buah-tinggi-serat-untuk-balita

Takaran Buah Tinggi Serat yang Dianjurkan untuk Balita agar Sistem Cernanya Terjaga

detail-fb detail-wa detail-twitter

Ibu mungkin sering menyajikan buah untuk si Kecil dalam berbagai variasi. Bagus, Bu, karena sudah menjadi rahasia umum jika buah adalah gudangnya vitamin, mineral serta zat esential lainnya. Nah, yang tak boleh dilupakan adalah kandungan seratnya. Untuk itu, menyajikan buah tinggi serat dalam jumlah yang cukup sangat disarankan, termasuk juga untuk anak-anak. Buah tinggi serat sangat memengaruhi kesehatan usus anak dan dapat mencegah risiko sembelit1.

Khusus untuk buah, karena cita rasanya secara umum adalah manis dan segar, maka lebih cenderung menjadi favorit anak-anak. Oleh sebab itu, buah sangat ideal untuk menjadi pilihan sumber serat untuk mereka.

Tapi ternyata ada hal penting yang harus diketahui terlebih dahulu, seperti berapa takaran yang tepat untuk si Kecil serta apa saja jenis buah yang tinggi serat untuk mereka. Kami akan share beberapa info yang pastinya Ibu perlukan.

Menghitung Jumlah Takaran Serat untuk Anak

Memberi dengan porsi yang pas, itu adalah kuncinya. Namun Ibu pasti bertanya, apa yang menentukan banyaknya serat bagi masing-masing anak. Ternyata usia anak adalah faktor penentunya lho, Bu. Melalui Peraturan Menteri Kesehatan no. 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi, disebutkan bahwa anak usia 1-3 tahun membutuhkan asupan serat 19 gram dan sekitar 20 gram jika si Kecil berusia 4-6 tahun setiap harinya2. Setelah mengerti takaran pasnya, mari kita lihat beberapa jenis buah tinggi serat yang bisa menjadi opsi saat menentukan menu makanan untuk si Kecil.

Jenis-Jenis Buah Tinggi Serat

Berikut beberapa jenis buah tinggi serat yang bisa jadi pilihan. Tak hanya itu, kami juga akan memberikan saran penyajiannya agar menarik untuk si Kecil.

Stroberi

Satu cangkir buah stroberi mengandung 3 gram serat yang berguna untuk kesehatan pencernaan si Kecil3. Cita rasa stroberi yang agak asam harus disiasati, misalnya dengan dibuat jadi milkshake, jus, atau selai. Sedang kreatif? Ibu juga bisa menyulapnya menjadi puding dengan variasi tahu sutera yang lembut, lho.

Apel

Setiap anak menyukai renyahnya tekstur apel. Satu buah apel ukuran kecil mengandung 3,6 gram serat, sehingga bisa jadi cara yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan serat harian si Kecil3. Ibu dapat memotong apel berbentuk batang agar si Kecil mudah menggenggam dan melahapnya. Atau, Ibu bisa menghaluskan apel bersama air jeruk menjadi segelas jus apel segar.

Pir

Buah pir bisa jadi camilan yang kaya serat untuk si Kecil. Satu buah pir berukuran sedang (dengan kulitnya) menyediakan sekitar 5,5 gram serat3. Selain disantap langsung, Ibu bisa mengolahnya jadi minuman setup buah pir. Jika Ibu ada waktu lebih untuk menyiapkan makanan, menyajikan pear bread pudding juga bisa menjadi pilihan.

Mangga

Buah mangga yang manis berukuran 100 gram mengandung sekitar 0,4 gram serat. Mangga sangat lezat dimakan langsung, hampir semua anak menyukainya. Biasanya mangga harumanis jadi pilihan favorit karena aromanya yang menggoda dan rasanya yang manis legit. Tak ingin penampilannya begitu-begitu saja? Campurkan mangga dengan agar-agar serta sedikit gula, dan sulap menjadi puding mangga yang bisa jadi cemilan seru buat si Kecil.

Jeruk

Satu buah jeruk sitrun berukuran sekitar 100 gram mengandung sekitar 2 gram serat5. Kandungan serat dan air yang tinggi pada jeruk membuat si Kecil kenyang lebih lama, sehingga cocok dijadikan camilan di antara waktu makan.

