5-makanan-kaya-serat-untuk-pencernaan-anak

5 Makanan Kaya Serat untuk Pencernaan Si Kecil

detail-fb detail-wa detail-twitter

Saat menyajikan menu makanan si Kecil, selain rasa yang lezat dan tampilan yang menarik, tentunya Ibu juga memberi juga perhatian esktra pada nutrisinya. Nah, disinilah peran serat sangat penting. Mengonsumsi serat yang cukup ternyata juga bisa meningkatkan kemampuan anak untuk meningkatkan asupan vitamin B6, serta mineral penting, seperti zat besi, magnesium, dan kalium1.

Identik dengan manfaatnya untuk pencernaan, ternyata dengan memberikan nutrisi tepat tinggi serat juga bisa mendukung 7 kehebatan lengkap untuk si Kecil. Dari percernaan, tumbuh kembang, sampai menjaga suasana hati, semua bisa didapatkan dari makanan tinggi serat untuk anak ini.

Seberapa penting nutrisi tepat tinggi serat untuk dukung 7 kehebatan lengkap serta apa saja jenis makanannya? Mari, cari tahu lebih lanjut.

Nutrisi Tinggi Serat untuk Mendukung 7 Kehebatan Lengkap bagi si Kecil

Manfaat makanan berserat untuk anak yang dilengkapi dengan susu tinggi serat untuk pencernaan si Kecil tidak main-main lho, Bu. Setidaknya, ada 7 kehebatan lengkap yang bisa didapatkan, yaitu: pencernaan nyaman dan lancar, penyerapan nutrisi yang lebih baik, memberikan perlindungan alami, tumbuh kembang optimal, cepat tanggap, dan menjaga suasana hati.

Semua ini berhubungan dengan kemampuan serat dalam mendukung kerja organ-organ pencernaan, menumbuhkan bakteri bermanfaat di usus, hingga meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek2,3. Si Kecil pun bebas dari keluhan akibat konstipasi karena penyerapan nutrisinya yang baik. Ini akan memiliki dampak pada daya tahan tubuhnya secara keseluruhan. Selain itu, pencernaan yang baik pastinya bisa membuat si Kecil lebih nyaman melakukan aktivitas tanpa adanya perasaan cemas ataupun mood yang kurang baik. Jika ini terpenuhim, diharapkan si Kecil bisa bertumbuh dan berkembang secara optimal.

5 Menu Makanan Kaya Serat untuk Pencernaan

Bagaimanapun juga, memberi asupan serat pada balita memang tak selalu mudah. Ada kalanya si Kecil enggan makan buah dan sayur yang merupakan sumber makanan kaya serat. Padahal, anak usia 4-5 tahun membutuhkan 20 g serat setiap hari4. Ini kira-kira setara dengan 8 buah apel, atau 20 batang wortel mentah5. Tenang, Bu. Kelihatannya memang banyak ya, tapi kan sumber serat tidak hanya apel atau wortel. Serat bisa disisipkan dalam tiap menu makan si Kecil sepanjang hari.

Susu pun bisa membantu memenuhi asupan serat si Kecil lho, Bu. Susu Bebelac Gold dengan nutrisi tepat tinggi serat, mengandung 3 jenis serat, omega 3 & 6, 13 vitamin & 7 mineral, serta 0% sukrosa. nutrisi tepat tinggi serat pada Bebelac Gold jadi pilihan tepat Ibu Hebat untuk dukung 7 kehebatan lengkap si Kecil. Bebelac Gold bisa diolah bersama bahan lain menjadi hidangan lezat yang kaya serat.

Nah, berikut ini 5 ide makanan berserat untuk anak, yang bisa Ibu buat di rumah. Tak hanya bergizi, tapi juga akan membuat si Kecil jadi lebih bersemangat makan karena rasanya yang lezat. Lengkap, mulai dari menu sarapan, makan siang, makan malam, hingga cemilan. Selamat mencoba, Bu!

1. Mashed potato broccoli

Siapa yang bisa menolak mashed potato nan gurih dan creamy? Hidangan ini bisa Ibu sajikan untuk sarapan si Kecil. Selain lezat dan padat gizi, makanan tinggi serat untuk anak ini pun mudah dibuat, sehingga Ibu tidak terlalu repot di pagi hari. Tambahkan brokoli dalam mashed potato untuk menambah asupan serat.

