fungsi prebiotik, makanan prebiotik

Kenali Fungsi Prebiotik dan Sumber Makanannya

detail-fb detail-wa detail-twitter

Tahukah Ibu jika usus kita dihuni oleh triliunan mikroorganisme, seperti bakteri, jamur, virus, dan parasit. Namun, tidak semua mikroorganisme itu jahat lho, Bu, karena ada jenis yang baik bagi tubuh. Nah, pastikan bakteri baik yang menghuni usus si Kecil cukup jumlahnya, ya, Bu. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan memberinya makanan dan minuman yang mengandung prebiotik. Apa saja fungsi prebiotik dan dari mana kita mendapatkannya? Yuk simak lebih lanjut.

Apakah Prebiotik Itu dan Apa Bedanya dengan Probiotik

Apa beda prebiotik dan probiotik? Sebelum mengenal fungsi prebiotik, mari kita kenali dulu definisinya. Prebiotik merupakan makanan yang tidak dapat dicerna, umumnya berupa serat, yang akan merangsang tumbuhnya bakteri baik di usus.1 Terdapat berbagai jenis prebiotik, seperti galacto-oligosaccharides (GOS), fructo-oligosaccharides (FOS) dan inulin.

Sederhananya, kita bisa menyebut bahwa prebiotik adalah makanan bagi bakteri baik pada usus kita, Bu. Nah, jangan sampai tertukar dengan probiotik ya, Bu! Probiotik merupakan bakteri baik yang terdapat dalam makanan atau minuman yang ketika dikonsumsi akan bermanfaat menjaga keseimbangan bakteri di usus. Jika diibaratkan, probiotik adalah tentara yang melindungi usus si Kecil. Kita harus memastikan mereka ‘bekerja sama’ dengan baik.

Fungsi Prebiotik bagi Kesehatan Buah Hati

Bertempat di usus besar, prebiotik adalah bakteri baik di usus yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Hal ini, karena sistem pencernaan merupakan salah satu organ imun terbesar di tubuh kita. Yuk, kita pelajari satu persatu fungsi prebiotik untuk kesehatan si Kecil!

Mencegah Peradangan pada Usus

Usus si Kecil bisa mengalami peradangan jika tak dijaga dengan baik, Bu. Akibatnya, ia bisa terserang sindrom iritasi usus yang disebut Irritable Bowel Syndrome (IBS) dan penyakit radang usus yang disebut Inflammatory Bowel Disease (IBD). IBS menyerang sekitar 20% anak dan remaja. Adapun 10% kasus IBD muncul pada anak sebelum usia 18 tahun1.

Fungsi prebiotik adalah untuk mendukung kerja kuman baik di usus untuk melawan kuman jahat penyebab radang pada usus3. Penelitian menemukan, bakteri baik ini juga mampu mengurangi nyeri perut dan kembung yang ditimbulkan akibat radang usus1.

Menguatkan Sistem Imun Tubuh

Siapa yang tidak sedih jika anak sakit? Untuk itu, penting bagi orang tua untuk menjaga kekebalan tubuh anak. Ada banyak faktor yang perlu dijaga, salah satunya adalah asupan makanan.

Makanan atau minuman yang mengandung prebiotik secara tidak langsung berperan penting untuk menjaga sistem imun si Kecil. Hal ini karena prebiotik menjadi makanan bagi bakteri baik yang berfungsi melawan bakteri jahat pada sistem pencernaan kita3. Pasokan prebiotik yang cukup membantu memperkuat benteng pertahanan tubuh si Kecil.

Mengatasi Konstipasi

Konstipasi atau sembelit juga jadi salah satu masalah yang kerap terjadi pada si Kecil. Cirinya adalah anak mengalami buang air besar kurang dari tiga kali seminggu. Feses yang ia keluarkan juga lebih besar ukurannya. Selain itu, bisa jadi si Kecil juga merasa kesakitan saat ia mengejan5.

Nah, prebiotik membantu melembutkan feses si Kecil sehingga dapat keluar dengan lebih mudah4. Dengan begitu, proses buang air besar dapat lebih nyaman untuknya.

Mengurangi Potensi Risiko Alergi dan Infeksi pada Anak

Pemberian prebiotik alami seperti FOS:GOS memiliki potensi mengurangi risiko alergi dan infeksi pada anak hingga usia 18 bulan, Bu. Salah satunya adalah alergi kulit seperti eksim yang membuat si Kecil gatal dan ruam2. Prebiotik juga dapat mencegah terjadi infeksi pernapasan pada anak4.

Namun, ini tidak berarti menjadikan FOS GOS sebagai obat ya Bu. Fungsinya hanyalah mencegah atau mengurangi risiko alergi pada anak, khususnya di dua tahun usia pertamanya.

Makanan Sumber Prebiotik

Dari mana ya kita mendapatkan makanan prebiotik? Sumber prebiotik alami terdapat pada Air Susu Ibu (ASI). Namun, kita juga dapat menemukan prebiotik pada sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Beberapa di antaranya adalah apel, oats, terong, bawang merah, bawang putih, madu, asparagus, yogurt, dan pisang6

Ibu bisa mengolah beberapa makanan tersebut menjadi sajian yang menarik untuk si Kecil. Misalnya dengan membuat smoothie yang terbuat dari pisang, madu, dan yogurt. Buah potong seperti apel juga cocok dijadikan camilan untuk sore hari. Jadi, si Kecil dapat menikmati makanan sehat dengan menyenangkan.

Selain dari makanan di atas, Ibu juga bisa memberikan susu Bebelac 3 untuk si Kecil yang sudah berusia 1 tahun sebanyak tiga gelas sehari. Bebelac mengandung FOS:GOS dengan rasio yang tepat 1:9 serta 13 vitamin dan 5 mineral. Bebelac juga diperkaya dengan nutrisi lain seperti omega 3 dan omega 6. Nah, pastikan anak memperoleh gizi seimbang dan nutrisi tepat untuk menunjang saluran pencernaannya (happy tummy).

Bagaimana, Bu, sudah tidak bingung lagi tentang FOS:GOS dan segudang manfaatnya? Tak perlu lagi Ibu bingung dengan beda prebiotik dan probiotik. Saatnya penuhi beragam nutrisi dari asupan yang tepat untuk si Kecil agar ia tumbuh hebat dengan akal yang kreatif (happy brain) serta hati yang besar (happy heart). Ibu bisa dapatkan informasi lainnya tentang nutrisi yang dibutuhkan oleh anak di sini.

 


 Referensi

 

  1. Stefano Guandalini. (2014).Are Probiotics or Prebiotics Useful in Pediatric Irritable Bowel Syndrome or Inflammatory Bowel Disease? Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4292186/ [Diakses 20 November 2020].
  2. Olena S. Ivakhnenko, Serhiy L. Nyankovskyy. (2013). Effect of the specific infant formula mixture of oligosaccharides on local immunity and development of allergic and infectious disease in young children: randomized study. Diambil dari: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0031393913001595. [Diakses 23 November 2020]
  3. Caroline E. Childs, et al. (2019). Diet and Immune Function. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6723551/ [Diakses 23 November 2020]
  4. Smita, Nilegaonkar, Vaishali. (2010). Comprehensive Food Fermentation Biotechnology (pp.466-487). Asiatech publishers. Diambil dari: https://www.researchgate.net/publication/271833861_Prebiotics. [Diakses pada: 23 November 2020]
  5. Marc Beninga, Samuel Nurko, dkk. (2016). Childhood Functional Gastrointestinal Disorders: Neonate/Toddler. Pediatric Gastroenterology and Nutrition, Emma Children’s Hospital, Academic Medical Center, H7-248, Meibergdreef 9, 1105 AZ Amsterdam. Diambil dari: http://christophefaure.org/_media/rome-iv-toddlers-functional-gastrointestinal-disorder.pdf. [Diakses 20 November 2020]

 

  1. Academy of Nutrition and Dietetics. (2018). Probiotics and Prebiotics. Dietitians in Intergrative and Functional Medicine. Diambil dari: https://integrativerd.org/wp-content/uploads/2018/07/DIFM-Probiotic-and-Prebiotic-Handout-FINAL2018.pdf. [Diakses 23 November 2020]
Tag