Kembali ke Ibu Perlu Tahu

Sharing is Caring! Berikut 5 Aktivitas Sederhana untuk Melatih Anak Berbagi dengan Orang Lain

Ibu, pasti sering, kan, mengajarkan pentingnya berbagi kepada si Kecil? Tak hanya mengajarkan si Kecil untuk berbagi dengan adik atau ka...

4 min
29 Apr 2022
Keinginan anak untuk berbagi muncul lewat pembiasaan sehari-hari di rumah.

Artikel ini belum diulas

Ibu, pasti sering, kan, mengajarkan pentingnya berbagi kepada si Kecil? Tak hanya mengajarkan si Kecil untuk berbagi dengan adik atau kakak di rumah, Ibu juga pasti sering mengajarkan kepada si Kecil pentingnya berbagi kepada teman, tetangga, bahkan orang tak dikenal sekali pun. Tapi, tentu bukan hal yang mudah mengajarkan anak berbagi, ya, Bu? Hal ini karena anak umumnya belum kenal betul akan konsep berbagi. Meski begitu, jangan berkecil hati, Bu, karena ada cara mudah yang bisa Ibu lakukan untuk melatih anak berbagi. 

Menurut psikolog anak dan keluarga Samanta Elsener, M.Psi., rasa berbagi dan berkeinginan untuk berbuat baik adalah perilaku yang dapat dipelajari dan dipupuk sejak dini. Dan ini bisa jadi bekal si Kecil untuk bersosialisasi sampai ia besar kelak, lho. Dan keterampilan ini harus sudah mulai diajarkan kepada si Kecil sebelum ia mulai bersekolah, Bu!1

Yuk, simak artikel di bawah ini bagaimana cara melatih kebiasaan berbagi pada anak lewat aktivitas sederhana di rumah!

Manfaat Mengajarkan Anak Berbagi

Kemampuan berbagi tidak datang dengan sendirinya, Bu. Itu sebabnya, Ibu perlu mengajarkannya pada anak lewat pembiasaan sehari-hari. Apa saja manfaat mengajarkan anak berbagi sejak dini?

1. Menumbuhkan jiwa sosial anak

Beberapa anak mungkin akan dengan mudah berbagi mainan ataupun makanan dengan anak lainnya. Tapi, ada juga yang harus melalui permintaan orangtuanya, baru si Kecil mau berbagi mainan atau makanan yang dimilikinya.

Itu sebabnya, penting bagi orangtua untuk tak sekadar meminta anak untuk berbagi, tapi juga memberinya contoh lewat kegiatan sehari-hari di rumah. Bagaimana caranya? Misalnya, Ibu bisa mencontohkan pada si Kecil bagaimana cara memberi perhatian kepada orang lain yang ada di sekitar kita. Memberi perhatian juga termasuk salah satu bentuk berbagi, kan, Bu? Ibu bisa mengajak si Kecil menjenguk tetangga yang sedang sakit, atau menghibur teman yang sedang sedih, dan sebagainya. Jika dibiasakan dalam kegiatan sehari-hari, ini dapat menumbuhkan jiwa sosial pada anak yang akan terbawa hingga ia dewasa nanti. 

2. Anak akan lebih peduli pada orang lain

Dunia akan menjadi tempat yang lebih indah jika kita saling peduli pada sesama. Tak hanya membantu orang lain yang kesulitan, anak yang peduli pada pada orang lain juga akan memahami kesulitan yang dialami oleh temannya, mendengarkan keluh kesah mereka, serta memikirkan cara untuk menghibur dan membantu temannya.

Munculkan sikap empati agar anak mau berbagi.

Anak yang peduli adalah cikal bakal anak yang memiliki kebaikan hati. Untuk meningkatkan kepedulian si Kecil, Ibu mulai melatihnya agar mampu mengenali perasaan anak lain. Misal, saat si Kecil melihat ada anak yang permennya jatuh, Ibu bisa bertanya, “Menurut kamu, apakah anak itu sedih karena permennya jatuh? Apa yang bisa kita lakukan, ya, supaya dia nggak sedih lagi?” 

Tak hanya meningkatkan kepedulian si Kecil, melatihnya untuk mengenali perasaan orang lain juga akan menumbuhkan empati si Kecil, lho, Bu.

3. Anak menjadi pribadi yang selalu bersyukur

Meski berbagi merupakan kegiatan sederhana, namun dampaknya besar bagi si Kecil, Bu. Salah satunya adalah membuat si Kecil tumbuh menjadi anak yang selalu bersyukur. Anak yang bersyukur tak akan pernah ragu untuk berbagi apapun yang dimilikinya dengan orang lain. Ia juga akan menerima apapun kelebihan dan kekurangan yang ia miliki, sehingga ia akan tumbuh menjadi sosok yang rendah hati nantinya.

Bagaimana cara menanamkan kebiasaan bersyukur pada si Kecil? Salah satu contoh, Ibu bisa mengajak si Kecil pergi ke panti asuhan, setidaknya setahun sekali, saat si Kecil berulang tahun. Tak sekadar berpesta dan membagikan kue serta goodie bag, si Kecil juga bisa bermain bersama anak-anak di panti asuhan dan melihat kehidupan mereka dari dekat. Dari pengalaman ini, si Kecil akan menyadari bahwa hidupnya diberkahi banyak sekali kelebihan yang patut disyukurinya.    
 

Aktivitas Sederhana untuk Melatih Anak Berbagi dengan Orang Lain

Melatih anak berbagi sebenarnya sudah bisa Ibu lakukan sejak anak sudah bisa diajak berkomunikasi, setidaknya ketika si Kecil sudah menginjak usia 1 tahun. Biasanya, orangtua akan meminta anak berbagi makanan atau mainan yang sedang ia pegang.

Lebih lanjut Samanta menyarankan, si kecil yang berusia 18 bulan, sudah dapat diarahkan untuk berbagi dan mulai mempelajari konsep berbagi dari orang-orang terdekat. Tapi, tentu saja Ibu tentu tidak bisa bilang padanya bahwa berbagi itu penting. Ibu dapat berkata, “Berbagi mainan dengan teman pasti akan lebih seru mainnya!”.

Kemudian, lanjut Samanta, pada usia 3-5 tahun, anak sudah dapat diajarkan berbagi, menolong orang lain, serta mengucapkan kata “terima kasih", "maaf", dan "tolong”.

Dan seiring ketika anak sudah lebih besar, dorongan untuk berbagi umumnya akan muncul dengan sendirinya. Misalnya saja, ketika adiknya menangis, si Kakak akan otomatis tanpa diminta memberikan mainan untuk menghentikan tangis adiknya.

Nah, kegiatan apa saja yang bisa Ibu lakukan di rumah untuk melatih anak berbagi?

1. Membaca buku atau menonton film soal berbagi

Ada begitu banyak cerita mengenai anak yang suka berbagi. Perkenalkanlah cerita-cerita tersebut pada si Kecil sejak dini, baik lewat buku ataupun film. Ibu bahkan bisa mengajak si Kecil nonton film dengan karakter tertentu yang terkenal karena kebaikan hatinya, seperti Nusa dan Rara. Setelah membaca buku atau menonton film, ajak si Kecil untuk menceritakan kembali perilaku berbagi yang ia tangkap dari cerita tersebut.

Kemudian, Ibu bisa cari situasi yang mirip dengan yang digambarkan di dalam cerita. Misal, jika dalam cerita dikisahkan tentang pengemis, Ibu bisa mengajak si Kecil untuk berbagi kepada pengemis yang ia temui di jalan. 

Atau contoh lain dalam keseharian di rumah, di mana si Kecil lebih banyak menghabiskan waktunya di masa pandemi ini, Ibu bisa membacakannya cerita mengenai pentingnya menghormati asisten rumah tangga. Misal, si Kecil tak boleh semena-mena menyuruh asisten rumah tangga untuk mengambilkan minum jika ia bisa melakukannya sendiri, serta membiasakannya mengucapkan ‘tolong’ ketika meminta bantuan dan ‘terima kasih’ ketika sudah dibantu. 

2. Bermain bersama teman atau saudara 

Bagaimana membuat kegiatan bermain agar dapat mengajarkan si Kecil untuk berbagi? Bisa, kok, jika si Kecil bermain bermain bersama anak lainnya, seperti tetangga, adik atau kakak, atau saudara lainnya. Pilih kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama, misalnya mewarnai sebuah gambar besar. Sediakan satu set pensil berwarna atau crayon yang akan mereka pakai secara bergantian.

 Anak yang suka berbagi biasanya akan disukai teman-temannya.

Ketika anak ingin memakai pensil warna yang sama, Ibu bisa memberi pengertian pada anak untuk bergantian memakai pensil warna. Misal, kalau adik mau pakai pensil warna merah dulu, kakak bisa mewarnai objek lain dengan pensil warna lainnya. 

3. Memasak atau membuat kue bersama 

Memasak ataupun membuat kue jadi salah satu cara menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama si Kecil di rumah. Dan tak hanya itu, kegiatan ini ternyata juga bisa Ibu manfaatkan untuk mengajarkan arti berbagi pada si Kecil, lho.1 Bagaimana caranya?

Pertama-tama, Ibu bisa memancing si Kecil untuk memutuskan apa yang ingin ia masak bersama Ibu di rumah. Ketika si Kecil diberi kesempatan untuk turut andil dalam pengambilan keputusan, hal ini akan menumbuhkan sikap bertanggung jawab pada dirinya. Nah, apapun yang dimasak atau dibuat si Kecil bersama dengan Ibu, jangan lupa ajak ia untuk membagi hasil masakannya kepada tetangga ataupun teman di sekitar rumahnya. 

Ibu bisa bertanya padanya, “Apakah kamu ingin membagikan kue ini kepada teman supaya mereka ikut mencicipi kue buatanmu yang enak ini?” 

Kemudian, ajak ia memasukkan kue yang akan dibagikan ini ke dalam stoples dan hias dengan cantik, dan ajak si Kecil untuk memberikannya kepada orang yang terpikirkan olehnya. 

4. Menghibur saudara atau teman yang sedang sakit 

Ada saudara atau teman yang sedang sakit? Meski Ibu dan si Kecil tidak bisa datang menjenguknya secara langsung, tapi Ibu bisa mengajaknya untuk menghibur saudara atau teman yang sedang sakit tersebut. Misal, sekadar mengirim pesan ‘Semoga cepat sembuh’, atau menghubungi mereka lewat panggilan video. Atau jika memungkinkan, kirimkan makanan atau buah-buahan ke rumah orang yang sedang sakit.

Tak hanya menghibur mereka yang sedang sakit, kegiatan ini juga akan mengasah kepedulian si Kecil sekaligus membuatnya belajar bahwa berbagi tak hanya dalam bentuk barang, tetapi juga bisa dalam bentuk perhatian, emosi, saran, bahkan penghiburan.

5. Melakukan pekerjaan rumah tangga bersama-sama 

Melakukan pekerjaan rumah tangga, selain melatih tanggung jawab, juga dapat menjadi kegiatan yang dapat melatih anak berbagi, lho. Dari kegiatan ini, si Kecil akan belajar bahwa membuat rumah rapi dan bersih bukanlah tugas Ibu atau asisten rumah tangga semata, melainkan tanggung jawab bersama yang bisa dibagi ke semua anggota keluarga.

Menyapu, membereskan kamar tidur, mencuci piring, dan menjemur pakaian, adalah beberapa pekerjaan rumah tangga sederhana yang seharusnya sudah bisa dilakukan oleh si Kecil. Tak apa-apa meski hasil pekerjaannya masih jauh dari rapi. Namanya juga proses belajar, kan? 

Ibu pun jangan lupa memberinya apresiasi atas bantuan yang telah diberikan si Kecil, ya. Misalnya dengan mengatakan, “Terima kasih, ya, berkat bantuanmu, rumah jadi lebih rapi!”.

Tak hanya membuat si Kecil merasa dihargai, ucapan terima kasih Ibu juga akan memberi si Kecil semangat untuk terus melakukan hal-hal baik tersebut, karena ia tahu bahwa yang telah dilakukannya berguna untuk orang di sekitarnya.

Nah, Bu, itulah 5 kegiatan di rumah yang bisa melatih anak berbagi. Memang tak mudah, tapi tetap harus dibiasakan pada si Kecil sejak dini, ya. Kendala mungkin saja dihadapi Ibu, misal si Kecil menolak atau marah ketika diminta untuk berbagi. Tapi, Ibu jangan menyerah, karena hal ini biasanya terjadi karena si Kecil yang sedang emosi atau mood anak yang sedang tidak baik.

Coba tunggu dulu beberapa saat, tunggu sampai emosi anak mereda. Sementara itu, Ibu bisa mengajak anak berjalan-jalan atau bermain, sampai suasana hati anak kembali gembira. Ingat, Bu, suasana hati dapat mempengaruhi seorang untuk bersikap baik. Makanya, perlu dilakukan upaya agar si Kecil berada dalam kondisi yang riang agar ia bisa menerima hal-hal baik yang Ibu ajarkan.

Tak hanya suasana hati, kecukupan nutrisi juga sangat mendukung upaya Ibu dalam mengajarkan kebaikan pada si Kecil. Oleh karena itu, selain makanan bernutrisi seimbang, lengkapi juga asupan si Kecil dengan segelas Bebelac 4 yang akan memberinya asupan omega 3 dan omega 6, serat FOS dan GOS, serta 11 vitamin dan 4 mineral, termasuk di antaranya zat besi, zinc, iodium, vitamin A, dan kalsium.

Bagaimana, Bu, sudah siap mengajarkan anak berbagi?
 



Reference:

1. Mega Permata Sari dan Delfi Eliza. 2021. Pelaksanaan Penanaman Sharing Behaviour Terhadap Karakter Peduli Sosial Anak. Diambil dari: https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/tunascendekia/article/download/1984/1480  [Diakses 17 Maret 2022]

2. Celia A. Brownell, et al. 2013. Mine or Yours? Development of Sharing in Toddlers in Relation to Ownership Understanding. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3578097/  [Diakses 17 Maret 2022]

3. Raising Children. 2020. Sharing and learning to share. Diambil dari: https://raisingchildren.net.au/toddlers/behaviour/friends-siblings/sharing [Diakses 30 Maret 2022]

4. Fitria Khairunnisa dan Fidesrinur. 2021. Peran Orangtua dalam Mengembangkan Perilaku Berbagi dan Menolong pada Anak Usia Dini. Diambil dari: https://www.researchgate.net/publication/354216464_PERAN_ORANG_TUA_DALAM_MENGEMBANGKAN_PERILAKU_BERBAGI_DAN_MENOLONG_PADA_ANAK_USIA_DINI  [Diakses 17 Maret 2022]



Artikel Terkait