif dalam membantu meningkatkan keterampilan bahasa dan perkembangan kognitif, seperti memecahkan masalah. 

Baca Juga: Dukung Gaya Belajar Anak dengan Memperkenalkan 3 Kegiatan Menarik Ini

Bagaimana, Bu, apakah sudah siap mencoba cara cepat mengajari anak membaca? Apa pun caranya, lakukan secara rutin dan menyenangkan, supaya si Kecil bisa terus semangat belajar sambil bermain ya!

Untuk mendukung si Kecil belajar membaca, penuhi juga kebutuhan nutrisi anak dengan makanan bergizi dan dampingan susu Bebelac 4. Susu Bebelac 4 adalah susu pertumbuhan satu-satunya yang mengandung kombinasi serat FOS:GOS 1:9 yang sudah diuji klinis, serta dilengkapi dengan DHA, LA + ALA yang lebih tinggi, minyak ikan, omega-3, omega-6, serta 12 vitamin dan 4 mineral penting.

Dengan memberikan asupan kaya nutrisi setiap harinya, pencernaan anak akan terjaga (happy tummy), sehingga si Kecil bisa mengasah akal kreatifnya untuk terus belajar (happy brain) dengan suasana hati yang juga lebih ceria (happy heart).


Referensi:

  1. Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/how-to-teach-toddler-to-read#can-you-do-it. Diakses pada 22 September 2022.
     
  2. Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/reading-toddler.html. Diakses pada 22 September 2022.
     
  3. Child Development Info. https://childdevelopmentinfo.com/learning/reading-instruction-children/songs-help-teach-reading/#gs.rn7n5z. Diakses pada 22 September 2022.
     
  4. Child Language Teaching and Therapy. https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/0265659013513813. Diakses pada 22 September 2022.
     
  5. Journal of Developmental and Behavioral Pediatrics. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30908424/. Diakses pada 22 September 2022.
     
  6. National Center on Early Childhood Development, Teaching and Learning. https://eclkc.ohs.acf.hhs.gov/sites/default/files/pdf/read-it-again.pdf. Diakses pada 22 September 2022.
     


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait