Kembali ke Ibu Perlu Tahu

6 Cara Alami Mengatasi Pilek pada Bayi di Rumah

Melihat bayi pilek rasanya pasti tidak tega ya, Bu? Namun, jangan panik bila ini terjadi pada si Kecil karena ada berbagai cara alami da...

4 min
11 Apr 2022
Apa ya yang harus dilakukan untuk mengatasi pilek pada bayi?

Artikel ini belum diulas

Melihat bayi pilek rasanya pasti tidak tega ya, Bu? Namun, jangan panik bila ini terjadi pada si Kecil karena ada berbagai cara alami dan ampuh untuk mengatasi bayi yang sedang pilek di rumah. Nah, agar cepat teratasi dengan tepat, kenali dulu, yuk, penyebab bayi pilek!

Penyebab Pilek pada Bayi

mengatasi pilek pada bayi dengan berjemur di bawah sinar matahari

Tahukah Ibu, di tahun pertama kehidupannya sebagian besar bayi bisa mengalami pilek enam hingga delapan kali.

Hal ini karena sistem kekebalan tubuh bayi masih belum berkembang sempurna. Maka itu, bayi rentan tertular sakit saat terkena paparan virus penyebab pilek dari lingkungan sekitarnya, misalnya dari si Kakak atau Ayah yang sedang pilek di rumah.

Bayi juga bisa terkena pilek dari partikel virus yang menempel di mainan atau benda-benda tertentu setelah disentuh oleh anggota keluarga yang sedang sakit.

Ketika tangan bayi menyentuh benda-benda tersebut dan tangan yang sudah tertempel virus dimasukkan ke dalam mulut, maka ia bisa dengan mudah tertular.

Ciri-Ciri Bayi Pilek

Setiap bayi pasti rewel dan menangis sebagai salah satu bentuk komunikasi dengan Ibu, terutama di 3 bulan pertama usianya. Akan tetapi, Ibu mungkin belum tahu bagaimana cara membedakan rewel dan tangisan bayi biasa dengan tangisan karena sedang jatuh sakit. 

Nah, cara paling mudah untuk bisa tahu apakah bayi menangis karena pilek atau bukan adalah lewat kondisinya. Mula-mula, Ibu mungkin memperhatikan hidung bayi tampak berair. Pilek juga bisa dilihat dari cairan yang keluar dari hidung yang awalnya bening tapi lama-lama tampak kental dan berubah jadi kuning kehijauan seiring bertambahnya hari. 

Beberapa tanda dan ciri-ciri lain yang menandakan bayi sedang pilek adalah sebagai berikut:

  • Demam.

  • Bersin.

  • Batuk.

  • Tidak mau menyusu atau selera makan berkurang jika bayi sudah MPASI, karena hidungnya tersumbat.

  • Rewel dan menangis terus.

Biasanya pilek dapat sembuh sendiri setelah 2-3 hari. Namun kadang, butuh waktu hingga seminggu lamanya sampai si Kecil benar-benar sembuh dari pilek. 

Cara Mengatasi Bayi Pilek

Cara mengatasi pilek pada bayi sebetulnya cukup mudah, Bu. Akan tetapi, ada baiknya Ibu mempelajari dulu plus minus serta cara melakukannya dengan tepat, agar hasilnya maksimal dan si Kecil terhindar dari risiko lain. 

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala pilek pada bayi agar kondisi ini tidak berlangsung berlarut-larut. Yuk, Bu, kita sama-sama belajar!

1. Berikan ASI Lebih Sering

Meski bayi jadi lebih sulit menyusu, tetap penting untuk selalu memenuhi kebutuhan cairannya dengan memberikan ASI.

Pada bayi yang usianya sudah lebih besar dan bisa minum air putih atau MPASI, Ibu juga bisa memberikan air putih hangat dan sup kaldu hangat yang mengandung gizi tambahan untuk tubuhnya. Cairan dari ASI dan makanan berkuah dapat membantu mengencerkan lendir ingus.

Biarkan si Kecil minum air putih sedikit-sedikit setiap beberapa jam supaya ia mau minum lebih banyak. 

2. Mandikan dengan Air Hangat

Memandikan bayi dengan air hangat suam-suam kuku juga bisa menjadi cara mengatasi pilek pada bayi. Apalagi jika dilakukan sebelum waktu tidur bayi, dijamin ia akan tidur nyenyak setelahnya, Bu.

Cukup lap tubuh bayi dengan waslap lembap yang hangat. Uap panas dari air hangat juga dapat melewati rongga hidung dan paru-paru anak, yang secara tidak langsung akan mengencerkan lendir di dalam rongga napasnya.

3. Biarkan Bayi Tidur

Cara mengatasi bayi pilek secara alami yang tak kalah penting adalah dengan memastikan si Kecil istirahat yang banyak. Ya! Tidur adalah cara mengatasi pilek bayi yang efektif karena saat tidur imunitas tubuhnya dapat bekerja lebih maksimal dalam melawan virus atau kuman penyebab pilek. 