Pepaya

Buah yang satu ini kerap menjadi andalan para ibu ketika si Kecil mengalami sembelit. Satu buah pepaya ukuran kecil (152 gram) mengandung serat sebanyak 3 gram6. Pepaya akan lebih disukai si kecil jika disajikan dalam bentuk potongan dadu dan dimakan dalam kondisi dingin. Selain itu, pepaya juga sangat lezat disajikan jadi jus lho, Bu. Cukup haluskan potongan pepaya matang dengan susu. Cita rasanya pasti disukai si Kecil.

Pisang

Satu buah pisang ukuran sedang mengandung 3,1 gram serat3. Pisang juga cukup mudah untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan, jadi mungkin tak terlalu sulit untuk menyajikannya pada si Kecil. Misalnya agar tak monoton, selain dimakan begitu saja, Ibu bisa menyajikannya dalam bentuk pie pisang atau smoothies untuk sarapan.

Jadi, Berapakan Takaran Buah yang Harus Disajikan Setiap Hari?

Jika dihitung-hitung, memang dibutuhkan banyak sekali buah hanya untuk memenuhi kebutuhan serat harian si Kecil. Misalnya pisang yang mengandung 3.1 gram serat, maka apakah Ibu perlu menyajikan 6-7 buah setiap harinya? Tentu saja tidak, karena sebenarnya selain buah, ada banyak makanan sumber serat tinggi lainnya, seperti sayur dan biji-bijian1. Jadi, Ibu juga bisa memvariasikan jenis sumber serat lain secara bergantian dalam menu makan dan camilan si Kecil.

Sebagai contoh, Ibu bisa memberikan 3-4 pisang yang dikombinasikan dengan semangkuk sayur. Atau membuat smoothies stroberi, mangga dan pisang sebanyak satu gelas sehari sebagai tambahan makan sayur. Dengan begitu, diharapkan si Kecil akan mendapatkan asupan serat yang cukup setiap harinya.

Nah, selain 7 buah tinggi serat di atas, Ibu juga bisa memberikan Bebelac Gold 3 gelas per hari untuk melengkapi kebutuhan serat si Kecil, dengan mengkonsumsi Bebelac Gold 3 gelas sehari dapat memenuhi sampai 50% kebutuhan serat harian si Kecil.

Bebelac Gold mengandung 3 jenis serat, omega 3 & 6, 13 vitamin & 7 mineral, serta 0% sukrosa. nutrisi tepat tinggi serat pada Bebelac Gold jadi pilihan tepat Ibu Hebat untuk dukung 7 kehebatan lengkap si Kecil, yaitu pencernaan lancar, menjaga kesehatan pencernaan, penyerapan nutrisi lebih baik, tumbuh kembang lebih baik, perkembangan kognitif lebih tajam, mood lebih positif, serta perlindungan alami.

Enak, lezat dan kaya nutrisi, Ibu pasti terinspirasi untuk memberikan menu makanan plus buah tinggi serat setiap harinya. Jangan lupa untuk terus kreatif dalam menyajikannya ya, Bu. Anak pasti akan menyukainya dan Ibu juga pasti akan lebih senang jika si Kecil menyantap makanannya dengan lebih lahap.


Referensi

  1. Sibylle Kranz, Mary Brauchla, Joanne L. Slavin, Kevin B. Miller. 2012.  What Do We Know about Dietary Fiber Intake in Children and Health? The Effects of Fiber Intake on Constipation, Obesity, and Diabetes in Children. Diambil dari: https://academic.oup.com/advances/article/3/1/47/4557086 [Diakses 29 Juni 2021]
  2. Peraturan Menteri Kesehatan No 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi. Diambil dari: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf. [Diakses 27 Juni 2021]
  3. Leah Campbell. 2016. 10 High-Fiber Foods Your Kids Will Actually Eat. Diambil dari: https://www.healthline.com/health/parenting/high-fiber-foods-for-kids. [Diakses 26 Juni 2021]
  4. Ir. Agus Santoso, MP. (2011). Serat Pangan (Dietary Fiber) dan Manfaatnya Bagi Kesehatan. Diambil dari: https://docplayer.info/33172898-Serat-pangan-dietary-fiber-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan.html [Diakses 27 Juni 2021]
  5. Franziska Spritzler. 2018. 8 Evidence-Based Health Benefits of Papaya. Diambil dari: https://www.healthline.com/nutrition/8-proven-papaya-benefits. [Diakses 27 Juni 2021]