2. Cereal butter prawn

Udang bisa menjadi alternatif lauk makan siang agar si Kecil tidak bosan. Siapa sangka, dengan sedikit kreativitas, ternyata udang juga bisa dikombinasi dengan oatmeal yang kaya serat menjadi cereal butter prawn. Kalau biasanya Ibu hanya mengolah oatmeal jadi bubur sarapan, sajian ini bisa jadi pilihan yang pasti disuka si Kecil.

3. Cauliflower gnocchi

Kembang kol? Bisa diolah jadi apa lagi, ya? Eits, tenang, Bu. Menu kembang kol yang satu ini unik, lho, dan pasti jadi favorit si Kecil. Kali ini kembang kol (cauliflower) tak hanya ditumis, dibuat sop, atau capcay, tapi diolah menjadi gnocchi. Gnocchi adalah sejenis pasta khas Italia yang dibuat dari kentang. Nah, Ibu bisa mengganti kentang dengan kembang kol untuk membuat gnocchi. Tidak sulit kok, Bu. Yuk, dicoba!

4. Vegan brownies

Cemilan atau snack pun bisa disisipkan serat, Bu. Contohnya vegan brownies, yang resepnya bisa dibuat dengan mudah dan memerlukan waktu kurang dari satu jam untuk. Sumber seratnya berasal dari alpukat lho, Bu. Kalau sebelumnya si Kecil memang menyukai alpukat, wah pasti dia akan makin senang akan kreasi makanan ini.

5. Zucchini lasagna

Lasagna selalu sukses membangkitkan selera makan. Aromanya dengan keharuman khas tomat, lapisan pasta dengan saus daging lezat, serta taburan keju parut di atasnya, bisa membuat si Kecil mendadak lapar. Nah, jika Ibu ingin menyajikan dengan cara berbeda, Ibu bisa membuat zucchini lasagna. Sesuai namanya, pasta lasagna ini bisa Ibu ganti dengan lembaran zucchini. Ibu juga bisa menambahkan bayam yang sudah direbus dan dicincang ke dalam saus daging, sehingga kandungan seratnya makin tinggi. Rasanya? Tak kalah lezat dari lasagna biasa.

Masih belum puas mengeksplor variasi makanan kaya serat untuk pencernaan si Kecil? Selalu tingkatkan kreativitas dalam menyajikan makanan dengan mencari resep yang tepat ya, Bu. Dengan begini, semoga si Kecil lebih lahap makannya dan bisa terus mendapat gizi seimbang. Happy cooking, Bu.

Memilih makanan tinggi serat untuk pencernaan anak memang harus selektif. Jika Ibu ingin tetap menjaga pencernaan anak dengan zat tinggi serat dengan cara yang mudah, Ibu bisa menyajikan 3 gelas sehari susu Bebelac Gold yang mengandung 3 jenis serat, omega 3 & 6, 13 vitamin & 7 mineral, serta 0% sukrosa. nutrisi tepat tinggi serat pada Bebelac Gold jadi pilihan tepat Ibu Hebat untuk mendukung kesehatan pencernaannya.


Referensi

  1. Kristen Finn, dkk. (2019). Nutrient intakes and sources of fiber among children with low and high dietary fiber intake: the 2016 feeding infants and toddlers study (FITS), a cross-sectional survey. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6859612/ [Diakses 26 Juni 2021]
  2. Mary Brauchla, dkk. (2013). The effect of high fiber snacks on digestive function and diet quality in a sample of school-age children. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4222504/ [Diakses 26 Juni 2021]
  3. Renee Korczak, dkk (2017). Dietary Fiber and Digestive Health. Diambil dari https://academic.oup.com/nutritionreviews/article/75/4/241/3747768 [Diakses 26 Juni 2021]
  4. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Diambil dari: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf [Diakses 28 April 2020]
  5. Panganku.org. (2018). Data Komposisi Pangan Indonesia. Diambil dari https://www.panganku.org/id-ID/view [Diakses 26 Juni 2021]