Saat tidur, atur posisi badannya agar posisi kepala bayi lebih tinggi dari kakinya sehingga lendir ingusnya bisa lebih lancar keluar dan ia bisa bernapas lebih lega.

Caranya, letakkan beberapa bantal kecil di bawah kepala bayi. Namun hati-hati jangan sampai bantal menutupi wajah si Kecil, ya, Bu. Karena itu, tidak disarankan melakukan hal ini bila si Kecil tidur di boks bayi.

Banyak-banyak memberikan sentuhan, seperti mendekap atau memeluk hangat si Kecil, saat menemaninya tidur, Bu. Sentuhan ini dapat membuatnya merasa nyaman dan rileks. 

4. Gunakan Humidifier

Penggunaan humidifier (pelembap udara) bisa membuat udara di dalam ruangan menjadi lebih lembab. Ini berguna untuk melegakan hidung si Kecil yang sedang tersumbat.

Ibu bisa memasang humidifier di dekat bayi saat ia tidur atau bermain, tapi pastikan jauh dari jangkauannya ya, Bu. Jangan lupa untuk mengganti airnya setiap hari, dan membersihkan alat secara berkala.

5. Keluarkan Lendir dengan Alat Penyedot Ingus

atasi pilek pada bayi dengan mencuci hidung

Tenang Bu, cara mengatasi pilek ini tidak dilakukan dengan menyedot lendir atau ingus langsung menggunakan mulut, seperti yang dulu biasa dilakukan oleh orang tua kita. 

Untuk mengencerkan dan mengeluarkan lendir ingus sekaligus melegakan pernapasan, Ibu bisa menyemprotkan atau meneteskan cairan NaCl yang dijual bebas di apotek, ke hidung bayi. 

Untuk memastikan apakah cairan masuk ke rongga hidung bayi atau tidak, Ibu bisa meletakkan gulungan handuk di bawah bahu bayi, sehingga Ibu bisa mendorong kepala bayi dengan lembut ke belakang.³

6. Mencuci Hidung

Menurut jurnal kedokteran International Journal of Environmental Research and Public Health, tindakan cuci hidung bekerja dengan melunakkan dan mengalirkan lapisan lendir pada rongga hidung. Maka, ini juga merupakan pilihan cara efektif untuk mengatasi pilek pada bayi, Bu. 

Agar lebih aman, Ibu bisa meminta kepada dokter untuk mengajarkan cara melakukan cuci hidung yang benar. 

Umumnya, tindakan dilakukan dengan menyemprotkan cairan NaCl ke hidung untuk melunakkan ingus dan membuatnya lebih mudah mengalir. Bisa menggunakan alat khusus, atau menggunakan alat suntik tanpa jarum, ke salah satu rongga hidung. Ketika cairan disemprotkan, cairan dan ingus pun akan mengalir melalui rongga hidung sebelahnya

Saat ingus dibuang keluar, zat-zat penyebab alergi dan peradangan pun akan ikut terbuang. Ion-ion dalam NaCl juga membantu mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan sel.⁶ Cairan ini juga membantu menjaga kelembapan di rongga hidung si Kecil, Bu. 

Baca Juga: Cara Menghilangkan Pilek pada Anak dengan Cepat

Itulah berbagai cara mengatasi pilek pada bayi yang bisa Ibu lakukan di rumah. Bila pilek si Kecil makin menjadi, jangan ragu untuk membawanya ke dokter.

Dapatkan juga lebih banyak informasi terbaru soal tumbuh kembang anak lewat BebeJourney, yuk! Ibu bisa akses berbagai fitur edukatif & menarik dukung si Kecil tumbuh hebat di sini.


Referensi:

  1. G Michael Allan, Bruce Arroll. (2014). Prevention and treatment of the common cold: making sense of the evidence. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3928210/
     
  2. Abby R Nolder, Gresham T Richter. (2015). The Infant with Noisy Breathing. Diambil dari https://link.springer.com/article/10.1007/s40746-015-0025-5
     
  3. Heidi Godman. (Diulas secara medis oleh Dan Brennan, MD, 2016). How to Treat Your Baby’s Stuffy Nose. Diambil dari webmd.com/children/features/help-child-stuffy-nose
     
  4. Natharina Yolanda. (2016). Perlukah Suplemen Vitamin D?  Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perlukah-suplemen-vitamin-d
     
  5. R Adhi Teguh P Iskandar. (2015). Menjemur Bayi dengan Tepat. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/menjemur-bayi-dengan-tepat 
     
  6. Dimas Dwi Saputro. 2017. Amankah Tindakan Cuci Hidung pada Anak? Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/amankah-tindakan-cuci-hidung-pada-anak
     
  7. Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/ss/slideshow-natural-cold-remedies. Diakses pada 6 Oktober 2022. 
     
  8. Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/cold.html. Diakses pada 6 Oktober 2022. 
     
  9. Web MD. https://www.webmd.com/children/guide/identify-child-cold-symptoms. Diakses pada 6 Oktober 2022. 
     
  10. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold-in-babies/diagnosis-treatment/drc-20351657. Diakses pada 6 Oktober 2022.
     


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait