buah-kaya-serat-untuk-anak

Buah Kaya Serat untuk Kesehatan Pencernaan Anak

detail-fb detail-wa detail-twitter

Horee, si Kecil sudah berusia 6 bulan! Kini, ia sudah boleh mencicipi makanan padat atau makanan pendamping ASI (MPASI). Beberapa zat gizi penting, seperti asam amino dan zat besi sangat diperlukan pada tahap ini untuk membantu perkembangan otaknya1. Selain itu, perkaya juga dengan makanan yang mengandung DHA, fish oil, omega 3, dan omega 6. Selanjutnya, secara bertahap si Kecil juga bisa mulai dikenalkan dengan buah kaya serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaannya.

Di usia 6 – 11 bulan, kebutuhan serat si Kecil belum terlalu banyak. Berdasarkan Tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG)2, cukup 11 gr saja. Bukan hanya serat yang dibutuhkan, tapi juga berbagai nutrisi lain, terutama protein hingga ia berusia 2 tahun untuk mencegah stunting. Jadi, pastikan si Kecil mendapat asupan nutrisi yang cukup dan seimbang ya, Bu. 

Menginjak usia 1 tahun, kebutuhan serat anak makin banyak, hingga 19 gr. Ini setara dengan 600 gr wortel (100 gr wortel mengandung 3 gr serat), atau 900 gr bayam (100 gr bayam mengandung 2 gr serat)8. Wortel atau sayuran lain bisa direbus, untuk memenuhi kebutuhan serat anak sehari-hari. Jadi, pastikan si Kecil mendapat cukup serat, selain karbohidrt, protein dan lemak yang umumnya terkandung dalam makanan keluarga.

Pedoman Gizi Seimbang juga telah dikeluarkan pemerintah sebagai panduan konsumsi sehari-hari. Divisualkan melalui gambar Tumpeng Gizi Seimbang, kebutuhan asupan buah-buahan per hari adalah 2-3 porsi, sayuran 3-4 porsi, nasi dan sumber karbohidrat lain 3-4 porsi, serta 2-4 porsi sumber protein hewani atau nabati3. Beberapa contoh resep MPASI dengan kebutuhan gizi yang pas dan sesuai usia anak juga ada di panduan ini. Kita intip yuk, Bu!

Mengapa Buah Berserat Tinggi Penting bagi Pencernaan Anak?

Selain mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh, buah-buahan juga merupakan sumber serat. Apa manfaat serat bagi pencernaan anak?

1. Sumber Prebiotik

Dalam tubuh kita, prebiotik adalah makanan bagi bakteri baik, yang berperan untuk menstimulasi pertumbuhan bakteri baik. Buah kaya serat yang dikonsumsi anak akan dipecah menjadi partikel kecil di dalam mulut dan lambung. Berbeda dengan zat gizi seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serat makanan tidak dicerna oleh enzim pencernaan, melainkan oleh bakteri yang ada di saluran cerna. Serat yang banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayuran dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik tersebut4.

2. Mencegah konstipasi 

Konstipasi atau susah buang air besar (BAB) termasuk masalah pencernaan yang kerap dialami anak. Menurut penelitian, menambah asupan sayur dan buah kaya serat akan membantu mempercepat proses pembentukan feses dan meningkatkan frekuensi BAB. Tak hanya itu, serat prebiotik yang merangsang pertumbuhan profil bakteri baik juga bermanfaat untuk melunakkan feses sehingga menjadi lebih mudah dikeluarkan5. 

Bagaimana Melatih Anak agar Terbiasa Makan Buah?

Ada banyak cara yang bisa Ibu lakukan untuk membiasakan anak makan buah setiap hari. Memperkenalkan buah sejak dini merupakan langkah awal yang harus dilakukan agar si Kecil mengenal dan terbiasa dengan rasanya. Tak kenal maka tak sayang, kan? Jangan cepat putus asa saat terjadi penolakan, ya, Bu. Coba ikuti  3 langkah berikut untuk memotivasi si Kecil makan buah berserat tinggi:

1. Beri Contoh

Kebiasaan makan buah bisa diawali dari Ibu dan Ayah. Coba sesekali libatkan anak dalam memilih atau menyiapkan buah. Jangan ragu untuk menanyakan pada anak buah apa yang ingin ia konsumsi. Cara ini sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap pilihannya6.

2. Sajikan Buah dengan Cara Kreatif

Anak-anak selalu menyukai sesuatu yang baru dan menarik. Agar tidak bosan, sajikan buah dengan cara berbeda – misalnya disusun menyerupai bentuk bintang, disajikan jadi satai buah, atau dipadupadankan beberapa buah warna-warni dengan aneka bentuk. Ajak si Kecil saat menyiapkannya.

3. Masukkan Buah dalam Bekal si Kecil

Jangan lupa menyelipkan buah dalam kotak bekal yang Ibu bawa tiap kali bepergian bersama si Kecil. Pilihlah buah berukuran kecil dan mudah dimakan, seperti pisang, jeruk, anggur, atau stroberi, sehingga Ibu tak perlu kerepotan memotong-motong buah selama di perjalanan.

Buah Kaya Serat yang Dibutuhkan si Kecil

Meski pada dasarnya semua buah mengandung serat, ada beberapa jenis buah yang memiliki kandungan serat lebih tinggi, misalnya markisa (10 gram serat/100 gram), alpukat (7 gram serat/100 gram), jambu (5 gram serat/100 gram), kiwi, pir dan pisang (3 gram serat/100 gram), serta apel, jeruk, pepaya, dan stroberi (2 gram serat/100 gram) 7.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan serat anak serta nutrisi penting lainnya, Ibu juga bisa memberinya rangkaian Bebelac Gold [insert product link here].  Bebelac Gold memiliki 2 pilihan produk yang tinggi serat, yakni Bebelac Gold dan Bebelac Gold Soya [insert product link here]. Kandungan nutrisi kedua opsi susu ini sama baiknya, hanya sumber proteinnya saja yang berbeda. Bebelac Gold terbuat dari susu sapi, sedangkan Bebelac Gold Soya bersumber dari protein soya.

Rangkaian produk Bebelac Gold didukung dengan Advansfibre yang tinggi serat. Dibuat dengan komposisi FOS:GOS sebanyak 1:9 yang dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian anak jika dikonsumsi tiga kali sehari selain serat dari makanan utamanya. Selain itu juga diperkaya dengan fish oil, Omega-3, Omega-6, dan DHA untuk mendukung daya pikir anak, serta 13 vitamin dan 7 mineral yang penting untuk mendukung pertumbuhan optimal si Kecil. Oh ya, produk Bebelac Gold mengandung 0% sukrosa, jadi aman untuk gigi, dan tidak menambah asupan gula si Kecil.

Pastikan nutrisi si Kecil terpenuhi dengan rangkaian produk Bebelac Gold tiga kali sehari, untuk mendukungnya jadi anak hebat.

 


 

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2015). Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi. Diambil dari: http://www.idai.or.id/professional-resources/guideline-consensus/rekomendasi-praktik-pemberian-makan-berbasis-bukti-pada-bayi-dan-batita-di-indonesia-untuk-mencegah-malnutrisi [Diakses 27 Maret 2020]
  2. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Diambil dari: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf [Diakses 28 April 2020]
  3. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Diambil dari: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK%20No.%2041%20ttg%20Pedoman%20Gizi%20Seimbang.pdf [Diakses 28 April 2020]
  4. Mark L. Dreher. (2018). Whole Fruits and Fruit Fiber Emerging Health Effects. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6315720/ [Diakses 19 Maret 19, 2020]
  5. Clara M. Kusharto. (2006). Serat Makanan dan Perannya bagi Kesehatan. Jurnal Gizi dan Pangan. Diambil dari: file:///C:/Users/Acer/Downloads/4357-Article%20Text-11537-1-10-20120301.pdf [Diakses 28 April 2020]
  6. Yessica Dewi. (2013). Studi Deskriptif: Persepsi dan Perilaku Makan Buah dan Sayuran pada Anak Obesitas dan Orang Tua. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.2 No.1. Diambil dari: https://media.neliti.com/media/publications/186957-ID-studi-deskriptif-persepsi-dan-perilaku-m.pdf [Diakses 28 April 2020]
  7. Daisy Whitbread. (2019). 29 Fruits High in Fiber. Diambil dari: https://www.myfooddata.com/articles/fruits-high-in-fiber.php [Diakses 19 Maret 2020]
  8. Daisy Whitbread. (2020). 33 Vegetables High in Fiber. Diambil dari: https://www.myfooddata.com/articles/vegetables-high-in-fiber.php [Diakses 26 Agustus 2020]