Cara Menumbuhkan Rasa Empati Anak Melalui Permainan

Cara Menumbuhkan Rasa Empati Anak melalui Permainan

detail-fb detail-wa detail-twitter

Ibu mana yang tidak ingin anaknya cerdas sekaligus memiliki empati yang tinggi. Empati tidak hanya penting untuk kehidupan si Kecil kelak, terutama saat dia bersosialisasi. Bahkan bisa dibilang, empati adalah hal yang krusial dalam bermasyarakat1. Coba Ibu bayangkan, tanpa empati, si Kecil mungkin tidak akan memiliki kepedulian terhadap sesama manusia, hewan, dan lingkungan. Cara menumbuhkan empati anak tidak bisa instan, melainkan harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari sejak dini.

Bagaimana Cara Menumbuhkan Rasa Empati Anak?

Tiap anak terlahir dengan kapasitas empati yang berbeda, tetapi penelitian menunjukkan jika empati bisa ditumbuhkan1,2.  Ada banyak cara menumbuhkan rasa empati anak. Namun, menumbuhkan empati pada anak tidak bisa dengan cara dipaksakan ya, Bu. Lingkungan dan bagaimana cara anak dibesarkan akan berperan besar terhadap perkembangan empatinya. Anak harus merasa aman dan nyaman dulu dengan dirinya sendiri sebelum ia bisa berempati kepada orang lain1. Maka tentunya, Ibu dan Ayah harus menerapkan pola asuh yang baik dan menunjukkan rasa empati dalam keseharian.

Menumbuhkan Empati pada Anak Melalui Permainan

Cara menumbuhkan rasa empati anak bisa ditumbuhkan melalui permainan, lho. Pilih jenis permainan sederhana yang mudah dilakukan oleh anak 1 – 3 tahun dan bisa dilakukan di rumah. Yuk, kita simak bersama pilihan permainan yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati pada anak.

1. Menggambar Ekspresi Wajah Dalam Bentuk Emotikon

Kegiatan ini bisa dilakukan bersama-sama dengan adik, kakak ataupun sepupu yang sebaya. Ajak anak menggambar bermacam ekspresi wajah, misalnya senang, sedih, atau marah di kertas.  Setelah selesai, Ibu dan si Kecil bisa saling menunjukkan emotikon yang dibuat. Kemudian, ceritakanlah sebuah kisah, bisa dari keseharian atau buku dongeng, lalu minta anak-anak tersebut memilih emotikon yang sesuai3.

Misalnya, Ibu bisa bercerita tentang seorang anak yang tidak bisa bersekolah karena harus membantu orang tuanya mencari nafkah. Tanyakan kepada si Kecil, bagaimana kira-kira ekspresi wajah anak tersebut. Bila si Kecil menunjukkan emotikon yang tepat, ia bisa menempelkan emotikon tersebut di dinding kamarnya. Cerita yang Ibu ungkapkan akan menggugah rasa empati anak, serta membuat mereka berusaha memahami perasaan orang lain melalui ekspresi wajah3.

2. Permainan Tebak Sampah

Mengajarkan si Kecil memilah sampah sejak dini akan melatih rasa empatinya terhadap alam dan lingkungannya. Sebelumnya, siapkan dulu beberapa tempat sampah. Ibu bisa, lho, mengajak si Kecil membuatnya sendiri. Misalnya menggunakan kardus bekas yang dilapisi kalender bekas, lalu buat gambar pada sisi kardus untuk menandakan jenis sampah: tumpukan kertas, plastik, botol plastik, dan baterai3. Selain itu, sediakan pula tempat sampah plastik dengan saringan untuk membuang sampah dapur, seperti kulit buah-buahan atau cangkang telur. Agar lebih jelas fungsinya, buat gambar sayuran dan buah pada tempat sampah tadi. Jelaskan kepada anak fungsi dari masing-masing tempat sampah tersebut.

Selanjutnya, siapkan beraneka jenis sampah di sebuah kardus besar. Jejerkanlah kelima tempat sampah itu, lalu ajak si Kecil untuk menebak sampah. Misalnya ibu mengambil kulit jeruk, minta si Kecil menyebutkan jenis sampah tersebut, dan minta untuk memasukannya pada tempat sampah yang sesuai. Setelah si Kecil paham, ajarkan Ia untuk selalu membuang sampah sesuai dengan tempatnya.

3. Menggambar dengan Mata Tertutup

Permainan adalah salah satu cara menumbuhkan empati anak terhadap orang lain yang memiliki keterbatasan fisik4, misalnya tidak bisa melihat. Mintalah anak menggambar dengan mata tertutup kain. Setelah ia selesai, bukalah penutup matanya, lalu lihat gambarnya bersama-sama. Setelah itu, gantian Ibu yang menggambar dengan mata tertutup. Di akhir permainan, Ibu bisa menjelaskan, betapa sulitnya bagi anak-anak yang tidak bisa melihat  berjuang melakukan pekerjaan sehari-hari.

Permainan juga bisa dimodifikasi untuk mewakili keterbatasan fisik lainnya. Misalnya menebak ucapan orang lain dengan telinga tertutup, untuk memahami bagaimana rasanya tidak bisa mendengar.

4. Bermain Menentukan Pilihan

Ibu bisa menggunakan kartu-kartu bergambar, lalu tunjukkan dua kartu dengan tema gambar yang sama, misalnya gambar buah mangga dan anggur. Minta si Kecil memilih di antara dua buah tersebut. Lanjutkan dengan kartu berikutnya, misalnya baju atau sepatu, dan seterusnya. Setelah kartu habis, jelaskanlah maksud permainan itu.

Bagi si Kecil, memilih antara mangga atau anggur mungkin sulit karena itu buah-buah kesukaannya. Namun, di belahan dunia lain ada orang yang terpaksa memilih antara makanan atau air demi bisa bertahan hidup4.

5. Kenalkan pada Permainan Tradisional

Setelah pandemi usai dan anak-anak bisa bermain lagi di luar bersama teman-teman, bebaskanlah mereka bermain. Banyak sekali permainan tradisional yang bisa menumbuhkan empati pada anak. Sebuah penelitian di Tasikmalaya menemukan sikap empati anak-anak TK meningkat setelah diterapkan berbagai permainan tradisional5, yang dalam bahasa Sunda disebut kaulinan barudak. Misalnya sondah, loncat tinggi, dan balap kelereng.

Dengan permainan yang seru, si Kecil dapat belajar berempati tanpa rasa beban. Jangan lupa dukung pertumbuhan optimalnya dengan memberikan nutrisi seimbang, ya, Bu. Berikan ia tiga gelas Bebelac 4 setiap hari yang diperkaya Omega 3, Omega 6, dan DHA untuk mendukung kecerdasannya. Bebelac 4 juga mengandung 13 vitamin dan 5 mineral yang dapat membantu tumbuh kembang si Kecil hingga lebih optimal. Terus dampingi usia emasnya ya, Bu!

 


Referensi

 

1.       The South African College of Applied Psychology. (2018). What is empathy and can it be taught? Retrieved from: https://www.sacap.edu.za/blog/applied-psychology/what-is-empathy/ [Diakses 22 November 2020].

2.       Helen Riess. (2017). The Science of Empathy. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5513638/ [Diakses 19 November 2020].

3.       Sahabat Keluarga. (2018). Melatih Rasa Empati Anak Melalui Permainan Sederhana. Retrieved from: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost%2Fxview&id=4636 [Diakses 22 November 2020].

4.       Scouts. Empathy Games. Retrieved from: https://www.scout.org/sites/default/files/tutorial_files/empathy%20games.pdf  [Diakses 22 November 2020].

5.       Lutfi Nur, et al. Permainan Tradisional Kaulinan Barudak untuk Mengembangkan Sikap Empati dan Pola Gerak Dasar Anak Usia Dini. Retrieved from: https://ejournal.upi.edu/index.php/agapedia/article/view/9357 [Diakses 22 November 2020].